TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 124


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Suara sirine menggema begitu Ambulance meninggalkan area parkir belakang rumah sakit.


Suara raungan sirine terdengar begitu menyayat seperti halnya Nayla yang masih meratapi kepergian Mamanya.


Didalam ambulan ia masih saja mendekap jasad Mamanya dengan tangis yang sudah tak bersuara.


"Mama jangan tinggalin Nay..."


Kata-kata itu saja yang keluar dari mulut Nayla meskipun pelan namun Adit dan aa masih mendengarnya.


"Nay..tong kitu atuh karunya Mama(Nay..jangan begitu kasian Mama)" a'Iwan masih berusaha membujuk Nayla agar berhenti meratapi kepergian Mamanya dan berusaha tabah dan ikhlas.


Akhirnya ambulance pun tiba dikediaman Nayla.


Para tetangga sudah menyiapkan segala sesuatunya dari tenda dan kursi yang berjejer didepan rumah tak lupa bendera kuning yang terpasang di jalan masuk rumah Nayla dan sudah pasti didepan rumah Nayla pun sudah terpasang dua buah bendera kuning.


Begitu pintu ambulan dibuka a'Iwan turun duluan untuk membantu memindahkan jasad Mama Nayla.


Adit menemani Nayla yang seakan lemas tak bertenaga.


Melihat Nayla yang hampir hilang kesadaran Adit dan beberapa tetangga langsung membopong Nayla masuk kedalam dan merebahkannya dikamar.


Dalam keadaan setengah sadarpun mulut Nayla tak berhenti memanggil-manggil Mamanya.


Susi dan Mama Neneng pun tak mampu menahan tangisannya melihat konĸisi Nayla.


"sabar Nay...yang ikhlas"


begitulah kata-kata yang selalu keluar dari mulut orang-orang yang melihat Nayla.


Memang kalo hanya mengucapkan sabar dan ikhlas itu mudah namun tidak untuk Nayla yang harus menjalani hidupnya tanpa Mamanya lagi.


A'Iwan yang mendampingi Nayla mengusap-usap lembut rambut Nayla dan tak lama kemudian Naylapun terlelap mungkin karena semalaman Nayla hanya tidur tidak sampai 2 jam dan kecapean menangis.


Dalam tidurnya pun ia masih memanggil Mamanya.


"Mama....Nay ikut Mah, Nay gak mau sendirian "teriak Nayla dengan mata yang masih terpejam.


Adit dan aa yang menemani Nay tak bisa berbuat banyak,mereka tahu betapa rapuhnya Nayla tanpa Mamanya walaupun begitu hidup Nayla masih panjang mau tak mau dan suka tak suka harus tetap Nayla jalani tanpa Mamanya lagi.

__ADS_1


Nayla terbangun dari tidurnya dengan mata yang bengkak kerena kebanyakan menangis.


Adit membujuk Nayla agar mau makan walaupun sedikit namun Nayla tetap tak mau makan ua hanya ingin teeus berada disisi jasad Mamanya sebelum dikebumikan.


Nayla menatap wajah Mamanya yang kini sedang dimandikan ia ikut membersihkan kotoran-kotoran yang menempel disela-sela jari dengan cootonbat didampingi dengan Mama Neneng.


"Ma Neneng, Mama aku masih hidup itu diri disana"ucap Nayla tanpa sadar


"istigfar Nay...istigfar "Maman Neneng berusaha mengingatkan Nayla


Nayla kembali mengeluarkan air mata,ia mengelus wajah Mamanya yang kini sedang dibersihkan.


Karena tak ingin ada hal yang buruk terjadi Nayla pun dibawa masuk kembali oleh Mama Neneng.


Tiba-tiba terdengar suara ribut dari luar karena penasaran Naylapun memaksa untuk melihat ada apa diluar.


Saat Nayla keluar dari pintu ia melihat sanak saudara dari Mamanya sudah tiba Bibi Iyan yang memiliki wajah hampir sama dengan Mamanya langsung memeluk Nayla dan menangis mau tak mau Naylapun ikut menangis kembali.


Nayla duduk disamping jasad Mamanya saat berusaha tidak menangis lagi soalnya ia ingat jika sudah dikafani jangan sampai ada air mata yang menempel kembali.


