
Beberapa hari berlalu hampir tiap malam ada aja kejadian aneh yang Nay alami.
"Nay...potongan tangan Rendy udah ketemu dibuang di kali gede" tiba-tiba ada chat dari Mila yang memberitahukan kalau potongan tubuh Rendy teman SMP nya sudah ketemu,tiba-tiba Nayla ingat apa yang dilihatnya waktu nenunggu jemputan.
Sekarang Nayla baru menyadari ternyata yang ia lihat adalah memang petunjuk tetapi waktu itu ia tak tahu apa maksud dari penglihatannya itu.
Malam terakhir di penghujung minggu ini.Seminggu sudah Nayla tak mendapat kabar dari Adit karena gengsi Nayla pun tak mau mengalah untuk terlebih dahulu memberi kabar pada Adit.
Pulang kerja Nayla janjian dengan beberapa temannya untuk mencicipi sop janda yang terkenal,dengan berbonceng sepeda motor Nayla dan teman-temannya pun menuju tempat yang dimaksud,tak butuh waktu lama merekapun sampai setelah memesan merekapun mencari tempat duduk yang kosong sambil menunggu pesanannya datang Nayla mengedarkan pandangannya pada sekitar warung.
Hingga matanya terpaku pada satu tempat disudut warung,setengah tidak percaya ia melihat Adit sedang berdua dengan wanita yang waktu itu ia temui di mall.
Hatinya terasa begitu sakit seminggu tak mengirim kabar namun kini malah bertemu tetapi dengan wanita lain.
Ketika pesanan mereka tiba tanpa berkata-kata Nayla langsung menyantap sop iga yang bertaburkan begitu hanyak cabe rawit hijau
mungkin kalau sedang dalam keadaan hati yang normal Nayla akan kepedasan dan menyingkirkan cabe rawit yang masih utuh itu,berhubung hati Nayla sedang terbakar cemburu entah sadar atau tidak ia melap sop yang masih panas dan cabenya sampai habis
kelima teman Nayla hanya binggung memperhatikan keanehan pada temannya itu mereka saja belum mulai menyantap karena sibuk memisahkan cabe dengan sopnya
"loe gak salah Nay?sadar gak sih ni cewe"tanya Erni bingung
"gw laper mbak"jawab Nayla sekenanya seketika itu juga bibir Nayla menjadi merah alami karena pedas yang bercampur panas
"ihh tuh cewe bibirnya seksi banget ya kalo kepedesan jadi nafsu gw liatnya"terdengar bisik-bisik cowo dari bangku belakang erni
bukan hanya satu atau dua cowo yang memuji Nayla dan teman-temannya hingga Aditpun menoleh kerah yang dimaksud dengan pria-pria tadi,alangkah terkejutnya Adit ketika ia melihat Nayla ingin rasanya ia menghampiri Nyala dan menjelaskan namun Nayla yang pura-pura tidak mengenal Adit bahkan acuh membuat Adit mengurungkan niatnya
Setelah merasa kenyang Nyala dan teman-temannya pun bersiap-siap pulang.
__ADS_1
"Uus gw pulang kekontrakan loe ya"
"lah loe gak pulang Nay"tanya Dian
"tar aja ah gw tidur dulu,sore kali gw baru pulang sekalian malming"jawab Nayla sambil tersenyum manis.
"ya ampun mbak senyumnya manis banget sih"ucap cowo yang berada disamping motor Nayla
Nayla hanya tersenyum mendengar ucapan cowo yang tak dikenalnya itu
mereka memang sudah bersiap untuk pulang dan Nayla pun sudah duduk manis dibonceng dengan Uus namun karena di kasirnya antri terpaksa mereka menunggu Dian cukup lama hingga Adit dan wanitanya itu pun berjalan kearah mereka dan ternyata motor Adit berada tak jauh dari tempat mereka sekarang berada.
