TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 175


__ADS_3

☆☆☆ Selamat Membaca ☆☆☆


Hari itu Nayla,Adit dan a'Iwan menghabiskan waktu bersama Jafar dan Mega bermain air disungai.


Nayla hanya duduk diatas sebuah batu besar sambil memainkan kakinya di air ditemani oleh Mega.


Sedangkan para kaum pria sedang asik mandi.


Nayla yang memang jarang melihat pria bertelanjang dada, ia membuang muka dan kadang membelakangi para pria itu,ia merasa malu melihatnya.


Terbesit ide jahil dipikiran Adit,ia yang tau jika gadisnya sedang malu sengaja menghampiri Nayla dan Mega.


"Yang..kamu gak ikutan mandi?"tanya Adit yang tiba-tiba sudah berada disamping Nayla.


Gadis itu pun terkejut dan terjatuh keair hingga bajunya basah.


"Adittt rese ihhh basah kan"teriak Nayla yang kesal


Adit hanya tertawa melihat mulut Nayla komat kamit.


"Ya udah sih mandi aja sekalian,kan udah basah"timpal si aa


Nayla merengut kesal


"Kenapa?takut basah ya?apa takut keliatan gunungnya kecil?"bisik Adit jahil


Wajah Nayla langsung memerah karena malu


"Adit,awas loe ya..."ancam Nayla sambil mengarahkan tangannya yang terkepal pada Adit.


Adit hanya tersenyum sambil menjauh dari gadis itu.


"Ka..disini kalau mau masuk waktu sholat jangan main di sungai,ayo kita udahan"Mega mengingatkan kebiasaan penduduk setempat.


Nayla pun menurutinya,begitu juga dengan kaum pria mereka segera menepi dan memakai kembali kaos mereka.


Merekapun segera kembali kerumah Nayla, setelah bersiap-siap akhirnya mereka harus kembali ke Jakarta.


Selepas Magrib merekapun dijemput oleh mobil travel yang akan membawa mereka ke Bandara Minangkabau di Padang.


Karena pesawat yang akan mereka naiki adalah penerbangan yang paling pagi makanya mereka berangkat malam hari dari kota Panyabungan menuju bandara.


Sepanjang perjalanan Nayla hanya tidur sambil menyandarkan kepalanya di bahu Adit.


Jam Setengah sembilan pagi merekapun sudah kembali menginjakan kakinya di Bandara Sutta.


Jam 1 siang merekapun sudah sampai kembali dirumah Adit,a'Iwan langsung pamit pulang sedangkan Nayla ditahan untuk sementara dirumah Adit.


"Aku mau pulang ah Dit,mau istirahat"rengek Nayla


"Ya udah tidur aja di kamar aku yang"


"Gak mau ahh..."tolak Nayla


"Kenapa?takut ya"ejek Adit


"em.. iya, aku takut ama kamu Dit kalo disini" jawab Nayla jujur


Adit seakan tak percaya dengan yang Nayla ucapkan,bagaimana bisa gadis itu takut padanya.


"Ya ampun yang,,aku gak akan macam-macam tenang aja"balas Adit


Nayla pun tersenyum memamerkan giginya,ia pun langsung masuk ke kamar Adit dan menguncinya.

__ADS_1


Adit yang hendak masuk mengambil baju gantinya hanya tersenyum begitu tau pintunya di kunci dari dalam.


Mungkin karena lelah Naylapun dengan cepat masuk ke alam mimpinya hingga ia tak tau kalau Adit sudah membuka pintu kamarnya memakai kunci serep.


Setelah mengambil baju gantinya Adit berjongkok didepan tempat tidurnya,ia memperhatikan wajah Nayla yang terlihat imut saat terlelap.


Aditpun mengelus pipi Nayla lalu mengecupnya sekilas sebelum akhirnya ia pun keluar dari kamar dan segera membersihkan diri.


Hari sudah sore begitu Nayla bangun,perutnya terasa lapar ia pun langsung mencari Adit.


Adit sedang membersihkan motornya saat gadis itu menghampirinya.


"Dit..aku laper"ucap Nayla malu sambil bersandar di pintu dan mengelus perutnya yang datar.


Adit hanya tersenyum melihat tingkah Nayla yang menurutnya lucu.


"Adit..."Panggil Nayla lagi namun kali ini dengan suara yang lebih kencang


"Apa sih yang"Adit pura-pura tak mendengar


"Ihhh Adit gw laperrr"kini suara Nayla sudah naik lagi satu oktaf


"Iya ...aku udah denger gak usah teriak gitu dong yang"ucap Adit sambil menutup telinganya.


"Lagian...udah tau aku laper malah ngeledek"jawab Nayla sambil memajukan bibirnya kesal.


