TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 49


__ADS_3

Hari minggu Nayla ingin menikmati hari liburnya ia hanya ingin memanjakan dirinya dengan hanya berbaring dikasur empuknya sambil memutar lagu-lagu kesukaanya.


Dering suara ponsel Nayla yang nyaring akhirnya membuat Nayla bangun dan meraih ponselnya dengan malas ia membuka pesan yang dikirim oleh Adit setelah ia membacanya ia pun melempar asal ponselnya lalu kembali berbaring.


"Nay maafin aku,kami gak ada hubungan apa-apa cuma teman" Adit kembali mengirimiku pesan namun kali ini pesan suara.


"aku lagi males nih jangan ganggu aku dulu ya" balasku


"Nayla angkat telponku aku mau bicara,kalau kamu gak mau angkat telfonku aku akan suruh teman-temanku buat ganggu kamu" kali ini Adit mengancamku


aku pun mengabaikan ancaman Adit.


"aku udah gak takut sama temen-temen astral kamu" balasku dengan percaya diri padahal jika nemang mereka benar-benar mengganggu belun tentj juga Nayla berani.


Sore pun tiba "Nayla bangun ada temen kamu tuh"teriak mama dari balik pintu


setelah beberapa kali teriakan mama akhirnya Nayla bangun juga dengan malas membuka pintu kamarnya


"ada apa sih ma,berisik tau"ucap Nayla dengan suara serak karena baru bangun tidur


"ada cowo kamu tuh dibawah"jawab mama sambil senyum-senyum


"dih aneh mama,cowo siapa yang dateng kok mama yang seneng sih" celetuk Nayla yang langsung mendapat jeweran ditelinganya


"aduuuuh ma sakit tau,tar kalo kuping Nay copot gimana"protesku sambil memegang telingaku yang panas akibat dijewer mama.


"udah cepat sana temuin Adit,kasian dari tadi nungguin kamu"ucap mama lalu meninggalkan kamarku


dengan malas akhirnya aku pun menemui Adit yang sedang menunggu dirung tamu


"hai...baru bangun tidur Nay"sapa Adit

__ADS_1


"iya"jawabku singkat sambil duduk disofa singel yang berhadapan dengan Adit


"Nay...aku mau ngomong ama kamu tapi jangan disini,kita keluar yuk"ajak Adit tanpa basa-basi.


"males ah,kalo mau ngomong disini aja"


"gak enak Nay,mending kita keluar aja biar enakan ngobrolnya"paksa Adit.


Dengan berat hati akhirnya aku pun setuju untuk keluar.


Setelah menunggu hampir setengah jam akhirnya Nayla pun sudah siap,mereka pun pamit pada mama Nayla.


Disebuah taman yang terdapat danau buatan disinilah sekarang Nayla dan Adit berada.


Adit berbicara panjang mencoba menjelaskan pada Nayla memberi alasan kenapa seminggu kemarin ia tak memberi kabar pada Nayla dan siapa wanita yang bersamanya kemarin,namun Nayla tak begitu ambil pusing dengan apa yang dijelaskan oleh Adit matanya terfokus pada sesuatu sosok yang kini berada diseberang mereka,sosok itu nampak marah melihat tajam kearah Nayla dengan mata yang merah,Nayla sendiri bingung kenapa mahluk itu marah padanya,apa ia salah satu peliharaan Adit?


Nayla tadi bilang pada Adit melalui chat kalau ia tidak takut pada teman-teman astralnya Adit sekarang ia ingin membuktikan kalau ia benar-benar tidak takut,ia mencoba bersikap biasa saja padahal dalam hatinya ia menahan rasa takut hingga lututnya terasa lemas dan gemetar.


"penunggu sini?lah terus ngapain dia kaya marah gitu sama aku"tanyaku penasaran


"aku juga gak tau Nay,tapi kamu tenang aja dia gak berani deketin kamu"jelas Adit lalu menyandarkan tubuhnya pada sandaran kursi taman


"kenapa gak berani Dit?"tanya Nayla lagi


"ya karena kamu bawa sesuatu didompet kamu Nay"jawab Adit sambil menarik tangan Nayla dan menggenggamnya.


Nayla nampak berpikir akhirnya ia ingat dengan jimat pemberian si aa.


"ohhhh itu"Nayla tersenyum "ternyata berguna juga ya jimat si aa"batin Nayla


Adit yang melihat gadisnya senyum-senyum sendiri akhirnya tak dapat menahan rasa gemasnnya ia pun mencubit pipi Nayla.

__ADS_1


"Adiit sakit tau"sentak Nayla kesal


"abis kamu aku ngomong malah dicuekin,kamu maafin aku gak Nay"


"iya aku maafin"jawab Nayla


Setelah makan malam diwarung tenda Adit mengantarkan Nayla pulang namun saat melewati perumahan yang kosong dan sepi tiba-tiba mesin motor Adit mati


"ya kok mogok Dit,mana tempatnya sepi banget lagi"tanya Nayla takut,ia pun memperhatikan sisi kiri dan kanan jalan hanya terdapat ilalang yang tinggi dan tiba-tiba lampu penerangan jalan berkedap-kedip Naylapun semakin mendekat pada Adit yang sedang memeriksa mesin motornya


"Dit...aku takut,kok aku merinding ya"bisik Nayla ditelinga Adit lalu memegang dengan erat lengan Adit.


"tenang Nay jangan ketakutan gitu"


"ada yang gak beres nih"pikir Adit,sebenarnya ia pun tahu kenapa mesin motornya tiba-tiba mati bukan karena rusak tetapi karena gangguan dari dunia lain.


Dari kejauhan mata Nayla melihat sosok tubuh tanpa kepala sedang berdiri didekat tiang listrik ia pun segera menutup matanya dengan kedua tangannya


"Adiit ituu apa,aku takut Dit"


Adit berusaha menengkan Nayla,ia mendekap Nayla erat agar tak semakin kalut.


Sosok itu berjalan mendekat kearah Adit,nampak Adit membaca sesuatu dan tak lama kemudian sosok itu menghilang dan lampu jalanpun kembali normal tidak berkedap-kedip seperti tadi.


Dengan perlahan Adit melonggarkan dekapannya "Nay udah gak ada apa-apa"ucap Adit lembut namun Nayla masih memejamkan matanya karena ia masih merasa takut.


cup...


dengan cepat Adit mengecup bibir Nayla hanya sekilas namun berhasil membuat mata Nayla terbuka lebar,Adit hanya tersenyum melihat keterkejutan gadisnya saat ia mendaratkan kecupan singkatnya.


Ia pun kembali mencoba menghidupkan mesin motornya dan berhasil,setelah siap akhirnya mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju rumah Nayla.

__ADS_1


Musibah membawa berkah mungkin itu yang ada dalam pikiran Adit saat ini walaupun bertemu dengan hantu tanpa kepala yang membuatnya sedikit ngeri namun membawa berkah karena berhasil mengecup sekilas bibir Nayla


__ADS_2