
Sore hari Mama Neneng dan Susi pamit pulang dan tak lama kemudian Papa Nayla pun sampai.
Pria paruh baya itu berdiri menatap istrinya yang terbujur tak bergerak dan terdapat banyak alat bantu kehidupan yang terpasang dibadannya diatas pembaringan.
Nampak wajahnya dirundung sedih seingatnya selama ini istrinya tak pernah mengeluh sakit .
Lalu pandangannya beralih pada sosok gadis disebelahnya yang sedang tertidur sambil duduk disamping sang Mama dengan kelopak mata yang sedikit membesar.
Ia pun menarik bangku yang berada tak jauh dari tempatnya berdiri,mendengar ada suara Naylapun terbangun dan melihat Papanya yang sudah duduk tak jauh darinya.
Naylapun langsung berdiri dan kembali menangis sambil memeluk Papanya.
Papa Naylapun berusaha untuk menenangkan putrinya sambil mengelus lembut punggung Nayla.
"Nay...kita pindah ke ruangan VVip ya biar kamu juga bisa istirahat" ucap Papa meminta persetujuan dan Nayla menganggukinya.
Sementara itu Tia yang sudah dikabari soal kondisi Mamanya tidak dapat datang hari ini karena Andi sedang berada diluar kota dan Tia sendiri dalam kondisi hamil muda.
Setelah Mama Nay dipindahkan keruang VVIP Papa kembali ijin pada Nayla untuk membeli makanan,ia yakin putrinya pasti belum mengisi perutnya.
Nayla duduk di samping Mamanya sambil mengelus pipi sang Mama,nampak wajahnya sedih menatap kearah Mamanya
"Mah...bangun,mama gak kangen apa ama Nay,kita pulang Mah,Nay takut disini serem" ucap Nay yang sudah pasti tidak bisa didengar oleh Mamanya.
Ceklekkk
suara pintu ruangan terbuka dan masuk lah seorang wanita dengan beberapa suster.
Dengan teliti dokter wanita itu memeriksa kondisi Mama Nay.
Karena penasaran "kenapa Mamanya belum juga membuka matanya" akhirnya Naylapun bertanya pada sang dokter
Dokter wanita paruh baya itu pun mengelus punggung Nayla dan tersenyum
__ADS_1
"yang sabar ya mbak,mana Papanya?"tanya sang dokter yang bernama dr.Kartini seorang dokter spesialis syaraf
"Papa lagi beli makan dokter"jawab Nayla pelan
"ya sudah nanti kalo Papa nya sudah datang tolong bilang ya saya mau bicara,saya tunggu diruangan saya"ucap dr.Kartini ramah lalu melangkah keluar dari ruangan.
Tak lama kemudian Papa Nayla datang sambil membawa bungkusan dan beberapa cemilan untuk Nayla.
Nayla pun meminta Papanya untuk menemui dokter Kartini diruangannya,Papanya pun kembali meninggalkan Nayla.
cekleekk
pintu kamar kembali terbuka namun kini yang masuk bukanlah dokter,perawat atau Papa Nayla namun a'Iwan
"Assalammualikum"A'Iawan memberi salam lalu mendekati Nayla
Tanpa merasa canggung Nayla langsung memeluk a'Iwan sambil kembali menangis,dengan lembut a'iwan mengelus lembut kepala Nayla
"sudah Nay..gak usah takut ada aa yang nemenin Nay.." seakan tau yang ada dalam pikiran Nayla
"Sekarang kan Mama Nay lagi disayang Allah dari pada Nay nangis terus mending ambil wudhu sholat,trus ngaji dan berdoa buat kesembuhan Mama"lanjut a'Iwan seperti menasehati anak kecil, Nayla pun mengikuti nasehat aa.
Tak lama kemudian Papa Nayla kembali dan menyapa a'Iwan yang duduk disofa sambil menunggu Nayla selesai berdoa
"Nay..kata dokter Kartini kondisi Mama makin menurun jadi Mama harus dipindah ke ICU dan besok harus Ct.Scan takut ada pembuluh darah yang pecah di kepala Mama"tutur Papa Nayla lemas
Tak berselang lama beberapa perawat masuk dan memindahkan Mama Nayla ke ruang ICU yang kebetulan berada tak jauh dari ruangannya sekarang.
"Nay ..tenang aja ya,kan Mama ada di ruang ICU ada suster yang akan jagain mama 24jam,sekarang kamu istirahat ya"ucap Papa lembut.
Tanpa ingin membuat Papanya khawatir Nayla pun membaringkan tubuhnya diatas sofa dan lagi\-lagi begitu ia hendak terlelap ia melihat pria bersorban itu berdiri dihadapannya.
Karena penasaran ia pun bertanya "*Kakek siapa,kenapa ngikutin Nay terus*" tanya Nayla setengah sadar
__ADS_1
Pria bersorban itu tak menjawab
"Nay...bangun,Nay liat apa" Nayla merasakan badannya seperti ada yang mengguncang ia pun membuka matanya perlahan dan melihat a'Iwan.
"Nay liat kakek bersorban itu lagi a"
"gak apa\-apa Nay,itu masih leluhur Nay kok gak jahat"ucap A'Iwan menjelaskan.
"apa beberapa hari ini kake itu ngasih isarat ya a tapi Nay yang ngerti"
"bisa jadi Nay nya yang gak mudeng"sahut aa
"aa kok dari tadi Nay liat orang pada jalan kesana ya,emang disana ada ruangan apa sih"tanya Nayla mulai penasaran
"isshhh udah gak usah kepo jadi orang mending istirahat sana"perintah a'Iwan
Nayla mengerucutkan bibirnya mendengar ucapan aa.
Namun lagi\-lagi saat Nayla ingin merebahkan dirinya ia melihat ada yang melintas dan alangkah kagetnya ia begitu melihat wajah orang itu penuh darah
Naylapun langsung menutup mukanya dengan tangan.
"tuh kan aa bilang apa jangan kepo,hak usah aa jawab Nay pasti tau ada ruangan apa disana" tutur aa yang langsung mengusap wajah Nayla dengan air yang sudah dibacakan doa.
Haii para readerr aku mohon maaf ya karena masih belum bisa up teratur lagi.
Terima kasih buat yang masih mau menunggu up nya cerita aku yang abal\-abal ini.
Jangan lupa kasih tanda Like buat semangat author.
salam maniss
Amellajj/Author
__ADS_1