
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Tari yang tahu kalau Nayla sedang sedih ia pun berusaha menghiburnya,ada saja cara untuk membuat Nayla tersenyum.
Akhirnya lama-lama Naylapun merasa nyaman jika bersama Tari namun ia tetap menjaga jarak tak ingin terlalu akrab.
Sementara itu sudah beberapa hari ini Adit tak menghubungi Nayla ia berusaha menenangkan pikiran dan hatinya.
Sebenarnya ia berharap Nayla menghubunginya terlebih dahulu namun harapannya sia-sia karena gadis itu tak memberinya kabar sama sekali.
Sebenarnya Adit sudah mantap ingin melamar Nayla namun entah kenapa sejak kejadian hari itu pendiriannya sedikit goyah,ia merasakan Nayla masih sangat mencintai Dewa,namun setelah ia berpikir dan meminta pendapat pada ke empat sahabatnya ia pun kembali menguatkan keyakinannya untuk segera melamar Nayla dan hari ini ia berniat untuk menemui Nayla dan membicarakannya dan jika Nay setuju maka ia akan segera meninta orang tuanya untuk datang.
"p..."
"p juga " balas Nay pada aplikasi wa
"nanti sore aku jemput ya yang"
"ok.." balas Nayla singkat
"ya udah sampe tar sore ya yang 😚" balas Adit
Nayla pun tersenyum bahagia ternyata Adit sudah tidak marah lagi.
"Nayla sayang tar sore temenin gw makan ya di KFC " ajak Tari yang tiba-tiba muncul dari balik tray kosong
"ihh loe mah beneran ya kaya jailangkung tau-tau nongol aja tanpa dipanggil"gerutu Nayla kesal karena kaget
Tari hanya tertawa melihat ekpresi Nayla yang terkejut karena ulahnya
"gw gak bisa tar sore Pacar gw mau jemput" tolak Nayla
"ihhh loe, gw gak mau tau pokoknya tar sore loe harus memenin gw"paksa Tari
"ga...k maaaau"tegas Nayla lalu pergi meninggalkan Tari yang masih menggerutu kesal
Sorenya Nayla menghampiri Adit yang sudah menunggunya didepan gerbang depan.
"haii...kamu udah gak marah lagi kan Dit"sapa Nayla begitu berada disamping Adit yang sedang merokok diatas motornya.
"gak lah yang,mana bisa aku marah lama-lama ama kamu"jawab Adit lalu mematikan rokoknya dan melemparnya pas masuk ke lubang tempat sampah.
Aditpun memberi sebuah helm yang langsung dipakai oleh Nayla.
"kamu mau makan apa yang?"
"makan bakso sragen aja ya,kayanya enak "
__ADS_1
"baik nyonya"jawab Adit dan mereka pun melaju menuju warung bakso langganan mereka.
Adit hanya memperhatikan Nayla yang sedang menuang sambal kedalam mangkok baksonya
"Nay udah jangan banyak-banyak tar sakit perut"Adit menahan tangan Nayla yang hendak menambahkan sambal lagi
"iya..."jawabnya
"tumben langsung nurut,coba kaya gini teruss"ucap Adit saat melihat Nayla tidak jadi menuangkan sambal.
Nayla pun tersenyum namun terpaksa.
Merekapun makan dengan hening tak ada satupun yang berbicara hanya Adit saja yang sesekali melihat kearah Nayla yang berkeringat karena kepedasan.
"Nay...kamu serius minta aku nikahin"tanya Adit tiba-tiba
Nayla yang sedang menyeruput es jeruknya pun langsung tersendak
uhuukkk
uhhuuuk
"pelan-pelan yang"Adit pun langsung berpindah tempat duduk disamping Nayla dan langsung mengelus-elus punggungnya.
"kenapa?kok kaget sih yang,kan kemaren kamu yang minta aku buru-buru nikahin kamu"
"emmm iya sih,tapi kan itu kemaren Dit,kalo sekarang gak jadi deh"jawab Nayla
"jangan ngerokok lagi dong Dit,kan kamu tau aku gak kuat asep rokok"pinta Nayla dan Aditpun memasukan lagi rokoknya.
"Nayla sayang dengerin ya,kayanya aku harus mulai tegas ama kamu,aku rasa aku udah cukup ngasih kamu kebebasan" ucap Adit lalu ia menjeda sebentar ucapannya
"Nay..sekarang aku mau kita seriusss,aku mau kamu lupain Dewa karena dia udah milik orang,dan aku mau mulai saat ini hanya ada aku di hati kamu"
Nayla tak bisa berkata-kata,ia menundukan wajahnya.
"iya..aku tau Dit"jawab Nayla pelan
"hari minggu aku mau ngelamar kamu Nay,besok orang tuaku datang dari kampung"ucap Adit
"apa?mau ngelamar?"ulang Nay seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar barusan
"he'em.."angguk Adit sambil meneguk es kopinya
"Adit...kamu kok gak nanya dulu sih ama aku soal itu"ucap Nayla kesal
"Dihhh kenapa jadi aku yang salah,kan kamu sendiri yang kemaren ninta aku nikahin buru-buru"jawab Adit sambil tertawa melihat Nayla yang kebingungan
__ADS_1
"ihh itukan aku ngomongnya setengah sadar Dit"
"justru itu yang,kalo kamu pas sadar kan selalu gak mau kalo aku ajak nikah,nah numpung kamu sendiri yang minta makanya aku kabulin pernintaan kamu"
Nayla benar-benar tak dapat berkata-kata lagi,ia bingung harus gimana.
Adit tersenyum puas nelihat Nayla yang kebingungan.
"ya udah gak apa-apa lamaran dulu aja ya tapi nikahnya nanti-nanti ya Dit jangan taun ini"pinta Nayla
"jutru aku maunya 3 bulan setelah lamaran kita langsung nikah yang"
"Dit...aku belum siap"
"kalau nungguin kamu siap mah kapan tau Nya"
"Dit....please dong ..."
"udah lah Nay gak usah bahas itu kita serahin aja sama orang tua kita bagus nya gimana,yang penting hari minggu ini aku mau ngelamar kamu ok..."
"udah malem ayo aku anterin kamu pulang"
Setelah selesai membayar Aditpun segera bersiap-siap diatas Motornya.
Nayla menyusul Adit dengan langkah gontai,saat ini ia sedang bingung entahlah ia harus senang atau bagaimana karena Adit akan segera melamarnya.
"Adit...."
"Adit..."
Nayla merengek seperti anak kecil namun Adit pura-pura tak mendengarnya.
"Adit...aku belum mau nikah"ucap Nayla pelan sambil naik keatas motor Adit.
Adit yang mendengar ucapan Nayla hanya tersenyum dan pura-pura tak mendengar,ia pun mulai malajukan motornya dengan kecepatan sedang menuju rumah Nayla yang lumayan jauh.
Haiii semuanya terima kasih sudah mampir dikaryaku yang abal-abal ini.
jangan lupa tetap dukung author ya dengan cara :
👉 Like
👉 Rate
👉 Vote dan
👉 Kritsarnya author tunggu
__ADS_1
Salam Maniss
Amellajj/author