
SELAMAT MEMBACA
Rania hampir saja berhasil membuka pintu setelah merusak engsel kuncinya namun saat ia membuka pintu ternyata Rahmat sudah berdiri didepan pintu sambil tersenyum seperti mengejeknya.
"Kamu mau kemana Ran, jangan pernah bermimpi loe bisa kabur dari sini" ucap Rahmat.
"Kata siapa gw gak bisa kabur dari sini" ucap Rania sambil melayangkan sebuah pukulan kearah wajah Rahmat namun dapat dengan mudah dipatahkan oleh Rahmat.
Senyum Rahmat mengembang seakan mengejek Rania karena tidak berhasil melukainya.
Rahmat yang awalnya akan membius Rania agar lebih mudah saat membawanya pergi dari rumah itu
Rania yang memang lemas karena tidak makan terus berusaha melawan saat Rahmat hendak membekapnya dengan sapu tangan yang telah diberi obat bius.
Akhirnya Rahmat pun dapat menaklukkan Rania, setelah tidak sadarkan diri Rahmat membaringkan tubuh Rania diatas kasur lalu ia segera mengemas barang-barang yang ia butuhkan dan memasukkannya kedalam mobil.
Setelah memastikan yang ia butuhkan sudah masuk kedalam mobil ia pun hendak membopong tubuh Rania dan hendak memasukannya kedalam mobil.
Radit yang mempunyai firasat tidak enak langsung menuju kontrakan Rahmat dengan ditemani oleh Fahri mereka mengintai kediaman Rahmat.
Mereka langsung keluar dari dalam mobil saat melihat Rahmat yang membopong tubuh seorang wanita.
"Gw yakin itu Rania aa" ucap Fahri yang sedikit berlari saat melihat Rahmat hendak menjalankan mobilnya.
Baru saja mobil Rahmat hendak keluar pagar,Fahri dan Radit sudah menghadangnya.
Wajah keduanya terlihat begitu marah.
"Woiii keluar loe"teriak Fahri sambil menggebrak kap mobil Rahmat.
__ADS_1
"Sial kenapa tiba-tiba aja mereka muncul sih" ucap Rahmat kesal.
Harusnya rencananya mereka berjalan lancar namun tiba-tiba saja ada harus sedikit terkendala dengan kehadiran kedua orang tersebut.
"Rahmat keluar loe"teriak Fahri yang kesal karena melihat Rania yang nampak tidak sadarkan diri.
Dengan perasaan kesal Rahmat pun keluar dari mobilnya.
"Ada apa sih,kalian ganggu aja" ucap Rahmat dengan tanpa rasa bersalah.
"Loe apaain adik gw" Radit yang kesal memukuli Rahmat secara brutal, sedangkan Fahri berusaha membuka pintu mobil tempat Rania berada.
Fahri berusaha membangunkan Rania sedangkan diluar Radit sedang berkelahi dengan Rahmat.
Tiba-tiba saja mata Rahmat menjadi merah saat melihat Fahri yang berusaha keluar dari dalam mobilnya sambil membawa Rania.
Radit yang tau jika saat ini Rahmat sedang dirasuki iblis yang membuat tenaganya berkali-kali jauh lebih kuat dari biasanya berusaha mengalihkan perhatian Rahmat dari Fahri dan Rania.
dengan amarah yang meluap-luap mata Rahmat pun memancarkan kemurkaan saat melihat Fahri yang hendak membawa kabur Rania.
Beruntung sosok wanita yang mengikuti Fahri berhasil menyelamatkannya walaupun Fahri harus terjatuh.
Fahri pun langsung meletakkan tubuh Rania di lantai setelah itu ia pun melawan Rahmat yang begitu marah.
Sementara itu sosok kecil mencoba menyadarkan Rania dengan berbagai cara.
Radit yang terluka dalam mencoba menghampiri Rania dengan sedikit tertatih-tatih.
Begitu tiba disebelah Rania ia pun menepuk-nepuk pipi Rania berusaha menyadarkannya.
__ADS_1
Karena obat bius yang diberikan oleh Rahmat lumayan tinggi hingga ia begitu sulit untuk disadarkan.
Sementara itu Nayla mempunyai firasat tidak enak tentang kedua anaknya ia pun nekad menyusul Radit ke tempat kontrakan Rahmat.
Dan betul saja, saat ia tiba ia melihat Radit yang sedang berusaha membangunkan Rania, ia pun langsung menerobos masuk dan menghampiri kedunya.
Entah kenapa suasana begitu sepi tidak ada satu orang pun yang melintas.
Alangkah terkejutnya Nayla saat melihat kondisi Rania,ia pun berteriak meminta tolong,ia tidak perduli ada atau tidak orang yang mendengar teriakkannya.
Tolonggggg
Tolonggggg
Teriak Nayla, ia yakin pasti akan ada orang yang mendengar teriakkannya.
Rahmat yang panik la langsung mengeluarkan sebilah pisau sangkur yang ia arahkan pada Fahri yang berusaha mencegahnya untuk melarikan diri.
Beberapa orang nampak mulai keluar dari rumah masing-masing dan hendak membatu Nayla.
Karena melihat Rahmat yang membawa Sajam mereka pun tidak berani mendekat.
Melihat sudah mulai banyak yang berdatangan Rahmat pun berniat melarikan diri, saat ia melihat Fahri yang lengah ia pun langsung menancapkan pisaunya kearah perut Fahri, Fahri yang tidak sempat menghindar langsung terkena tusukan di sekitar pinggang kirinya.
Setelah berhasil melukai Fahri Rahmat pun langsung tancap gas melarikan diri dan hampir saja ia menabrak beberapa orang yang mencoba menghalanginya.
Nayla begitu terkejut saat melihat Fahri yang terluka.
Beberapa warga langsung menghubungi rumah sakit dan meminta untuk mengirimkan mobil ambulans.
__ADS_1
Tidak butuh waktu lama mobil ambulans pun tiba dan langsung membawa Fahri ke rumah sakit terdekat.
Setelah sekian lama akhirnya Rania pun tersadar,namun ia masih terlihat seperti orang yang linglung.