
πππ Selamat Membacaπππ
Malam itu Nayla tidak dapat tidur dengan lelap ,dalam otaknya yang kecil masih terus saja berputar-puyar tentang perkataan Adit yang akan menikahinya besok.
"Hu...hu aku belum mau nikah, Adit jahat banget sih kan dia tau aku belum siap"
Lilis yang sedang tidur akhirnya terusik dengan suara isak tangis Nayla.
Lilis hanya mendengarkan semua ocehan Nayla yang menurutnya sangat lucu.
Mungkin karena cape menangis akhirnya Naylapun terlelap.
Tanpa terasa ayam jago peliharaan tetangga Adit berbunyi menandakan sudah subuh.
Tanpa sengaja tangan Lilis menyentuh tubuh Nayla yang terasa begitu panas.
" Si teteh naha jadi demam, seingat Lilis mah tadi malem masih sehat cuma nangis doang" gumam Lilis yang langsung memegang dahi Nayla yang terasa begitu panas.
Ia pun segera turun dari tempat tidur dan mengambil air dan handuk kecil untuk mengompres Nayla.
Adit yang kebetulan sudah bangun melihat Lilis membawa baskom kecil yang beisi air masuk ke kamarnya langsung menyusul untuk melihat ada apa.
" Kenapa sama Nayla" tanya Adit sambil bersandar di pintu kamar.
"Badannya panas banget a " jawab Lilis sambil menempelkan handuk yang sudah basah di dahi Nayla.
Aditpun langsung duduk disisi tempat tidur lalu memgang tangan Nayla,kemudian dahinya.
"Kok bisa demam Lis?emang kemarin dia gak makan apa?"tanya Adit pada sang adik.
"Kan kemarin Lilis pergi a ama temen, kayanya sih si teteh kepikiran a mau diajak nikah sama aa, soalnya semalem dia nangis sambil ngoceh sendiri katanya gak mau nikah dulu" ucap Lilis memberitahu Adit apa yang ia dengar semalam.
" Masa sih Lis?"
"Iya a, tuh liat matanya aja bengkak" tunjuk Lilis kearah wajah Nayla.
" Ya udah kamu beli'in bubur dulu gih biar aa yang jagain" perintah Adit pada Lilis.
Lilispun segera keluar untuk membeli bubur ayam untuk calon kaka iparnya.
Adit memandang wajah Nayla yang masih tertidur, ia membelai pipi Nayla dengan penuh rasa sayang.
"Sampe segitunya apa yang kamu belum mau nikah sama aku,padahal aku udah pengen banget miliki kamu seutuhnya"
" Harus berapa lama lagi aku nunggu kamu yang, hati dan pikiran aku udah terlanjur milik kamu Nay"
"Apa kamu gak tau Nay berat buat aku kalau jauh dari kamu"
Adit mengungkapkan semua perasaannya pada gadis yang sedang terlelap itu lalu ia mengecup sayang pada kening,pipi,ujung hidung dan berakhir di bibir Nayla yang nampak kering.
"Ih...apa'an sih ini" dengan mata yang masih terpejam Nayla membuang benda yang ada di dahinya.
Adit mengambil anduk yang tadi dibuang oleh Nayla dan kembali membasahinya lalu menempelkan kembali di jidat Nayla.
"Ih..apa'an sih ini,gak mau ah.." Nayla langsung membuka matanya ketika merasakan sesuatu yang basah menempel di dahinya.
"Sayang kamu dengerin aku ya, kamu harus nurut sama aku" Adit menatap wajah Nayla
"Sekarang aku tanya apa kamu udah siap, nanti jam 10 kita ditunggu di KUA"
"Dit...aku kan lagi sakit, bisa gak di undur nikahnya" ucap Nayla memelas.
" Gak bisa yang" jawab adit
" Sayang..aku kan lagi sakit masa kamu tega sih" Nayla mulai merayu agar Adit tidak jadi menikahinya.
