TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 106


__ADS_3

\=\=\= Happy Reading \=\=\=


Malam itu Nayla tidur sangat nyenyak mungkin ia sangat lelah naik motor seharian.


"oaaammm"Nayla menguap,sebenarnya ia sudah bangun sejak mendengar azan subuh tadi tapi ia malas untuk beranjak dari kasurnya.


Ia merasakan badannya sakit semua.


"Nay ...Nayla bangun nak udah subuh"teriak mama dari balik pintu


"Nay udah bangun mah"jawab Nayla dari dalam kamar


Mama Nayla mengerutkan keningnya saat melihat jam sudah menunjukan diangka 6 namun Nayla belum juga turun.


"isshh anak ini ya"gerutu mama lalu menaiki tangga menuju kamar Nayla


"Nay...kamu gak kerja,udah jam 6 lewat loh"tanpa aba-aba mama membuka pintu kamar Nayla dan melihat putrinya masih berada dalam selimutnya.


"Nay...kamu gak kerja?"tanya mama lembut sambil duduk disisi ranjang dan menyentuh dahi Nayla "cuma anget,gak demam"guman mama


"Nay gak kerja dulu ah mah,badan Nay sakit semua"ucap Nayla dan mamapun menganggukinya.


Mama lalu keluar untuk mengambil sarapan untuk Nayla.


"Nih sarapan dulu abis itu istirahat lagi"perintah mama sambil menyodorkan semangkok lontong sayur kesukaan Nayla.


"mah tar kalo ada tukang jamu panggilin ya"pinta Nayla


"iya,emang mau beli jamu apa?" tanya Mama sambil memperhatikan Nayla yang asik mencelupkan kerupuk kedalam kuah lontong


"jamu pegel linu mah,badan Nay kaya remuk pada sakit semua"jawab Nayla dengan mulut penuh.


Naylapun menghabiskan makanannya lalu mengambil ponselnya dan menelfon Dian untuk minta ijin hari ini tidak bisa masuk kerja,setelah menelfon Dian,Naylapun segera menuju kamar mandi dan membersihkan diri.


Setelah Mandi Nayla pun mengambil ponselnya dan melihat-lihat status wa,ia pun membaca SW Dewa yang berisikan


"mengenalmu suatu berkah untukku


memilikimu itu inginku


namun takdir tak berpihak pada kita

__ADS_1


Aku sudah meminta pada Tuhan


untuk menjadikanmu pendampingku


namun apa daya kita tak bisa bersama"


Entah kenapa tiba-tiba Nayla merasa sedih membaca status dari Dewa "aku juga belum bisa move on dari kamu wa" batin Nayla


"kenapa statusnya begitu wa" send centang dua dan langsung dibaca oleh Dewa


👨 "aku masih sering inget kamu"


👩 "Sama"


👨 "kamu kan udah punya pengganti aku"


👩 "cuma pelarian aja wa,tapi perasaan


aku masih buat kamu"


Dewa tak membalas lagi chat dari Nayla, ia melihat jam dan ternyata sudah jam 8 waktunya kerja.


"selamat bekerja sayang,miss u" pesan terkirim namun kali ini masih centang 2 dan masih warna hitam.


Nayla terbangun dari tidur siangnya karena ia bermimpi yang cukup membuatnya merasa takut.


Dalam mimpi itu ia melihat rumahnya begitu ramai entah ada acara apa dan yang membuatnya tambah bingung kenapa ia harus naik mobil ambulance untuk pulang kerumahnya.


Masih terduduk diatas kasurnya,ia mencoba mencerna makna dari mimpinya.


Memang benar sih sebentar lagi rumahnya akan ramai karena acara pernikahan Tia adiknya.


"woi...ngelamun"Susi masuk tanpa memberi salam dan langsung mengngagetkan Nayla yang termenung.


"masuk kamar orang tuh kasih salam napa"protes Nayla


Susi hanya tertawa mendengar celetukan Nayla


"judes loe tuh ya gak pernah berkurang kadarnya" ucap Susi tanpa melihat kearah Nayla


"biarin,mau ngapain loe kesini"

__ADS_1


"rujakan yuk" ajak Susi sambil menunjuk pohon mangga Nayla yang sudah terdapat mangga yang masih mengkal.


"modal dong"


"udah,ni gw bawa gula merah ama garem"tunjuk Susi pada kantong plastik yang ia bawa.


"cuma modal gula merah separo ama garem doang" Nayla melotot melihat kantong yang dipegang oleh temannya itu


"iya lah kan mangganya ambil dipohon loe,jambu airnya minta sama bu Ida tuh,trus belimbingnya minta juga ama mama Ina,jadi kan"


Nayla hanya menepuk jidatnya


"kenapa loe?'tanya Susi yang melihat Nayla


"dasar korun melintir jahe loe"


Susi yang tak mengerti dengan bahasa yang Nayla ucapkan menatap Nayla bingung


"apa?"


"loe tadi ngonong apa sih,gw gak ngerti" tanya Susi yang penasaran


"loe pelitnya keterlaluan tau"jawab Nayla masih tak beranjak dari atas tempat tidurnya


"bodo"jawab Susi singkat sambil terkekeh geli.


Akhirnya dengan malas Susi dan Naylapun jadi ngerujak dengan bahan serba minta.


"udah jadi ni juragan" Ucap Susi setelah sambal rujak bumbu kacang yang ia buat selesai


Awalnya memang Nayla malas untuk rujakan namun setelah beberapa kali memakan mangga dan jambu akhirnya ia keenakan dan dalam sekejap rujak itupun habis namun karena bumbunya masih ada mereka memebeli kerupuk dan memakannya dengan sambal sisa rujak tadi.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Haiii para reader sebelumnya author mohon maaf karena beberapa minggu ini jarang up dikarenakan memang kesehatan author yang belum fit.


Terima kasih juga sudah mau mampir dikaryaku yang receh dan banyak typo.


Jangan lupa beri dukungan buat author dengan cara Like,vote dan juga kritsarnya author tunggu


Salam Maniees

__ADS_1


Amellajj/Author


__ADS_2