TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 304


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari-hari berlalu tanpa terasa masa idah Nayla pun selesai.


Ryan yang pantang menyerah mendekati Nayla akhirnya dapat menaklukan hati Nayla yang kini mulai membuka hati untuk Ryan walaupun baru sedikit.


Berbalik keadaan dengan Adit, setelah ia tau Nayla sedang mengandung anaknya ia terus berusaha menemui Nayla namun Nayla selalu menjauh dari Adit bahkan perutnya langsung mual jika melihat wajah Adit.


Hari itu Adit sengaja menunggu kedatangan Nayla di salon, ia membawa buah-buahan segar dan berbagai cemilan buat Nayla.


Nayla yang baru saja memarkirkan motornya sedikit terkejut saat melihat Adit berdiri didepan pintu salon, seketika itu juga perutnya langsung mual.


Oeewkk


Nayla langsung menutup mulutnya dengan tangan dan ia pun langsung berlari masuk dan menerobos Adit yang berdiri bagai patung melihat Nayla yang langsung mual begitu melihatnya.


" Apa sebenci itu kamu dan anak kita Nay sampai melihat ku saja kamu tidak sudi" batin Adit sambil menaruh buah dan makanan yang ia bawa diatas meja.


Hatinya terasa begitu sakit, ia merasakan jika Nayla semakin jauh dari dirinya.


"Ra...gw nitip ini ya buat Nayla" ucap Adit lalu keluar dari salon dan kembali ke tempat kebugaran miliknya.


Damra langsung menyusul Nayla kekamar mandi dan membantu Nayla dengan mengurut tengkuk Nayla pelan.


"Asli Ra perut aku mual banget liat dia Ra" ucap Nayla yang berjalan ke ruang tengah dan duduk disofa.


Ia mengeluarkan minyak aromaterapi dan menghirup aroma segar nya.


Setelah dirasa tak begitu mual Nayla pun menyandarkan tubuhnya di bangku.


Siang itu Nayla merengek pada Damra agar ia di ijinkan untuk membeli perlengkapan salon yang sudah habis.


Karena Nayla terus memaksa akhirnya Damrapun mengijinkannya dengan syarat ia harus hati-hati.


Setelah mendapat apa yang ia cari akhirnya Naylapun kembali pulang.


Ditengah perjalanan ia melihat ada banyak polisi.


"Ihh ada razia" ucap Nayla pelan.


Nayla pun menepikan motornya setelah seorang polisi menyuruhnya menepi.


"Selamat siang mbak, bisa liat kelengkapan kendaraannya" ucap seorang polisi.


"Siang juga Pak" jawab Nayla yang langsung mengeluarkan STNK motornya dan ia pun mengeluarkan dompet mencari SIM nya.


"Ya ampun pak sim saya ketinggalan"ucap Nayla pada polisi yang berdiri disampingnya.


"Kalau begitu maaf mbak harus saya tilang" ucap sang polisi.


"Ya udah lah pak tilang aja, nanti sidangnya dimana" tanya Nayla


Ryan yang kebetulan juga ikut dalam operasi itu langsung melihat kearah suara yang begitu sangat pamiliar buatnya.


"Selamat siang ada apa ini" sapa Ryan yang berpura-pura menyapa Nayla.


"Ini Dan mbak ini gak bawa sim jadi terpaksa saya tilang"


"Oh gitu ya sudah tilang saja kalau memang melanggar" titah Ryan pada anak buahnya.


Nayla yang tadinya senang melihat Ryan langsung cemberut kesal saat mendengar Ryan menyuruh anak buahnya untuk menilang Nayla.


Setelah mendapat surat tilang akhirnya Naylapun kembali melanjutkan perjalanan nya kembali ke salon dengan perasaan kesal pada Ryan.

__ADS_1


Setibanya di salon Damra sedikit heran melihat Nayla yang cemberut.


"Kamu kenapa Nayla kok manyun gitu"tanya Damra


"aku kesel sama Ryan masa bukannya nolongin malah nyuruh anak buahnya buat nilang aku sih" akhirnya Naylapun menceritakan semuanya pada Damra.


"Nayla.... Nayla.."


"Jadi maunya loe tuh Ryan bebasin loe"


"Tugas itu gak boleh dicampur ama urusan pribadi Nayla"ucap Damra sambil mengelus bahu Nayla.


"Pokoknya aku gak mau liat Ryan hari ini" Nayla yang masih kesal akhirnya naik ke lantai atas dan ia pun merebahkan dirinya di atas kasur milik Damra.


Baru saja ia ingin memejamkan matanya ponselnya berdering.


Nayla pun langsung melihat ponselnya tertera nama Adit dilayar ponselnya.


Dengan malas Naylapun membaca pesan dari Adit.


"Assalamualaikum mantan istriku, gimana kabar anak kita yang ada dalam kandungan kamu" isi pesan chat dari Adit.


"Wa'alaikum salam, baik"hanya itu balasan yang Nayla kirim buat Adit.


Sementara itu Adit tersenyum walaupun hanya sebuah jawaban singkat yang ia dapat dari Nayla.


Dina yang kebetulan ada di samping Adit merasa heran melihat Adit yang tersenyum sambil menciumi ponselnya.


"Wa dari siapa sih Adit seneng banget?"tanya Dina yang sedikit merasa cemburu karena diabaikan oleh Adit.


