
"Nayla kamu gak jadi pulang?kenapa" ponsel nayla berbunyi dan ketika dilihat ternyata chat dari mama
"jadi mah ni mau jalan"balas nayla
"ya udah hati-hati dijalan"
akhirnya hari itu nayla pulang diantar oleh adit,ada rasa senang karena adit sudah berani bertemu keluarganya tetapi ada rasa takut juga dihati nayla,bagaimana jika orang tuanya tak merestui hubungannya dengan adit.
Begitu mereka tiba dirumah alangkah terkejutnya mama nayla begitu melihat putrinya diantar oleh seorang pria yang lumayan tampan.
"Assalmmualaikum mah,kenalin ini adit teman nay"ucap nayla begitu melihat mamanya yang tersenyum lebar menyambut kedatangannya.
"waalaikum salam oh..nak adit,ayo masuk"jawab mama ramah
aku pun langsung ke atas meletakan tasku lalu membuat minum untuk adit.
mama dan adit nampak begitu akrab,nampak raut bahagia di wajah mama.
sorenya kami pun pamit keluar pada mama,kami berencana nonton namun bukan film horor.
setelah berada didalam bioskop adit menggenggam tanganku.layaknya orang yang baru pacaran semua terasa begitu indah namun saat aku sedang asik menikmati film ada yang memegang tanganku hawa dingin langsung terasa ditubuhku.
"kok tangan adit dingin banget ya"batinku tanpa menoleh kearah adit
lama-kelamaan aku pun semakin tak nyaman rasa dingin menjalar hampir diseluruh tubuhku.
tak sengaja aku melihat tangan adit sedang memakan cemilan dan yang satunya memegang minuman
"kalau tangannya adit sedang sibuk dengan cemilan dan minuman lalu tangan siapa yang lagi megang tanganku"aku pun melirik melalui ujung mataku kearah tanganku yang berada di gagang kursi
"aaww..."pekikku begitu melihat potongan tangan yang menempel diatas tanganku
__ADS_1
jantungku lagi-lagi seperti dipompa untuk berdetak beribu kali lebih kencang
keringat dingin mulai bercucuran membasahi wajah dan pakaianku
adit yang terkejut mendengar teriakanku langsung melihat kearah tanganku nampak ia pun terkejut namun sesaat kemudian ia dapat mengendalikan dirinya.
lagi-lagi mulut adit komat-kamit entah apa yang dia baca lalu ia memegang tanganku lalu seperti orang yang sedang membuang sesuatu.
"kamu gak apa-apa nay"tanya adit sambil menyeka keringat diwajahku dengan tissu
aku yang masih shok melihat potongan tangan tanpa tubuh berusaha menenangkan diriku
"aku takut dit"ucapku sambil memasukan kepalaku didada adit mencari sedikit ketenangan disana
dengan lembut adit membelai rambutku "tenang nay udah gak ada apa-apa lagi"ucapnya
akhirnya kami nonton tak sampai film usai karena khawatir aditpun mengantarku pulang dan tak lama kemudian ia pun pamit.
saat ia memaksakan matanya untuk terpejam nayla mendengar seperti kaca kamarnya diketuk dari luar,dengan perasaan takut ia pun mendekati jendela kamarnya untuk melihat ada apa.
setelah menyibak hordeng jendelanya ia tak melihat ada yang aneh namun saat nayla hendak menutup kembali hordeng jendela kamarnya terasa begitu sulit seperti ada yang menahan diujung satunya lagi
naylapun melirik kesamping "aawwww tooolllloooonngggg" teriak nayla saat kembali melihat potongan tangan yang tadi sedang menahan ujung hordeng jendela kamarnya.
mungkin karena kondisi fisik nayla yang sedang tak bagus akhirnya naylapun tak sadarkan diri
mama nayla yang mendengar teriakan putrinya langsung bergegas menuju kamar nayla dan alangkah terkejutnya sang mama begitu melihat putrinya sudah tak sadarkan diri didekat jendela kamar.
cukup lama nayla tak sadarkan diri,begitu ia siuman nayla langsung memeluk mamanya dengan kuat sambil menangis
"ma,nay takut ada tangan buntung disitu"adu nayla pada mamanya
__ADS_1
untuk menenangkan putrinya akhirnya malam itu nayla kembali tidur dikamar mamanya sedangkan sang papa terpaksa bertukar tempat dengan nayla.
esoknya nayla kembali berkunjung ke rumah a'iwan
"udah lama ya nyi iteung gak kesini"sapa a'iwan dari balik pagar begitu melihat nayla dan mamanya turun dari motor
"he...he iya a,kangen ya sama nay"jawab nayla yang ujung-ujungnya menggoda a'iwan
"ishhh tau aja nay kalo aa kangen"jawab aa balik menggoda nayla
setelah menceritakan kejadian semalam akhirnya a'iwan memberikan nayla suatu benda yang dibungkus dengan kain merah
"ini apa a?jimat?"tanya nayla sambil membulak balik benda pemberian aa
"bisa dibilang begitu nay,tapi kayanya yang semalem mah itu nemu dijalan nay,terus ngikutin nay"jelas aa yang membuat nayla bingung
"nemu dijalan a?"tanya nayla memastikan ia tak salah dengar
"iya nay,kayanya itu tangan cowo deh terus suka sama nay makanya ngikutin"jelas a'iwan yang membuat aku semakin bingung dan takut
"aa jangan bercanda kenapa,itukan cuma tangan doang masa bisa suka sih"protes nayla yang langsung disambut tawa keras dari aa
"aa gak bercanda nay,kalo nay peka sekarang juga ada tapi gak bisa masuk kesini karena ada pagarnya"jelas aa
"lah rumah nay juga pake pager a,tapi kok bisa masuk kamar nay"protes nayla tak mau kalah
"ya ampun nay yang aa maksud bukan pager biasa tapi pagar ghoib"ucap a'iwan memperjelas
mama pun sempat meminta tolong pada a'iwan untuk menerawang adit apakah ia baik untuk nayla.
nayla yang mendengar penjelasan a'iwan tentang adit hanya tersenyum setidaknya apa yang dikatakan aa memang ada benarnya.
__ADS_1