TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 145


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Hari ini Papa Nayla berangkat dinas ke Medan ,ia pamit pada Nayla untuk pergi selama 2 minggu,tak lupa juga ia meninggalkan uang untuk jajan putrinya itu walaupun ia tahu Nayla punya uang sendiri namun ia tetap saja memberikan Nayla uang jajan tiap bulannya begitu juga dengan Tia biarpun sudah mempunyai suami ia pun sama tetap mendapatkan uang jajan dari Papanya.


Tanpa terasa hampir seminggu Papa Nayla pergi.


Aditpun setiap hari menjemput dan mengantar Nayla kerja,padahal Nayla sangat ingin naik jemputan agar ia bisa tidur begitu masuk tol,namun Adit tak mengijinkan Nayla ia bersikukuh untuk antar jemput dengan motornya.


"Nay...besok ikut kerumah gw ya,ya itung-itung perpisahan aja"ajak Tari


"gak ah gw males Ri" tolak Nayla


"gw gak mau tau pokoknya besok gw jemput loe,kita nginep"


"idihh bisanya maksa,kalo gw dibolehin ya ama Adit,kalo gak ya udah loe jangan maksa"jawab Nayla


"mau boleh apa gak ama cowo loe intinya loe harus ikut gw,kalo loe gak mau gw culik sekalian trus gw bawa ke Bintan"ancam Tari


"kok loe sukanya maksa gw terus sih Ri,yang laen lah loe ajak"dengus Nayla kesal


"karena gw sukanya ama loe bukan ama yang laen,ngerti gak"ucap Tari sambil menyentil kening Nayla


"ishh sakit tau"


"mana yang sakit,sini gw liat" tanpa rasa curiga Nayla membiarkan Tari menyentuh keningnya yang tadi disentil Tari namun tiba-tiba


cup...


Tari mencium kening Nayla sambil tertawa senang,sedangkan Nayla yang terkejut karena Tari mencium keningnya hanya bisa ternganga tak percaya sambil mengusap kasar jidatnya yang tadi Tari cium.


"ishhh amit-amit dah gw mah"gerutu Nayla kesal


"jangan di elap napa Nay,yang laen pada ngarep tau gw cium,loe malah di apus"ucap Tari dengan PD nya


Nayla hanya melotot kesal pada Tari,lalu ia pun pergi meninggalkan Tari yang masih tertawa puas.


"dasar manusia jadi-jadian"gerutu Nayla


Tari yang kesal melihat Adit selalu menjemput Nayla hingga ia tak mempunyai kesempatan untuk makan malam bersama dan menghabiskan sisa waktunya bersama Nayla akhirnya ia pun terpaksa berbuat nekad.


Begitu bel pulang berbunyi ia langsung ke loker dan berganti pakaian luar ia berniat memaksa Nayla untuk menemaninya makan dan membawa Nayla kerumahnya di daerah Rancamaya.


Entah otaknya yang sudah buntu Taripun nekad, ia langsung memaksa Nayla untuk ikut dengannya dan kebetulan sekali kali ini Adit sedang lembur jadi ia tak menjemput Nayla


"ayo cepet naek Nay,gw lagi gak mau kasar ama loe"ucapnya pelan


Naylapun nampak berpikir,memang sih di rumah ia sendirian karena Papanya belum pulang dan Adit sudah dipastikan gak bakal dateng soalnya ia lembur dan tak tau pulang jam berapa.


Naylapun yang berpikir hanya menemani Tari makan akhirnya ia pun naik di jok belakang dan merekapun segera melaju dijalanan kawasan industri di kota "C"


Ditengah perjalanan Nayla mulai menyadari kalau jalan yang kini dilaluinya bukan jalan yang biasa ia lewati.


"kita mau kemana Ri,trus ini dimana"tanya Nayla sambil membuka kaca helmnya


entah karena tak mendengar atau memang tak mau menjawab Tari hanya diam saja.


Nayla yang kesal menunggu jawaban Tari akhirnya menepuk bahu Tari dengan kencang dan berhasil membuat Tari sedikit meringis.

__ADS_1


Tari pun menepikan motornya


"apa sih Nay,sakit tau"


"kita mau kemana?"


"gak usah banyak nanya,tinggal ikut aja juga"sahut Tari


"gw turun sini aja"ancam Nayla yang sudah hendak turun namun Tari langsung tancap gas alhasil Nayla sedikit terjengkang.


"Tariiii" pekik Nayla kesal


setelah hampir satu jam lebih Tari pun menepikan motornya disebuah warung pecel ayam


"kita makan dulu ya,gw udah laper"ucap Tari lalu turun dari motornya


tanpa menjawab Naylapun mengikuti Tari dan langsung duduk disalah satu bangku plastik


"kenapa loe kok jadi diem aja"tanya Tari yang penasaran dengan perubahan Nayla


Tari yang kesal karena Nayla yang tiba-tiba jadi diam dan hanya menurut apa pun yang Tari pinta.


