TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
BAB 387


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA.


Malam itu Adit tidak dapat tidur dengan pulas, untuk menghilangkan rasa sepi ia pun keluar dari kamar dan duduk diteras rumah sambil ditemani secangkir kopi pahit dan rokok.


Udara malam yang dingin ditambah suara gemericik air kolam membuat hatinya tenang.


Saat melihat kolam kecil didepan rumahnya , ia ingat kejadian beberapa tahun silam saat ia memaksa Nayla untuk menikah dengan nya.


Ada banyak kenangan indah dan pahit yang telah mereka lalu selama beberapa tahun tinggal di kampung halamannya.


Gara-gara Ina, ia harus kehilangan anak pertamanya.


Ia juga tidak tahu kenapa dulu ia begitu nurut dengan apa yang Ina katakan hingga ia tidak perduli dengan Nayla yang waktu itu sedang mengandung anaknya.


"Papa...."


"Papa ...aku kedinginan Pah"


Tiba-tiba saja Adit mendengar suara anak kecil memanggilnya.


Ia pun berdiri dan berjalan ke samping rumah namun ia tidak melihat siapapun ada disana, begitu juga di halaman depan tidak ada siapa-siapa.


"anakku jika itu memang engkau dan kamu rindu sama Papa maka perlihatkan wujudmu agar papa bisa melihat mu Nak" ucap Adit pelan


Tiba-tiba saja ada semilir angin menerpa wajah Adit dan tidak lama kemudian ia melihat sosok anak kecil cantik berdiri tidak jauh dari tempatnya berdiri.


Aditpun memerhatikan wajah gadis kecil itu yang begitu mirip dengan Nayla.


"Apakah kamu putri ku?" tanya Adit pada sosok hantu kecil itu.


Sosok itu hanya diam


"Maafkan papa sayang, karena kesalahan Papa kamu sampai tiada, papa benar-benar menyesal nak" ucap Adit penuh dengan penyesalan.


Sementara itu Nayla yang terbangun dan tidak melihat suaminya langsung keluar mencari Adit.


Nayla mematung saat melihat Adit yang menagis dihadapan sosok anak kecil wanita yang berdiri didepannya.


"Apakah itu sosok putriku" batin Nayla yang tiba-tiba saja ikut sedih saat ia ingat kembali kejadian beberapa tahun lalu.


Sosok itupun melihat Nayla, dan perlahan menghilang.


Adit yang menyadari kedatangan Nayla dan melihat wajah sedih istrinya langsung menghampiri Nayla dan memeluknya.


"Ayo kita masuk, udaranya dingin banget sayang" Adit pun mengajak Nayla untuk masuk.


Keesokan paginya Adit mengajak anak-anaknya ke tambak ikan milik keluarganya.

__ADS_1


Rania begitu bahagia saat ia bermain lumpur untuk menangkap ikan.


Sementara itu Ardina memilih tetap berada di pinggir kolam sambil memperhatikan Rania yang asik mengejar-ngejar ikan.


"Rani itu hampir sama kaya Mama kalian, kadang nora, kadang cengeng tapi sedikit nakal" ucap Adit sambil tersenyum melihat Rania yang berlumuran lumpur.


"Pah..liat nih Ran dapet ikan gede, boleh dibakar gak" teriak Rania dari dasar


Adit hanya tersenyum sambil mengangguk.


Setelah puas bermain lumpur Rania segera membersihkan diri lalu setelah bersih mereka pun segera membakar ikan lalu memakannya bersama-sama


Saat sedang asik makan ikan Rania melihat soso anak kecil yang waktu disalon sedang memperhatikan mereka.


"Haii ...sini dek,gabung aja enak loh ikan nya" ucap Rania sambil melambaikan tangannya seperti memanggil seseorang.


Ardina nampak heran karena ia tidak melihat siapa-siapa selain mereka.


"Loe ngomong sama siapa sih?" tanya Ardina sambil celingukan seperti mencari sesuatu.


"Loe nyari?" bukannya menjawab Rania malah balik bertanya.


"Ish oon banget sih, ya gw nayriin yang tadi loe ajak makan Ran" ucap Ardina.


