
🌻🌻🌻Happy Reading🌻🌻🌻
Sore pun tiba, Nayla sudah selesai mandi dan kini ia sedang asik menikmati gorengan sambil minum kopi susu di teras depan bersama keluarga Adit.
"A kapan kita balik ke rumah kita?" tanya Nayla sambil mengunyah satu buah bala-bala yang masih hangat.
"Kenapa mangnya yang?"
"Nanti aku boleh ikut kursus bikin kue gak?"tanya Nayla lagi
"Masak air aja gosong beib" jawab Adit sambil tersenyum mengejek
"Seriuss nih babang"
"Iya boleh yang penting jangan lirik cowo lain aja"
"Whatttt aku kan kursus bikin kue Dit yang pasti cewe semua lah" jawab Nayla kesal
"Iya aku bolehin kok yang kl kursus masak sih kan buat aku juga nantinya" balas Adit sambil mengelus rambut Nayla.
"Kalo aku potong rambut, boleh gak?"
"Gakk" jawab Adit cepat
"Emang napa sih kalo aku bondolin,gerah tau Dit kalo panjang"
"Kalo potong dikit boleh yang, tapi kalo bondol gak"
Saat mereka sedang asik bersendak gurau tiba-tiba ada tamu.
Dan alangkah terkejutnya Nayla saat melihat siapa yang datang.
"Assalam mualaikum" terdengar suara yang tak asing buat Nayla, ia pun melihat ke asal suara.
Ayah Ina ternyata yang datang berkunjung.
Awalnya Nayla mengira Ina tak ikut namun ternyata dugaannya salah wajah Ina tiba-tiba saja muncul dari balik punggung Ayahnya.
Setelah beralaman merekapun duduk, Lilis langsung masuk untuk membuatkan minum.
"Aa Adit gimana kabarnya, Ina denger katanya kena tusuk ya" ucap Ina berbasa basi.
"Iya Na, tapi sekarang udah mau sembuh kok" jawab Adit sambil tersenyum.
Nayla yang tiba-tiba merasa tak nyaman langsung melirik kearah Adit.
Adit pun mengerti apa yang ada dalam pikiran Nayla, ia mengambil tangan Nayla dan menggenggamnya mencoba memeberi ketenangan.
"Kamu gimana kabarnya Na?" tanya Adit
"Alhamduliillah aku udah baik Aa" jawab Ina sambil menunduk.
Nayla menatap Ina seakan tidak suka, Adit yang tau jika Nayla sedang cemburu hanya tersenyum, tiba-tiba saja muncul niat jahil Adit untuk mengerjai Nayla.
Ia asik berbicara dengan Ina dalam bahasa sunda sementara Nayla hanya diam karena ia tak terlalu bisa bahasa sunda.
"ishh kenapa jadi aku di cuekin sihhh" gerutu Nayla dalam hati.
"Maaf semua aku ngantuk, aku duluan ya" pamit Nayla yang langsung masuk tanpa menunggu jawaban dari Adit.
"Teh Nay..mau Lilis temenin" Lilis yang melihat Nayla sedang kasal mencoba menemani Nayla.
Namun Nayla menolak dengan alasan ingin segera tidur karena mengantuk.
Dengan langkah sedikit dihentakan karena kesal Naylapun langsung masuk kedalam kamar dan menguncinya dari dalam.
Adit yang tau Nayla kesal akhirnya tersenyum karena berhasil mengerjai istrinya.
__ADS_1
"Hari ini kamu tidur di luar ya Dit..." ucap Nayla sambil merebahkan diri dikasur lalu menarik selimutnya.
Entah karena mengantuk atau karena kesal akhirnya Naylapun terlelap.
Setelah Ina dan Ayahnya pamit pulang Aditpun langsung masuk kedalam berniat menenangkan Nayla.
Namun di luar dugaan saat ia hendak membuka pintu ternyata terkunci.
tok..tok...
"Nayla...Nay..."
"Buka pintunya dong"
tok...tok...
"Nayla...sayang buka dong pintunya aku dah ngantuk nih" ucap Adit dari balik pintu
Sementara itu didalam kamar Nayla masih terlelap ia sama sekali tak mendengar suara Adit yang sedari tadi memanggil namanya.
"Apa dia udah tidur ya??" pikir Adit..
"Lah..kalo dia udah tidur masa aku tidur diluar sih..." gumam Adit sambil menggaruk kepalanya yang tidal gatal.
Aditpun mengambil kunci cadangan kamarnya.
Setelah berusaha berkali-kali kunci tidak dapat masuk karena Nayla tidak melepas anak kunci dari gagangnya.
"Ya ampun Nay...masa aku tidur di luar sihh..." ucap Adit sambil terus berusaha mendorong anak kunci yang masih menepel di gagangnya itu terjatuh dan ia bisa membuka pintu.
Lilis dan kedua orang tua Adit hanya tersenyum melihat Adit yang tak bisa masuk kamar.
"Kasian amat si aa masa iya tidur di bangku" ejek Lilis pada kakanya.
"Gak lah Lis liat aja aa pasti bisa buka tuh pintu" ujar Adit lalu ia mengambil obeng dan beberapa peralatan untuk membuka baut pintu.
Adit langsung menutup pintu dan mengganjalnya dengan meja agar tidak terbuka.
Sedangkan Nayla si pembuat ulah nampak asik terlelap tanpa merasa terusik sedikitpun oleh kebisingan yang Adit buat saat membuka paksa pintu.
