TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 260


__ADS_3

Selamat Membaca


Nayla yang mendengar sendiri jika Adit akan pergi kembali ke Bontang nampak gelisah.


Kini ia duduk sendiri didalam kamarnya matanya sedikit membesar karena habis menangis.


"kamu jahat sih Dit,masa kamu mau ninggalin aku,katanya kamu cinta sama aku mana buktinya" Nayla menatap wajah Adit yang masih ia jadikan wallpaper di ponselnya.


"Nay ..makan dulu neng, ni udah malem belom mau makan juga" Empok masuk kedalam kamar Nayla sambil membawakan makanan kesukaan Nayla.


Nayla melihat sekilas kearah mpok lalu kembali melihat foto Adit.


Malam itu Nayla tidak dapat tidur dengan pulas.


Srekkkk..


Srekkkkk


Dalam sunyinya malam Nayla dengan sangat jelas dapat mendengar suara daun pohon mangga nya seperti bergesekan dengan dinding kamarnya.


"masa iya angin sih, tapi kok kenceng amat ya bunyinya" batin Nayla yang penasaran.


tokk....


tookkk....


Lalu tak berselang lama kaca kamarnya seperti diketuk dari luar.


Hilang sudah rasa takut Nayla berganti dengan rasa penasaran Naylapun berjalan menuju kaca dan hendak melihat siapa yang sudah mengetuk kaca kamarnya.


tok...


tok...


suara itu kembali terdengar, akhirnya Naylapun menyibak hordeng dan mengintip keluar.


Awalnya ia hanya sedikit membuka hordeng namun karena ia tak melihat apa-apa di luar ia pun membuka lebar-lebar dan ..


Aaawww....


Nayla berteriak sekencang mungkin saat melihat ada sosok wanita sedang duduk manis sambil membelakanginya di salah satu dahan pohon mangga depan kamarnya.


hik....hik....


hik....hik...


Sosok itu terdengar seperti menangis namun Nayla sudah tak perduli.


Rasa takutnya kembali muncul menggantikan keberanian yang hanya muncul sesaat pada dirinya.


Nayla pun langsung menutup kembali hordeng kamarnya dan berlari kearah tempat tidurnya.


"Pergiii...." teriak Nayla sambil menutup telinganya


Huk...huk....


Nayla....tolong.....


Nayla......


"Aku gak kenal kamu dan aku gak mau nolong kamu" teriak Nayla masih dengan menutup wajahnya dengan bantal.

__ADS_1


Gubrakkk...


"Aaah...." teriak Nayla sekencang mungkin saat ia mendengar suara sesuatu benda yang jatuh


"Kaka..."


"Kaka...tolong"


Kini suara tadi berubah menjadi suara anak kecil yang sudah sangat Nayla hapal.


Perlahan ia membuka bantal yang dipakai untuk menutup wajahnya.


Dan benar saja sosok anak kecil teman Adit sudah berdiri didepan pintu kamar Nayla.


"He..mau apa kamu" tanya Nayla pada sosok itu.


"Kaka jahat.." teriak sosok anak kecil itu yang lalu melayang mendekati Nayla.


"Hei...aku jahat kenapa? kamu mau apa" tanya Nayla panik saat sosok itu mendekatinya


Pletak...


Kaca kamar Nayla kembali seperti di timpuk batu dari luar.


Nayla langsung memejamkan matanya karena takut.


"Heii kalian beraninya keroyokan sih satu aja aku takut apalagi kalian berdua" teriak Nayla dari balik bantal.


Hi...hi...hi...


Sosok yang diluar menertawakan Nayla suaranya cukup membuat bulu kuduk Nayla berdiri.


"Pergii kaliann aku mohonn..." teriak Nayla yang ketakutan kerena kedua sosok itu seperti marah kepadanya.


Tiba-tiba Nayla ingat hari ini Adit akan pergi jauh, ia pun segera mencuci muka lalu langsung menuruni tangga setengah berlari.


Empok yang melihat Nayla terburu-buru merasa heran karena tidak biasanya gadis itu seperti itu.


Nayla melajukan motornya kearah rumah Adit.


Namun saat ia sampai pagar rumah Adit sudah digembok, lalu Naylapun menuju salon, ia yakin Adit masih ada disana.


Benar saja saat ia sampai Adit sudah rapi dan sebuah travel bag kecil berada disampingnya.


Adit yang sedang berbicara dengan Jajang nampak tersenyum tipis saat melihat dari sudut matanya Nayla yang datang menghampirinya.


Sesaat Nayla pun mematung, Ia ingin menghampiri Adit namun kakinya tak mau diajak melangkah hingga sebuah mobil minibus yang merupakan taksi online pesanan Adit datang.


