TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 381


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Nayla sudah bertekad untuk meneruskan salon milik Damra.


Berhubung Damra sudah tidak mempunyai siapa-siapa ia mengambil alih salinnya.


Salon penuh dengan kenangan, baik itu saat bersama Damra, Ryan ataupun Adit.


Siang itu setelah melihat toko kuenya, ia pun langsung menuju salon untuk membersihkannya.


Ia pun naik keatas yang disana terdapat kamar pribadi milik Damra dan dulu pernah ia jadikan tempat untuk bersembunyi dari Adit.


Tanpa terasa air matanya mengalir saat berbagai kenangan kembali melintas dalam ingatannya.


Entah kenapa saat ia duduk diatas kasur rasa kantuk menyerangnya hingga tidak dapat ia tahan dan akhirnya ia pun terlelap.


"Nay...nanti kalau aku sudah tidak ada salon ini milik kamu, tapi jangan kamu jual ya, kamu rawat kalau bisa untuk karyawannya kamu ambil aja dari yang pernah kursus" ucap Damra saat mereka duduk santai di sofa rumah tenagah.


"Ish memangnya kamu mau kemana, lagi juga aku kan gak bisa ngurusin salon" jawab Damra


"Ya kamu belajar lagi lah, lagi juga kalau sekedar potong sama crimbat kamu udah bisa" ujar Damra lagi.


"Ish gak lah, mending kamu aja yang urus aku yang jadi customer nya aja"


"Aku kan gak bisa lama-lama nemenin kamu Nay"


"Emangnya kamu mau kemana?" tanya Nayla sambil menatap wajah sahabat sekaligus Kaka angkat nya itu


"Aku gak akan kemana-mana Nay, aku akan tetap selalu ada di sini" ucap Damra sambil memegang dada dimana letak hati berada.


"Jangan kemana-mana Ra, kamu udah gak mau ya temannya lagi sama aku" tiba-tiba saja wajah Nayla terlihat sedlpp.


"Kamu itu adik aku, dan akan selamanya menjadi adik aku, dan aku tidak suka melihat kamu sedih" ucap Damra sambil mengelus rambut Nayla.


tiba-tiba saja tenggorokan Nayla terasa kering, ia pun ke dapur untuk mengambil air minuml,namun saat ia kembali ia tidak melihat keberadaan Damra.


"Ra .. Damra...."


"Damra kamu kemana...." panggil Nayla dengan suara cukup kencang.


"Sayang....bangun yang" tiba-tiba saja Nyala merasa ada yang mengguncang-guncang tubuhnya.


"Astaghfirullah aku cuma mimpi" ucap Nayla saat melihat Adit sudah berada didepannya.


"Kamu mimpi apa sayang?"


"Pasti kamu mimpi ketemu Damra ya?" tanya Adit, Naylapun hanya mengangguk bertanda iya


"Ya sudah sekarang kita pulang yuk, udah sore kasian anak-anak" ucap Adit dan Naylapun menurut.

__ADS_1


Dengan dituntun oleh Adit mereka pun turun lalu mengunci salon.


Begitu tiba dirumah ketiga anak mereka langsung menyambut kedatangan Nayla dan Adit.


"Mama..Papa udh pulang, bawa makanan gak?" tanya Rania


"Makanan terus yang ditanyain" celetuk Radit sambil mencubit tangan Rania.


"Mama ...sini Rania ceritain" Rania langsung menarik tangan Nayla untuk duduk bersamanya.


""Mama mandi dulu sayang abis itu nanti kita makan malem dulu baru kamu cerita" ujar Nayla.


"Dih gak sabaran banget sih Ran mau cerita" ucap Ardina


Rania hanya tersenyum mendengar perkataan Ardina.


Setelah sholat magrib berjamaah mereka pun makan malam bersama.


Setelah selesai mereka pun duduk di ruang tengah sambil melihat televisi.


"Ran katanya kamu mau cerita, cerita apa sih sayang mama jadi penasaran" tanya Nayla sambil menatap Rania.


Adit yang tadinya sibuk dengan ponselnya kini ikut memperhatikan Rania seakan ingin ikut mendengar apa yang akan diceritakan oleh putrinya.


