
☆☆☆ Selamat Membaca ☆☆☆
Setelah menempuh perjalanan selama satu jam akhirnya sampailah mereka di kota Panyabungan.
"Kamu mau kemana Nay?" tanya Fikar
"Dih malah nanya,kan kamu yang tau daerah sini Kar"jawab Nayla
"Ya udah berarti kamu ikut aja kemana aku ajak ya" ucap Fikar sambil melirik kearah Nayla.
"Kamu kenapa Nay kok pucet gitu sih"tanya Fikar sambil berusaha menyentuh wajah Nayla namun Nayla langsung menjauhkan wajahnya.
"Gak usah modus deh Kar" dengus Nayla kesal
Nayla melihat ke jok belakang ternyata Jafar sudah tertidur pulas sampai mulutnya menganga lebar.
"Ihh malah molor sih si Jafar" ucap Nayla pelan namun sepertinya Fikar mendengar apa yang Nayla ucapkan.
"Biarin aja dia tidur Nay"
"Pala aku pusing banget ni Kar,kayanya beli bakso seger deh"ucap Nayla basa-basi.
"Ohh..kamu mau bakso,ok kita kesana deh"tak lama kemudian mobil pun menepi disebuah kedai bakso.
Nayla nampak ragu ketika ingin masuk "kok sepi banget sih,apa gak enak ya makanya gak laku"tebak Nayla.
"Sayang ayo masuk" Fikar langsung menarik tangan Nayla menuju sebuah bangku yang kosong
"Jangan manggil sayang napa sih,emangnya aku pacar kamu apa"protes Nayla tak suka
"Justru itu aku mau kamu jadi pacar aku Nay"
"Ihh gak mau ah"jawab Nayla ketus
"Kenapa gak mau Nay,coba liat aku kurang apa? Ayahku kepala dusun,aku ganteng,sawah sama kebun aku banyak,aku juga punya usaha sendiri tambang Emas,banyak nya cewe di kampung tuh yang mau jadi pacar aku tapi aku tolak semua"ucap Fikar panjang lebar membeberkan harta kekayaanya namun sayangnya Nayla tak tertarik ia malah asik membuka hp nya dan ada banyak pesan dari Adit.
"Kenapa kamu tolak,kan banyak tuh yang cantik kamu tinggal pilih aja"ucap Nayla santai
"Aku gak tertarik sama mereka,aku maunya sama kamu"
Nayla menatap Fikar sesaat "Aku udah punya tunangan Kar,maaf ya"ucap Nayla
"Aku tak perduli Nay"
Nayla langsung mendengus kesal mendengar ucapan Fikar.
"Haii kalian makan gak bangunin aku"untung saja Jafar datang hingga Nayla tak harus berdua terus dengan pria yang menyebalkan didepannya ini.
Setelah selesai makan mereka pun melanjutkan perjalanan menuju Pantai Batu Rusa yang terletak di Muara Batang Gadis.
Selama perjalanan Nayla hanya diam beruntung tadi ia mampir ke sebuah mini market dan membeli beberapa makanan dan tak ketinggalan coklat kesukaannya yang sudah beberapa bulan ini tak ia makan.
Nayla asik menikmati coklatnya tanpa menghiraukan mahluk disampingnya.
"Nay...kau suka coklat ya"tanya Fikar sambil melirik Nayla.
"iya"jawab Nayla singkat
Nayla melemparkan satu bungkus cemilan untuk Jafar yang duduk dibangku belakang.
"Nay suapin Abang lah,masa kau makan sendirian"pinta Fikar tanpa malu.
"Abang?" ulang Nayla
"Iyalah kau tuh harusnya panggil aku Abang kan sebentar lagi kau jadi istriku"jawab Fikar yang makin membuat Nayla malas jika harus berhadapan dengan pria disampingnya ini.
Senentara itu Adit nampak bahagia begitu menerima satu pesan dari Nayla.
"Ya ampun sayang akhirnya kamu bales pesan aku juga"ucap Adit kegirangan dan ia pun melihat hp Nayla masih online tanpa menunggu lagi ia pun langsung menelpon Nayla dan terhubung.
Nayla yang sedang bt dengan mahluk sok ganteng disampingnya ini tiba-tiba merasakan tasnya bergetar,ia pun langsung mengambil ponselnya dan melihat nama Adit yang sedang menghubunginya.
Nayla bingung kalau diangkat dia masih tak mau bicara dengan Adit tapi kalo tak diangkat dia juga males dengan mahluk disampingnya ini.