Damra yang tau Nayla datang langsung membuka pintu dan tertegun melihat penampilan Nayla yang masih memakai pakaian tidur bergambar Mickey Mouse.


"Nay..." sapa Adit bersandiwara


"Ka...kamu mau kemana Dit" tanya Nayla terbata-bata sambil menahan tangisnya.


"Heii...kamu kenapa Nay..." tanya Adit berpura-pura walaupun sebenarnya ia tak tega melihat Nayla menangis.


"Ka..kamu mau kemana Adit?" ulang Nayla


"Maaf sayang..aku rasa ini yang kamu mau kan, aku menjauh dari kamu" ucap Adit walaupun terasa sakit dihatinya saat mengucapkan kata-kata itu.


"Aditt jangan pergi..." tangis Naylapun pecah dan ia langsung menghambur memeluk erat pinggang Adit.

__ADS_1


"Jangan pergi Adit"


"Aku mohon jangan tinggalin aku" Nayla semakin mengeratkan lilitan tangannya dipinggang Adit.


"Nay..maafin aku sayang, ini udah siang aku harus berangkat" ucap Adit pelan sambil berusaha melepaskan lilitan tangan Nayla dipinggang.


"Gakk mauu..."


"Kamuu gak boleh pergii Dit, aku mohonn"


Air mata Nayla semakin deras hingga membasahi kemeja yang Adit pakai.


"Jangan kaya gini sayang, bukannya kamu gak bisa nerima aku, jadi aku rasa cara ini yang terbaik buat kamu" Adit mengecup sekilas kepala Nayla


"Bukannya kamu mau aku pergi dari hidup kamu Nay..."


"Gakk..Aditt aku gak mau kamu jauh, aku udah maafin kamu, jangan tinggalin aku Adit"


Suara tangisan Nayla semakin menjadi saat Jajang memasukan koper milik Adit kedalam mobil.


"Jangann Aditt...jangan tinggalin aku...."


Tanpa terasa air mata Adit ikut mengalir saat melihat wajah Nayla yang semakin sembab dan memerah karena menangis.


Adit melihat jam di pergelangan tangannya sudah menunjukan jam 7.10 menit.


"Sayang udah siang, aku harus berangkat" Adit menangkup wajah Nayla lalu menghapus air mata di wajah Nayla dengan ibu jarinya.


"Aku harap jika aku kembali nanti kamu udah bisa berima aku lagi Nay" ucap Adit lembut lalu mengecup sekilas bibir Nayla lalu Aditpun berjalan menuju mobil yang sudah menunggunya sedari tadi.


"Aditttt.....kamu jahaaatt..." teriak Nayla yang terjatuh lemas


Hati Adit sebenarnya tak tega melihat Nayla yang menangis meraung-raung melihatnya pergi.


Setelah Adit masuk kedalam mobil tak lama kemudian mobilpun perlahan melaju menjauh dari tempat Nayla bersimpuh.


Nayla yang baru saja tersadar jika mobil yang membawa Adit sudah menjauh langsung bangkit dan mengejar mobil sambil memanggil manggil nama Adit.


Sementara di dalam mobil Adit ikut menitikan Air matanya apa lagi saat melihat Nayla mengejarnya dengan kondisi kaki yang baru saja pulih.


"Sayang maafin aku" ucap Adit pelan sambil mengecup foto Nayla di layar ponselnya.


Sebenarnya Adit memang harus tetap pergi bekerja di tempatnya dulu bekerja namun kali ini ia di tempatkan di kepulauan seribu dan hanya 12 hari di laut.


Namun untuk membuktikan apakah Nayla masih sayang dan mau memaafkannya ia terpaksa bersandiwara akan dikirim ke Bontang selama 6 bulan.


Sementara itu Nayla masih menangis, dengan dibantu Damra dan jajang akhirnya berhasil membawa Nayla yang nyaris pingsan kembali kesalon Damra dan meletakannya di atas tempat tidur.


"Kamu jahatt Dit...."


"Ra...dia beneran ninggalin aku"


Ucap Nayla pelan disela-sela tangisannya.


Damra hanya diam, sebenarnya ia ingin memberitahukan Nayla yang sebenarnya namun ia terlanjur sudah berjanji pada Adit agar merahasiakan nya dan menjaga Nayla selama ia pergi.


**Hallo semua sampe sini dulu ya up nya buat hari ini.Kita lanjut besok lagi.


maaf ya kalo banyak typo yang masih bertebaran.


Jangan lupa Like, vote dan juga komennya.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2