TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 242


__ADS_3

🌿🌿🌿 SELAMAT MEMBACA 🌿🌿🌿


Pagi yang sangat cerah, Nayla sedang berjemur di depan rumah sambil memperhatikan bunga-bunga yang sudah mulai bermekaran.


Ada bunga mawar merah, melati lalu ia ingat anak buahnya dulu ada yang suka makan bunga.


Naylapun memetik selembar bunga mawar dan satu buah melati.


Ueekkk ...puihh....


Nayla langsung membuang kembali bunga yang ia makan.


"Ishh katanya enak..apa'an " Nayla membersihkan lidahnya dengan tangannya.


Adit yang melihat apa yang Nayla lakukan hanya tersenyum.


Lalu Nayla menghampiri sebuah bunga yang berwarna kuning cerah.


Ia memetik satu buah bunganya lalu menghirup aromanya


Uueekkk


"Ini kembang apa sih kok baunya kaya gini"Nayla langsung membuang bunga yang tadi ia petik.


Adit yang sedang duduk akhirnya pun beranjak dan menghampiri Nayla.


"Kenapa yang?" tanya Adit


"Itu kembang apa sih Dit kok baunya gitu.." tunjuk Nayla pada bunga yang tadi ia buang.


"Oh...itu kembang tahi ayam Nay.." ujar Adit


"Apa namanya? tahi ayam?" ulang Nayla


"Iya.."


" Kenapa? " tanya Adit sambil mengerutkan dahinya


"Pantesan aja baunya gitu.."gerutu Nayla


"Gitu gimana sih yang" tanya Adit malah menggoda Nayla


"Ya bau kotoran ayam lah Dit ishh" jawab Nayla kesal.


Aditpun tertawa mendengar ucapan Nayla yang memaki bunga berwarna kuning itu.


"Udah sih jangan marah kita sarapan yuk" Adit menarik lembut tangan Nayla dan menyuruh Nayla untuk duduk menunggunya sementara ia mengambil sarapan untuk Nayla didapur.


Aditpun membawa sepiring makanan penuh dengan nasi dan lauknya.


"Banyak amat sih Dit" protes Nayla saat melihat isi piring


"Kita makan sepiring berdua sayang"


"Kamu aku suapain aja ya, aaaaa..."


satu sendok nasi dan lauknya sudah mendarat didepan mulut Nayla yang masih tertutup.


"Ihh Nay..pegel tau.." Adit pun menaruh kembali sendoknya.


"Aku mau makan sendiri Dit gak usah disuapin, gak apa-apa sepiring berdua tapi sendoknya satu satu "


"Kenapa emangnya?" tanya Adit memancing Nayla.


"emmm...gak apa-apa sih" jawab Nayla sambil tersenyum


"Aku tau kamu mikirnya apa sayang, ni otak jangan mikir kesana mulu" Adit meyentil dahi Nayla sambil tersenyum.


"Ishh sakit Dit" Nayla memajukan sedikit bibirnya.

__ADS_1


"Maaf sayang, sakit ya" Adit mengelus dahi Nayla yang tadi ia sentil.


Setelah makan selesai Aditpun membawa Nayla jalan-jalan sesuai anjuran Pak Ahmad.


Kini mereka berada dipinggiran sawah, Nayla duduk dipinggir saluran irigasi sambil kakinya menyentuh air.


Ia asik memainkan air, sedang Adit asik mencari tutut atau keong kecil yang banyak terdapat dipinggiran sawah.


"Ditt itu banyak ikan cere ayo tangkep dong" titah Nayla yang kegirangan


"Gak usah Nay kalo mau kita bisa ambil di empang"


"Oh iya kamu kan juragan empang ya aku lupa"


Adit hanya tersenyum mendengar celotehan Nayla.


"Urip sun lagi ketiban lintang


gemerlap cahaya sinare terang


dasar nasib sun lagi kaberan


di demenin ning juragan empang"


Nayla langsung bersenandung lagu juragan empang.


Adit tersenyum mendengar Nayla yang bernyayi dengan suara falsnya.


"Sayang tar ikannya pada mati tuh dengerin suara kamu" ejek Adit sambil membersihkan tutut yang ia dapat tadi.


"Biarin aja" jawab Nayla kembali dalam mode manjanya.


"Adit..itu anaknya keong kenapa diambilin sih kan kasian ibunya nyariin anak-anaknya"


Tawa Adit langsung pecah mendengar ucapan Nayla.


"Ehh..kok malah ketawa sih, aku salah ya?" tanya Nayla dengan wajah polosnya sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


"Ya kan tar ibunya tinggal manggil nama anaknya" jawab Nayla tak mau kalah


"Lah..emang tutut pake nama ya" Aditpun tak mau kalah


"Adalah tapi pake bahasa mereka" lanjut Nayla masih dalam mode ngotot


"Bahasanya gimana Nay? emang kamu tau bahasanya" tanya Adit yang penasaran dengan jawaban Nayla.


