
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Adit dan Papa Nayla nampak berpencar untuk mencari Nayla hingga akhirnya merekapun putus asa.
"Apakah sebenci itu sekarang kamu pada Papa Nay,padahal Papa sangat kangen sama kamu,ingin rasanya Papa meluk kamu,Papa tau Papa salah untuk itu Papa minta maaf Nak" Papa mengirimi Nayla chat namun masih centang satu bertanda belum terkirim.
Nampak kesedihan diwajah sang Papa,Aditpun serba salah disatu sisi wanita yang sangat ia sayangi dan disisi lain calon mertua.
"Gimana ini Pah,Nay hp nya gak aktif"tanya Adit yang membuyarkan lamunan sang calon mertua.
"Papa gak tau Dit,pikiran Papa buntu sekarang,Papa takut Nayla kenapa-napa"ucap Papa sedih
Sedangkan sang istri baru hanya diam, mungkin dia bingung,ada apa, kenapa?atau dia tak bisa bahasa indonesia,entahlah Adit tak mau ambil pusing.
Saat mereka sedang dalam pikiran masing-masing hp Adit berbunyi,ternyata ada chat dari Nayla
"aku udah pulang naek angkutan umum"
Adit pun langsung menghubungi ponsel Nayla namun hp Nayla kembali tidak aktif.
Adit menarik nafas dalam
"Pah kita pulang aja,tadi Nay bilang dia udah pulang naek angkot" ajak Adit
"kenapa Nay naik angkot Dit,apa dia gak mau bareng sama Papa ya"ucap Papa sedih
"kayanya sih dia masih marah sama Papa,tapi Adit yakin Pah semua hanya soal waktu aja" ucap Adit lalu mulai memasukan barang-barang di jok belakang.
Sementara itu disebuah bus Nayla menatap jalanan melalui kaca,!hati masih terasa sakit,saat ini ia sangat ingin cepat berada dimakam Mamanya,ia ingin mengadu tentang perasaannya saat ini.
Hari sudah sedikit gelap saat Nayla sampai di makam Mamanya.
Ia menangis sambil memeluk batu nisan Mamanya,tangisannya terdengar begitu memilukan.
Dari saung yang tak jauh dari tempat Nayla berada nampak Mang Ujang memperhatikan Nayla " ada masalah apa ya kok Neng Nay nangisnya kaya gitu" batin Mang Ujang yang tak jadi pulang.
__ADS_1
"Mah...mereka jahat,Papa juga jahat,Nay gak mau tinggal disana lagi"
"Mah...Nay mau ikut Mama aja,Nay gak mau ada yang gantiin Mama"
"Ya Allah kenapa Kau mengambil Mamaku,kenapa???
"Mama....hu...hu Ma Nay ikut Mama aja..hati Nay sakit Mah,sakit banget sampe Nay gak bisa nafas Mah..."
"Cepat dateng Mah jemput Nayla...Nay sekarang betul-betul sendiri Mah...."
Nayla menangis sejadi-jadinya dipusara sang Mama.
Ia memeluk erat batu nisan yang bertuliskan nama Mamanya.
Ia tak memperdulikan hari yang mulai gelap,mungkin juga Nayla lupa saat ini ia berada dimana.
Ada dua pasang mata yang ikut mengeluarkan air mata mendengarkan kata-kata yang keluar dari mulut Nayla.
Ya mereka adalah Mang ujang dan Adit.
"pulang kemana?aku gak punya rumah sekarang Dit" ucap Nayla tanpa melihat kearah Adit
"jangan bilang gitu Nay,sampe kapan pun itu masih rumah kamu"
Nayla menggelengkan kepalanya "bukan Dit,itu rumah mereka,aku mau disini aja ama Mama"
"Sayang jangan begitu,kalo kamu kaya gini kasian Mama kamu disana Nay,ayo semua kita omongin baik-baik Nay"bujuk Adit dengan suara lembut
Adit memegang kedua bahu Nayla berusaha membuat Nayla melepaskan dekapannya pada batu nisan sang Mama
"Aku nungguin Mama jemput Dit,sebentar lagi Mama jemput aku"Nayla mulai ngelantur
Adit yang merasakan ada hawa yang tidak enak berusaha menetralisirnya namun karena kondisi Nayla yang memang sedang lemah membuat sesuatu yang tidak baik dapat dengan mudah masuk kedalam tubuh Nayla.
Mang Ujang yang melihat Adit kesulitan mengeluarkan roh jahat yang masuk kedalam tubuh Nayla akhirnya ikut turun tangan.
__ADS_1
Setelah setengah jam lebih akhirnya roh yang masuk kedalam tubuh Naylapun mau keluar namun karena kondisi Nayla yang lemah akhirnya ia tak sadarkan diri.
Mang Ujang dan Adit menggotong tubuh Nayla dan menidurkannya di jok tengah.
Karena hari sudah gelap Aditpun membawa Nayla pulang masih dalam keadaan tak sadar.
Setibanya dirumah Nayla, alangkah terkejutnya Papa Nayla melihat putrinya yang tak sadarkan diri yang sedang dibopong oleh Adit.
"Sayang kamu kenapa?bangun Nak...maafin Papa Nay..."terlihat kekhawatiran di wajah Papa Nayla
Ia menepuk-nepuk pipi Nayla berharap anaknya cepat siuman.
"Pah...maaf sebelumnya,kayanya saat ini Nay belum mau ketemu sama Papa,kasih Nay waktu Pah,dia belum bisa nerima..." Adit tak berani meneruskan kata-katanya namun sang Papa mengerti.
"Iya Dit,maaf Papa jadi ngerepotin kamu"
"Gak apa-apa Pah,Adit maklum kok"ujar Adit
Dengan perasaan sedih Papa keluar dari kamar Nayla,ia menatap putrinya dari depan pintu sebelum akhirnya ia pun turun dan masuk kedalam kamarnya.
Haii semua hari ini aku upnya dobel ni
Terima kasih yang masih setia mantengin kisahnya Nayla.dan Adit
Jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara tap tombol :
- Like
- Vote
-Rate dan juga kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
Amellajj/author
__ADS_1