"loe ngapa sih Nay,kalo loe diem aja juga gak enak Nay,gak seru kalo gak debat ama loe"gerutu Tari makin kesal karena Nayla masih tak mau menjawab ataupun menanggapi ucapannya.


"gw kaya lagi ngomong ama patung"lanjut Tari kesal


"udah cepet abisin makanan loe trus kita lanjut lagi,tujuan kita masih jauh tau"ucapnya lalu meninggalkan Nayla yang masih asik mencocolkan ayam gorengnya pada sambal


tin...tin...tinnnnnn


suara klakson motor Tari sengaja ditekan berkali-kali karena tak sabaran dengan Nayla.


"loe lama amat makannya"


"eh...loe ngomong juga"ucap Tari yang baru sadar tadi Nayla berbicara dengannya walaupun terdengar ketus.


"loe kenapa sih yang,loe kesel gw bawa kabur"


"gak...pikiran gw cuma tiba-tiba gak enak aja gak tau kenapa"ucap Nayla langsung naik di jok belakang dan melingkarkan tangannya dipinggang Tari yang lebar.


Tari yang merasa ada sesuatu yang melingkar dipinggangnya sedikit tak percaya jika Nayla mendekapnya apa lagi ia berasa kalau saat ini gadis dibelakangnya sedang menempelkan wajahnya pada punggungnya.


"Tumben amat ni anak,tapi gak apa-apalah rezeki"gumam Tari sambil tersenyum bahagia.


Taripun melajukan motornya dengan kecepatan sedang ia menikmati hangatnya dekapan Nyala.


"Ni anak kesambet apa ya,giliran gw suruh pegangan dia gak mau,giliran gak gw suruh dia malah pegangan mana kenceng banget lagi"batin Tari.


Akhirnya mereka pun sampai dirumah Tari di daerah Rancamaya,suasana yang begitu sejuk membuat Nayla sedikit merasa tenang.


"ini beneran rumah loe Ri?"tanya Nayla seakan tak percaya


"kenapa?loe pikir gw orang kismin ya"jawab Tari


"gw gak ngomong gitu,loe aja yang ngerasa"


"ni rumah suka disewa buat syuting tau"

__ADS_1


"syuting apa?"tanya Nayla seakan tak percaya


"sinetron,kadang ftv,trus orang-orang sini juga sering jadi figuran yang lari-lari gitu trus dibayar deh gocap"ucap Tari bangga


"oh....."


hanya kata itu saja yang keluar dari mulut Nyala.


Ia menatap sekeliling rumah Tari,banyak terdapat pohon-pohon besar entahlah Nayla tidak tahu pohon apa saja yang Nayla tahu saat ini ia merasa seperti ada yang memperhatikannya dari balik sebuah pohon.


"Masuk yu,gw dingin ni" pinta Nayla


Tari pun segera menaiki beberapa anak tangga sebelum akhirnya sampai pada sebuah pintu besar dan memasukan kunci lalu memutarnya hingga mengeluarkan bunyi


"ceklekkk"


"ayo masuk Nay,katanya dingin diluar"ajak Tari lalu merekapun masuk


"cuma kita aja ni disini Ri"tanya Nayla


"kan rencananya besok kita kesininya,berhubung ada kesempatan buat nyulik loe sehari ya udah kita duluan kesininya yang laen besok baru pada kesini"ujar Tari


"gw serem Ri"ucap Nayla


Tari pun tertawa bahagia mendengar Nayla yang takut


"santai aja ada gw Nay"


Nayla menatap malas kearah Tari.


"gw cape Ri mau rebahan,kamarnya dimana"tanya Nayla tak sabaran


"loe mau yang mana kamarnya,disini ada lima kamar"


"ya ...yang nyaman aja trus jangan ada hantunya"jawab Nayla asal


"loe kira disini sama ama yang kemaren apa,rumah ini mah diurus Nay jadi gak ada yang begituan"ucap Tari sesumbar


"udah ahh jangan banyak ngomong deh,gw mau rebahan nih"rengek Nayla


Taripun tersenyum,mereka menuju sebuah kamar yang tak jauh dari pintu depan dan setelah Tari membuka pintunya terlihatlah sebuah kamar yang lumayan luas dengan tempat tidur yang lumayan besar.


Tanpa banyak bicara lagi Nayla langsung menuju tempat tidur dan meletakan tasnya asal lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur yang dingin walaupun tanpa Ac.


Haii para reader terima kasih sudah mampir diceritaku.


Tatap dukung author ya walaupun kalian bosan he...he...


jangan lupa tekan tombol


πŸ‘‰ Like


πŸ‘‰Vote


πŸ‘‰ Rate dan juga


πŸ‘‰ Kritsarnya author tunggu

__ADS_1


salam Maniss


Amellajj/author


__ADS_2