
\=\=\= Happy Reading \=\=\=
Setelah acara pertunangan Tia setiap minggunya mama selalu pergi ada saja hal yg dilakukan yang bikin undangan,cari souvenir,cari IO hingga mama sedikit lupa dengan Nayla.
Nayla yang merasa diabaikan karena kesibukan mama yg mengurus semua keperluan sang adik akhirnya memutuskan untuk tidak pulang kerumahnya walaupun hari sabtu ia libur.
Nayla lebih memilih bermain kerumah temannya dari pada pulang tapi malah tidak ada teman.
"mbak Nay,kita bikin pempek aja ya biar seru" ajak Bene salah satu anak kontrak yang baru beberapa bulan masuk line nya.
"ya udah sana beli bahannya gih"Nayla mengeluarkan uang dan memberikannya pada Bene
Tak butuh waktu lama merekapun sudah berjibaku di dapur kontrakan Bene membuat pempek,setelah matang merekapun langsung menyantapnya bersama.
"Abis ini kita ngapain lagi ya mbak"tanya Bene sambil mengelus perutnya yang kekenyangan
"Ben..inikan deket ke taman Buaya ya"tanya Nayla memastikan kalau ingatannya tidak salah
"iya,kok mbak Nay tau sih"
"Aku pernah kesana sama temen"jawab Nayla seolah tau apa yg ada dalam pikiran Bene
"kita kesana aja yuk"ajak Nayla pada kedua temannya.
Mereka pun menuju taman Buaya tempat penangkaran buaya yang sekaligus dijadikan tempat wisata diwilayah serang pinggiran kota "C"
Setelah membeli tiket mereka bertiga pun masuk.
Didalam terdapat beberapa kolam besar dengan pagar yang lumayan tinggi.
__ADS_1
Masing-masing kolam berisikan buaya-buaya dengan ukuran yang berbeda.
Setelah puas berkeliling mereka pun beristirahat disebuah saung yang terdapat disana.
"itu buat apa'an ya mbak,kok madep tembok sih"tanya Bene penasaran sambil menunjuk pada saung kecil tetapi menghadap ke tembok dan bagian belakang dan salah satu sisinya tertutup
"ohhh itu buat buaya darat pacaran kali"jawab Nayla ngasal dan langsung disambut tawa dari Bene dan Ayu
"Lah kalo bukan buat pacaran buat apa coba madep tembok lagi"tutur Nayla
"iya sih,jangan-jangan mbak Nay pernah ya pacaran disana"timpal Ayu sambil tertawa,Bene pun ikut tertawa mendengar ucapan Ayu sedangkan Nayla yang menjadi obyek candaan Ayu hanya cemberut.
"ihh pada songong banget ama yang tua'an"
"iya maaf deh"jawab mereka kompak
"ahhhh "teriak Nayla yang langsung memejamkan mata dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
Seketika itu juga wajah Nayla menjadi pucat dan keringat bercucuran membasahi wajahnya
"mbak...mbak Nay kenapa?" tanya Ayu yang bingung ketika melihat wajah Nayla pucat
"mbak sakit ya,jangan-jangan gara-gara makan pempek buatan kita lagi yu"ucap Bene mulai khawatir
"keracunan maksud lu Ben,kok kita gak"
"ihh apa'an sih lu berdua,gw gak keracunan "ucap Nayla setelah bisa menenangkan dirinya
"lah trus tadi kenapa teriak?" tanya Ayu mulai penasaran
__ADS_1
"itu...emmm itu..."Nayla tak dapat melanjutkan kata-katanya tiba-tiba perutnya mual ketika teringat tubuh anak kecil yang tadi hadir dalam penglihatannya tercabik-cabik oleh puluhan buaya penghuni kolam itu.
"ihh kenapa mbak,jadi penasaran tau"desak Ayu dan Bene
"itu...tadi gw liat ada anak kecil yang jatoh kekolem itu"jelas Nayla sambil menunjuk kearah kolam buaya yang berukuran sedang.
Ayu dan Bene menelan kasar salivanya membayangkan kejadian yang dilihat oleh Nayla
"ihhhh ...pulang aja yuk"Nayla mengajak kedua temannya untuk keluar dari lokasi itu.
Merekapun meninggalkan Taman Buaya dan saat melintasi warung bakso merekapun berhenti,untuk menghilangkan mual yang masih dirasakan oleh Nayla ia menutuskan makan bakso dengan sambal yang banyak hingga kedua temannya hanya melihat seakan tak percaya.
"mbak itu makan bakso pake sambal apa makan sambal pake bakso"tanya Ayu
"he..he..sama aja yu yang penting mual gw ilang"jawab Nayla
"apa gak mules tuh perut?"tanya Bene sambil menuangkan cuka kemangkok baksonya
"gak tau deh,itu mah urusan tar yang penting sekarang "jawab Nayla sambil memasukan sebuah bakso kecil kedalam mulutnya
Haii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku.
Author juga mohon maaf jika masih banyak typo
jangan lupa tinggalkan like,rate dan juga kritsarnya buat penyemangat author.
salam manies
Amellajj/Author
__ADS_1