"Begitu Mah, tadikan di sekolah ada yang ditembak tuh" ucap Rania menjeda ucapannya.


"Ha..siapa yang ditembak, tapi gak kenapa-napa kan?" tanya Nayla dengan wajah serius


Radit dan Papa Adit langsung tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Nayla


"Lah terus..." tanya Nayla dengan polosnya.


"Ish mama mah gak asik, Rania gak jadi cerita lah" akhirnya Raniapun diam dengan wajah cemberutnya.


Ardina, Radit dan Papanya hanya tertawa terbahak-bahak terbahak-bahak.


"Dih memangnya Mama salah ya" tanya Nayla bingung.


"Mama maksudnya Rania itu bukan ditembak pake pistol, tapi ditembak itu ada yang bilang suka" ucap Ardina menjelaskan.


"Oh .. gitu, terus siapa yang ditembak" tanya Nayla lagi seakan tanpa merasa bersalah kepada Rania.


"Emmmm itu...." Ardina nampak ragu untuk menyebutkan nama kk nya.


"Itu siapa" desak Mama Nayla


"Tadi aa Radit ditembak sama kk Karina mana di lapangan basket lagi, banyak yang nonton" ucap Ardina sambil senyum-senyum lalu bersembunyi di belakang Adit.


"Wah keren banget anak Papa jadi rebutan para gadis, siapa dulu dong papanya" ucap Adit dengan bangganya.

__ADS_1


"Radit belum boleh punya pacar, belajar dulu yang benar" ucap Nayla sambil melihat Adit yang senyum-senyum.


"Radit itu sama kaya kamu Nay, kalo kamu takut sama cowo tapi kalau Radit takut sama cewe" Aditpun tertawa puas kerena bisa menggoda istrinya.


Buakkkkk


Sebuah bantal kursi melayang tepat mengenai wajah Adit yang sedang tertawa.


"Nah kalau galaknya ini nurunnya ke Rania" lagi-lagi Adit menggoda Nayla dan berhasil membuat Nayla kesal.


Naylapun hanya memajukan bibirnya tanda ia sedang kesal.


Ting tong....


Ting tong....


Saat sedang asik ngobrol bersama tiba-tiba saja ada yang memencet bel rumah mereka.


Ardina pun langsung berdiri untuk melihat apa siapa yang bertamu.


Begitu ia tiba di depan ia tidak melihat siapapun didepan pagar.


Ardina pun kemarin masuk kedalam rumah, namun belum sempat ia duduk bel rumah kembali berbunyi, ia pun kembali kedeon untuk melihat namun lagi-lagi tidak ada orang yang berdiri disana.


Dengan sedikit gusar Ardina pun kembali masuk.


"Siapa sayang? tanya Adit.


"Gak tau Pah, pas Ar lihat gak ada orangnya" jawab Ardina.


"Itu hantu yang lagi usil mainin bel rumah"ucap Rania ngasal.


"Ish Ran loe tuh kalo ngomong jangan ngasal sih" Ardina yang memang penakut langsung duduk disamping Radit.


"Tanya aja sama Aa" lanjut Rania.


"Sayang Rania kamu tuh jangan suka nakutin Ardina dong" bela Adit.


"Rania tuh gak nakutin Pah, itu kerjanya pengikut aa Radit tuh yang gak bisa masuk jadi mainin bel" ucap Rania menjelaskan.


"Iya Pah, biarin aja lah" timpal Radit membenarkan apa yang dikatakan oleh Rania.


"Udah mendingan kita tidur udah malem juga" Naylapun menyuruh ketiga anaknya untuk masuk ke kamar masing-masing.


Malam itu Nayla tidak bisa tidur, ia masih memikirkan apa yang Damra ucapkan dalam mimpinya.


Ia melihat kesebelahnya dan ternyata Adit sudah tertidur dengan sangat lelapnya.lee


Nayla terus saja terbayang wajah Damra, saat-saat mereka bersama hingga tanpa terasa air matanya mengalir.

__ADS_1


"Semoga kamu tenang didalam sana Ra, saat ini aku hanya bisa kirim doa buat kamu" batin Nayla lalu ia pun mengirimkan Al-fatah untuk kedua orang tua nya serta untuk Damra semoga semua orang yang ia sayang tenang alam sana.


__ADS_2