Saat satu persatu semua sanak saudara diijinkan untuk melihat yang terakhir kalinya Nayla berusaha untuk tidak menitikkan air matanya lagi ia pun mencium pipi Mamanya berulang kali sampai Mama Neneng menariknya karena jasad akan segera dibawa ke Masjid untuk disholatkan dan langsung dikebumikan.


"Jangan...Mama Nay jangan dimasukin kesitu Mama Nay belum meninggal" teriak Nayla sambil hendak menarik tutup kranda


Hampir semua yang hadir disana ikut menangis melihat betapa terpukulnya Nayla atas kepergian Mamanya.


Kranda yang membawa jasad Mama Naylapun mulai bergerak menuju Masjid untuk disholatkan


"Nay...kamu mau ikut nyolatin Mama,hayu aa anterin naik Motor,tapi dengan syarat Nay gak boleh kaya tadi"ucap aa


Layaknya anak kecil Nayla menurut ia pun langsung naik dijok belakang dan merekapun langsung menuju Masjid yang tak jauh dari rumah Nayla.


Setelah selesai disholatkan Nayla,Adit dan aa kembali naik ambulan menuju pemakaman


"Mah...ini jalan-jalan terakhir kita bersama,Nay doakan semoga Mama tenang disisi Nya" ucap Nayla lirih sambil mengelus kranda yang berisikan jasad Mamanya.


Harum wangi bunga melati begitu tercium Nayla bersandar dibahu Adit,ia merasakan kepalanya begitu sakit namun ia tahan ia ingin terus melihat proses pemakaman Mamanya.


Begitu sampai dipemakaman tanpa menunggu lagi jasad yang telah terbungkus kain kafan itu segera diturunkan.


Papa Nayla dan beberapa krabat dari keluarga istrinya yang berada didalam lubang menerima jasad itu langsung membenamkannya dengan posisi wajah mencium tanah dan Mengazaninya setelah itu Papa Nayla ditarik kembali keatas karena lemas.

__ADS_1


Saat sedikit demi sedikit tanah mulai menutupi lubang Nayla kembali histeris


"jangan ditutup disana ada Mama Nay"


"jangan ditutup lubangnya Nay mohon"


Nayla langsung memegang salah satu cangkul dari petugas penggali makam yang hendak menutup lubang dengan tanah.


Beberapa saudara Nayla langsung menahan Nayla karena aa dan Adit sedang mengantar Papa Nayla kembali kemobil.


Dari kejauhan Adit yang melihat Nayla histeris langsung pamit pada aa lalu menghampiri Nayla.


Setelah insiden Nayla yang histeris pembacaan doa pun dilanjutkan


Adit masih mendekap Nayla,ia sedikit heran tadi Nayla berteriak-teriak namun kini berubah 180 persen ia diam saja namun tatapan matanya kosong.


Satu per satu pelayat mulai meninggalkan pemakaman.


Kini yang tersisa hanya keluarga saja,mereka memanjatkan doa agar arwah Mama Nay tenang di alam sana.


"Nay ayo kita pulang,sebentar lagi gelap"ucal Adit


"aku mau disini dulu Dit,kasian Mama sendirian kalau Nay ikutan pulang"ucap Nayla dengan wajah tanpa ekspresi.


"Jangan begitu sayang,justru kalau kamu begini kasian Mama disana"bujuk Adit


Nayla menatap Adit sebentar lalu ia kembali terdiam sementara tangannya memainkan bunga-bunga yang bertebaran diatas pusara Mamanya.a


Adit membiarkan Nayla sejenak dengan kesedihannya,mungkin dengan menatap lama pusara Mamanya ia akan sedikit lebih tenang.


Setelah beberapa menit akhirnya Nayla berdiri dan mengajak Adit untuk kembali.


Aditpun menarik nafas lega akhirnya Nayla mau kembali tanpa harus dipaksa.


Haii para readerr terima kasih masih setia di ceritaku yang receh ini.


Jangan lupa tetap terus dukung author dengan cara Like,Vote,rate dan juga kritsarnya authorr tunggu


salam maniss


amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2