" Tadi kamu bilang apa yang? aku gak denger?" ucap Adit pura-pura tak mendengar apa Nayla katakan
" Yang mana?kan dari tadi aku ngomong banyak Dit" tanya Nayla dengan polosnya.
" Tadi kamu panggil aku apa Nay, aku mau denger sekali lagi" ucap Adit mulai merasa geregetan melihat wajah polos Nayla.
__ADS_1
" em....tar yah aku inget-inget dulu" Nayla nampak sudah payah mengingat apa yang baru ia ucapkan
" ihh.. kamu mah Nay.."
Cuppp
Adit yang makin geregetan langsung mencium bibir Nayla
" Adit aku kan belom gosok gigi tau,emang gak bau jigong apa" gerutu Nayla kesal sambil mendorong Adit agar menjauh darinya.
"Makanya jangan bikin aku geregetan ama kamu yang"
Tak lama kemudian Lilis datang membawa bubur untuk Nayla.
" Teh Nay dimakan dulu buburnya abis itu minum obatnya" Lilis menyodorkan mangkok berisi bubur ayam
"Kalo kamu mau nikahnya di undur abisin bubur nya trus minum obatnya" ucap Adit yang melihat Nayla enggan untuk makan.
"Sumpeh loe mau ngundur nikahnya Dit kalo aku mau makan?" tanya Nayla dengan semangat dan langsung duduk
Adit tersenyum melihat Nayla yang begitu bersemangat begitu mendengar kata " di undur"
" Yessss..." sorak Nayla kegirangan lalu mengambil mangkok yang dipegang Lilis.
" Sambelnya Mana?" tanya Nayla begitu melihat hanya bubur dengan kerupuk
Adit langsung memasang wajah sangarnya.
" Pisss babang" ucap Nayla sambil mengangkat dua jarinya membentuk huruf V
Nayla langsung menghabiskan bubur dan meminum obatnya.
Adit pamit keluar sebentar pada Nayla, entahlah ia akan pergi kemana dan dengan siapa Nayla tidak perduli yang penting buat nya saat ini dia tidak jadi nikah.
Menjelang siang Adit kembali, saat itu Nayla dan Lilis sedang duduk diruang tengah, demam Nayla pun sudah mulai turun
Adit yang baru tiba langsung ikut bergabung dengan kedua gadis itu ia pun mencium kening Nayla.
" ihh ni orang ya gak liat-liat kalo nyium" gerutu Nayla kesal
Saat mereka sedang asik bersendak gurau tiba-tiba Ina datang.
"Haii Nay..katanya kamu lagi sakit ya" tanya Ina sok ramah sambil mengulurkan tangannya
"cuma demam doang kok" jawab Nayla yang menyambut uluran tangan Ina.
Saat mereka berjabat tangan Nayla mendapat penglihatan.
Nayla langsung mengerutkan dahinya seakan tak percaya dengan apa yang ia lihat.
Dalam penglihatannya Ina pernah menabrak seorang anak kecil hingga tewas dan anak itu dibiarkan begitu saja.
Saat Nayla mengingat-ingat wajah anak kecil itu sama percis dengan sosok anak kecil yang duduk dipohon mangganya beberapa waktu lalu.
" Ada apa yang, kok wajah kamu begitu"bisik Adit.
Mungkin Ina mengira Adit sedang mencium pipi Nayla.
Nampak gadis itu begitu kesal.
"Adit aku mau ngomong berdua aja" ucap Ina kesal
" Ngomong aja disini.." jawab Adit dengan malas.
" Kita ngomong didepan aja" ajak Ina
Adit pun mengikuti Ina keluar, entah apa yang mereka bicarakan Nayla tak mau ambil pusing.
Nampak Ina pergi dengan wajah yang kesal.
Adit terdiam sambil melihat Ina yang mulai menjauh
__ADS_1
" pergilah kasih kejarlah mantanmu
selagi belum jauuhhh..."
Ucap Nayla sambil bersenandung mengikuti lirik lagi milik alm.Crisye yang ia pelesetkan.
