TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 263


__ADS_3

Selamat Membaca


Setelah beberapa hari Nayla disana Papanya tak juga ada perubahan akhirnya ia memutuskan untuk membawa Papanya kerumah Sakit.


Setelah meminta bantuan pada saudaranya yang menjadi perawat di RSUD akhirnya Papanya Nayla dirawat disana.


Nayla dengan ditemani Jafar tak pernah jauh meninggalkan Papanya hingga untuk makannya saja harus Jafar yang memaksanya.


Karena kelelahan Nayla tertidur dengan posisi kepala disamping Papanya.


Dalam tidurnya ia bermimpi bertemu kembali denga pria bersorban.


Pria itu berdiri disamping Papanya sambil menggenggam tangan Papa Nayla.


"Papa mau kemana" tanya Nayla yang melihat Papanya perlahan mundur dan menjauh.


"Papa ....papa...jangan pergi Pah" teriak Nayla sambil berusaha menggapai Papanya yang sudah menjauh.


Sebuah tangan besar menepuk pipi Nayla hingga Nayla terbangun.


Begitu ia bangun ia langsung meletakan jarinya didepan hidung Papanya.


"Alhamdulillah masih hidup" batin Nayla.


jafar yang melihat tingkah Nayla nampak sedikit bingung " Apa yang kau buat barusan Nay, kau pikir bapak kau dah mati"


"Aku mimpi gak enak Far, aku cuma mastiin Papa aku baik-baik aja" ujar Nayla.


"Aisss suka-suka hati kau lah Nay,nah makan dulu, liat badan kau tinggal tulang dan kentut saja" ucap Jafar apa adanya.


"Ihh jangan berisik napa Far tar Papa aku bangun" Nayla meletakan jari nya di bibirnya sebagai isyarat agar Jafar jangan berisik.


Jafar terus memaksa Nayla untuk makan akhirnya Naylapun mau makan dengan disuapi Jafar.


Sementara itu Jafar sangat senang karena ia dapat selalu bersama Nayla walaupun dalam kondisi Nayla yang sedang tidak baik-baik saja.


Disebuah pulau kecil nampak Adit bersiap-siap untuk kembali ke kota B karena masa kerjanya yang 12 hari sudah selesai dan esok pagi ia kan kembali untuk bertemu dengan Nayla dan memberinya kejutan.


"Aku gak sabar sayang buat liat wajah kamu yang kaget begitu liat aku kembali, tunggu aku ya my sweet heart" ucap Adit pada foto Nayla.


"Ciee yang udah kangen sama bini, besok pulang aja" goda seoarang teman Adit yang baru saja masuk dan mendapati Adit yang sedang memandang foto Nay.


"Gw dah kangen banget Bang sama bini gw yang imut" jawab Adit sambil senyum sumringah.


"Tahan bentar bro tinggal ngitung jam aja juga bisa ketemu, dah ahh gw mau tidur, jangan berisik ya" ucap teman satu kamar Adit yang lalu merebahkan tubuhnya diatas kasur singel.


Adit yang tak sabar menunggu pagi berusaha memejamkan matanya namun tak bisa, ia hanya balik kiri balik kanan gelisah tak karuan.


Jam 3 dini hari Adit baru bisa memejamkan matanya.


Nayla yang tertidur sambil duduk akhirnya terbangun karena merasa pegal.

__ADS_1


"Aahhh dah pagi aja badan aku pegel semua" ujar Nayla sambil meregangkan urat-uratnya yang kaku.


"Far jagain papa aku dulu ya aku mau mandi dah gerah" Nayla langsung menyambar handuk yang ia sampirkan lalu masuk kedalam kamar mandi.


Jafar duduk disamping Papa Nayla, ia memperhatikan wajah Papa Nayla yang memutih pucat.


"Kenapa perasaan aku gak enak ya" batin Jafar.


Tanpa Jafar sadari Nayla yang sudah selesai mandi sudah berdiri dibelakangnya dan ikut memperhatikan wajah Papanya.


"kurus banget ya Papa aku sekarang" ucap Nayla yang berhasil membuat Jafar terkejut.


"Ya maklum aja Nay, kan namanya juga lagi sakit" jawab Jafar


Seperti biasa Jafar selalu membeli sarapan pagi buat Nayla, mereka nampak semakin akrab.


"Coba kamu belum nikah sama tuh cowo Nay aku pasti udah ngelamar kamu" ucap Jafar sambil memasukan satu sendok nasi kedalam mulutnya.


"Ogah aku sama kamu Far, nanti aku disuruh berkebun lagi" jawab Nayla bercanda.


Tanpa mereka sadari perlahan mata Papa Nayla sedikit terbuka dan melihat kedekatan Jafar dan Nayla.


