TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 254


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Hampir tiga minggu Adit membiarkan Nayla berada di kota "B" , rasa rindunya pada Nayla sudah tidak dapat ia tahan lagi hingga akhirnya ia pun akan segera menyelesaikan urusannya dengan keluarga Ina.


Rencananya makam Ina akan kembali di bongkar untuk mengeluarkan benda yang tertanam ditubuh Ina.


Sementara itu di rumahnya Nayla nampak murung sambil memegang buku kecil berwarna hijau ia duduk di atas bangku kecil yang menghadap keluar kamarnya.


Tatapan matanya menerawang jauh melihat langit biru yang dilapisi awan putih tipis.


Desiran angin yang lumayan kencang membuat hordeng kamar Nayla seperti malambai-lambai.


Nayla mebuka lembar demi lembar buku kecil itu, semua perasaanya tertulis disana bagaimana pertemuan pertamanya dengan Adit, air matanya kembali mengalir, hatinya terasa sakit saat ingatannya kembali saat ia mulai menginjakan kakinya di kota Tasik. Sikap Adit yang langsung acuh saat bertemu dengan Ina hingga melupakan dirinya.


"Ternyata kamu pakai susuk Na untuk menarik perhatian Adit, pantas saja kamu susah matinya padahal kamu dah sakit parah" Nayla menarik sedikit ujung bibirnya.


"Aku dah ikhlas Dit jika memang dia lebih berharga dari aku" ucap Nayla pada foto Adit.


Drrttt...


Drrttt....


bunyi suara ponsel Nayla yg bergetar diatas meja.


dengan malas Naylapun berjalan menuju meja kecil di samping tempat tidurnya.


Ia membuka kunci layar ponselnya tertulis nama Papa memanggil...


"Hallo assalam mulaikum" sapa Nayla pada seseorang diseberang sana


....


"Oh..ibu, ada apa bu?"


.....


"Apa bu, papa sakit.." ulang Nayla seakan tak percaya dengan kabar yang baru saja didengarnya.


.......


"Iya bu Nay segera kesana" ucap Nayla dengan suara yang parau menahan tangis.


Setelah mendapat telpon dari ibu tirinya yang mengabarkan jika papa Nayla sedang sakit pikiran Nayla seakan kosong ia tak tahu harus berbuat apa.


Sementara itu Adit sudah menemukan orang yang bisa membantunya untuk mengeluarkan benda yang ditanam di tubuh Ina.


Tanpa menunggu lama proses pembongkaran makampun segera dilakukan setelah mendapat ijin dari pihak yang terkait.


Hampir 4 jam lamanya waktu yang dibutuhkan untuk mengeluarkan benda ghaib yang tertanam di tubuh Ina.


Setelah kembali dibersihkan jasad Inapun kembali dimakamkan.


Adit duduk di bangku teras depan sambil memandang bunga tahi ayam yang tumbuh di taman kecil milik Nayla.


Ingatannya kembali pada Nayla saat mencium aroma bunga itu.


"Sayang maafin aku,aku akan menyusulmu, aku kangen Nay sama tingkah konyol kamu,sama manjanya kamu, sekarang kamu sedang apa sayang" Adit memandang foto Nayla yang terpasang dilayar depan ponselnya.


Dirumah Nayla, Susi yang baru saja masuk kekamarnya langsung membuat kerusuhan.

__ADS_1


Ia masuk tanpa memberi salam dan langsung merebahkan diri diatas kasur Nayla.


"Heyy Nensi kalo masuk tuh kasih salam dulu napa" seru Nayla kesal karena Susi langsung masuk dan mengusiknya.


"Gw dah teriak dari bawah loe nya aja yang bolot" jawab Susi dengan santainya.


"Nay..kata emak gw loe disuruh makan tuh, tadi emak gw bikin rendang kering ama si mustofa"


"Si mustofa apa sih?gak jelas loh"timpal Nayla kesal.


"Kentang mustofa maksud gw Nay, itu loh kentang lidi" jelas Susi


Oh....


"Makan sana tar gw lagi yang di omelin kalo loe gak makan" ujar Susi


"Tar aja ahh aku maless"


"Apa perlu gw suapin, anggap aja sekarang gw kaka loe" timpal Susi


"Gak mau gw punya kaka kaya loe, bawellll" balas Nayla


"Ya udah ayo makan pokoknya biar gw gak dimarahin nyokap gw" Susi langsung menarik tangan Nayla turun kelantai satu menuju ruang makan.


"Ayo makan" Susi langsung mengambilkan Nasi dan lauknya .."


Setelah dipaksa makan oleh Susi Naylapun akhirnya mau makan walaupun susah untuk menelan makanan yang ada dalam mulutnya.