"Apa'an sih Nay" Adit yang merasa langsung menghampiri Nayla
" Kejar aja, aku mah gak apa-apa, aku gak cemburu kok yang penting aku mah gak jadi nikah aja udah bersyukur" ucap Nayla dengan santainya.
Adit yang nampak bingung akhirnya pamit pada Nayla untuk mengejar Ina.
Ada sedikit rasa sakit di hati Nayla saat Adit kembali meninggalkannya demi seorang Ina.
" Teh..kok malah ngijinin si aa buat ngejar si Nensi sih" protes Lilis yang kesal
" Kok Nensi sih Lis, kan namanya Ina" tanya Nayla polosnya
"Nensi itu Nene sihir teh artinya" jawab Lilis
" Udah lah Lis biarin aja, mending temenin aku jalan-jalan yuk" ajak Nayla berusaha menyembunyikan rasa sakit di hatinya.
Baru saja Nayla keluar dari rumah dan berjalan tidak jauh Nayla melihat ada orang yang sedang mengeringkan empang.
Nayla berdiri dipinggiran empang sambil memperhatikan orang-orang yang sedang menangkap ikan.
" Lis..itu siapa kok aku baru liat sih, manis banget" tanya seorang pria
" Calon kaka ipar aku" jawab Lilis nampak tak suka.
"Hai..teh boleh kenalan gak?" sapa pria itu sambil mengulurkan tangan kanannya
Nayla hanya diam tidak menanggapi uluran tanga pria yang menyapanya itu.
" Neng Nay mau ikutan nangkep ikan" tanya seseorang yang Nayla ingat adalah ibu-ibu yang menolongnya waktu itu.
" Emang boleh bu saya ikutan nyebur" tanya Nayla dengan sangat antusias
" Teh Nay jangan, tar si aa marah kalau teh Nay maen kotor-kotoran" cegah Lilis saat Nayla mulai menurunkan sebelah kakinya kedalam empang yang airnya sudah surut.
" Ihh gak apa-apa Lis, dia mah pasti lupa ama aku kalo lagi berdua ama si Nensi mah" jawab Nayla yang langsung turun ke dalam lumpur.
Nayla yang memang mudah bergaul dengan mudah dapat beradaptasi dengan orang-orang yang ada di sana apa lagi dengan wajahnya yang imut dan manis.
" Lis ...manis banget ya calon kaka ipar kamu, gak bosen tau liatnya apa lagi kalo lagi ketawa gitu" ucap pria yang mengajak Nayla berkenalan tadi yang ternyata adalah anak seorang camat yang bernama Anto.
" Aa anto jangan macem-macem ya si teteh tuh sebentar lagi mau dinikahin sama a' Adit" Lilis memperingatkan Anto yang nampak menaruh rasa suka pada Nayla.
Nayla nampak begitu senang saaat ia berhasil menangkap seekor ikan mas yang lumayan besar.
Anto yang memang sudah suka pada Nayla saat pertama melihatnya langsung mengeluarkan ponselnya dan ia pun mengambil foto Nayla saat tertawa sambil mendekap ikan yang ia tangkap.
" Nayla...ayo cepat naik "
Suara Adit yang lantang langsung membuat Nayla menoleh ke asal suara dan benar saja Adit yang sudah dalam mode marah menatap Nayla dengan sangarnya.
" Iya sebentar..." jawab Nayla yang dengan susah payah berjalan dilumpur dan menepi.
" Kamu gimana sih yang, kan kamu masih sakit malah main kotor-kotoran" gerutu Adit sambil mengulurkan tangannya berniat membantu Nayla untuk naik.
Begitu naik keatas Adit langsung membersihkan wajah Nayla yang ada percikan lumpur dengan tangannya.
Tanpa mereka sadari ada yang menatap geram kearah mereka seakan tak terima Adit memperlakukan gadis itu dengan sangat manis.
**Haiii semua maaf aku up nya telat.
Maaf juga jika masih banyak typo
Terima kasih buat yang masih setia dengan cerita Nayla dan Adit.
Terima kasih juga buat semua yang sudah mendoakan aku.
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author**