
♥♥♥Selamat Membaca♥♥♥
Akhirnya Adit dan Naylapun kembali ke kota B.
Tadi pagi Nayla memaksa ikut kemakam Papanya untuk berjiarah sebelum kembali kekota dimana ia tinggal.
Mobil travel yang menjemput Nayla dan Adit sudah sampai didepan rumah Nayla.
Dengan sigap Adit memasukan tas mereka ke dalam bagasi.
Setelah berpamitan Naylapun naik kedalam mobil disusul dengan Adit.
Mobil pun dengan perlahan dan pasti mulai menjauh dari rumah Nayla dan mulai melaju di jalan desa.
Adit menggenggam tangan Nayla yang terasa sangat dingin.
"Kamu kedinginan sayang" Adit melepas jaket yang ia pakai lalu menaruhnya dipangkuan Nayla agar tangan Nayla lebih hangat.
"Masih dingin gak yang"tanya Adit
Nayla menatap wajah Adit, entah apa yang ada dalam pikirannya.
Adit yang di tatap dengan tatapan dingin merasa ada yang tak beres dengan Nayla.
"Kamu kenapa sayang?"tanya Adit mulai sedikit khawatir
Nayla tak menjawab, ia malah memalingkan wajahnya menatap lurus kedepan.
Adit semakin yakin jika saat ini Nayla sedang dalam keadaan tidak baik-baik saja.
Adit mengambil satu gelas air mineral yang disediakan di dalan mobil itu lalu membaca sesuatu.
Adit mengusap wajah Nayla dengan air yang tadi ia baca-baca sesuai perintah aa jika terjadi sesuatu dengan Nayla.
Lalu menyuruh Nayla meminum sisanya, tanpa perlawanan Nayla pun meminum habis air yang Adit berikan.
Tak lama kemudian Nayla pun tertidur dengan kepala bersandar pada kaca mobil.
Adit langsung memiringkan kepala Nayla agar bersandar pada bahunya.
Karena memang perjalanan lumayan lama hampir 8 jam Adit pun ikut memejamkan matanya.
"Papa...Pah...
Nay ikut Papah"
Adit yang mendengar suara Nayla langsung membuka mata dan melihat kearah Nayla yang sedang mengigau.
"Sayang...yang..."
"Bangun Nay...Adit menepuk pipi Nayla pelan berharap Nayla dapat segera terbangun.
"Apa sih yang..." ucap Nayla pelan saat ia membuka matanya.
"Kamu mimpi apa sayang?"tanya Adit
Nayla diam sesaat
"Aku mimpi Papa Dit" jawab Nayla sambil menunduk berusaha menahan air matanya yang hendak keluar.
"Jangan sedih sayang,Insya Allah kita pasti kesini lagi buat Jiarah sayang" Adit menghapus air mata Nayla dengan tissue yang ia ambil dari dalam tas.
"Aku sekarang dah yatim piatu adit, aku gak tau gimana kedepannya aku nanti" jawab Nayla masih dengan menunduk.
"Sayang jangan bilang begitu, aku akan selalu nemenin kamu" ucap Adit menyakinkan Nayla.
Nayla kembali menatap Adit "aku gak yakin Dit kamu bakal selalu ada buat aku"
Dek...
__ADS_1
Hati Adit terasa sakit mendengar ucapan Nayla
"Maaf sayang, aku khilaf kemarin, aku janji mulai saat ini aku akan selalu jadi yang pertama ngelindungin kamu sayang" Adit menarik kepala Nayla masuk dalam dekapannya dan mengecup rambut Nayla yang tercium sangat wangi.
Merekapun sampai di Bandara Minangkabau dan tak begitu lama mereka segera masuk kedalam ruang tunggu.
Jam 10 pagi merekapun sudah kembali menginjakan kaki di jakarta.
Adit menuntun tangan Nayla dengan sangat erat membawanya ke tempat pemberhentian bus Damri yang akan membawa mereka ke kota B.
Setelah hampir 3 jam perjalanan akhirnya merekapun tiba dirumah Nayla.
Empok yang sudah diberi kabar tentang kepulangan Nayla sudah mempersiapkan Kamar Nayla.
Begitu sampai dirumah Nayla langsung masuk kedalan kamar.
"Sayang bersih-bersih dulu baru tidur" ucap Adit mengingatkan.
Tanpa menjawab Nayla langsung masuk kedalam kamar mandi dan membersihkan diri.
Setelah hampir 15 menit Naylapun keluar dari kamar mandi dengan wajah sedikit lebih segar.
Adit segera menyusul Nayla, ia merebahkan dirinya disamping Nayla dan ikut terpejam.
Hampir dua jam Adit terlelap.
"Aihh dah jam 2 lewat, mayan lama juga aku tidur" ujar Adit bermonolog sendiri.
Karena merasa lepar Adit pun segera turun untuk mengambil makanan dan membawanya keatas.
Setelah selesai mengambil makanan ia membawanya keatas.