Damra yang tiba-tiba muncul langsung duduk manis di samping Nayla dan ikut memakan kentang mustofa kesukaan Nayla.


Setelah selesai makan Damra mengajak Nayla untuk jalan-jalan.


"Tar digendong tuh ama Rian"


"Apa? pergi ama Rian lagi, gak mau ahh, aku dirumah aja" tolak Nayla yang begitu takut saat melihat mobil Rian sudah terparkir manis didepan salon Damra.


"Kenapa Nay, kan cuma hang out aja,jangan-jangan loe mulai suka ya ama Rian" ucap Damra to the poin


"Gak Ra, aku cuma gak mau nyakitin dia aja, aku masih istri Adit Ra, masih ada hati yang harus aku jaga" ucap Nayla sambil bersandar di punggung Damra.


"Gak apa-apa Nay cuma jalan doang sebentar" desak Damara.


"Tapi loe ya yang duduk didepan ama Rian" ujar Nayla


Motor yang Nayla naiki pun berhenti didepan salon , nampak Rian dan temannya sudah menunggu di dalam.


"Mikum" ucap Damra sambil mendorong pintu salon.


Rian tersenyum manis saat melihat Nayla yang bersembunyi di belakang Damra.


"Issh ngapain sih ngumpet di ketek gw Nay"bisik Damra pada Nayla yang berada di belakangnya.


"Tuh cewe kenapa Rian kok ngumpet liat loe" ucap pria teman Rian.


"Dia malu ketemu gw" jawab Rian ngasal.


"Ohh itu cewe inceran loe ya" ucap pria itu yang langsung membuat jantung Nayla berdegup kencang.


"Ra..anterin gw pulang aja ya" bisik Nayla

__ADS_1


"Ya ampun mbak jangan malu gitu sihh,sini duduk bareng kita" ucap pria itu.


" Siapa juga yang malu" Nayla memberanikan diri keluar dari persembunyiannya di punggung Damra dan langsung berjalan naik kelantai dua.


Rian tersenyum melihat tingkah Nayla yang malu-malu.


Damra langsung mengejar Nayla yang sudah berbaring manis di tempat tidurnya.


Damra duduk disamping Nayla "Ayo Nay mau ya, gw bt nih" Damra memasang wajah melasnya.


Akhirnya Naylapun mau menemani Damra untuk jalan bersama Rian.


Sementara Itu Adit yang sudah tak tahan menahan rindu pada Nayla akhirnya memutuskan untuk segera menyusul Nayla ke kota "B".


Rian mengajak Nayla dan Damra untuk membesuk temannya yang sedang sakit.


Merekapun memasuki mes Brimob di daerah Depok.


"Ayo turun Nay, tenang aja disini aman kok" ucap Rian bercanda


"Masa markas polisi gak aman" sahut Damra sambil tertawa.


Dek....


Dada Nayla berdebar kencang dan ia pun seakan membatu saat Rian menggengam tangannnya dan sedikit menariknya lembut agar segera masuk kedalam mes temannya.


Rian yang menarasa Nayla canggung akhirnya melepaskan tangannya.


"Gak usah malu gitu Nay" bisiknya yang berhasil membuat wajah Nayla memerah karena malu.


Damra hanya tersenyum melihat Nayla yang malu.


Saat akan masuk kedalam rumah teman Rian Nayla menghentikan langkahnya ia melihat seorang anak kecil dengan wajah pucat berdiri diujung pagar dengan baju bagian perut yang berwarna merah darah.


"Itu anak siapa sih" gumam Nayla pelan namun masih didengar oleh Rian.


"Anak? mana ada anak-anak disini Nay" ucap Rian yang kembali menghampiri Nayla.


"Ittuuu" tunjuk Nayla ragu


"Emang dulu ditembok itu pernah ada anak kecil yang kegencet mobil pick-up ya Rian" tanya Nayla ragu.


Dalam penglihatan Nayla ia melihat kejadian yang membuatnya merinding.


Ia melihat seorang anak kecil terhimpit mobil pick up saat mobil itu mundur, seketika itu juga anak itu meninggal.


"Kamu tau dari mana Nay" tanya Rian penasaran.


"Emm akuu.."


"Udahlah gak usah di bahas Rian" Naylapun meninggalkan Rian yang masih bingung.


**Hallo semua maaf kemarin aku gak bisa up karena ada kesibukan di RL.


Terima kasih buat yang masih setia mampir di ceritaku.


Maaf ya jika kalian mulai bosan.


Salam maniss

__ADS_1


Amellajj/authorr**


__ADS_2