TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 231


__ADS_3

🍁🍁🍁 Selamat Membaca 🍁🍁🍁


Adit sebenarnya cukup bingung dengan kondisi Nayla saat ini, apa lagi setelah ia dibawa kealam lain kadang suka menghilang sendiri dan jika di tanya pasti jawabnya dia tidak kemana-mana.


Aditpun memutuskan akan secepatnya kembali ke Kota "B" dengan harapan Nayla akan kembali seperti semula.


Setelah sarapan dan puas main di pantai pagi-pagi merekapun kembali ke hotel untuk istirahat.


Saat Nayla sedang asik mandi tiba-tiba saja Adit masuk kedalam kamar mandi.


"Aiss...Adit..ngapain sihh pake masukk" Nayla sedikit berteriak sambil menutupi dadanya dan langsung menghadap tembok.


"Aku kebelet pipis Nay, lagian suruh siapa gak dikunci" jawab Adit yang malah duduk di atas wc duduk yang tertutup.


"Udah sih cepetan pipisnya trus keluar" usir Nayla sambil berjongkok.


"Nay...aku tuh dibelakang kamu,yang didepan kamu tuh tembok"


"Iya kamu kan muka tembok" jawab Nayla makin kesal karena Adit bukan segera keluar malah sengaja berlama-lama.


" Adit cepetan keluar, aku dingin" Nayla mulai kesal


"Ya udah sih cepetan mandi, anggap aja aku gak keliatan" Adit malah tersenyum melihat Nayla yang mulai kesal.


"Dasar Piktorr cepet keluar tar aku siram nihh" ancam Nayla


"Ya udah siram aja yang tar kita jadi mandi bareng" ucap Adit sambil berjalan mendekat kearah Nayla yang sedang jongkok sambil menghadap tembok.


"Ahhh kamu mah nyebelin cepetan keluar kalo gak aku timpuk pake gayung nih.."


"Kan aku bisa ngeles.." Adit langsung menepuk bahu Nayla.


Karena kaget tidak tahu jika Adit dibelakangnya Naylapun langsung terduduk dilantai.


"Aaahhh ...Adit...." Nayla pun langsung mengguyur Adit hingga merekapun basah.


Adit langsung merampas selang shower yang Nayla pegang dan menghimpit Nayla ditembok.


"Dasar bangkong kamu mau apa?" Nayla mulai sedikit curiga dengan Adit yang sudah menatapnya berbeda.


Adit langsung mencium bibir Nayla.


Untuk sesaat Naylapun terbawa suasana hingga suara gayung yang jatuh menyadarkannya.


"Adit..aku udahan mandinya aku udah kedinginan" Nayla langsung mendorong tubuh Adit ia langsung menyambar handuk dan melilitkannya ditubuhnya, lalu langsung membuka pintu dan menyambar kunci yang masih menggantung di handelnya.


Ckleekkk


Nayla menginci pintu kamar mandi dari luar dengan maksud agar Adit tak mengganggunya saat berganti pakaian.


"Nayla...buka gak pintunya"


Adit terus berteriak sambil menggedor-gedor pintu.


"Awas ya Nay..tar kalo aku dah keluar dari sini aku baless" ancam Adit


"Gak..takuttt" jawab Nayla sambil buru-buru memakai bajunya.


Setelah selesai ia langsung membuka pintu kamar mandi.


Aditpun langsung menghambur keluar dan kembali menghimpit tubuh Nayla di tembok.


"Aa aku basah lagi ni.." Nayla menahan tubuh Adit dengan kedua tangannya

__ADS_1


"Manggil Aa cuma kalo lagi terpaksa doang ya beib" wajah Adit semakin dekat dengan wajah Nayla


"Jangan kaya gini Dit" Nayla langsung memalingkan wajahnya karena tidak tahan dengan tatapan Adit yang seakan ingin menelannya hidup-hidup.


"Tadi katanya gak takut hemmm" bisik Adit yang semakin membuat Nayla takut.


"Ishh kamu salah dengerr A, tadi tuh aku bilang Gak berani" sangkal Nayla.


"Ohh ya...gitu ya" jawab Adit sambil memasukan jarinya ketelinganya


"Ampun bang jagoooo kita damaiii pliss" ucap Nayla sambil mengatupkan kedua tangannya didepan dada.


"Aku kan emang jago alias pejantan tangguh" Adit semangkin menempelkan ujung hidungnya dengan ujung hidung Nayla.


"Kok sekarang kamu diem aja Nay..lari kemana keberanian kamu yang tadi"


Cup..


Adit mengecup bibir Nayla sekilas sambil tersenyum sinis.


"Aa...Adit aku laper..." Nayla memasang wajah melasnya agar sang suami mau melepaskannya.


Adit menatap wajah Nayla sebentar lalu ia pun tak tega melihat wajah Nayla yang meringis seperti menahan laper.


Aditpun kembali mencium bibir Nayla sebentar lalu ia segera menuju lemari untuk mengganti pakaiannya yang hampir saja kering.


Naylapun mengelus dadanya lega karena sudah merasa bebas dari Adit.


"Yes...yes..." sorak Nayla senang dengan nada sedikit tertahan karena sudah berhasil mengelabui suaminya.


