TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 338


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah Nayla berhasil terbangun dari tidur panjangnya Ryan nampak bahagia.


Setelah kondisi Nayla stabil akhirnya Naylapun dipindahkan keruangan perawatan.


"Sayang kamu tau gak berapa lama kamu gak sadar?"tanya Ryan sambil menggenggam tangan Nayla sambil sesekali menciumnya.


"Mana aku tau mas"jawab Nayla dengan suara pelan.


"Aku mau jujur y sayang, waktu kamu gak sadar aku tuh takut banget" mata Ryan nampak berkaca-kaca.


Nayla menatap serius kearah Ryan nampak sekali kalau ia sedang serius.


"Apa yang kamu takutin mas?" tanya Nayla berpura-pura tak tahu.


Ryan menatap wajah Nayla "Aku takut kehilangan kamu Nay, aku gak tau apa jadinya aku kalau itu sampai terjadi" tutur Ryan.


"Udahlah mas jangan sedih,kan aku dah baikan" ucap Nayla sambil tersenyum.


"Iya sayang"


"Kamu tau gak, anak kita mirip banget sama kamu" lanjut Ryan sambil tersenyum bahagia.


"Aku mau liat Mas, boleh gak?" pinta Nayla


"Boleh sayang, tapi nanti ya kalau kamu dah kuat dikit" ucap Ryan lembut.


Naylapun mengangguk.


Empok yang mendapat kabar jika Nayla sudah sadar nampak begitu bahagia, ia menyiapkan segala sesuatunya untuk dibawa kerumah sakit termasuk makanan yang Nayla suka.


Orang tua Ryanpun sudah berada dirumah saudara Ryan, rencananya hari ini mereka akan menengok Nayla dirumah sakit.


Adit yang belum tau jika Nayla sudah membaik nampak begitu sedih, sejujurnya ia masih sangat sayang pada Nayla.


Ia pun berencana untuk melihat Nayla, dengan ditemani oleh Lilis dan juga Radit merekapun berangkat menuju rumah sakit dimana Nayla dirawat.


"Sayang boleh gak anak kita dikasih nama Rania"


"Nanti dipanggilnya Rani"


"Gimana sayang" tanya Ryan yang meminta persetujuan Nayla.


"Terserah kamu aja mas, yang penting namanya gak bikin anak kita malu" jawab Nayla.


Saat Ryan sedang menyuapi Nayla tiba-tiba saja pintu ruangan terbuka lalu tak lama kemudian masuklah Empok dan juga Damra.


"Assalamualaikum ...wahhhh pasangan romantis lagi main suap-suapan, jadi iri yang jomblo" ucap Damra langsung nyerocos panjang lebar.


" Makanya jangan jomblo Mulu, dah terima aja tuh lamaran" timpal Ryan sambil menaruh mangkok yang sudah kosong lalu mengambil satu lembar tissue untuk membersihkan mulut Nayla.


"Mas..aku bisa sendiri" Nayla langsung sedikit memundurkan wajahnya saat tangan Ryan hendak membersihkan noda kuah dsudut bibirnya.


"Kenapa malu sih Yang, biarin aja mereka liat, biar si Damra pengen juga" goda Ryan yang langsung mendapat hadiah sebuah tissue yang digumpal-gumpal lalu ditimpukan ke arah Ryan.


Nayla hanya tersenyum melihat perdebatan Ryan dan Damra.

__ADS_1


Karena kondisi Nayla yang terus membaik akhirnya baby Raniapun di ijinkan untuk dibawa keruangan perawatan Nayla.


Senyum Nayla langsung mengembang saat melihat suster membawa putrinya.


" Ibu Nayla silahkan putrinya diberi susu dulu" Suster itu pun memberikan bayi Rania pada Nayla.


Air mata Nayla langsung mengalir saat untuk pertama kalinya ia melihat putrinya.


Begitu banyak ciuman yang ia daratkan pada wajah putri mungilnya itu.


Ryan langsung mengambil tissue untuk menghapus air mata Nayla.


"Sayang jangan nangis, dedenya aus tuh"bisik Ryan.


"Jangan diliatin, aku malu" ucap Nayla pelan


"Malu Ama siapa sih yang?"tanya Ryan bingung


"Ya sama semuanya, pada keluar dulu gih aku mau kasih ASI buat Dedenya" pinta Nayla


Dengan sangat terpaksa mereka pun keluar ruangan termasuk Ryan.


Nayla mengelus lembut pipi sang bayi lalu kembali menciumnya.