Haripun beranjak sore Ryan yang tau jika Nayla sedang marah padanya langsung datang ke salon.


Nayla yang kebetulan baru selesai mandi sayup-sayup mendengar suara Ryan ia pun sedikit mengintip dari atas tangga


"Ih bener dia" gumam Nayla yang langsung masuk kedalam kamar dan menutup rapat pintunya.


Tok....tokk


"Nay..."


"Nayla sayang aku minta maaf soal yang tadi" ucap Ryan dari balik pintu.


Nayla memegang dada nya yang tiba-tiba berdegup kencang saat Ryan memanggilnya sayang.


"Aihh kenapa aku dek-dekan kaya gini sih" Nayla berbicara sendiri sambil tersenyum.


"Masa iya aku jatuh cinta? kayanya dah lama gak ngerasain kaya gini" ucap Nayla sambil guling-guling dikasur.


"Nay buka dong sayang, kita jalan-jalan yuk" ucap Ryan yang entah sudah keberapa kalinya.


Nayla yang tersadar langsung merapihkan pakaian dan menyisir rambutnya sebelum membukakan pintu.


Setelah di rasa cukup Naylapun memasang wajah datarnya, ia berusaha menyembunyikan debaran jantung yang berdetak sangat cepat saat membuka pintu dan melihat wajah Ryan yang masih lengkap memakai seragam.


"Nay... jangan marah dong sayang, aku kan lagi tugas Nay" ucap Ryan lembut sambil merapihkan anak-anak rambut Nayla yang berterbangan terkena kipas angin.


"Astaga bisa copot ni jantung" batin Nayla saat tangan Ryan menyentuh pipi Nayla.


"Kenapa?" tanya Ryan yang melihat wajah Nayla bersemu merah.


"A...apanya ?" tanya Nayla yang gugup


"Kamu kenapa? kok muka kamu tiba-tiba merah, apa kamu demam?" tanya Ryan yang sengaja menggoda Nayla.

__ADS_1


Ia pun mengulurkan tangannya hendak meyentuh dahi Nayla.


"Aku gak apa-apa Yan" jawab Nayla sambil menepis tangan Ryan dan malah memegang tangan Ryan.


Ryan tersenyum melihat Nayla yang salah tingkah.


"Kamu kenapa sih sayang?" tanya Ryan sambil melihat tangannya yang di genggam Nayla.


"Gak apa-apa, ayo turun" Naylapun langsung turun dengan tangan masih menggenggam tangan Ryan.


Damra yang melihat Nayla turun dengan Ryan dengan tangan saling bertautan tersenyum lebar.


"Kamu kenapa Ra kok senyum-senyum gitu" tanya Nayla masih belum sadar.


"Cieee tadi katanya mau ngambek, sekarang malah gandengan" ucapan Damra berhasil menyadarkan Nayla jika sejak tadi ia memegang tangan Ryan.


"Oh...maaf" ucap Nayla yang langsung melepaskan tangannya dari tangan Ryan dengan wajah yang memerah karena malu.


"Gak usah malu Nay,harus mulai terbiasa dong" Damra terus saja menggoda Nayla.


Malam itu Nayla dan Ryan untuk pertama kalinya jalan berdua tanpa Damra.


Mereka nampak masih canggung terbukti mereka lebih banyak diam dan terkadang jalan pun sedikit berjauhan.


Saat makan malam berdua Nayla nampak malu saat Ryan menatapnya lama.


"Yan jangan kaya gitu liatinnya" pinta Nayla sambil mengambil lalapan daun kemangi dan memakannya.


"Nay...aku ingin segera menikah dengan kamu"


uhukkk


Nayla yang terkejut dengan perkataan Ryan langsung tersentak makanan yang sedang ia kunyah.


Ryan langsung menyodorkan minumannya pada Nayla.


Tanpa pikir panjang lagi Nayla la langsung meminum habis es jeruk yang sebenarnya milik Ryan.


"Pelan-pelan sayang makannya" ucap Ryan sambil mengelus punggung Nayla.


"Ih kan kamu yang bikin aku keselek Yan" sahut Nayla.


"Iya maaf sayang,aku serius pengen kita buru-buru resmi, aku janji gak akan nyakitin kamu dan menganggap anak ini seperti anak aku juga" ucap Ryan serius sambil mengelus perut Nayla yang sudah sedikit membuncit.


"Aku belum siap Yan, tunggu sampai anak aku lahir dulu baru kita bicarakan lagi soal ini" ucap Nayla yang tiba-tiba berubah sedih.


"Baiklah Nay aku sabar nunggu hari itu tiba, ya udah kamu jangan sedih ya" ucap Adit sambil tersenyum walaupun sebenarnya dalam hati ia sedikit kecewa karena lagi-lagi Nayla masih belum mau menikah dengannya.


Hallo semua maaf aku baru bisa up lagi.


Semoga kalian gak bosen ya nunggu kehadiran Adit dan Nayla.


Buat Para Reader yang Masih setia Author ucapan Terima Kasih.


Jangan lupa y tetap kasih dukungannya buat author dengan cara :


Like


Rate


Komen


kalau mau ngasih vote atau gif juga gak apa-apa.

__ADS_1


Salam Manis


Amelajj/Authorr


__ADS_2