Tanpa Nayla sadari Adit melihat kelakuannya dari kaca.


"aishhh gw dikibulin sama si Gonay..." batin Adit yang merasa dibohongi oleh istrinya.


"Adit..aku laperr nihh ayo makan dulu" ucap Nayla sambil menahan dada Adit.


"Aku gak bakal ketipu lagi sama kamu sayang..." Adit langsung menciumi wajah Nayla lalu turun keleher.


Nayla hanya bisa pasrah menerima perlakuan Adit sambil berharap ada dewa penolongnya.


Adit kembali mencium bibir Nayla dan tangan Adit pun mulai bergentayangan kemana-mana.


Saat Adit sudah merasa dipuncak ingin segera menuntaskan hasratnya


tok...tok...tokk


"Aa ayo atuh ceppett ish lama amat sihhh" terdengar suara Lilis dari balik pintu.


"Iya Liss bentarr" Nayla langsung mendorong tubuh Adit, lalu merapihkan kembali pakaiannya yng sedikit berantakan dan berlari menuju pintu.


Sementara itu Adit nampak kesal ia pun langsung bangun dan berjalan keluar dari kamar dengan wajah kesalnya.


Sang adik yang nampak merasa tidak berdosa tidak menyadari karena dirinya lah acara ehem-ehemmnya dengan sang istri gatot alias gagal total.


Sementara itu Nayla nampak kegirangan karena bebas dari suaminya.


Merekapun makan siang dengan raut wajah yang berbeda-beda.


Lilis yang masih bingung dengan sikap Adit yang tiba-tiba dingin.


Nayla yang nampak bahagia bahkan ia mengabiskan banyak makanan yang ada di atas meja.


Sedangkan Adit nampak kesal ia menatap wajah istrinya yang nampak bahagia sedangkan ia harus menderita menahan sesuatu yang berdenyut dibawah sana.

__ADS_1


Sedangkan Dedi hanya menatap bingung ketiga orang didepannya.


"Kalian pada kenapa sihh" akhirnya Dedipun bertanya juga.


"Gak apa-apa kok Ded" jawab Nayla sambil tersenyum.


"kamu bisa ya Nay senyum manis diatas penderitaan aku" batin Adit.


Sementara Anto dan anak buahnya nampak sedang merencanakan sesuatu sambil menatap tajam kearah Nayla dan Adit.


Entah apa yang ada didalam otaknya saat ini, ia nampak mengepalkan tangannya menahan rasa kesalnya.


"Nayla aku gak akan nyia-yia'in kesempatan lagi, liat aja aku akan langsung bawa kamu pergi begitu aku dapetin kamu lagi" ucap Anto lalu ia pun langsung menguk habis es jeruk yang ada dihadapannya.


"marah apa aus bos" ucap salah satu anak buah Anto yang berambut gondrong namun ia langsung meminta maaf saat mata Anto menatapnya tajam.


"Kalian terus pantau mereka" titah Anto pada kedua anak buahnya.


Sementara Anto langsung berdiri begitu melihat Nayla meninggalkan Adit dan yang lainnya.


Adit yang masih kesal hanya diam saja sambil memperhatikan Nayla dari jauh.


Adit langsung tersentak saat teman kecilnya menarik tangannya.


" Apa'an sihh" ucap Adit tanpa sadar


Dedi yang tidak tahu jika Adit juga mempunyai teman ghaib hanya bingung


Lilis hanya tersenyum melihat Dedi yang kebingungan "Jangan didengerinn Di" ucap Lilis lalu berdiri dan mengejar Nayla.


Anto yang sedari tadi mengikuti Nayla langsung menghentikan langkahnya saat ia melihat Lilis mulai mendekat


"Sialll" maki Anto kesal.


Anto pun menjaga jarak sambil berharap ada kesempatan untuknya untuk kembali membawa Nayla.


Adit yang diberitahu jika Nayla dalam bahaya akhirnya dengan enggan langsung menghampiri Nayla yang kini sedang berdiri disalah satu toko yang menjual aneka sovenir.


Adit sempat melihat seorang pria yang memakai masker, kaca mata hitam dan topi sedang memperhatikan Nayla.


Ia pun langsung masuk kedalam toko dan menghampiri Nayla.


"Mau beli apa sih yang" Adit langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nayla.


"Udahan ngambeknya" ejek Nayla


cupppp


bukannya menjawab Adit malah mencium pipi Nayla.


Entahlah ia tak bisa marah terlalu lama dengan Nayla apa lagi saat mendapat kabar dari teman ghaibnya jika Nayla dalam bahaya dan melihat pria yang bertopi tadi rasa cemas dan khawatir Adit semakin jadi.


Haloo semua saampai sini dulu ya up nya


maaf jika sedit dan mulai membosankan


Maaf juga akhir-akhir ini up nya telat yg banjir lah, yang sakit lah kalau tadi kelinci aku kabur jadi aku ngejar-ngejar dia dulu,maaf ya semua.


Jangan lupa tap tanda jempolnya dong biar aku semangat mikirrrnyaa.


Salam Maniss


Amellajj/ authorr cantikkk

__ADS_1


__ADS_2