TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 250


__ADS_3

🌺🌺🌺Selamat Membaca🌺🌺🌺


Malam hari Adit baru datang ke rumah sakit dan menyuruh Lilis untuk pulang.


Sakitt rasanya hati Nayla karena Adit benar-benar lebih memilih mengurus keluarga Ina dibanding dirinya yang kini juga sedang butuh perhatian dari suaminya.


"Kamu dah makan belom Nay" Adit duduk di kursi samping tempat tidur Nyala.


Terdengar Adit menarik nafas dan menghembuskannya dengan kasar.


"Aku tau kamu belum tidur Nay, maafin aku ya tadi Ayah Ina minta tolong buat nyiapin keperluan tujuh harinya" Adit menjelaskan pada Nayla yang pura-pura tertidur.


"Kenapa harus kamu, kenapa kamu gak bilang kalau kamu harus jagain aku disini, kamu jahat" tiba-tiba Nayla membuka matanya dan langsung kesal mendengar penjelas Adit.


"Sayang...jangan begitu"Adit menghapus air mata yang mengalir di pipi Nayla.


Nayla menatap Adit tajam, nampak kekesalan masih ada disana.


"Aku mau tidur" Nayla langsung membelakangi Adit.


"Tapi Nay aku masih mau ngobrol sama kamu, aku masih kangen Nay" pinta Adit dengan suara sedikit parau.


"Aku gak mau ngobrol ama kamu, kalo kamu mau ngobrol, ngomong aja tuh ama tembok" ucap Nayla tak merubah posisinya.


Adit hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Nayla.


"Nay..kamu dosa loh nyuekin suami" ucap Adit


"Biarin dosa gak bejendol ini gak keliatan" sahut Nayla masih dengan jawaban ketusnya.


"Nay..kalo dosa bejendol semua orang udah pada jelek kali ya mukanya" Adit berusaha terus mengajak Nayla berbicara.


Sebetulnya ia ingin memeluk Nayla namun ia urungkan, Adit tau jika saat ini Nayla masih sangat tak menyukainya.


Tak butuh waktu lama Naylapun tertidur dalam suasana hati yang sedang kesal pada Adit.


Melihat Nayla yg sudah pulas akhirnya Aditpun ikut membaringkan tubuhnya di samping Nayla.


Ia memeluk tubuh Nayla dari belakang.


Dalam mimpinya Nayla melihat ia yang sedang menangis, entahlah apa yang sedang ia tangisi Nayla tak ingin bertanya, hatinya masih terlalu sakit.


Semasa Ina hidup ia selalu membayang-bayangin hubungannya dengan Adit bahkan sampai Ina tiadapun Adit masih saja terbelenggu oleh segala sesuatu tentang Ina.


Hiik.......hikkk


"Nayla tolingin aku Nay"


Suara tangisan Ina begitu terasa menyedihkan ditelinga Nayla.


Antara sadar dan tidak Nayla melihat sosok Ina yang sedang menangis memohon agar Nayla menolongnya.


"Pergiii kamu...kamu kan udah gak ada" usir Nayla


"Nay...tolong aku hu..hu..aku tersiksa..." sosok yang menyerupai Ina itu menangis namun bukan air mata yang Nayla lihat tapi darah yang mengalir dari kedua kelopak matanya, serta lidahnya yang nampak begitu panjang menjulur keluar penuh dengan luka.


"Pergi kamuuu...aku gak mau melihat kamu..."teriak Nayla dengan mata yang masih terpejam.


Karena tangannya bergerak tak tentu akhirnya selang infus Naylapun copot seketika itu juga darah Nayla mengalir.


Adit yang setengah sadar kerena Nayla terus berteriak akhirnya membuka paksa matanya yang masih berat.


Alangkah terkejutnya Adit saat melihat darah mengalir dari tangan Nayla.


Ia pun memencet bel dan tak lama kemudian suster datang untuk memperbaiki selang infus yang copot.


