
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Hari itu Nayla sedikit kesal dengan Adit,ia selalu memaksa Nayla untuk makanlah,untuk istirahatlah,gak boleh ini lah dan banyak lainnya,padahal Nayla hanya ingin menyendiri tanpa diganggu siapapun.
Untuk menghilangkan rasa kesalnya ia pun berniat ke mini market dekat rumahnya.
Adit yang melihat Nayla mengambil kunci motor segera menyusul Nayla
"Kamu mau kemana Yang?"
"kesitu"jawab Nayla gak jelas
"ayo aku anterin" Aditpun langsung duduk didepan dan menyuruh Nayla untuk mundur.
Nayla hanya memajukan bibirnya tanda kesal
Dimini Market Nayla membeli berbagai macam chiki dan tak ketinggalan kripik singkong
"Nay..kok chiki semua jajannya?" tanya Adit melihat keranjang belanjaan Nayla
"kenapa gak boleh ya?"tanya Nayla
"boleh kok,ya udah ayo bayar" Aditpun segera membayar belanjaan Nayla
"lumayan gratis " batin Nayla
Bukan hanya sekedar jajan chiki ia pun meminta jajanan yang lainnya seperti Sopel.
Sopel itu sosis bakar pele dibilang pele karena ukurannya yang jumbo ditambah sambalnya yang super pedas bisalah buat ngilangin kesal.
Adit tak banyak ngasih komen lagi,ia tak mau mood Nayla yang sudah lebih baik kembali down lagi
"kamu yakin perut kamu muat nampung semuanya yang?" tanya Adit saat menunggu kebab pesanan Nayla jadi.
"yakin" jawab Nayla dengan PD nya.
Setibanya dirumah Nayla segera membuka Sopelnya dengan tidak sabaran 2 buah sosis ukuran jumbo telah berpindah tempat kedalam perut Nayla.
Masih ada sisa 3 buah lagi Naylapun meminta Adit untuk menghabiskannya.
Awalnya Adit mau, namun karena tidak tahan dengan rasa pedasnya ia hanya mampu menghabiskan satu buah saja.
Naylapun cemberut karena Adit tak mau menghabiskan sosis bakarnya,Adit yang melihat perubahan diwajah Nayla akhirnya terpaksa menghabiskannya walaupun dengan resiko sakit perut Nantinya.
Saat mereka sedang asik bercanda handpon Nayla berbunyi.
Ternyata Tari yang mengiriminya chat
"Nay..kenapa loe gak masuk?"
"Gw sepi gak ada loe"
"Besok loe harus masuk ya,besok gw terakhir kerja"
"woiii kok gak dibales sihhhhhh"
"Gonay...bales dongggggg"
Nayla hanya tertawa membaca chat dari Tari.
Saat Nayla masih memegang ponselnya Papa Nayla menelponnya tanpa menunggu lagi Nayla langsung mematikan ponselnya.
"kok gak diangkat yang"tanya Adit
"gak kenal,ngapain diangkat"jawab Nayla ketus
"itu kan Papa Nay"
"iya dulu,sekarang mah bukan Dit,buat aku sekarang dia tuh orang lain"jawab Nayla kesal
__ADS_1
"Jangan begitu yang,biar gimana juga itu Papa kamu,yang udah besarin kamu"
"stop Dit,mending kamu pulang aja gih,aku mau sendirian"usir Nayla kesal dengan air mata yang sudah kembali menggenang disudut matanya.
Adit yang melihat Nayla hendak kembali menangis langsung mendekap Nayla
"Maaf sayang,aku gak ada maksud buat kamu sedih lagi,ya udah kita gak usah bahas soal papa lagi ya"tutur Adit lembut
Tanpa sepengetahuan Nayla Papa Nayla selalu menelpon Adit dan bertanya tentang kondisi Nayla dan Papa Nay pun minta tolong untuk menjemputnya hari sabtu di full bus ALS di Tanggerang dan Papa Nay juga minta agar Nayla ikut menjemputnya.
Namun melihat Nayla yang tidak suka dengan Papanya sekarang Adit tak berani berjanji namun akan ia usahakan membujuk Nayla.
Keesokan harinya di tempat Nayla bekerja Tari selalu menempel pada Nayla.
Jam makan siangpun digunakan oleh Tari untuk mentraktir anak-anak satu Linenya tak ketinggalan Nayla.
"Nay...tar pulang kerja kita jalan dulu ya,gw mau bereng loe teruss sebelum gw berangkat"pinta Tari
"gak ahh,gw lagi males jalan"jawab Nayla
"gw gendong dah loe kalo loe males jalan"
"ihhh, gak ah... gw lagi gak mau kemana-mana"
"ayolah Nay,apa perlu lu beneran gw culik trus gw bawa ke Bintan" ancam Tari
"ihhhh maksa banget sih loe,ya udah tapi jangan sampe malem pulangnya"
Taripun senang akhirnya Nayla mau jalan dengan nya nanti.
Sementara itu Adit sedang bingung memikirkan alasan apa agar Nayla mau diajak untuk menjemput Papanya besok.
Jam 9 malam Nayla sampai dirumah,tanpa basa basi ia langsung masuk dan meninggalkan Tari yang hanya menggelengkan kepala melihat sikap Nayla.
Keesokan harinya Jam 8 pagi Adit sudah dirumah Nayla.