Setelah beberapa kali berdering akhirnya Naylapun menjawab telpon dari Adit.
__ADS_1
"Ha...hallo Assalammualaikum" terdengar suara Adit dari seberang sana sedikit bergetar antara percaya dan tidak Nayla mau menjawab telponnya.
Nayla menarik nafasnya dalam-dalam sebelum menjawab sapa'an Adit " Wa'alaikum salam"jawab Nayla pelan.
"Ya ampun Sayang ini beneran kamu?"tanya Adit seakan tak percaya
"Bukan,ini kembaranya"jawab aNayla dengan nada juteknya
"Aku kangen banget beib,kapan kamu pulang"tanya Adit dari seberang sana
"Kenapa nayain aku pulang,bukannya kamu seneng kalo gak ada aku"tanya Nayla masih dengan nada ketusnya
"Sayang yang bikin aku kengen tuh kalo kamu lagi marah-marah gini pasti muka kamu tuh lucu"ucap Adit terdengar bahagia.
"Hallo...hallo sayang kok kamu diem aja sih" ucap Adit sedikit kecewa
Tanpa Nayla sadari Fikar menguping percakapan mereka
"Siapa itu Nay?"tanya Fikar tak suka
"Jangan Kepo" jawab Nayla
"Kamu kan calon istri aku jadi wajarlah aku harus tau"jawab Fikar
"Jangan ngelantur Kar,kan aku udah bilang aku gak mau ama kamu"jawab Nayla kesal
Tanpa Nayla sadari Adit belum menutup sambungan telponnya dan dia bisa mendengar semua percakapan antara Nayla dan Fikar.
"Ya ampun sayang kenapa sih selalu aja ada yang suka sama kamu,kenapa susah banget buat bikin kamu tetap disisi aku,aku janji jika kita bertemu lagi aku gak akan lepasin kamu lagi Yang,dan aku yakin kamu itu cuma buat aku Nay" ucap Adit sambil meremas ponselnya.
Hari ini ia senang karena ia bisa mendengar suara Nayla lagi tapi ia kesal ternyata ada pria lain yang juga menginginkan gadisnya.
Nayla yang sudah bosan dengan Fikar akhirnya meminta Fikar untuk segera pulang dengan alasan perutnya kembali tak nyaman.
Namun ia kembali tidak dengan tangan kosong di mini market tadi ia membeli banyak coklat dan kopi kesukaannya serta banyak chiki dan anaka cemilan untuk ia bagikan nanti,tak lupa juga ia minta mampir kesebuah toko buku untuk membeli novel dan komik.
Jafar yang tau niat Nayla hanya diam tak banyak komentar karena Nayla juga tidak lupa membeli banyak mie instan berbagai rasa untuk ia bagi dua dengan Jafar.
Mobil mereka berhenti di sebuah pom bensin,Jafar pamit ingin buang air kecil tinggallah Nayla dan Fikar yang berada didalam mobil.
tiba-tiba Fikar mengunci mobil,lalu ia membuka sabuk pengamannya.
Nayla yang tadinya acuh mulai siaga ketika Fikar mendekat padanya
"Kamu mau apa Kar?"tanya Nayla mulai panik
Fikar makin mendekatkan wajahnya pada Nayla
"Aku tuh gak tahan Nay liat kau,boleh aku cium kau.."tanya Fikar makin mendekat
Naylapun memundurkan tubuhnya hingga mentok di pintu mobil
"Jangan macem-macem ya Kar tar gw tabok nih "ancam Nayla mulai berkata kasar.
Namun fikar bukannya takut malah ia memegang tangan Nayla dan berusaha menciumnya
"Fikaarr gw teriak nih.."bentak Nayla antara kesal dan takut
"Teriak aja Nay malah itu bagus"tantangnya
Fikar semakin nekad ia berusaha mencium Nayla namun mengenai lehernya, Nayla semakin geram.
Tanpa sengaja kuku Nayla yang tajam mencakar leher Fikar hingga terlihatlah tiga buah garis yang sedikit memerah.
"Ahh..Nay kamu berani ya, kamu nyakar aku"ucap Fikar yang merasakan perih akibat goresan kuku Nayla dilehernya.
Beruntung Jafar sudah selesai dari toilet dan ia pun berjalan kearah mobil Fikar.
