TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 168


__ADS_3

♡♡♡ Selamat Membaca ♡♡♡


Pagi menjelang siang itu Nayla sedang mencuci bajunya di sebuah pancuran umum yang terletak tidak jauh dari rumahnya ditemani dengan Jafar dan juga Mega temannya.


Jafar hanya duduk diatas sebuah batu sambil menunggu Nayla dan sepupunya Mega selesai mencuci.


Saat sedang asik mencuci sambil main air dari jauh nampak Fikar dan tiga orang temannya berjalan kearah mereka.


Nayla langsung buru-buru menyelesaikan mencucinya,ia malas jika harus berhadapan dengan Fikar.


"Far bantuin dong,biar cepet"pinta Nayla pada Jafar yang sudah seperti bodyguardnya.


Dengan sigap Jafar membantu Nayla membilas baju yang sudah disikat dan memerasnya.


Tanpa Nayla sadari Fikar sudah berdiri didepan pancuran dan memperhatikannya yang basah kuyup.


"Mau aku bantu Nay?"tanya Fikar basa basi.


"Gak usah,udah kelar"jawab Nayla sambil membereskan peralatan mencucinya dan segera berdiri hendak meninggalkan pancuran


"Far tolong bawain ya kerumah"pinta Nayla yang disambut dengan anggukan dan senyum lebar dari Jafar.


Mega yang melihat betapa akrabnya Nayla dan kaka sepupunya ikut tersenyum lalu segera berdiri mengikuti Nayla.


"Ayo Ga cepetan"


"Sebentar ka"


Merekapun berjalan segera menjauh dari Fikar.


Tanpa Nayla sadari Fikar mengikutinya dari belakang dan begitu dekat dengan Nayla ia langsung menarik tangan Nayla


"Ihh apa'an sih Kar,lepasin gak aku mau buru-buru pulang trus ganti baju"Nayla meronta berusaha melepaskan cengkraman Fikar dipergelangan tangannya.


"Kenapa kamu langsung pergi pas liat aku sayang,kamu takut sama aku"tanya Fikar sambil menarik Nayla dan menyandarkannya pada sebuah batang pohon kelapa.


Fikar menghimpit Nayla hingga badannya sangat dekat dengan tubuh Nayla yang masih mengenakan baju basah


"Aku udah selesai Kar,aku tuh mau pulang udah kedinginan tau"sangkal Nayla


"Oh ya...tapi aku gak liat begitu sayang,tadi dari jauh aku liat kamu bercanda sama Jafar dan Mega tapi pas ada aku malah jadi mau cepat-cepat pulang"ucap Fikar makin mendekatkan tubuhnya pada Nayla


"Ihh jangan deket-deket kenapa sih Kar,kan gak enak kalo diliat orang"ucap Nayla kesal sambil mendorong tubuh Fikar agar menjauh.


Fikar hanya tersenyum melihat tangan Nayla yang menyentuh dadanya lalu mendorongnya.


"ihh kok loe kuat banget sih udah kaya tembok aja"


"Mudah-mudahan tuh kelapa jatoh ke satu trus kena kepala loe"gerutu Nayla kesal.


Fikar hanya tersenyum mendengar umpatan yang keluar dari mulut Nayla.


"Iya..aku ngalah deh yang.."


"Nanti sore temani aku ke acara pernikahan kawan aku di kota,aku jemput jam 5 ya"bisik Fikar ditelinga Nayla


"Gak mau.."


"Lagian gw gak punya baju buat kondangan"jawab Nayla sambil mendorong Fikar sekuat tenaga.


"soal baju nanti aku beliin,jadi gak ada alesan nolak ajakan aku "ucap Fikar sambil mengelus pipi Nayla.


Naylapun menepis tangan Fikar kasar karena kesal.


"Ingat sayang aku bisa lakuin apa aja buat maksa kamu"ancam Adit sambil memainkan sebelah alisnya lalu meninggalkan Nayla yang masih kesal padanya.


Setibanya dirumah Nayla jadi uring-uringan.


"Kamu kenapa Nak?"tanya Papa Nayla yang melihat anaknya marah-marah gak jelas.

__ADS_1


"Pak..Nay mau balik aja ke Jakarta,Nay males ama tuh orang"


Papa Nayla tau orang yang dimaksud oleh putrinya hanya tersenyum.


"Pak..beliin Nay tiket dong,Nay mau tinggal diJakarta aja"ucap Nayla masih dengan nada kesal.


"Ya udah,nanti Papa beliin tiket pesawat apa bus?"tanya Papa Nay lagi


"Bus aja,sekalian jalan-jalan" jawab Nayla


"Mau kapan berangkatnya?"lanjut Papa Nayla


"Emmm....kapan ya..." Nayla nampak ragu menjawabnya


"Ya sudah kamu pikir-pikir lagi dulu,nanti kasih tau Papa kalo kamu udah yakin"ucap Papa Nayla sambil berjalan masuk kekamarnya.


"Assalam mualaikum kak Nay" terdengar suara Mega yang memanggilnya dari luar.


"Wa'alaikum salam, ada apa Ga?"tanya Nayla sambil menuruni tangga rumahnya


"Ayolah kekebun,Bang Jafar sudah nunggu disana"ajak Mega


Dengan semangat Naylapun segera memakai sendalnya dan berjalan mengikuti Mega


Sementara itu dari sela-sela jendela kamar depan rumah Nayla nampak sepasang mata itu mengikuti arah Nayla berjalan,tak lama kemudian terlihat senyumnya mengembang.


