TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 241


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Pagi itu cuaca sangat cerah, setelah sarapan pagi bersama Adit segera bersiap-siap untuk kembali kerumahnya.


Lilis sudah mengeluarkan dan membawa semua barang-barang mereka sedangkan Adit menatanya di bagasi mobil.


Nayla sedang berbincang-bincang dengan Pak Ahmad.


Nayla melirik kucing yang biasa menemaninya bermain.


"Puss kamu kenapa? kamu sedih ya aku pulang, tenang aja meong kamu ikut kok" ucap Nayla sambil mengelus bulunya.


Meong..


Meong..


Nayla menggendong kucing yang di beri nama si putih lalu mendekati pak Ahmad.


"Pak..kucing ini boleh Nay bawa?" tanyanya


"Boleh Nay..dia akan jaga kamu" ujar Pak Ahmad


"Makasih Pak, tuh pus kamu boleh ikut" Nayla tersenyum sambil mencium si putih.


Nayla kembali menatap danau yang terpampang indah didepan matanya


"Gak usah sedih gitu sayang minggu depan kita kesini lagi kok" Adit langsung melingkarkan tangannya dipinggang Nyala


"Ihh kamu mah ngagetin aja sihh"


"Kayanya kamu lebih perhatian sama si putih dari pada aku sekarang"


"Dihh masa cemburu sama kucing sih Dit" Nayla tertawa sambil melihat wajah suaminya yang cemberut.


"Gak apa-apa , emang aku cemburu sama si putih itu kan faktanya" ujar Adit makin mengeratkan dekapannya.


"Adit.. pinggang aku tar makin meciut digituin" Nayla memukul tangan Adit yang melingkar di pinggangnya.


"udah belom liatin danaunya, kalau udah puas kita pulang nih" Adit melepaskan tangannya dari pinggang Nayla.


"Aku kaya ada yang liatin Dit" bisik Nayla pelan


"Idihh Nay ini tuh pagi menjelang siang hantunya masih pada bobo abis begadang" Adit tak menganggap serius ucapan Nayla.


Adit menarik tangan Nayla menuju mobil.


"Kita pamit dulu ya sama Pak Ahmad" Adit memapah Nayla menuju ruang tengah dimana Pak Ahmad sedang menunggu.


"Sebentar ya Nay obatnya lagi diracik sama Najwa" Pak Ahmad meneguk kopi hitam yang sudah dingin hingga tandas.


"Nay..pesen Bapak kalo kamu liat sesuatu yang aneh itu jangan di ikutin"


"Tadi malam ngapain kamu coba di bawah pohon mangga" tanya Pak Ahmad sambil tersenyum


"Oh.. itu .."


"Tadi malem ada yang manggil Nay suaranya aluss bangett" tutur Nayla


"Pak..si putih juga bukan kucing biasakan, Nay tau Bapak ngerti sesuatu tapi gak mau bilang" ucap Nayla


Pak Ahmad pun tersenyum "Kamu tau aja Nay"


" Nay ngerasa Pak tapi Nay gak tau waujudnya dia apa, tapi gak apa-apa sih lucu dan baik ini" lanjut Nayla sambil memainkan bulu si putih.


"Pak ..Nay ngerasa ada yang liatin terus sihh"


"Gak apa-apa dia cuma liat aja gak ganggu"


Setelah berpamitan Aditpun menggendong Nayla menuju mobil.


Awalnya Nayla menolak namun Adit pura-pura tak mendengar.

__ADS_1


"Aa aku bisa jalan sendiri.." Nayla memukul dada Adit pelan


"Jangan banyak bergerak dong Nay berat tau" canda Adit


"Emang siapa yang minta di bopong aku udah kaya orang sakit aja sihh" protes Nayla kesal.


"Dihh gak nyadar emangnya, kan kamu emangnya sakit sayang"ujar Adit gemas


Setelah meletakan Nayla di jok depan dan memasangkan sabuk pengaman Adit mengecek semuanya setelah dirasa sudah siap perlahan mobilpun mulai melaju menuruni perbukitan dan ketika sampai didepan pintu gerbang Danau Situ Cilengkong Nayla kembali melihat penampakan wanita cantik dan dua harimau berdiri disisi jalan wanita itu tersenyum saat mobil yang mereka tumpangi melintas didepan mereka.


"Dadah nyai sampai ketemu lagi" Nayla melambaikan tangannya sambil tersenyum kearah sisi jalan dimana wanita itu berdiri.


Akhirnya mobil merekapun menjauh dari situ.


Saat memasuki kota ciamis mobil berhenti sebentar untuk istirahat.


"Aaaawww aduhh ...." Nayla mendesis merasakan nyeri di kakinya yang sakit.


"Kamu kenapa sayang.." Adit nampak panik saat melihat wajah Nayla yang kesakitan.


"Saakit banget Dit kaki aku..aduhhh...." ringis Nayla.


Aditpun langsung memindahkan Nayla di jok tengah agar kakinya bisa luruskan.


"Aaahh...aduhh sakiit Dit.." Nayla meremas bahu Adit


"Sayang jangan maen bejek aja dong sakit tau" Adit meringis saat tangan Nayla meremas bahunya.


"Aduhh... aa sakit bangett aku gak kuat..." Nayla akhirnya pun menangis.


Adit mengipas-kipas kaki Nayla dengan maksud meringankan rasa sakitnya.