"Kali ini kamu beruntung ya Nay,tapi lain kali aku gak jamin" ancam Fikar lalu ia menjauhkan dirinya dari Nayla dan kembali duduk di belakang stir.
Naylapun menarik nafas lega "lama amat si Far"ucap Nayla kesal karena hampir saja Fikar melecehkannya.
"He. he maaf Nay sakit perut aku tadi terlalu banyak sambal"jawab Jafar dengan polosnya.
Mobil pun melaju kembali menuju tempat asal mereka.
__ADS_1
Nayla langsung membuka pintu mobil begitu mobil Fikar berhenti didepan rumahnya.
Fikar langsung memegang tangan Nayla yang hendak masuk.
"Gak bilang terima kasih sudah aku ajak jalan-jalan"bisik Fikar ditelinga Nayla
"Jangan deket-deket sih"Nayla mendorong wajah Fikar agar menjauh.
Papa Nayla yang melihat anaknya sudah pulang langsung menghampiri Nayla dan Fikar.
"Loh kok sudah pulang,masih sore"ucap Papa Nayla
Nayla langsung mendelik mendengar Papanya berbicara seperti itu.
Jafar membawa masuk 3 kantong plastik belanjaan Nayla.
"Aku pulang dulu ya Nay" Jafarpun berjalan menuju rumahnya yang memang tak jauh dari rumah Nayla.
"Ayo masuk dulu Fikar"ajak Papa Nayla
Nayla yang tidak suka dengan ucapan Papanya langsung saja masuk dan ketika melewati Fikar dengan sengaja ia menginjak kaki Fikar dan sedikit menekannya hingga pria itu pun meringis merasakan sakit di kakinya "itu balesan karena loe udah kurang ajar ama gw tadi"bisik Nayla sambil berlalu pergi dan menghilang dibalik pintu.
Fikar hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.
"Aku makin penasaran sama kamu Nay" ucap Fikar lalu pamit pada Papa Nayla dan tak lama kemudian mobilnya pun berlalu meninggalkan rumah Nayla.
Malamnya Nayla menceritakan kelakuan Fikar pada Papanya
"Pak Nay mau ikutan karate dong,disini ada gak sih" tanya Nayla pada Papanya
"Buat apa karate Nay?"tanya Papanya bingung
"Buat jaga diri lah Pak,kan kalo Nay bisa bela diri kalo ada yang macem-macem sama Nay tinggal banting aja kaya gini..."ucap Nay geram jika ingat kejadian tadi siang.
Papa Nayla tertawa mendengar ucapan putrinya.
Asnidar yang datang dari dapur sambil membawa tiga cangkir kopi ikut menimpali
"Kenapa kau tidak mau sama Fikar Nay,dia itu punya tambang emas loh"timpal Asnidar
"Masa bodo bu mau punya tambang apa kek yang penting Nay gak suka aja"jawab Nayla sambil membuka kembali satu bungkus coklat.
"Gak mau tapi belanja banyak banget Nay,abis berapa dia tadi belanjaain kamu "ucap Papa Nayla menggoda Anaknya.
"Paling juga sejuta Pa"
Setelah berkata begitu Nayla membawa cangkir kopi dan coklatnya untuk duduk di tangga depan rumahnya.
Nayla memejamkan matanya,hatinya begitu senang karena tadi ia mendengar lagi suara Adit.
Sebenarnya ia masih sangat mencintai Adit,namun ingatannya kembali pada saat Adit yang berkali-kali membohonginya hatinya terasa begitu sakit.
"Aku juga kangen kamu Dit,tapi kamu jahat selalu bohongin aku"ucap Nayla sambil menatap Foto mereka berdua sewaktu di Villa kemarin.
Nayla memejamkan matanya sambil mendekap ponselnya.
Sementara itu dari balik jendela depan rumahnya sepasang mata itu kembali memperhatikan Nayla,ia meremas sisir yang ia pegang hingga patah,nampak wajahnya menahan amarah karena gadis yang dipujanya sedang menangisi pria lain.
"Tunggu saatnya Nay,kamu akan benar-benar menjadi milikku,aku akan memaksamu dengan segala cara agar kamu mau dengan ku" ucap pria itu sambil mengertakan giginya menahan kesal.
Haii semua jangan bosen ya sama cerita aku yang kentang ini.
Jangan lupa tetap beri dukungan buat author dengan cara ;
-Like
-Rate
-Vote dan juga
-kritsarnya author tumggu
Salam Manis
Amellajj/author
__ADS_1