"Mimpi apa sih kamu yang sampe gak bangun segini berisiknya" ujar Adit sambil mencium pipi Nayla dan berharap gadis itu bangun
Adit terus mencium wajah dan leher Nayla namun Nayla tetap tak mau bangun juga hanya sesekali ia merubah posisi tidurnya dan kini ia menghadap ke arah Adit.
Adit mendekap erat tubuh Nayla dan tak lama kemudian ia pun terlelap.
Sementara itu disel Anto dan beberapa tahanan sudah berhasil menaiki plapon dan membuka beberapa genteng untuk mereka melarikan diri.
Saat di bawah terlihat ada orang merekapun langsung menunduk agar tak terlihat.
Saat dirasa aman merekapun segera meloncat dan kini mereka sudah berada di luar tembok kantor polisi merekapun langsung berlari sejauh mungkin menjauh dari kantor polisi agar tak tertangkap lagi.
Anto yang memang notabennya mempunyai beberapa anak buah langsung menelpon anak buahnya minta dijemput.
Dan kini ia berada di sebuah rumah yang tak begitu besar yang jauh dari rumahnya.
"Mungkin mereka saat ini sedang mencariku, lebih baik aku bersembunyi disini dulu sambil menyusun rencana, Nayla tunggu saja sayang aku akan menjemputmu jika waktunya tiba" Ucap Anto sambil meremas bungkus rokok yang yang sedang ia pegang.
Pagipun tiba suara kokokan ayam tetangga membuat Nayla mulai mengerjapkan mata, ia merasakan tak bisa bergerak karena terhimpit oleh sesuatu dibelakngnya.
Naylapun membuka mata dan pemandangan pertama yang ia lihat adalah dada suaminya yang sedikit ditumbuhi bulu halus lalu melihat tangan Adit yang melingkar di pinggangnya.
Nayla tidak langsung bangun, ia memcoba mengingat kejadian semalam.
"Semalam kan gak ada apa-apan, perasaan aku kunci'in dia deh, tapi kok tau-tau udah meluk aku sihh, ngapain juga dia gak pake baju" gumam Nayla yang tanpa sadar memainkan bulu-bulu di dada Adit.
Ia mengelus lembut bulu-bulu dada Adit dan terkadang ia mencabutnya satu dan hal itu berhasil membuat Adit harus terbangun dari tidurnya.
__ADS_1
Alangkah terkejutnya Nayla saat tangannya yang hendak mencabut kembali satu bulu dada Adit langsung ditangkap oleh yang punya.
"he..he..kamu udah bangun Dit" Cengiran tanpa dosa mengembang begitu saja dari bibir Nayla.
"Kenapa emangnya? sakit tau Nay" Adit mendekap Nayla semakin erat.
"Apanya yang sakit sih, aku kan cuma cabut satu aja Dit, itu masih banyak ko...emmm"
Adit langsung mencium bibir Nayla hingga membuat Nayla tak dapat melanjutkan kata-katanya lagi.
"Kita bikin dede ya Nay.." bisik Adit
"A...." belum sempat Nayla menjawab Adit kembali mecium bibirnya
Kali ini Nayla hanya bisa pasrah apa pun yang akan Adit lakukan padanya, mungkin sudah waktunya ia menjadi milik Adit seutuhnya.
"Kamu udah iklas Nay..." bisik Adit dengan nafas yang sudah teramat berat.
Nayla hanya mengangukan kepalanya bertanda ia sudah siap.
Adit pun tersenyum dan kembali mencium bibir Nayla, lalu keleher dan meninggalkan tanda-tanda merah kecil di beberapa tempat.
Tangan Aditpun tak tinggal diam, tangannya menelusup masuk kedalam baju tidur Nayla dan meremas sesuatu yang selalu dibilangnya kecil.
"A....Adit...jangan dibejek, sakit...."
"Aku pelan-pelan sayang..." bisik Adit lalu mengecup telinga Nayla
Aditpun mulai menanggalkan satu per satu baju yang Nayla pakai begitupun dengannya hingga hanya meninggalkan pakaian dalam saja...
Adit pun mulai mencium bukit kecil milik Nayla.
"Ad..."
" sssst mending kamu diem aja yang..." tangan Adit langsung menutup bibir Nayla agar tak bersuara.
karena kesal Nayla mengigit tangan Adit yang menepel dimulutnya.
" Aaww Nay kok digigit sihh" protes Adit
Aditpun melanjutkan aksinya ia asik bermain didada kecil sang istri.
tok...tok...
" Aa....Adit, aa eta aya kang Dedi"
Suara ketukan di pintu dan suara Lilis langsung menghentikan aktifitas Adit yang sudah mulai memanas.
Dengan kesal ia pun berguling kesamping lalu duduk.
" Ihh ngapain sih si Dedi jam segini udah kesini" gerutu Adit yang langsung memakai kembali pakaiannya dengan kesal.
Yes...yess
Nayla sangat senang akhirnya ia bebas dari kungkungan suaminya.
Tanpa menunggu lagi ia pun langsung ikut memakai baju nya yang tadi di copot paksa oleh Adit.
**Pass 1300 kata ni
udah dulu ya upnya lanjut besok lagi
Buat Adit yang sabar ya gagal lagi MP nya ha...ha ..ha buat yang nunggu mp Adit maaf ya ....
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat Authot yang imut ini ya biar semangat akuhhhnya.
Salam Maniss
__ADS_1
Amellajj/authorr imut**