Aditpun langsung menelfon Pak Ahmad setelah beberapa kali mencoba akhirnya tersambung juga.


Aditpun menceritakan apa yang Nayla alami.


Setelah beberapa menit berbicara lewat sambungan telp akhirnya Aditpun mengakhirinya.


"Sayang kata Pak Ahmad gak apa-apa itu reaksi dari obat yang tadi Pak Ahmad balurin di kaki kamu" Adit menatap iba pada Isrinya yang kini tertidur setelah menahan sakit.


"Lis kamu jagain ya, kita jalan lagi"


"Iya a" jawab Lilis


"Yang sabar atuh teh Nay..."


"Semoga setelah ini teteh sama aa hidup bahagia" ucap Lilis sambil terus mengipasi kaki Nayla.


Akhirnya merekapun tiba dirumah Adit.


Orang tua Adit menyambut bahagia kedatangan mereka.


Melihat Nayla yang masih tertidur akhirnya Adit kembali membopong Nayla turun dari mobil menuju kamar mereka.


Dengan sangat hati-hati Adit meletakan tubuh Nayla diatas kasur.


Setelah meletakan Nayla di kamar Aditpun keluar dan membantu Lilis menurunkan barang bawa'an mereka.


Nayla mengerjapkan mata perlahan.


"Ihh udah nyampe, kok Adit gak bangunin aku sih" Nayla langsung turun dari tempat tidur.


Dengan perlahan ia berjalan keluar mencari Adit.


"Kok sepi amat sih, pada kemana sih" Nayla berbicara sendiri sambil menelusuri satu persatu ruangan mencari keberadaan Adit.


"Aa ...Liliss" teriak Nayla


tak ada jawaban akhirnya Naylapun keluar dan duduk diteras.


Baru saja ia mendaratkan bokongnya di bangku matanya melihat sosok wanita cantik sedang berdiri diantara tanaman bunga.

__ADS_1


"Itu cewe siapa ya, perasaan baru liat" batin Nayla


"Kenapa ni rumah sepi amat sihh, kok aku merinding sihh"


Nayla langsung berdiri, senyumnya langsung mengembang saat melihat Lilis baru saja membuka pintu pagar.


"Lilis dari mana aja sihh" tanya Nayla tak sabaran


"Teh Nay udah bangun, tadi aku lagi beli cemilan ni ada gehu anget teh" Lilis langsung membuka bungkusan yang ia bawa.


"Lis..si putih mana" tiba-tiba Nayla teringat dengan kucing lucunya.


"Itu dia teh, si aa dari tadi tuh lagi nyariin tapi belom ketemu" ucap Lilis dengan sangat hati-hati agar tak menyinggung perasaan Nayla yang sedang sensitif.


Nayla hanya diam, ia mencoba mengingat saat berhenti tadi ia tak melihat si putih.


"Masa iya si putih tiba-tiba ilang sih" pikir Nayla


"Trus si aa nya mana Lis?"tanya Nayla


"Gak tau teh Nay ..."jawab Lilis singkat


"Lis aku mau teh pait anget dong" pinta Nayla pada Lilis yang langsung menuju dapur.


Sesaat kemudian Lilis kembali membawa yang Nayla pinta.


"Lis ..itu cewe siapa sih cantik amat" tanya Nayla sambil menunjuk pada kumpulan pot-pot bunga.


"Mana ada orang disana teh, jangan sok ngaco sih.."


"Tapi..." Nayla langsung menghentikan ucapannya ketika ia menyadari bisa saja yang ia lihat mahluk tak kasat mata yang tak dapat Lilis lihat.


"Sayang kamu dah bangun, masih sakit gak kakinya" tanya Adit yang tiba-tiba saja muncul dari samping rumah.


"Adit kamu disitu.." tanya Nayla bingung


"Iya aku tadi lagi nyari si putih di samping tapi gak ada sayang.."


"Kamu gak marah kan.." tanya Adit ragu takut jika Nayla marah.


"Aku gak marah kok mungkin dia kembali keasalnya" jawab Nayla diluar dugaan.


"Maksud kamu apa sayang?"tanya Adit tak mengerti


"Si putih bukan kucing biasa Dit, mungkin dia balik lagi keasalnya" ucap Nayla sambil memakan satu buah cireng.


"Oh...syukur lah aku kira dia ilang, aku sih takut kamu marah aja yang" ucap Adit jujur.


"Apa??? kamu takut sama aku ya Dit"


ha...ha..


Nayla tertawa mendengar pengakuan Adit.


"Iya aku emang takut kamu marah yang, karenabaku cinta banget sama kamu makanya aku gak mau kamu marah" ucap Adit yang langsung memeluk Nayla


Seketika itu juga Nayla langsung terdiam sambil mengigit cireng


"Ihh jangan gini dong Dit aku gak bisa makan nih aku kan lagi laper" Ujar Nayla beralasan.


Adit pun langsung melepas pelukannya, "aku sayang banget sama kamu Nay"


"Iya aku tau, udah ahh sana" Nayla mendorong Adit sedikit menjauhh


"Ishh kamu mah gak romantis Nay" gerutu Adit pura-pura kesal.


Lilis hanya tertawa melihat kedua sejoli didepannya.


**Haallo semua segini dulu ya buat hari ini maaf author masih jarang up karena kondisi yang masih kurang fit.


Vote dan like jangan lupa biar aku tambah semangat.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/authorr**


__ADS_2