"ishhh ngapain sih pake disitu lagi motornya" batin Nayla kesal
dari jauh Adit melihat Nayla yang sedang didekati seorang pria merasa cemburu ingin rasanya menarik Nayla agar duduk dimotornya namun ia hanya dapat menahan rasa cemburunya karena memang saat ini ia yang salah.
Nayla memang tak langsung pulang kerumah mamanya tetapi singgah dulu dirumah Uus yang berada tak jauh dari pintu tol
setibanya dirumah Uus mereka langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur,suara ponsel Nayala terdengar beberapa kali berdering namun Nayla malas untuk melihat siapa yang menelfonnya.
Tak lama kemudian Naylapun terlelap.Setelah beberapa jam terlelap akhirnya Naylapun terbangun ia pun langsung membuka ponselnya dan melihat ada banyak panggilan tak terjawab dan pesan dari Adit dan Mamanya.
Naylapun segera membalas pesan dari mamanya dan mengatakan ia baru akan berangkat,sedangkan pesan dari Adit ia mengabaikannya untuk saat ini ia belum mau membacanya.
Naylapun minta ijin untuk menumpang mandi pada Uus saat Nayla sedang mandi sambil bersenandung kecil ada suara yang mengikutinya.
ia pun menghentikan aktivitasnya sejenak untuk memastikan ia tak salah mendengar namun hanya suara gemericik air yang terdengar ia pun melanjutkan kembali mandinya sambil bernyanyi pelan namun terdengar suara yang kembali mengikuti suaranya.
Nayla sempat berpikir itu ulah teman-teman astralnya Adit namun ia segera menepis pikiran itu tiba-tiba ia merasa ada yang menyentuh bahunya ia pun terkejut hampir saja ia jatuh karena menginjak sabun yang jatuh.
__ADS_1
"ihhh apa lagi sih ini"gerutu Nayla kesal ia pun memberanikan diri untuk menyelesaikan mandinya namun lagi-lagi ia merasa ada yang menyentuh bahunya akhirnya ia pun segera menyelesaikan mandinya dan segera keluar dari kamar mandi.
Didepan pintu kamar mandi Nayla berhenti sejenak untuk menenangkan diri dan membetulkan handuknya yang hampir merosot.Saat Nayla setengah sadar ia merasa ada yang menyentuh pipinya ia pun kembali terkejut "apa itu seperti ada yang cium pipi aku sih"batin Nay sambil memegang pipinya
Saat Nay masih bingung dengan jejadian barusan kembali ia merasakan ada yang menyentuh pipinya kembali akhirnya ia pun menghampiri Uus yang berada dikamar
Saat Nay masuk Uus nampak sedang memakan beberapa bunga Nayla pun kaget dan bingung dengan apa yang sedang dilakukan salah satu anak buahnya itu.
"loe lagi nagapain Us?"tanya Nayla penasaran
"ngemil kembang mbak,mau?"jawabnya sambil menyodorkan setangkai bunga melati
aku pun hanya menggelengkan kepala tanda aku tak mau.
"kok kembang loe makan Us,biar kenapa?"tanya Nayla semakin penasaran
"gak kenapa-napa mbak,emang udah biasa aja enak kok rasanya,nih cobain"kembali Uus menyodorkan beberapa lembar bunga mawar aku pun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala
"kenapa mbak,kok mukanya gitu amat,ada yang aneh ya"tanya Uus sambil memperhatikan wajahku
"he..he tadi ada yang nyolek dikamar mandi Us,udah gitu waktu aku mandi sambil nyanyi ada yang ngikutin"jelas Nayla sedikit gugup
"oohhhh itu mah udah biasa mbak Nay"jawab Uus enteng
Nayla membelalakan matanya mendengar jawaban Uus seakan hal itu udah biasa buatnya.
Sempat Nayla berpikir ini ada sangkut pautnya dengan kebiasaan Uus yang gemar memakan bunga.
Karena takut Nayla pun tak mau berlama-lama setelah rapi ia pun pamit pada Uus untuk pulang kerumah mamanya.
__ADS_1