
Selamat Membaca
Nayla menunggu Adit hingga larut malam.
Ia semakin penasaran dengan apa yang sedang Adit lakukan bersama teman-temanya.
Jam sudah menunjukkan pukul 23 namun tak ada tanda-tanda Adit akan pulang akhirnya Naylapun tertidur.
Sementara Adit baru tiba dirumah ketika jam sudah menunjukkan pukul 2 dinihari.
Adit langsung berganti pakaian lalu ikut merebahkan dirinya di samping Nayla yang sudah tertidur pulas.
"Maafin aku sayang udah bikin kamu nunggu" ucap Adit lalu mengecup sekilas dahi, kedua pipi lalu hidung dan berakhir dibibir Nayla.
Nayla yang sebenarnya terbangun saat Adit tadi berada di kamar mandi memutuskan untuk berpura-pura tidur.
Saat yakin Adit sudah tidur pulas perlahan Naylapun turun dari tempat tidur lalu keluar kamar menuju kamarnya dilantai 2.
Ia pun mencuci muka yang tadi Adit cium.
"Enak aja main cium, emang aku apa'an" gerutu Nayla yang masih kesal dengan Adit.
Naylapun melanjutkan tidurnya didalam kamar lamanya sementara Adit tidur di kamar bekas Mamanya
Pagi pun tiba, dengan mata yang masih belum mau untuk di ajak melihat Adit meraba-raba mencari Nayla.
Saat dirasa Nayla tidak ada ia pun memaksakan untuk membuka mata dan benar saja Nayla sudah tak ada disampingnya.
"Sayang..kamu dah bagun ya.." teriak Adit.
"Sayang Nay..." tariak Adit lagi namun lagi-lagi tak ada jawaban.
Dengan masih malas Aditpun turun mencari Nayla.
"Ihh kemana sih masih subuh juga dah ngulang aja" gerutu Adit saat tak menemukan Nayla.
Aaaaoommmmm
Aditpun duduk di bangku tamu dengan mata yang masih terasa berat.
Sementara itu Nayla masih tertidur pulas didalam kamarnya.
Sayup-sayup ia mendengar Adit memanggilnya namun karena ia masih kesal dengan Adit ia pun enggan untuk menjawab malah dengan tergesa-gesa ia segera mengunci pintu kamarnya.
"Sukurrr loe" ucap Nayla kesal lalu ia pun kembali menarik selimutnya dan kembali memejamkan matanya.
Tok....tok...
"Nay....Sayang kamu didalam ya" terdengar suara Adit dari balik pintu kamar Nayla.
"Sayang buka dongg pintu nya"
Berkali-kali Adit menggetuk pintu namun tetap Nayla enggan untuk membukanya hingga akhirnya ia pun kembali ke kamarnya.
Begitu matahari mulai naik Naylapun keluar dari kamar dan langsung menuju dapur untuk membuat susu dan kopi untuk Adit.
__ADS_1
Sementara itu di dalam kamar Adit nampak sudah rapi dengan kaos dan celana Jean panjang.
Setelah merapikan rambutnya ia pun segera keluar.
Ia menghampiri Nayla yang sedang duduk di bangku sambil meminum susu.
Nayla sedikit terkejut saat ada tangan yang melingkar dipundaknya.
Cuppp
Adit mengecup pipi Nayla sekilas lalu duduk disampingnya sambil meneguk kopi yang Nayla buat tadi.
Awalnya Nayla tak menyadari jika Adit sudah rapi namun sesaat kemudian ia pun mengerutkan dahinya sambil menatap Adit.
"Mau kemana kok udah rapi aja"tanya Nayla
"Aku mau pergi dulu sayang sama Dika, gak apa-apa kan kamu aku tinggal" ucap Adit tanpa rasa bersalah sedikitpun.
"Emang gak capek kamu kan baru pulang Adit"
"Cape sih sayang tapi ini penting banget,maaf ya yang semalem aku gak tau bakal sampe larut malem gitu" ucap Adit sambil memakan roti dengan selai coklat.
"Padahal aku kangen banget loh ama kamu" ucap Adit sambil mengedipkan kan matanya.
"Mata kamu kenapa cacingan ya"sindir Nayla yang masih kesal.
Adit hanya tersenyum mendengar perkataan Nayla.
"Aku gak diajak Dit?" Nayla mencoba memancing Adit.
