TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 225


__ADS_3

🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹


Sorepun tiba, setelah Nayla mandi dan membersihkan diri Adit mengajak Nayla makan kebetulan saat ini lauknya ayam goreng kesukaan Nayla tidak lupa sambal.


Naylapun makan sendiri, tiba-tiba ide jahil pun singgah di otak aa, ia menaruh sedikit sambal di piring Nayla.


Bukan tanpa sebab aa melakukan itu, setahunya Nayla sangat suka sambal, ia ingin tau apakan Nayla yang sekarang masih suka makan pedas atau tidak.


Aa berhenti mengunyah sejenak, ia memperhatikan wajah Nayla yang sedikit berkeringat karena tanpa ia sadari ia memakan nasi yang tadi diberi sambal oleh aa.


A'Iwan pun tersenyum, melihat Nayla yang kepedasan.


"Kunaon Neng?" aa bertanya sambil tersenyum


"Kok nasi Nay jadi pedes sih ka? tadi kan gak" Nayla menghapus keringat di dahinya dengan punggung tangannya.


"Jangan begitu sayang nanti kena mata" Adit langsung menghapus keringat di wajah Nayla dengan tissue.


Aa hanya tersenyum melihat Adit yang begitu perhatian dengan Nayla.


"Mendingan si Nay kaya gini Dit, nurut terus bikin gemes" ujar aa sambil memasukan suapan terakhir kemulutnya.


"Jangan atuh a, kalau kaya gini terus gimana mau punya anak nantinya" jawab Adit yang langsung disambut tawa aa dan yang lain.


"Iya betul tuh, boro-boro ya mau hamil lah masih kaya bocah gini" timpal Lilis


"Ini pada ngomong apa sihh, kok Nay gak ngerti ya" Nayla yang bingung akhirnya bersuara juga.


"Gak apa-apa sayang, ayo abisin makannya" ucap Adit sambil mengelus lembut kepala Nayla.


Setelah selesai sholat magrib merekapun lanjut mengaji bersama namun tidak dengan Nayla, layaknya anak kecil ia hanya mengganggu saja.


Aditpun selesai lebih dulu lalu mengajak Nayla masuk kedalam kamar agar tidak mengganggu yang lain.


"Kaka aku masih mau ikut ngaji" Nayla menolak saat diajak masuk.


"Kita ngaji berdua aja ya didalem" bujuk Adit


"Ngaji apa? yang ada kaka tuh cium aku trus kan batal tau ka wudhunya"


Dan benar saja begitu masuk kamar Adit langsung mengunci pintu.


"Kenapa di kunci ka?"


"Biar gak ada nyamuk sayang" jawab Adit


"Nyamuk mah kan bisa tuh masuk lewat situ,situ juga" tunjuk Nayla pada celah dibawah pintu.


Cuppp


Adi mengecup gemas pipi Nayla


"Tuhh kann Nay keselll ahhh kaka sihh gitu" Nayla mengerucutkan bibirnya sambil duduk disisi tempat tidur


" Jangan mancung gitu dong bibirnya jadi pengen gigit deh tuh moncongnya" Adit tertawa lalu menarik tengkuk Nayla dan mengecup bibir Nayla yang membuatnya gemas.


"Kakak ...." pekik Nayla yang kesal


"Iya maaf sayang, makanya jangan gitu lagi ya"


Adit mengeluarkan permen yang mempunyai gagang rasa coklat kesukaan Nayla.


Nayla pun langsung menyambarnya dan tersenyum maniss

__ADS_1


"Makasihh kaka.." Nayla tersenyum manis sambil mengemut permen yang Adit berikan.


Malam semakin larut, Nayla mengucek-ngucek matanya karena mengantuk.


"Kamu tidur gih kalo ngantuk yang" ucap Adit


"Tapi aku masih mau main ka, tuh temen aku udah manggil" Nayla menunjuk tempat yang biasa dia datangi saat bermain bersama hantu bocil itu.


Tanpa banyak bicara aa langsung mengusap wajah Nayla dengan air putih yang ada di gelas.


"Tidur gih Nay udah malem" titah aa


Naylapun langsung berjalan tanpa banyak membantah.


Didalam kamar Nayla langsung merebahkan diri lalu memejamkan matanya.


Aditpun sedikit heran saat melihat Nayla yang langsung terlelap.


Setelah yakin Nayla benar-benar tertidur Aditpun langsung keluar lagi menemui aa dan Ayahnya.


Jam11 malam merekapun berjalan menuju tempat yang sudah ditentukan oleh aa untuk masuk kedalam perkampungan ghaib.


Sejenak aa pun memejamkan matanya, sementara Adit dan Ayahnya hanya diam dan bersiap membantu aa jika terjadi sesuatu.


Entah apa yang baca oleh aa, ia memejamkan mayanya dengan posisi kaki bersila dan kedua tangannya menyentuh lutut dengan posisi telapak tangan menghadap keatas.


Tubuh aa hanya diam saja, namun yang pasti sukmanya tak ada di dalam raganya, ia sedang mencari sosok anak kecil yang membawa Nayla.


Satu jam pun berlalu entah apa yang dilakukan oleh Aa di alam sana wajahnya bercucuran keringat.


Akhirnya sosok anak kecil itu pun hadir, entah apa yang aa lakukan pada sosok itu, ia menangis meminta dilepaskan.


