TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 50


__ADS_3

Hari berganti hari hingga tanpa terasa sekarang Nayla sudah terbiasa dengan penampakan mahluk astral namun hanya yang berwujud bagus saja ia tak merasa takut.


Tetapi jika menjumpai yang penampakannya menyeramkan dengan wajah yang berdarah-darah atau hancur ia akan tetap merasa ketakutan.


Hari ini rencananya Nayla akan ikut Adit kekampung halamannya di daerah "T"


Dengan naik motor kesayangan Adit merekapun melaju menuju kampung Adit.


Setelah menempuh perjalanan 5 jam lebih mereka pun sampai dirumah Adit.


Kehadiran Adit dan Nayla disambut dengan sangat bahagia oleh orang tua Adit masalahnya Adit tidak pernah pulang dengan membawa seorang gadis atau dengan kata lain ini pertama kalinya Adit membawa seorang wanita untuk dikenalkan dengan orang tuanya.


Karena sifat Nayla yang periang ia pun dengan cepat akrab dengan keluarga Adit terutama Lilis adik Adit.


Sore itu Nayla dan Lilis sedang asik ngobrol diteras depan rumah dengan pemandangan didepan yang terdapat kolam ikan yang cukup besar dan terpampang dengan jelas gunung galunggung yang berdiri kokoh.


Hawa dingin mulai terasa Adit keluar dengan membawa sweater untuk Nayla dan segelas susu kopi


"pake ini Nay hawanya mulai dingin"Adit menyodorkan sweater dan Naylapun mengambilnya lalu memakainya.


"ini minum"lalu Adit meyodorkan cangkir yang berisi kopi susu Naylapun tersenyum manis tanda ucapan terima kasih


"ih si aa masa teteh Nay doang yang dibikinin kopi,buat Lilis mana"protes Lilis sambil memajukan bibirnya


.


Adit hanya tersenyum melihat Lilis yang merajuk.

__ADS_1


"Nay kita keluar yuk,kayanya makan bakso enak ni"ajak Adit yang langsung disambut dengan senyum sumringah dari Nayla


Merekapun menuju penjual bakso yang berada tak jauh dari rumah Adit.


Suasana malam dikampung memang cendrung sepi hanya ada berapa motor saja yang lewat.


Setelah menikmati semangkok bakso Aditpun membeli beberapa bungkus lagi untuk Lilis dan orang tuanya.


"kalau kita jodoh Nay,setelah nikah mau gak kita tinggal dikampung aja"tanya Adit sambil menggenggam tanganku


"kalau udah nikah mah Dit istri itu ikut suami,kalau kamu tinggal dikampung ya aku juga ikutlah"jawab Nayla


"kalau kamu doang yang tinggal disini gimana?" tanyanya lagi


"gak mau,tar kamu selingkuh lagi kalau disana sendirian" jawab Nayla asal


"Dit,itu apa sih kok gede banget,item lagi"tanya Nayla sambil menunjuk salah satu pohon kelapa yang berjejer disamping kolam ikan


"jangan diliatin Nay" Adit langsung memalingkah wajah Nayla


"Adit serem banget,masuk yuk aku takut"ucap Nayla sambil menarik tangan Adit mengajaknya masuk kedalam


Adit hanya tersenyum lalu mengikuti Nayla


"katanya udah gak takut" ledek Adit sambil duduk dibangku


"ih...kalo ama yang ini takut soalnya gede banget,matanya juga merah, ihhhh"Nayla bergidik saat matanya kembali melihat sosok yang berada dipohon kelapa

__ADS_1


"Adit kok aku masih bisa liat sih,kan aku didalem rumah dia diluar"keluh Nayla


"berarti mata kamu tuh bisa tembus Nay"jawabnya


"ahhh Adit tolongin aku takut dia melotot"rengek Nayla sambil meringkuk diatas bangku ketakutan


"Nay jangan takut begitu,dilawan Nay"ucap Adit mengingatkanku


"gak bisa Dit,matanya merah nyala kaya marah,aku beneran takut"kini suara Nayla terdengar bergetar karena takut


"ada apa Dit?"tanya ayah Adit yang baru saja keluar dari kamarnya


"ini yah Nayla diganggu sama yang disana"jelas Adit


entah apa yang dilakukan oleh ayah Adit,beliau menatap Nayla lama


"kamu sebenarnya punya kelebihan Nay,kalau diasah dan kamu gak takut kamu bisa ngobatain orang"jelas Ayah Adit


"Nayla gak kuat yah"Adit yang menjawab


"kamu bisa liat gak Nay disebalah sana seperti ada kota?"tanya ayah Adit sambil menunjuk kearah kanan Nayla


Nayla pun mengikuti arah tangan ayah Adit


"iya om disana rame banget"jawab Nayla


"sebenarnya kalo orang biasa yang liat itu mah kolam Nay,berhubung kamu bisa liat yang goib jadi kamu bisa liat kalau itu kota"jelas Ayah Adit semakin membuat Nayla bingung.

__ADS_1


Nayla mengaruk belakang kepalanya yang tak gatal karena tak mengerti,Adit hanya tersenyum melihat tingkah Nayla yang nampak bingung.


__ADS_2