Keberadaan Jafar secara tidak langsung dapat membuat Nayla melupakan sakit hatinya sesaat.


Sementara itu Adit yang sudah sampai kembali dikota B langsung menemui Damra.


"Assalammulaikum Ra..Damra" Adit langsung masuk kedalam salon Damra.


Damra yang kebetulan saat itu sedang memasak langsung kaget begitu melihat Adit sudah berdiri diambang pintu dapur.


"Baru aja Ra, gimana bini gw , dia gak tau kan kalo gw pulang hari ini" tanya Adit yang tak sabaran ingin segera bertemu dengan Nayla.


Damra diam sejenak, ia bingung harus berbicara apa dengan Adit mengenai Nayla.


"Duduk dulu yuk Dit, gw bikinin kopi dulu ya buat loe" Damra berusaha sedikit mengalihkan perhatian Adit


"Makasih ya Ra" Adit langsung menuju ruang tengah lalu duduk menunggu Damra yang sedang membuat kopi.


Tak lama kemudian Damra datang sambil membawa satu cangkir kopi untuk Adit.


Damra duduk berhadap-hadapan dengan Adit.


Setelah Adit meneguk kopi yang ia buat, Damra menenangkan hatinya sesaat sebelum akhirnya ia pun menceritakan semua nya hingga Nayla pergi ke kampung Papanya beberapa hari yang lalu.


Seketika semua yang Adit rencanakan pun buyar.


Bukan nya jadi memberi kejutan untuk Nayla malah ia yang terkejut karena orang yang sangat ia rindukan ternyata berada jauh darinya.


"Kenapa loe gak bilang Ra" suara Adit terdengar sedikit gemetar menahan rasa sedihnya.


"Gw gak mau ganggu kerja loe Dit, kalo gw waktu itu ngasih tau loe gw takut loe malah kepikiran dan kerja loe gak bener Dit" ucap Damra memberi penjelasan.

__ADS_1


Sejenak Adit pun terdiam, lalu ia pun mengeluarkan ponselnya dan memesan tiket untuk menyusul Nayla.


"Gw mau nyusul Nayla Ra" ucap Adit setelah berhasil mendapatkan tiket.


"Iya Dit, emang loe harus nyusul dia Dit, saat ini Nayla lagi butuh loe"


"Naik pesawat jam berapa Dit" tanya Damra


"Jam 3 sore Ra gw sampe sana malem" jawab Adit sambil meminum habis kopinya.


Adit pun kembali mengeluarkan ponselnya lalu memesan ojek online untuk menuju full bus damri yang akan membawanya ke bandara.


Setelah Ojol yang ia pesan datang Aditpun pamit pada Damra.


Jam 3 dini hari Adit tiba di rumah Papa Nayla, lagi dan lagi ia terkejut karena Nayla tak ada di rumah melainkan dirumah sakit.


Berhubung hari masih malam Aditpun memutuskan untuk istirahat sejenak dirumah Papa Nayla dan esok pagi baru menyusul Nayla dirumah sakit.


Pagi-pagi sekali Adit sudah bangun dan langsung bersiap-siap untuk menyusul Nayla dirumah sakit.


Dengan diantar saudara dari Papa Nayla Aditpun berangkat menuju rumah sakit.


Setelah satu jam perjalanan akhirnya Aditpun tiba dirumah sakit.


Sementara itu diruang perawatan Papanya Nayla masih tertidur dengan bersandar pada Jafar.


Begitu Adit menemukan ruang perawatan Papa Nayla Adit langsung membuka pintu dan alangkah terkejutnya Adit saat melihat Nayla yang masih tertidur dengan sangat pulasnya dan bersandar pada seorang pria.


Adit berusaha menahan rasa kesalnya, ia pun membangunkan Nayla pelan.


"Sayang..bangun Nay" Adit menepuk pelan pipi Nayla.


Naylapun mengerjapkan matanya dan alangkah terkejutnya Nayla saat melihat suaminya kini berdiri di hadapannya.


"Aadit...ini beneran kamu?" tanya Nayla seakan tak percaya.


"Iya sayang..ini aku" jawab Adit lalu duduk disebelah Nayla.


Jafar yang tadinya masih tertidur ikutan terbangun.


Setelah membersihkan diri Jafar pamit untuk membeli makanan, sementara itu Nayla danya diam tak mau memandang Adit.


Tiba-tiba rasa kesal dan marahnya kembali timbul apa lagi ia tau kalau Adit sedang mengerjainya.


**Hallo semua sampai sini dulu ya buat hari ini lanjut besok lagi.


Maaf ya Kalau sekarang aku jarang up karena aku juga sedang mempersiapkan novel salanjutnya.


Maaf jika masih banyak typo.


Jangan lupa ya like,vote dan komennya tetep author tunggu.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/author**


__ADS_2