Aa pun membuka matanya namun masih dalam posisi duduk bersila.


Setelah beberapa saat akhirnya aa pun mengambil lisong dan membakarnya lalu membiarkannya menyala.


"Jadi waktu dia main kesana ada pergesekan antara dimensi alam manusia dengan alam ghoib, sudah gitu perbedaan waktu disana sama disini tuh jauh, mungkin disana dia hanya berasa beberapa jam saja tapi kalau didunia manusia iti sudah berhari-hari" A' Iwan menjeda sementar penjelasannya, ia menyeruput kopi hitam yang tadi sudah dibawanya.


"Trus Nay bisa kembali kaya semula gak a?" Adit bertanya karena cemas.


"Kalem we..atuh Dit da semua tuh ada prosesnya, gak bisa langsung kaya semula" jawab aa


"Lama gak sih a prosesnya" tanya Adit lagi


Aa langsung tertawa mendengar pertanyaan Adit.


"Malah ketawa sih a" Adit melihat Aa tertawa seperti menertawainya.


"Kenapa? gak sabar ya...mau Nay nya yang gede.."


"Em..si aa kaya gak tau aja sihh" jawab adit malu


"Kalo dia kaya gini terus kapan aku bikin cucu buat Ayahnya" lanjut Adit sambil nyengir malu


"Cucu buat Ayah, atau kamunya yang udah gak tahan" Aa makin jadi menggoda Adit hingga tanpa disadari wajah Adit memerah.


"Tapi ya Dit kamu juga harus waspada ada yang lagi ngincer Nayla" A'Iwan mengingatkan Adit.


Bukan tanpa sebab ia berbicara seperti itu, saat ini ia melihat sosok hitam yang pernah melawannya waktu di rumah sakit dulu kini ada didekat rumah Adit, ia tak dapat masuk karena diam-diam A'Iwan memagari rumah Adit dengan pagar ghaib agar sesuatu yang buruk yang tak kasat mata tidak dapat masuk dan mengganggu penghuninya.


Aditpun menceritakan jika ia dan Lilis sempat melihat pria yang bertopi dan memakai masker beberapa kali menghampiri Nayla.


Aa hanya menganggukan kepala " Itu orang yang kemarin Dit"

__ADS_1


Aditpun tersentak dengan yang diucapka oleh aa.


"Adit harus gimana a?" tanya Adit pelan


" Lebih baik setelah ia pulih kamu bawa dia pulang saja Dit" ucap Ayah Adit sambil menepuk pelan bahu Adit mencoba memberi kekuatan pada putranya.


"Udah aman, hayu balik ah dingin" ujar aa dengan logat sundanya yang khas.


Setelah membereskan semua merekapun kembali kerumah Adit.


Merekapun masuk kamar masing-masing setelah membersihkan diri.


Adit membuka pintu kamarnya, ia melihat Nayla tertidur dengan sangat lelap.


"aku harap kamu segera pulih sayang, aku harus pergi lagi untuk bekerja" ucap Adit sambil mengelus lembut wajah Nayla.


Bebera hari yang lalu Adit mendapat telpon dari tempatnya bekerja, ia harus kembali berangkat 2 minggu yang akan datang.


Memang tempatnya bekerja nanti tidak akan jauh hanya di kepulauan seribu dan waktunya pun tak selama ia di kalimantan.


Namun bagaimana mungkin ia akan meninggalkan Nayla jika kondisinya masih seperti ini.


Aditpun merebahkan tubuhnya disamping Nayla, ia mengecup sekilas bibir Istrinya sebelum akhirnya ia pun ikut terlelap.


Pagipun tiba, Nayla mengerjapkan matanya saat telinganya mendengar suara ayam yang berkokok.


Ia merentangkan kedua tangannya kesamping dengan sedikit kasar


Gubbrakkk


tubuh Adit yang berada dipinggirpun terjatuh.


"Aduhh Nay..kamu ngapain sihh" gerutu Adit dari bawah tempat tidur.


"Kaka ngapain tidur dibawah kan dingin, sini naik" ucap Nayla yang tak menyadari jika Adit berada dibawah akibat ulahnya.


"Ya ampun Nay..."


"Untung cinta, coba kalo gak ...ihhhh"


Aditpun langsung naik keatas tempat tidur sambil menggerutu.


"Kaka jangan marah gitu dong tar gantengnya ilang loh ganti jadi garang" goda Nayla dengan sangat imut.


Adit yang memang sudah terlanjut gemas dengan istrinya mendorong Nayla hingga ia kembali rebahan.


Belum sempat Nayla protes Adit sudah langsung mecium bibir Nayla sedikit lebih lama.


"Kaka kita kan belum gosok gigi masa udah begitu sihh" protes Nayla sambil memukul dada Adit.


"Gak apa-apa sayang, itu sarapan pagi" jawab Adit ngasal.


"sarapan? kan biasanya orang sarapan tuh bubur kalo nasi ka"


"Kita mah beda sayang sarapannya"


Aditpun tersenyum namun beda dengan Nayla yang cemberut karena kesal.


**Udah dulu ya up buat hari ini


Maaf kalau masih banyak typo


Jangan lupa kasih dukungan buat author ya biar semangat terus upnya.

__ADS_1


Salam Maniss


Amellajj/authorr**


__ADS_2