Sementara itu di kota "B" Adit masih berharap Naylanya segera kembali.


Ia menyewa sebuah ruko untuk dijadikan tempat Fitness,kebetulan posisinya bersebelahan dengan salon langganannya.


Ya..semenjak Nayla menjawab telponnya ia semakin yakin suatu saat Nayla akan kembali padanya.


Ia juga sering kesalon hanya sekedar mencuci rambut dan Facial.


Ia ingin jika nanti Nayla kembali penampilannya akan menarik kembali perhatian Nayla dan membuat gadis itu kembali mencintainya.


"Aku nunggu kamu kembali sayang"batin Adit sambil melihat satu-satunya foto Nayla yang ada di ponselnya


"Ini kan masih muda Ga kok dipetik juga sih"tanya Nayla heran


"itu enak Ka biarpun masih muda"jawab Mega


"Gimana ngupasnya Ga ini keras"Nayla berusaha menekan manggis yang masih muda dengan kedua tangannya.


Mega tertawa yang melihat Nayla kesusahan membuka kulit manggis muda itu.


"Bukan kaya gitu lah ka,itu dikupas pakai pisau nanti"ucap Mega menjelaskan


"ihh bilang dong Ga"ucap Nayla sambil tersenyum malu.


Setelah dirasa sudah banyak buah manggis yang ia petik Jafar pun turun dari pohon.


Nayla mengambil satu buah manggis yang sudah matang


"Coba tebak buah yang aku pegang ini isinya berapa?"tanya Nayla sambil menutup bawah buah manggisnya


Sambil bermain tebak-tebakan Jafar sibuk mengupas buah manggis yang masih muda di aliran air yang mengalir dengan airnya yang jernih.


Sementara itu Nayla asik memakan manggis muda yang dikupas Jafar.


Mega yang tau jika sepupunya sangat suka dengan Nayla hanya memperhatikan kebahagiaan mereka.


Sementara itu dari jauh ada sepasang mata yang nampak menahan amarahnya melihat Nayla dan Jafar.


Setelah leleah bermain di kebun akhirnya merekapun kembali.


"Nay tadi Fikar titip ini buat kamu" ucap Asnidar begitu Nayla masuk.


"Makasih bu"jawab Nayla sambil mengambil paperbag yang ibunya kasih.

__ADS_1


Seperti yang Fikar bilang jam 5 kurang 10 menit ia sudah dirumah Nayla.


Melihat Nayla yang masih belum berganti pakaian,ada sedikit amarah diwajah Fikar.


"Kenapa belum rapi kan tadi aku bilang jam 5" tanya Fikar sinis


"Aku males Kar"jawab Nayla lalu duduk didepan Fikar.


"Kalo kamu gak mau nurut sama aku,aku jamin Jafar yang akan jadi korbannya"ancam Fikar


"Jangan bawa-bawa orang lain deh Kar"


Fikar hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.


"Ya udah aku ganti baju dulu,dasar tukang maksa"ucap Nayla sambil berjalan menuju kamarnya.


Tak lama kemudian ia sudah rapi namun ia tak dandan hanya memakai bedak bayi dan lipstik warna coklat muda.


Fikar tersenyum melihat Nayla yang terlihat cantik dimatanya.


Setelah menempuh perjalanan hampir satu jam setengah samapailah mereka di acara pernilahan rekan bisnis Fikar.


"Haii bos tambang emas ku kira kau tak datang "Sapa temannya yang langsung menyalami Fikar.


Nayla hanya memasang wajah datar.


"Siapa ini Kar?manis kali pacar kau ni" ucap teman yang satunya lagi


Nayla pun tersenyum walaupun dipaksa,apalagi saat Fikar melingkarkan salah satu tangannya di pinggang Nayla.


"Jangan kaya gini Kar,aku risih"bisik Nayla


"Kita harus kelihatan kaya pasangan yang serasi sayang"bisik Fikar


Nayla yang tidak mengerti bahasa batak hanya diam,ia pun mengeluarkan ponselnya dan kembali melihat ada banyak pesan yang masuk.


Ia pun membalas satu per satu pesan yang masuk,namun tidak dengan pesan Adit.


"Maaf aku masih sebel ama kamu"ucap Nayla sambil kembali melihat foto Adit di hpnya.


Fikar yang tanpa sengaja melihat Nayla menatap foto Adit langsung marah,ia pun merampas hp Nayla dan memasukannya kedalam saku celananya.


"Eh..itu hp gw"ucap Nayla sambil berusaha mengambil hpnya dari Fikar.


"Jangan pernah menatap photo pria lain selain aku Nay"bisik Fikar ditelinga Nayla lalu ia mengecup pipi Nayla sekilas.


Nayla langsung melotot menatap marah,namun fikar malah tersenyum.


Nayla buru-buru mengapus jejak bibir Fikar di pipinya dengan tangan.


"Kurang ajar amat sih jadi cowo main nyosor aja,kalo gak karena dia mau nyakitin Jafar najis amat gw" gerutu Nayla sambil masih mengelap kasar pipinya dengan tangan.


Haii semua maaf aku rada lama upnya.


Soalnya aku lagi sedikit demam.


Maaf ya kalau masih banyak typo,


terima kasih buat yang sudah kasih Vote buat aku.


Jangan lupa tetap kasih dukungan ya buat aku dengan cara :


-Like


-Vote


-Rate dan juga


-Kritsaranya author tunggu

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/auyhor


__ADS_2