"Pergi....jangan ganggu akuu"


"Aku udah iklas kalo emang kamu mau..." teriak Nayla masih dengan mata terpejam.


Adit yang sedari tadi membangunkan Nayla nampak bingung karena Nayla tak juga mau membuka matanya.

__ADS_1


Setelah hampir setengah jam akhirnya Naylapun tersadar.


"Astagfirullah " ucap Nayla saat ia berhasil terjaga dari entah itu mimpi atau halusinasi ia tak perduli.


alazimm


"Kamu mimpi apa sayang" Adit menghapus keringat di wajah Nayla dengan handuk kecil.


Nayla tak menjawab pertanyaan Adit, ia memalingkan wajahnya kearah lain namun sial saat ia melihat kearah kamar mandi ia melihat sosok putih berjalan melayang keluar dari kamar mandi menembus tembok.


"Astagfirullah allazimm" Nayla terus istigfar begitu melihat sosok tak kasat mata kembali melintas di pansangan matanya.


"Kamu liat apa Yang?" Adit yang tau jika Nayla melihat sesuatu nampak mengikuti arah pandangan mata Nayla.


Nayla hanya diam, ia tak ingin kembali tidur karena ia tak mau mimpi itu terulang kembali namun ia juga tak mau melek ia takut akan melihat kembali sosok-sosok aneh pengunggu rumah sakit ini.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya ia pun bermain game onet yang ada diponselnya.


Haripun berganti pagi, sama seperti hari kemarin Adit kembali meninggalkan Nayla dengan Lilis.


Memang dasar Nayla ia tak mau makan makanan rumah sakit, ia pun meminta Lilis untuk membelikannya berbagai makanan yang ia suka.


Bagai kerbau yang dicocok hidungnya Lilispun menuruti semua keinginan Nayla.


Nayla asik menikmati jajanannya sesangkan Lilis yang kebetulan saat itu datang bersama Ai disuruh menghabiaskan makanan rumah sakit.


Doni yang senang akan visit keruangan Nayla nampak merapikan jas putihnya sesaat sebelum masuk.


"Udah ganteng dok, ayo masuk lama amat sih didepan pintunya" celetuk suster pendampingnya


"Suster saya tuh lagi dek-dekan mau ketemu mantan" ucap dokter Doni


"Seriuss dok kalo Nyonya Nayla mantan dokter" tanya sang suster tak percaya


Tanpa menjawab pertanyaan susternya dokter Doni langsung masuk kedalam ruangan Nayla dengan memasang senyum manisnya.


Nayla yang saat itu sedang asik memakan cimol langsung menyembunyikan makanannya di bawah bantal.


"Sore juga dokter ganteng" bukan Nayla yang menjawab namun Ai.


Nayla tersenyum melihat Ai yang kecentilan pada Doni.


"Permisi dulu ya teh, saya periksa dulu pasiennya" ucap Doni ramah pada Ai yang masih bertengger diatas kasur bersama Nayla.


"Kamu udah makan Nay" tanya Doni saat melihat wajah Nayla sedikit pucat.


"udah.."jawab Nayla ketus


"Ayo rebahan dulu biar saya periksa" titah dokter Doni


"Emang kalo begini aja gak bisa ya" tanya Nayla


"Ya gak bisa Nayla" jawab Doni lembut


Akhirnya Naylapun merebahkan tubuhnya.


Doni memesang stetoskop ditelinganya


"Tunggu.." cegah Nayla saat Doni ingin memeriksa nya


"Bisa gak gak usah nyentuh periksanya, jarak jauh gitu gak pake pegang-pegang" ucap Nayla


Doni pun tertawa "Mana bisa Nay, apa kamu takut ya ketaun lagi dek-dekan ketemu aku" goda Doni


"Ya gak lahh, gr banget sih kamu" sangkal Nayla sambil memalingkan wajahnya.


