TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 396


__ADS_3

Selamat Membaca


Karena begitu bahagia Fahri tanpa sadar langsung memeluk Rania.


Rahmat dan Ardina yang melihat hal itu sangat terkejut.


"Astaghfirullah Fahri bukan muhrim loe" tegur Rahmat yang merasa sedikit kesal.


"Ada apa sih sama gw, kenapa gw harus marah juga sih liat dia meluk Ran" batin Rahmat.


"Maaf Ran, gw cuma bahagia aja liat loe udah sehat dan kembali sekolah"


"Tapi kan gak harus pake meluk juga Ri" celetuk Rahmat.


"Dih yang gw peluk aja gak marah, kok loe yang marah sih Mat"


"lah kok kalian malah jadi ribut sih, mending gw kekantin aja" ucap Rania lalu menarik tangan Ardina dan mengajaknya ke kantin.


Kedua pria itu pun langsung mengikuti Rania ke kantin.


Begitu tiba di kantin mereka pun langsung memesan makanan.


karena kesibukan di toko kue nya beberapa hari belakangan ini Nayla tidak membuatkan bekal untuk anak-anaknya.


Setelah selesai sarapan mereka pun kembali kedalam kelas.


Didalam kelas beberapa kali Fahri nampak mencuri pandang ke arah Rania.


Entah kenapa ia selalu rindu dengan gadis itu, ingin rasanya ia mengutarakan keinginannya namun ia ingat dengan kata-kata Nayla jika Rania boleh pacaran jika usia nya sudah 17 tahun dan itu artinya ia harus bersabar selama dua tahun lagi.


"Ri kayanya kita udah kenal lama, masa kita gak boleh sih main kerumah loe sekali-kali "ucap Rania saat mereka pulang sekolah.


"Belum saatnya kalian tau rumah gw"jawab Fahri


"Memangnya kenapa sih Ry kalau kita main, lagi juga kita udah lama kenal, malah kita juga udah tau rumah nenek loe, masa giliran rumah loe kita gak boleh tau sih" ucap Ardina.


"maaf teman bukannya gak boleh tau, tapi belum saatnya kalian tahu rumah gw" jawab Fahri.


Bukan kali ini saja mereka ingin tahu rumah Fahri bahkan sudah sejak lama namun alasan Fahri masih sama yaitu belum saatnya Rania dan teman-temannya tau.


Sifat kepo Rania pun muncul, karena begitu penasaran dengan rumah Fahri ia da Ardina pun berencana untuk mengikutinya secara diam-diam.


Sebenarnya Fahri merasa tidak enak kepada Rania dan juga Ardina karena tidak mengijinkannya untuk berkunjung kerumahnya.


Namun ia belum percaya diri jika teman-temannya tau bagaimana keadaan keluarganya terutama Rania.

__ADS_1


Kadang ia merasa iri dengan kehidupan Rania yang terasa begitu hangat.


Ayah Fahri jarang berada dirumah selain sibuk istri baru ayahnya tidak mengijinkan suami untuk sering-sering mengunjunginya.


Walaupun semua kebutuhannya selalu terpenuhi namun tidak dengan perhatian dan kasih sayang.


Sejak ibunya meninggal dan ayahnya menikah lagi ia tidak pernah mendapatkan kasih sayang dari Ayahnya.


Fahri bahkan berpikir jika saja Rania tau kehidupannya ia takut gadis itu akan meninggalkannya itulah sebabnya ia tidak ingin hal itu terjadi.


Sore itu Rania berniat untuk jalan-jalan sekalian mencari sesuatu ,namun saat ia ingin menyebrang jalan tiba-tiba saja ia melihat mobil Fahri melintas didepannya.


Dengan segera Rania kembali menuju motornya lalu membuntuti mobil Fahri.


Saat mobil Fahri memasuki halaman sebuah rumah yang lumayan mewah Rania pun segera berhenti dan bersembunyi.


"Oh ternyata dia anak orang kaya" batin Rania.