"Terimakasih sayang kamu udah hadir dalam kehidupan Mama, mama tau suara tangisan kamu juga yang udah membuat mama kembali" ucap Nayla pada bayi Rania yang masih belum bisa berbicara itu.


Setelah hampir setengah jam akhirnya Naylapun mengijinkan mereka kembali masuk.


"Mama....Mama" Radit langsung berlari menuju tempat tidur Nayla dan berusaha naik keatas.


"Mama..toyong..."teriak Radit


Dari arah belakang Ryan langsung menggendong Radit dan menaruhnya disamping Nayla.


Tak lama kemudian orang tua Ryan pun datang mereka langsung memeluk Nayla sedang baby Rania langsung digendong oleh Ryan.


"Aku dah punya cucu sekarang, cantik banget.kamu ndok" puji sang nenek saat melihat baby Rania dan dengan tak sabar mama Ryan pun langsung menggendong cucu nya tersebut.


Dua hari berlalu, Naylapun sudah diijinkan pulang.


Tadi pagi Ryan ijin untuk keluar sebentar karena ada hal penting yang harus ia kerjakan.


Nayla ditemani oleh Empok untuk membereskan semua barang yang ada di ruangan itu.


Saat akan merapihkan baju Nayla dan memasukkan kedalam tas Empok menemukan sebuah benda berbentuk keris kecil.


Ia pun langsung memberikannya pada Nayla.


"Apa'an ini Pok,mainan ya? punya siapa?" tanya Nayla bingung


"Gak tau Nay, itu ada di salah satu baju kamu kok" jawab Empok.


"Nay gak punya ginian Pok"


"Lagian buat apa'an nyimpen ginian, buang aja Pok" Nayla langsung memberikan benda itu pada Empok.


Namun saat akan diterima oleh Empok tiba-tiba saja keris kecilnya mengeluarkan hawa panas.

__ADS_1


Karena terkejut Naylapun melepaskan benda itu hingga jatuh diatas kasur.


"Kok panas banget ya Pok?" tanya Nayla bingung sambil melihat telapak tangannya yang sedikit memerah.


Namun anehnya saat benda itu di pegang oleh Empok benda itu biasa saja tidak mengeluarkan hawa panas.


Setelah selesai Empok pamit sebentar untuk membeli roti.


Tak lama setelah Empok keluar,pintu kamar kembali terbuka dan ternyata Ryan yang sudah kembali.


"Udah selesai mas urusannya dikantor?" tanya Nayla


Ryan tak menjawab ia hanya duduk disalah satu bangku sambil melihat kearah Nayla.


"Kamu kenapa mas kok diem aja sih" tanya Nayla bingung.


Lagi dan lagi Ryan tak menjawab, ia hanya tersenyum.


Nayla sedikit heran ada apa dengan Ryan yang dari tadi tak menjawab jika ditanya.


Karena kesal akhirnya Naylapun hanya diam saja.


Hampir 10 menit lamanya mereka saling diam Ryanpun berdiri dan berjalan kembali keluar.


Naylapun semakin kesal karena Ryan tak pamit kepadanya.


Sambil menunggu Empok untuk menghilangkan rasa kesalnya ia pun membuka akun sosmednya lalu memposting beberapa foto baby Rania yang menurutnya lucu.


Sementara itu di parkiran Empok bertemu dengan Ryan yang baru saja turun dari mobilnya.


Karena Ryan meminta bareng Empokpun menunggunya dan merekapun berjalan bersama menuju ruangan Nayla.


Saat sedang asik membalas komen beberapa temannya, Nayla langsung melihat kearah pintu saat terdengar suara pintu ruangannya terbuka.


Ia langsung memajukan bibirnya karena kesal pada Ryan yang tadi tak mau menjawab setiap pertanyaan yang diajukannya dan malah meninggalkannya sendirian.


"Aduh sayang itu bibir kenapa panjang banget majunya" goda Ryan saat tau jika Nayla sedang merajuk.


Nayla tak menjawab ia malah memalingkan wajahnya tak mau melihat kearah Ryan.


Dengan sangat hati-hati Ryanpun bertanya apa yang membuat Nayla begitu kesal.


Setelah sedikit didesak akhirnya Naylapun menceritakan semuanya.


Ryan yang merasa itu bukan dirinya nampak bingung juga.


"Sayang itu bukan aku, aku aja baru pulang tadi ketemu Empok di parkiran" tutur Ryan menjelaskan dan berharap Nayla tidak marah lagi padanya.


Hallo semuanya dah up lagi ni.


Yuk di Like dan juga komen ya.


kalau ada yang mau kasih gif atau vote juga boleh kok.


Salam Maniss


Amellajj/Author

__ADS_1


__ADS_2