Karena tak mau berdebat akhirnya Naylapun membiarkan Doni menjalankan tugasnya.


"Don..aku dah bisa pulangkan hari ini" tanya Nayla


"Kamu maunya aku jawab apa?" Doni malah balik bertanya

__ADS_1


"Ya boleh pulang lah maunya aku sih" jawab Nayla to the point


"Ya udah kamu boleh pulang, tapi aku mau no hp kamu ya" bisik Doni


"Jangan bisik-bisik sihh" Nayla mendorong Doni sedikit menjauh.


Doni tersenyum melihat Nayla yang malu " ok kamu dah boleh pulang" kini Doni berbicara serius


"Makasih Doni" untuk pertama kalinya Nayla tersenyum manis pada dokter muda itu.


"dokter teh meni kasep pisan sihh" celetuk Ai sambil memandang wajah Doni


Doni tersenyum sumringah mendengar pujian dari Ai.


"Cieee...embat aja Don masih singgel tuhh" goda Nayla


"terus aja godain aku tar aku cancel ni biar gak jadi pulang" ancam Doni bercanda.


Setelah dokter Doni keluar tanpa menunggu lama Nayla neninta Lilis segera mengurus kepulangannya.


Ia tak mau menunda terlalu lama lagi.


Akhirnya tanpa menunggu Adit merekapun pulang kerumah dengan menyewa angkot yang kosong.


Malamnya Adit terkejut saat mendapati ruangan Nayla sudah kosong.


Ia pun langsung pulang kerumah dan mendapati Nayla yang sedang rebahan di kasur.


"Kok kamu pulang gak ngasih tau aku Nay" tanya Adit saat ia sudah membersihkan diri.


"Aku takut ganggu kamu"


Jawaban Nayla seolah mencubit hati Adit, terasa sakit namun memang itu kenyataanya.


Akhirnya malam itu pun berlalu.


Pagi-pagi sekali Adit sudah rapi ia pamit akan kembali kerumah Ina.


Tanpa menunggu jawab dari Nayla ia pun berlalu menjauh dengan sepeda motornya.


Air mata Nayla mengalir begitu saja, hati nya benar-benar sakit.


Kini niatnya sudah bulat, ia kan kembali ke kota "B" hari ini juga.


Setelah semalam ia pamit pada orang tua Adit dan menceritakan semuanya akhirnya mereka pun mengijinkan Nayla untuk kembali ke kota "B" tanpa Adit.


Tak butuh waktu lama Naylapun sudah rapi dengan diantar Lilis ia pun meninggalkan rumah Adit menuju terminal.


Setibanya diterminal ia pun langsung naik bus yang menuju kota "B".


Tak menunggu lama akhirnya bus pun mulai melaju pelan kekuar dari terminal.


Lilis pun yang melihat bus yang Nayla naiki sudah menjauh langsung kembali kerumahnya dengan air mata yang berderai.


Sementara itu Nayla menatap jalanan melalui kaca, ingatannya kembali berputar saat ia baru tiba di kota Tasik bersama Adit dan semua kejadian buruk yang menimpanya.


"Selamat tinggal Adit, kalau memang kita berjodoh kita pasti bisa bersama lagi" ucap Nayla sambil menghapus air matanya yang mengalir.


Bus pun semakin jauh meninggakan kota Tasik, Nayla pun memejamkan matanya berharap semua ini hanya mimpi buruk dan ia berharap segera terjaga dari mimpi buruknya.


**Udah dulu ya up nya untuk hari ini.


Dah puaskan akhirnya Nayla ninggalin Adit.


Jangan lupa like dan vote dan juga komennya biar author semangat ngetiknya.


Buat author yang lain maaf ya masih slow respon ttapi aku pasti mampir kok kalo kalian tinggalin jejak.


Salam Maniss


Amellajj/author**

__ADS_1


__ADS_2