Cklekkk
pintu kamar dibuka dan alangkah terkejutnya Adit saat pintu terbuka dan melihat Nayla yang sedang menangis dengan rambut yang acak-acakan dan mendekap selimutnya erat.
"Papah jangan tinggalin Nay...."
"Nay sediriannn sekarang "
"Mama....Papa...kenapa gak ajak Nay bersama kalian ...."
Nayla menangis sambil terus memanggil kedua orang tuanya.
Adit yang tadinya memegang piring langsung menaruh piring yang ia pegang disembarang tempat dan langsung menghampiri Nayla.
"Sayang...sabar dong..."
"Kamu jangan kaya gini Nay, kasian Papa sama Mama disana kalau kamu belom iklas"Adit langsung mendekap Nayla yang masih menangis.
Setelah hampir satu jam Nayla menangis akhirnya ia kembali memejamkan matanya.
Melihat Nayla yang terlelap akhirnya Adit segera memakan makanan yang ia ambil walaupun sebenarnya ia kurang bernafsu namun Adit memaksakannya agar ia tidak sakit.
Selesai makan Ia mangambil ponselnya dan segera menghubungi A'Iwan dan menceritakan semua kejadian yang menimpa Nayla.
Entah apa yang mereka bicarakan namun cukup lama mereka berbicara di ponsel.
Naylapun terbangun kerena purutnya meminta di isi.
"Dit aku mau makan roti dong,sama susu"Pinta Nayla dengan suara pelan.
"Iya sayang,kamu mau pake selai apa" tanya Adit lembut.
"Aku mau coklat aja Dit" balas Nayla
Aditpun segera turun menuju dapur dan membuatkan susu coklat hangat buat Nayla.
Setelah selesai Ia langsung membawanya kedalam kamar.
__ADS_1
Nayla yang sudah sangat lapar langsung memakan habis roti yang buat.
"Pelan-pelan sayang" Adit segera menyodorkan gelas yang berisi susu dan langsung diambil oleh Nayla.
Setelah merasa kenyang akhirnya Naylapun duduk di tempat kesukaannya yaitu depan jendela yang berhadapan langsung dengan pohon mangga.
Adit membawa satu toples keripik pisang coklat kesukaan Nayla lalu ikut duduk disamping Nayla.
"Kamu mulai kapan kursus bikin kuenya sayang"tanya Adit memecah kesunyian
"gak tau" jawab Nayla singkat
"Udah tau belom sayang mau kursus dimana" tanya Adit berusaha mengalihkan kesedihan Nayla.
"Aku belom tau Dit" jawab Nayla pelan.
"Ayo sini kita cari yang deket sini aja sayang" Adit mengambil ponselnya dan langsung mendekat pada Nayla.
Dengan serius mereka mencari tempat kursus membuat kue.
Akhirnya merekapun menemukan tempat yang cocok dan Aditpun berjanji akan mengantar Nayla besok.
"Sayang tapi kamu janji ya jangan lirik cowo lain kalau dah kursus" ucap Adit menggoda Nayla.
"Mana ada cowo disana Adit, paling juga ibu-ibu adanya" jawab Nayla dengan bibir yang sedikit sudah maju.
"Itu bibir ngasih kode ya sayang" goda Adit.
Nayla yang mengerti kearah mana maksud omongan Adit langsung menutup mulutnya dengan tangan.
"ha.. ha...kamu mikirnya apa sih yang" tanya Adit sambil tertawa.
"Kamu gak minta itu kan .." tanya Nayla masih dengan menutup mulutnya.
Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.
"Ni tuh mikirnya apa sih sayang,kamu dah kangen ya sama aku" ucap Adit sambil menyentil dahi Nayla
"Aaaww sakit Aditt"
Nayla melotot seakan-akan kesal pada Adit yang kembali pada kebiasaanya dulu yaitu menyentil dahinya.
"Maaf sayang, sakit ya" ucap Adit lalu mengelus dahi Nayla yang tadi ia sentil.
"Pake nanya,mau aku bales" ucap Nayla yang ternyata kembali menjadi bar-bar.
"doa aku gak terkabul ternyata" desis Adit pelan
"Emang kamu doa apa?" jiwa kepo Nayla pun kembali muncul berbarengan dengan sifat bar-barnya.
"Mau tau..?" pancing Adit
Naylapun hanya menganggukan kepalanya.
Aditpun memberi isyarat agar Nayla mendekat.
Tanpa rasa curiga Nayla pun mendekatkan kepalanya dan
cup...
sebuah kecupan berhasil mendarat dipipinya dan Adit berharap pipi Nayla akan kembali bersemu malu seperti kejadian beberapa hari lalu.
Namun semua diluar dugaan Adit, Pipi Nayla memang merona merah tapi bukan karena malu melainkan kesal dan sebuah pukulan pun mendarat di dada Adit dan sedikit membuat Adit meringis.
Hallo aku up lagi
Terima kasih buat yang masih setia mampir disini dan sudah memberi aku semangat.
Jangan lupa tinggalkan jejak Like,dan komennya biar aku juga bisa mampir dikarya para author yang ada disini.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/authorr