
Pagi itu tanpa menunggu lama mereka pun nenuju pasar terdekat untuk mencari ayam hitam.
Setelah berputar-putar cukup lama mengelilingi pasar akhirnya mereka mendapatkan juga apa yang mereka cari walau pun dengan harga yang lumayan mahal.
"ayo Nay kita pulang"ajak Adit lalu menarik tangan Nayla
"aku mau jajan dulu Dit laper tau"
Madam Ripha dan Dian pun menganggukan kepala tanda mereka setuju untuk membeli makanan.
"ya udah mau makan apa"akhirnya Adit pun mengalah
"aku mau soto mie" ucap Dian
"gw mau bakso aja" Nayla memang suka sekali bakso jadi dimanapun kalau melihat makanan berkuah yang satu itu pasti dia merengek minta beli.
"ah...enaknya,kenyang banget nih"ucap Nayla sambil mengelus perutnya yang datar.
"kamu gak sakit perut Nay tadi sambelnya segitu banyak"tanya Adit yang melihat keringat bercucuran diwajah Nayla.
"udah ah ayo buruan pulang,terus urusin tuh potong ayamnya aku gak ngerti soalnya si aa gak bilang soal beginian"
Adit merangkul Nayla dan merekapun kembali ke parkiran.
Setibanya di villa madam Ripha mereka disambut dengan Irma dan Iis yang sudah siap dengan masakannya untuk sarapan.
"makannya tar aja pas mau berangkat,mending sekarang urusin ni ayam biar cepet kelar"usul Nayla yang langsung disetujui oleh semuanya.
"gw kekamar dulu ya mau naro tas sebentar" Naylapun masuk kedalam kamar yang semalam Adit tempati untuk menyimpan tasnya.
__ADS_1
Namun saat ia hendak kembali keruang tengah
brakkk
tiba-tiba pintu kamar itu tertutup sendiri
seketika itu juga Nayla ketakutan
duk...duk...duk
"Adit...tolong buka pintunya dong"teriak Nayla sambil menggedor pintu yang tertutup
"madam...Dian tolongin gw dong bukain ni pintu"teriak Nayla lagi
Namun hasilnya tetap saja tak ada suara orang yang mendekat.
"ihhh dasar hantu iseng ini kan masih pagi"gerutu Nayla kesal
Setelah menunggu lama pintu tak juga terbuka.
"auwww"Nayla terkejut karena ia merasakan ada yang memegang pundaknya
tak lama kemudian ia merasa ada yang meniup tengkuknya
seketika itu juga ia merinding "masa masih pagi udah ada hantu sih"ucap Nayla sambil memegang tangannya yang merinding
Setelah sekian lama menunggu tak ada seorangpun yang menolongnya akhirnya Nayla pun pasrah ia terduduk dibalik pintu
Saat ia sedang melamun Nayla merasa ada yang menarik kakinya hingga ia terseret beberapa meter menjauh dari pintu.
__ADS_1
"tolong...."teriak Nayla kencang kini ia mulai merasa takut.
Setelah kakinya ditarik kini Nayla kembali merasakan hawa yang tidak mengenakan ia merasa ada seseorang yang sedang berdiri dibelakangnya.
Ingin rasanya ia melihat kebelakang namun ia takut,saat ini Nayla hanya membatu tak mau bergerak rasa takutnya lebih besar kini karena hantu itu bukan hanya sekedar menjahili namun menyakiti dengan menyeretnya hingga hampir satu meter walaupun tidak terlalu jauh tetap saja ia takut.
Tubuh Nayla bergetar hebat saat kembali tengkuknya ditiup.
"tolong jangan isengin aku,aku kesini cuma mau minta maaf pada yang digudang sana" ucap Nayla berharap sosok yang kini berada dibelakangnya mau berhenti mengusilinya.
Walaupun takut namun Nayla penasaran akhirnya ia pun membalikkan badannya dan
"aaauuwwwww....toooolooooongggg"
Suara teriakan Nayla kali ini terdengar oleh telinga Adit hingga ia pun langsung berlari menghampiri asal suara dan mendapati Nayla yang sedang ketakutan dengan tubuh yang bergetar.
"tenang Nay ini aku"bisik Adit ditelinga Nayla sambil mendekapnya
Tubuh Nayla masih gemetar sesaat kemudian Naylapun tak sadarkan diri didalam dekapan Adit.
Adit berusaha menyadarkan Nayla dengan menepuk-nepuk pipi Nayla namun percuma mata Nayla masih terpejam,akhirnya ia pun mengangkat tubuh Nayla dan membaringkannya ditempat tidur.
LIma belas menit berlalu akhirnya Naylapun tersadar,begitu matanya terbuka ia langsung memeluk Adit sambil terisak.
"udah gak apa-apa Nay"ucap Adit berusaha menenangkan
Setelah Nayla agak kuat untuk berdiri merekapun segera memotong ayam hitam untuk tumbal penunggu gudang.
Setelah dirasa semua selesai merekapun segera kembali ke kota "B" .
__ADS_1
Sepanjang perjalanan Nayla hanya diam ia merasakan badannya sakit semua,saat ini yang Nayla inginkan adalah segera sampai agar ia dapat segera istirahat