TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
BAB 416


__ADS_3

SELAMAT MEMBACA


Tanpa kenal putus asa Rania terus saja mencoba untuk dapat keluar dari tempatnya di sekap oleh Rahmat.


Entah ilmu apa yang Rahmat gunakan hingga si bocil pun tidak dapat membantunya.


"Woiii cuma pengecut yang beraninya cuma begini,kalo emang loe cowo ayo kita berkelahi" teriak Rania ke arah cctv yang ia yakin jika saat ini Rahmat sedang memantaunya.


"Kita berkelahi aja,kalau gw kalah gw mau nurutin apa pun yang loe mau"


"Tapi kalau loe yang kalah loe harus pergi jauh-jauh dari gw dan jangan ganggu gw lagi" ucap Rania kencang.


Sementara itu Rahmat hanya tersenyum mendengar perkataan Rania yang mengajaknya untuk berkelahi.


Sementara itu dirumahnya Nayla nampak sedang menagis karena belum juga menemukan Rania.


"Ardina emang si Ran gak bilang mau pergi kemana?" tanya Radit


"Gak aa, kan kebetulan waktu itu Ar lagi disalon juga" jawab Ardina


"Oh iya aa lupa, nanti aa mau coba datangin rumah yang kemarin mama bilang, kok kayaknya perasaan Radit gak enak ya" ucap Radit.

__ADS_1


Fahri yang kebetulan saja baru kembali setelah beberapa bulan di Kalimantan langsung menuju rumah Rania karena begitu rindu dengan kekasihnya itu.


Fahri begitu terkejut saat tau jika Rania menghilang sejak pagi tadi.


Ia pun ikut mencari Rania bersama dengan Radit.


Aa Iwan yang dimintai tolong pun tidak dapat melihat keberadaan Rania.


Ia hanya melihat kabut putih yang menutupi keberadaan Rania


Nayla yang putus asa hanya bisa menangis menunggu kabar dari Radit dan juga yang lainnya.


Radit yang penasaran akhirnya berhenti beberapa meter dari kediaman Rahmat, ia memantau rumah itu.


Untuk beberapa saat tidak ada yang aneh dengan rumah itu, hingga akhirnya ia melihat sebuah mobil masuk kedalam rumah itu dan alangkah terkejutnya Radit saat melihat pria yang turun dari mobil itu.


"Apa itu Rahmat ya" ucap Radit masih belum yakin dengan apa yang dilihatnya.


Ia pun mencoba untuk mendekat untuk memastikan apa yang dilihatnya tidak salah.


Setelah memastikan yang ia lihat benar Raditpun langsung pulang dan menceritakan apa yang ia lihat pada Mamanya dan juga Fahri yang kebetulan ada disana.

__ADS_1


Entah kenapa ia yakin jika Rania ada disana.


Sosok wanita yang mengikuti Fahripun membisikan jika memang benar Rania ada disana namun ia tidak dapat menolongnya karena telah diberi pagar ghoib.


Untuk lebih memastikan lagi Radit pun kembali kerumah itu bersama Fahri.


Kebetulan Rahmat pun keluar, mereka pun tidak menyia-nyiakan kesempatan.


Mereka berdua berusaha untuk masuk kedalam rumah itu,tanpa mereka sadari jika rumah itu telah dipasang cctv dan kebetulan Rahmat sedang memantau rumahnya melalui layar ponselnya.


"Sial,berani sekali mereka masuk kerumahku, aku harus segera memindahkan Rania" ucap Rahmat geram.


Ia pun segera memacu kendaraannya kembali ke rumah yang ia sewa.


Sementara itu didalam kamar Rania berusaha membongkar kunci kamar tempatnya disekap.


Rahmat hanya tersenyum melihat usaha Rania yang ada saja caranya agar bisa lepas dari sekapannya.


"Aduh kenapa susah banget sih, perasaan kalo liat di film-film gampang" ucap Rania sambil menghapus keringat di wajahnya


Karena tempat persembunyian sudah diketahui oleh keluarga Rania ia pun bermaksud secepatnya untuk memindahkan Rania ketempat persembunyian barunya.

__ADS_1


__ADS_2