Aditpun segera menyelesaikan kegiatannya


Ia mengecup sekilas pipi Nayla sambil berlari masuk untuk mengambil dompetnya.


"Aaddiiittttt" teriak Nayla kesal sambil memegang pipinya yang tadi di cium Adit.


"Berisik sayang...jangan teriak-teriak gitu dong"ucap Adit sambil keluar dan menaiki motornya.


Nayla pun hanya menganggukan kepalanya.


"Kamu mau makan apa yang?"tanya Adit sambil menghidupkan motornya


"Aku mau bakso tapi gak pake mie,kebab,sofel ama batagor ama jus Alpuket"jawab Nayla


"Kamu tuh makannya banyak tapi kok gak gede-gede ya beib" ucap Adit sambil tersenyum


"Biarin "jawab Nayla sambil masuk kedalam tak menghiraukan Adit.


Karena sudah sangat lapar Nayla pun berniat menggeledah kulkas Adit mencari sesuatu yang dapat ia makan.


Namun saat ia hendak membuka kulkas ia dikejutkan dengan penampakan teman Adit si bocil dan tante kunti yang sedang duduk diatas kulkas.


Karena sudah seringnya mereka mengejutkan Naylapun mulai terbiasa walaupun tetap sedikit membuat jantungnya berdebar.


"Missi tante ama bocil aku mau buka kulkas" ucap Nayla pada dua sosok yang kadang mengerjainya kalau ia sedang marah dengan Adit.


"eh...tante rambut gondrong turun dong,kalo mau turun nanti Nay potongin rambutnya mau gak"Nayla mencoba memberanikan diri berbicara pada sosok itu walaupun ia gemetar.


hi....hi....hi....


begitu mendengar suara tawanya Nayla langsung berlari keluar rumah


"Dasar hantu sompret gw lagi laper juga bukannya minggir malah ngetawain,emang dia pikir gw berani apa" gerutu Nayla sambil kembali mengatur nafanya yang senen kamis karena berlari tadi.


Tanpa Nayla sadari sosok itu sudah berada disampingnya.


Karena merasa ada yang berdiri Naylapun langsung melihat dan karena kaget Naylapun terjatuh ke aspal dan alhasil tanggannya pun terluka.

__ADS_1


"Dasar hantu gak ada perasaan udah tau gw takut pake nyamperin,udah ke duduk yang manis diatas kulkas sana"maki Nayla pada sosok yang menertawainya


Tak lama kemudian hantu itupun menghilang bersamaan dengan datangnya Adit.


"Loh beib ngapain kamu duduk di jalan gitu"tanya Adit sambil tersenyum


"ihh piara'an ama tuannya sama aja ya"ucap Nayla kesal


"aku kan cuma nanya yang,kok malah marah sih"Adit mengulurkan tangannya berniat membantu Nayla berdiri.


Entah disengaja atau tidak justru Adit malah ikut menibani Nayla yang kembali terjatuh.


"Aduhhh gimana sih Dit malah nibanin aku,badan kamu kan gede mejret deh gw"gerutu Nayla makin kesal.


Adit bukannya bangun ia malah sengaja berlama-lama berada diatas badan Nayla,walaupun ia menahan tubuhnya dengan tangannya


"ih...bukannya bangun berat tau..."Nayla berusaha mendorong tubuh Adit.


"panggil aku Sayang dulu baru aku bangun"ucap Adit semakin menggoda Nayla


"Gak mau ah,ishh awas Dit"Nayla makin mendorong tubuh Adit namun yang ada malah Adit sengaja menghimpit tubuh Nayla


"Ayo cepet panggil aku sayang dulu baru aku mau bangun" pinta Adit mulai tak sabaran.


Naylapun membuang muka samping sambil memaki Adit.


Adit yang melihat tingkah Nayla malah semakin sengaja mendekatkan wajahnya


"Aku hitung sampe tiga nih"


"Satu...."


" Dua....."


"Ti....."


"iya..aku ngalah"


Nayla menarik nafas dalam


"Adit Sayang ayo dong bangun,berat nih..."ucap Nayla lembut tapi dibuat-buat


Aditpun langsung bangun dan tersenyum puas.


"ayo aku bantu bangun beib" Adit kembali mengulurkan tangannya hendak membantu Nayla.


Nayla mengacuhkan niat baik Adit, ia pun segera bangun sebelum akal licik Adit kembali mengerjainya.


Adit pun tersenyum lalu mengikuti Nayla masuk.


**Haiii semua maaf ya author telat up nya soalnya lagi sedikit Flu.


Biar authornya tetap semangat jangan lupa tap tanda**


- **Like


-Vote


-Rate dan juga


- Kritsarnya aku tunggu


Salam maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2