TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 116


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Jam 10 pas Nayla di panggil oleh Suster Nana untuk menemani Mamanya Ct.Scane.


Sebuah ambulan sudah menunggu dan Mama Nayla pun sudah berada didalam mobil saat Nayla tiba ia bingung kenapa harus naik ambulan.


"Sus emangnya dimana Ct.Scane nya"tanya Nayla


"di Rs."xxx" mbak,ayo naik"perintah Suster Nana


Dengan ragu akhirnya Nayla pun untuk pertama kalinya naik mobil ambulan menemani Mamanya.


Suara raungan sirine dari ambulan menggema begitu mobil keluar dari pelataran parkir RS.


Hati Nayla terasa begitu sakit melihat kondisi Mamanya.


Untuk menghilangkan rasa sedihnya Naylapun bertanya pada suster Nana kenapa harus Ct.Scane


Suster Nana pun menjelaskan dengan detail tentang penyakit Mamanya hingga kemungkinan terburuknya.


Mata Nayla berkaca-kaca ketika mendengar penjelasan dari suster Nana"bagaimana kalau ia harus kehilangan Mama untuk selamanya" tak pernah terpikir olehnya jika memang itu terjadi ia berdoa semoga Mamanya masih diberi umur panjang dan memberi kesempatan padanya untuk merawat sang Mama.


Setelah hampir 20 menit merekapun sampai dirumah sakit yang dituju,dengan sigap beberapa scurity membantu mengeluarkan blankar Mama Nayla dan mendorongnya menuju ruang Ct.Scane.


Kerena Suster Nana sudah membuat janji sebelumnya dan keadaan urgent makanya Mereka sudah siap dan beruntungnya Mama waktu itu masih tertidur hingga memudahkan proses Ct.Scane.


Kamipun kembali kerumah sakit semula,Nayla di ijinkan untuk menemani Mamanya diruang ICU.


Karena Mamanya masih tertidur Naylapun memutuskan kembali keruangannya.


Papa Nayla memang hari ini masuk kerja jadi Nayla yang menunggu Mamanya sendirian di rumah sakit.


Saat ia merebahkan diri disofa tiba-tiba Adit wa


👨 "Nay katanya Mama kamu diRS ya"


👩 "iya"

__ADS_1


👨 "kamu dimana sekarang"


👩 "aku di RS nemenin Mama"


👨 "Kamu di RS mana,aku kesana ya"


👩 " aku di RS "MS" emang kamu gak kerja"


👨 "aku lagi cuti,ya udah aku kesana ya"


👩 "iya"


Nayla sedikit senang ternyata Adit masih perhatian dengannya.


Ia merasa sangat letih akhirnya ia pun terlelap


"jangan bawa mama Nay tolong...."


"Mama...jangan tinggalin Nay, Mah.."


Nayla membuka matanya saat ia merasakan ada sesuatu yang mengguncang-guncang tubuhnya.


"kamu mimpi apa sih yang,sampe teriak-teriak gitu"tanya Adit sambil meletakan bungkusan yang ia bawa.


"aku liat Mama dibawa pergi Dit,trus pria bersorban itu bilang Nay harus mempersiapkan hati Nay dari sekarang"ucap Nayla sambil terisak.


Adit langsung memeluk Nayla "itu cuma mimpi sayang,jangan terlalu dipikirin tar kamu ikut sakit siapa yang jagain Mama"ucap Adit menenangkan Nayla.


"ayo makan dulu Nay,tadi aku beli bakso mumet kebetulan aku bawa penghangat elektriknya"Adit mengelurkan pot dari dalam tas ranselnya dan menuang kuah bakso pada pancinya lalu mencoloknya pada saklar.


Setelah dirasa kuahnya cukup hangat Adit memaksa Nayla untuk segera memakanya.


Dengan terpaksa Naylapun memakannya,tidak seperti biasanya kali Nayla begitu lama memakan bakso kesukaanya,ia makan sambil termenung sambil sesekali matanya mengeluarkan air.


Adit yang dari tadi memperhatikan Nayla menghapus air mata yang mengalir dipipi Nayla dengan tangannya.


Ia sedih melihat keadaan Nayla yang sebentar-sebentar menangis.

__ADS_1


"Nay..apa perlu aku panggil temen-temen aku buat hibur kamu" ucap Adit sedikit menggoda Nayla


"temen yang mana?"tanya Nayla


"kamu pasti udah kenal kok,dari pada kamu nangis terus mending ada yang gangguin kan"


ucapan Adit berhasil membuat Nayla sedikit merinding


"gak perlu Dit,disini aja udah banyak jadi gak usah nambah-nambahin"jawab Nayla sambil menyeruput jus alpukat kesukaannya.


"makanya jangan sedih,kamu harus optimis Mama pasti sembuh" Adit menyelipkan anak rambut Nayla yang terlepas dari ikatannya.


Setelah melihat kondisi Mama Nayla di ruang ICU Adit dan Naylapun berjalan-jalan mengitari rumah sakit.


"Dit kok disini banyak anak kecil ya"tanya Nayla melihat begitu banyak anak-anak yang berlarian dilorong rumah sakit.


"itu bukan orang Nay,itu penunggu sini"


"ihh Adit jangan nakutin napa sih"protes Nayla


"ihh gak percaya amat sih yang"


Nayla langsung melihat kearah Adit


"kenapa?kok tiba-tiba liatin aku kaya gitu sih" tanya Adit melihat kearah Nayla sambil tersenyum


"aku baru nyadar kok tumben sih kamu manggilnya pake yang melulu"


"emang gak boleh apa manggil pacar sendiri pake sayang?"tanya Adit


"he..he.." Nayla pun tersenyum walaupun terpaksa


Akhirnya mereka pun kembali keruangan perawatan dan beristirahat.


Haii para reader terima kasih sudah mampir diceritaku.


jangan lupa cap jempolnya ya buat penyemangat Author

__ADS_1


salam maniss


Amellajj/author


__ADS_2