"Mandi gih,kita jalan yuk"ucap Adit
"Gak ahh males,aku mau dirumah aja"tolak Nayla
"Ya ampun beib,waktu itu Papa kamu telp aku minta tolong mesin mobil dipanasin,nah dari pada cuma dipanasin doang mending kita keluar,ayo lah beib...ya"ucap Adit memohon
"aku males Dit"
"Kan aku yang nyupir yang,kamu merem aja" bujuk Adit
Akhirnya dengan rasa males Naylapun mengikuti keinginan Adit.
Tanpa Nayla sadari ternyata Adit membawanya untuk menjemput sang Papa dan istri barunya.
Sepanjang perjalanan Nayla memejamkan matanya namun tidak tidur,hanya sesekali saja ia membuka matanya.
"Ini dimana Dit?"tanya Nayla yang bingung
"Aku juga gak tau yang"
Nayla mengerutkan keningnya "Dih gimana sih,lah kamu nyetir tapi gak tau mau kemana"
Adit yang hanya pura-pura tidak tahu hanya tersenyum melihat Nayla yang cemberut.
"Dit...aku mau es tebu"ujar Nayla saat melihat tukang es tebu dipinggir jalan.
"itu udah lewat beib,tar kalo ada lagi ya"
Nayla hanya diam tak menjawab perkataan Adit.
Tak lama kemudian Aditpun menepikan mobilnya,Nayla yang sedari tadi memejamkan matanya perlahan membuka matanya dan ia melihat Adit sedang membeli es tebu untuknya,Naylapun tersenyum saat menerima segelas es tebu tanpa menunggu lama ia pun langsung menyedot habis satu gelas es.
"ya ampun beib,kamu tuh aus apa doyan"canda Adit
__ADS_1
"ihh berisik deh"jawab Nayla
Adit yang sedari kemarin begitu gemas dengan Nayla yang sebentar-sebentar ngambek akhirnya sudah tak tahan lagi ia pun mencubit pipi Nayla hingga gadis itu meringis kesakitan
"sakit tau..."ucap Nayla sambil mengelus pipinya yang terasa perih
"Maaf deh yang"
cup...
"Adit....." teriak Nayla karena Adit langsung mencium pipinya yang tadi dicubit.
"Apa..?masih sakit"tanya Adit seakan menggoda Nayla
"Ihhh apa'an sih maen nyosor aja kaya soang" ucap Nayla sambil menutup kedua pipinya dengan tangan.
"Gak apa-apa kalo yang disosor kamu mah,kan udah setengah sah,udah di lamar "balas Adit
Sejenak Nayla nampak bingung saat mobil memasuki sebuah parkiran bus ALS yang Nayla tahu itu adalah bus yang menuju kampung Papanya.
"Ngapain kita disini Dit?"tanya Nayla sedikit marah
"Maaf Nay aku terpaksa bohong sama kamu,kemarin Papa kamu minta aku untuk bawa kamu saat jemput"ucap Adit menjelaskan
"Kamu jahat Dit,kamu kan tau kalau aku gak mau ketemu dia saat ini "ucap Nayla dengan nada sedikit tinggi sambil berusaha membuka pintu mobil namun sialnya Adit seakan tau ia sudah lebih dulu menguncinya
"Dit...buka gak kuncinya,aku mau keluar"pinta Nayla namun tak digubris oleh Adit
Nayla menatap kesal kearah Adit,namun pria itu hanya tersenyum.
"liatin aja ya tar pas ada kesempatan gw bakal kabur" batin Nayla
Tak lama kemudian masuk lah sebuah bus yang mungkin saja Papa nya salah satu penumpang bus itu.
Adit memperhatikan satu persatu penumpang yang turun,ia pun tersenyum saat melihat seorang pria paruh baya dan seorang wanita yang masih lumayan muda.
Saat itu juga air mata Nayla mengalir sangat deras,hatinya begitu sakit saat melihat Papanya menggandeng tangan wanita lain,nafasnya serasa sesak,ia memejamkan matanya tak ingin melihat pemandangan yang membuat hatinya sakit.
"Kamu jahat Dit,aku tuh belum siap untuk melihat semuanya,aku gak bisa nerima ini"ucap Nayla disela-sela tangisannya
Adit merasa begitu bersalah dengan Nayla tak ia sangka ternyata Nay belum siap dengan semuanya apa lagi Papanya menikah tanpa minta ijin dahulu pada Nayla.
"Udahlah Nay,lambat laun kamu juga bisa nerima,aku tau kamu masih berat nerima semua ini,ayo kita samperin papa kamu" ajak Adit namun Nayla menolak
Adit terus berusaha membujuk Nayla sampai akhirnya Nayla pun mau turun dan menghampiri Papanya walaupun ia memakai masker hingga hanya jidat dan matanya saja yang terlihat.
"Assalammualaikum Pah"ucap Adit lalu mencium tangan calon mertuanya itu.
Namun tidak dengan Nayla ia malah memasukan kedua tangannya kedalam saku celananya bahkan untuk melihat wajah sang Papa dan ibu tirinya saja ia tidak mau.
Adit menggenggam tangan Nayla erat,ia tahu apa yang ada dalam pikiran gadis itu .
Saat semua sedang sibuk memilih barang bawaan mereka masing-masing tanpa ada yang menyadari Nayla mundur pelan-pelan lalu ia langsung berlari keluar dari full bus dan asal saja menaiki angkot yang kebetulan melintas yang ada dalam pikirannya saat ini adalah pergi jauh dari orang yang sangat ia benci saat ini.
Haiii semua terima kasih masih setia dan memberi dukungan diceritaku yang mulai membosankan
Jangan lupa tetap dukung terus author dengan cara :
- Like
- Vote
- Rate dan juga
- Kritsarnya author tunggu
Salam Maniss
Amellajj/author
__ADS_1