"Enggak" Nayla menggelengkan kepalanya


Henbusan angin yang kencang membuat rambut Nayla berterbangan.


"Sayang ayo pulang udah mulai tinggi tuh mataharinya" Adit membantu Nayla berdiri.


"Aaawww sakit Dit, jangan dilepas dulu tar aku jatoh" pinta Nayla saat kakinya yang sakit dipaksa untuk menopang beban tubuhnya.


"Bilang aja kamu mau aku peluk sayang"bisik Adit jahil.


"Aaww...sakit Nay" Adit meringis karena Nayla mengigit bahunya.


"Mau aku gigit lagi?aku tuh beneran sakit Aditya" ucap Nayla sambil menaikan sedikit wajahnya agar dapat menatap wajah suaminya.


"Iya maaf sayang lagian kamu bikin aku gemes banget sihh, aku gendong aja" Adit langsung membungkuk hendak menggendong Nayla.


"Ehh..gak mau..kita jalan aja pelan-pelan" tolak Nayla.


"Ya sudah kalau gitu...mari tuan putri.." Adit membiarkan Nayla mencari posisi yang nyaman untuknya berpegangan.


Dengan sangat hati-hati mereka menyusuri pinggiran sawah sambil bergandengan tangan.


Begitu tiba dirumah Adit langsung menyuruh Lilis untuk memasak tutut yang ia bawa.

__ADS_1


Sementara menunggu matang mereka membersihkan diri lalu istirahat dikamar.


Ayah dan Ibu Adit pun sudah kembali dari kota.


Hari ini seluruh keluarga Adit berkumpul semua.


Saat mereka sedang menikmati tutut yang masih hangat Nayla hanya diam.


"Kamu kenapa Nay.." tanya ibu Adit yang dari tadi memperhatikan Nayla hanya diam sementara yang lain sudah sibuk memakan tutut.


"Gak apa-apa bu, Nay cuma kangen suasana kaya gini dulu" jawab Nayla dengan wajah yang tertunduk sedih.


"Jangan gitu sayang nanti kalau kamu udah sembuh kita pulang trus jiarah ya" ucap Adit


"Iya.."jawab Nayla pelan.


"Sini aku suapin" Aditpun langsung mengeluarkan isi tutut dengan menggunakan tusuk gigi lalu menyuapi Nayla.


"Aku besok kalo punya suami mau yang kaya si aa, perhatian dan sayang banget sama istri" celetuk Lilis.


uhukk...uhukk


Nayla langsung tersendak


"Kamu kenapa sayang, pelan-pelan dong" Adit langsung memberikan segelas air yang langsung diminum oleh Nayla.


"Kamu salah Lis, aa kamu mah waktu pacaran tuh selingkuh mulu" ucap Nayla


Adit hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.


"Kamu lupa ya yang, kan prinsip aku tuh pacaran boleh selingkuh tapi kalo udah nikah ya gak lah" ucap Adit membela diri.


"Aku tuh mau nikah ama kamu aja susah Nay, ini aja karena kamu aku paksa kan" ucap Adit mengingatkan


Nayla tak menjawab ucapan Adit, tatapan matanya lurus kearah tanaman bunga didepannya.


"Cewe itu siapa sih Dit, dari kemarin diri disitu terus" tanya Nayla tanpa melihat Adit.


"Gak apa-apa kalau dia gak ganggu kamu Nay" jawab Adit sambil memperhatikan wajah Nayla


"Gak sihh apa itu jelma'an si putih ya Dit" tanya Nayla lagi


"Oh..Iya kan rumah ini di pager ghaib ya jadi dia gak bisa masuk" lanjut Nayla.


"Bisa jadi sayang..udahlah jangan diliatin teruss" Adit menarik dagu Nayla agar melihat nya.


"Ihh kamu mahh" Nayla cemberut


Adit hanya tersenyum "Aku dah lama puasa Nay..nanti kita bikin dede ya" bisik Adit


Nayla melihat kearah Adit bingung " Emang udah mau lebaran ya bu, kapan kamu puasa Dit tiap harikan kamu makan"


Semua yang mendengar ucapan Nayla langsung senyum melihat kepolosan Nayla.


"Astaga..." Adit menepuk dahinya


"Bukan puasa itu Nay..tapi yang laen" ucap Adit


"Oh..Idul Adha ya, tap....emmm" Adit langsung menutup mulut Nayla dengan tangannya


Nayla menepuk tangan Adit "Ihh apa-apa'an sihh" ucap nya dengan kesal.


"Udah kalian tuh ya kaya tom & Jerry aja" ucap Ayah Adit menengahi.


**Hallo semua udah dulu ya buat hari ini up nya kita lanjut besok lagi.


maaf masih banyak typo, buat para author yang lain maaf ya aku masih slow respon kadang cuma Like aja tapi percaya dehh kalo aku lagi senggang aku pasti baca.


Jangan lupa like dan Votenya ya.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/authorr**


__ADS_2