Ia ingin tahu apakah Adit akan membawanya atau tidak.
"Aku berangkat dulu sayang"
Cupppp
Adit kembali mengecup kepala Nayla.
Naylapun merasa kecewa tak biasanya Adit mengacuhkannya begitu.
Ada rasa curiga mulai tumbuh di hati Nayla,ingin rasanya ia menyelidiki sebenarnya kemana Adit pergi dan dengan siapa.
Untuk menghilangkan rasa kesalnya ia pun pergi ke salon untuk menemui Damra.
"Tumben amat nyonya kemari" ucap Damra menggoda Nayla.
"Bosen Ra di rumah, Adit pergi lagi gak tau kemana" ucap Nayla dengan wajah tertunduk sedih.
"Udah sih gak usah sedih,mending kita cari hiburan sendiri"
Naylapun menatap Damra meminta penjelasan.
"Kita main salon-salonan mau gak mumpung sepi" ajak Damra yang berusaha menghibur Nayla.
"Gimana maksudnya sih gak ngerti Ra" tanya Nayla meminta penjelasan.
__ADS_1
Damra pun menjelaskan maksudnya.
Sesaat Nayla terdiam nampak berpikir
"Ok gw mau" jawab Nayla yang akhirnya setuju untuk main salon-salonan dengan Damra.
Tiba-tiba saja muncul ide jahil di dalam otak Nyala untuk menjahili Damra.
Pertama Damra yang mendadani Nayla dari mencuci rambutnya,lalu memotongnya sedikit hingga terlihat lebih fresh lalu memolesnya dengan makeup tipis hingga terlihat sangat cantik natural.
Begitu Damra yang terlihat lebih segar setelah di make over oleh Nayla.
"Wahh kita udah cantik Nay, sayang kan kalo udah cakep gini gak kemana-mana"
"Kita ngemall yuk" ajak Nayla dengan semangat.
"Ayokkk"
Akhirnya merekapun pergi ke mall.
Sesampainya di mall mereka hanya berjalan-jalan melihat barang-barang yang unik hingga akhirnya mereka pun kelelahan dan memutuskan untuk beristirahat sejenak sambil makan es krim.
Haripun sudah sore saat Ryan datang menjemput mereka.
"Makan dulu yuk, tadi siang aku lupa makan nih" ucap Ryan yang langsung disetujui oleh Nayla dan Damra yang kebetulan mereka juga belum makan siang.
Karena ingin makan dengan suasana berbeda Ryan pun mengajak mereka makan di rumah makan yang terletak dipinggir kota B dengan suasana pedesaan.
"Mau makan aja jauh banget sih Ryan"protes Nyala begitu mereka tiba.
"Gak apa-apa Nay sekali-kali keluar jauhan dikit dong" jawab Ryan.
Merekapun segera memesan makanan dan tak butuh waktu lama pesanan merekapun tiba.
Nayla yang memang mempunyai kebiasaan yang selalu penasaran dengan tempat yang baru ia kunjungi tanpa sengaja melihat sosok yang sudah sangat ia kenal.
Seketika itu juga dadanya terasa sesak, hatinya begitu sakit saat ia melihat Adit sedang bersama dengan teman-temannya dan disana juga ada wanita yang waktu itu kerumahnya bersama Dika.
Tanpa Nayla sadari air matanya sudah mulai sedikit menggenang di sudut matanya.
"Kamu jahat banget sih Dit, apa kamu malu punya istri kaya aku" ucap Nayla pelan namun Damra dan Ryan masih bisa mendengarnya.
Merekapun segera mencari sosok yang Nayla maksud.
"Ihh beneran ya si Adit, biar gw damprat dia" Damra segera berdiri bermaksud hendak menegur Adit namun Nayla mencegahnya ia tak mau membuat keributan.
Ryan yang juga kesal akhirnya segera mengajak mereka untuk segera menyelesaikan makan nya dan segara pergi dari tempat itu.
Hari sudah gelap saat Nayla tiba kembali di rumahnya namun Adit belum juga pulang hingga akhirnya Naylapun memutuskan untuk kembali tidur di kamarnya.
**Hallo semua maaf ya part ini lebih sedikit dari biasanya
Maaf juga kalau banyak typo.
Jangan lupa tinggalkan jejak ya buat author dengan cara Like,Vote dan juga komennya.
__ADS_1
Salam Manis
Amellajj/Author**