Radit hanya tertawa mendengar ucapan Ardina.


"Loe itu gak akan ketemu kalo yang loe cari itu yang Rania lihat Ar" ucap Radit sambil memakan ikan.


"Udah gak usah dibahas, kayanya itu Kaka kita deh" ucap Radit.


wkwkwk


tiba-tiba saja Rania tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Radit.


"Dih malah ngakak, loe ngetawain apa Ran" tanya Ardina heran.


"Itu tadi kata si Aa cewe itu Kaka kita Ar, masa iya ada Kaka tapi masih kecil kaya anak baru lima tahunan" jawab Rania menjelaskan.


"Susah ya jelasin ke kamu Ran" decak Radit kesal.


Adit yang dari tadi hanya jadi pendengar akhirnya ikut bicara.


"Sayang Rania dalam hal kasat mata mereka bisa berubah kapanpun mereka mau, bisa saja saat ini dia jadi anak kecil, sebentar kemudian bisa jadi ai jadi wanita dewasa, bisa saja saat ini terlihat cantik dan satu menit kemudian menjadi sosok yang menyeramkan" ucap Adit menjelaskan sedikit detail pada Rania.


Mungkin benar ada beberapa hal dari diri Nayla yang menurun ke Rania.


Kadang mata batin Rania terbuka begitu saja dan kadang juga ia malah tidak peka sama sekali.

__ADS_1


Karena besok anak-anak akan sekolah mereka pun harus kembali ke Jakarta.


Sambil menunggu sore Rania asik bermain di empang samping rumah mereka.


Saat ia sedang asik menyaring ikan-ikan kecil tiba-tiba saja ada yang mendorongnya hingga jatuh tercebur ke empang.


Adit yang sedang memeriksa kendaraan sebelum pulang segera meninggalkan pekerjaan saat ia mendengar suara orang tercebur ke kolam.


Ardina dan Radit pun melakukan hal yang sama.


Saat melihat Rania yang sudah berada didalam kolam mereka pun tertawa.


Sementara itu sosok anak kecil yang tadi mendorongnya hanya tersenyum.


"Astaga loe jail juga ya, masa iya gw di jorokij sih, kalo mau main sini kita berenang bareng" ucap Rania sambil melihat ke arah sosok anak kecil itu


Radit yang ikut melihat sosok itu hanya tersenyum.


"Dia mau ikut main itu Ran" ucap Radit sambil mengawasi Rania yang masih didalam kolam.


Walaupun terlihat baik namun terkadang sosok itu bisa langsung berubah jadi jahat.


Karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Adiknya Raditpun meminta Rania untuk segera naik dan berganti pakaian agar tidak masuk angin.


Namun saat Rania hendak naik tiba-tiba saja ia merasa begitu berat hingga sulit untuk nya bisa naik keatas.


Radit yang melihat jika sosok itu sedang berada dibelakang Rania langsung meminta kepada Papanya untuk menyuruh sosok itu turun dari punggung Rania.


Adit pun langsung berbicara dengan sosok itu melalui batin, ia meminta agar tidak melukai anak-anak nya yang lain.


Dengan dibantu oleh papanya Raniapun berhasil naik ke atas.


Jari-jari tangan Rania nampak sudah putih pucat karena kedinginan.


Naylapun langsung memberikan air teh hangat dan memint Rania untuk segera membersihkan diri.


Setelah berganti pakaian Naylapun menyelimuti Rania dengan beberapa selimut tebal agar terasa hangat.


Sorepun tiba, Rania masih tertidur setelah kejadian tadi siang.


Nayla yang berniat ingin membangunkan Rania langsung terkejut saat menyentuh tubuh Rania yang panas.


Ia pun menyentuh dahi Rania yang ternyata sangat panas.


Ia pun segera mengambilkan obat penurun demam untuk Rania.


Adit yang melihat Nayla membawa obat dan air putih langsung mengikutinya.

__ADS_1


"Kamu kenapa sayang?"tanya Adit dari depan pintu kamar.


"Rania demam Pah, pulangnya ditunda dulu ya sampai demam nya turun" punya Nayla dan Aditpun setuju.


__ADS_2