Setelah Fahri masuk kedalam rumah Rania pun segera berlalu dari depan rumah mewah itu.


Begitu tiba di rumah ia langsung masuk dan duduk dibangku depan rumahnya.


Ardina yang tau jika ia keluar untuk membeli sesuatu sedikit heran saat tau jika saudaranya itu tidak membawa apapun.


"lah katanya mau cari jajanan, kok malah gak bawa apa-apa pulang" tanya Ardina sambil memperhatikan wajah Rania.


"emm gw tau, pasti Fahri lagi sama cewe lain ya, makanya tuh muka asem banget" tebak Ardina.


"Mana ada gw cemburu, lagi juga bukan itu Ar"


"terus apa dong?" Tanya Ardina


"Ternyata dia anak orang kaya Ar, rumah nya aja gede banget" jawab Rania pelan.


"Lah kok dia malah gak mau ajak kita kerumahnya ya, apa dia takut kalo kita tau dia anak orang kaya terus kita bakal minta jajanin terus ya" ucap Ardina lagi.


"Bisa jadi sih, tapi kan kita juga gak pernah kan minta jajanin sama dia ya, yang ada malah dia yang mau jajanin kita" sambung Rania.


Mereka pun menebak-nebak apa kira-kira yang membuat Fahri tidak mengijinkan mereka untuk kerumahnya.


"Mulai besok kita diemin aja dia, kita pura-pura ngambek aja" usul Ardina.


Seperti yang sudah mereka sepakati hari ini mereka akan mendiamkan Fahri.


Fahri yang merasa sedikit heran dengan kedua gadis sahabatnya itu hanya diam saat tau kedua gadis itu menghindarinya.

__ADS_1


Mereka berbicara seperlunya saja, Rahmat sedikit senang saat Rania dan Ardina tidak lagi satu mobil dengan Fahri.


Satu Minggu sudah mereka pulang dan pergi naik motor sendiri tanpa menumpang pada Fahri.


Awalnya Fahri biasanya saja namun lama-lama ia juga rindu dengan Rania, rindu saat sarapan pagi bersama dikantin.


Setelah selesai makan siang Rania ijin ke toilet pada Ardina.


Setelah selesai ia pun keluar dari toilet,namun saat ia hendak berjalan menuju kelasnya tiba-tiba saja ada yang menarik tangannya.


Aawww


Rania meringis saat membentur tembok.


"ih apaan sih RI sakit tau" ucap Rania kesal saat tau siapa pelakunya.


"Maaf Ran bukan maksud gw nyakitin loe,gw cuma mau tau kenapa loe ngehindarin gw?" tanya Fahri sambil menatap Rania.


"Gw gak ngehindarin loe kok" jawab Rania


"Terus kenapa beberapa hari belakangan ini loe jauhin gw?" tanyanya lagi.


Rania hanya tersenyum sinis.


"Gw cuma bantuin loe aja kok"


Bantu apa?" tanya Fahri bingung


"Gw tau alesannya loe gak mau ngajak kita main kerumah loe" ucap Rania


"Apa?"tanya Fahri


"Karena loe anak orang kaya, loe takut kan kalo kita tau rumah dan ternyata loe anak orang kaya loe takut kita selalu minta jajanin" ucap Rania


Fahri membulatkan matanya saat mendengar ucapan Rania.


"Kenapa loe berpikir begitu sih Ran" tanya Fahri


"Terus apa, gak mungkin dong loe bilang malu karena rumah loe kecil" sindir Rania


"Ok kalo loe mau main kerumah gw,nanti pulang sekolah kita kerumah gw" ucap Fahri


"Gak perlu, gw udh tau rumah loe" jawab Rania sambil berlalu meninggalkan Fahri.


Fahri hanya tertegun saja mendengar jawaban Rania.

__ADS_1


Ia heran kenapa bisa Rania berpikir begitu.


Memang dari awal ini semua salah nya sendiri, Fahri hanya tidak percaya diri ia melihat keluarga Rania yang begitu hangat sedangkan ia berasal dari keluarga yang berantakan.


__ADS_2