TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 160


__ADS_3

\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=


Setelah 3 hari Nayla dirawat dirumah sakit akhirnya ia diperbolehkan pulang.


Setibanya dirumah ia langsung mengurung diri dikamarnya tak ada sedikitpun niatnya untuk keluar,hanya sesekali ia duduk disamping dijendela kamarnya sambil memetik dau mangga dan merobeknya kecil-kecil.


"ishh gw kaya cerita rapunsel yang 4dikurung dimenara tapi dia mah punya rambut yang panjang buat turun kalo gw punyanya pohon mangga" desah Nayla sambil menarik satu-satu daun mangga yang dekat dengannya.


Pletak...


Tiba-tiba sesuatu mengenai kaca kamarnya.


Nayla tau pasti siapa pelakunya,ia pun melihat kebawah dan benar saja Susi tertawa melihat kearahnya.


"Dasar loe temen gak ada ahlak bukannya besuk malah gangguin"teriak Nayla pada Susi


"Heii loe bisa sakit juga ya,tar siang ya gw besuknya sambil bawa rujak nu lada pisan ngarah ngeunah, ngarah seugeur deui (bawa rujak yang pedes,biar seger lagi)" ucap Susi dengan bahasa yang campur aduk.


"ishh ngomong aja masih belepotan,bawa moci kalo kesini"balas Nayla setengah berteriak.


Ia pun langsung menutup jendelanya karena males meladeni temannya itu.


Seiring dengan berjalannya waktu akhirnya Nayla mulai terbiasa dengan kehadiran ibu tirinya,namun ia masih tetap menjaga jarak dengan wanita itu,Nayla berbicara jika hanya ada perlunya saja namun ia tak lagi menghindarinya.


"Nay..ajak dulu ibu mu jalan-jalan,kasian dia biar tau lah kota itu bagaimana" pinta Papanya yang kini berbicara dengan logat batak.


Nayla melirik malas kearah Papanya


"Kenapa gak Bapak aja yang bawa jalan -jalan" ucap Nayla


Papa Nayla tersentak kaget mendengar Nayla memanggilnya dengan sebutan Bapak padahal sebelumnya ia memanggil Papa.


"Nay..kenapa manggilnya Bapak sih"protes Papanya tak terima


"Papa itu kalo masih sama almarhumah Mama aku,kalo sama wanita lain ya Bapak aja"jawab Nayla sambil memainkan kukunya"


Akhirnya Papa Naylapun pasrah,terserah apa pun yang Nayla inginkan ia pun hanya pasrah mengikuti.


"Emang mau dibawa kemana sih?"tanya Nayla sambil menggigiti kukunya


"Terserah kau saja yang penting jalan-jalan"ucap sang Papa


"Ya udah tar aja hari minggu tapi pake uang Bapak"celetuk Nayla


Hari berganti hari akhirnya hari minggu pun tiba.


Jam 8 pagi Adit sudah dirumah Nayla.


Rencananya mereka bertiga akan ke sebuah kolam renang yang letaknya tak terlalu jauh,Papa Nayla tak bisa ikut karena harus dinas keluar kota dan baru kembali lusa.


Setelah menempuh perjalan hampir 2 jam sampailah mereka di Wahana Wisata air "Waterboom" yang terletak di kota "C"


Setelah membeli tiket dan mencari saung yang kosong akhirnya merekapun istirahat sejenak.


"Nak Nay..apa boleh nanti ibu mencebur ke air pakai baju ini"tanya ibu tiri Nayla sambil menunjuk baju yang ia pakai.


"Pakai kaos sama celana panjangnya aja bu,kalau pakai gamis gak boleh"Jawab Nayla

__ADS_1


Sang ibu yang bernama Asnidar itu pun mengangguk.


Naylapun pamit pada Ibu tirinya untuk ganti pakaian.


Hampir 20 menit akhirnya Nayla kembali dengan sudah memakai pakaian renang.


Pakaian yang ia pakai lumayan terbuka dibagian punggungnya sedangkan bawahnya ia doubel dengan celana shot diatas lutut.


Adit yang baru pertama kali melihat Nayla berpakaian terbuka langsung menelan salivanya kasar.


Nayla yang merasa Adit terus melihat kearahnya merasa malu dan salah tingkah.


"Dit ngapain sih ngeliatinnya kaya gitu"


"Gak ngapa-ngapain Yang,emang gak boleh ya liatin doang"


"Aku risih tau dilitin kaya gitu"protes Nayla


"he...he dada kamu kecil banget ya Nay,ditangan aku aja cuma setengah deh kayanya" bisik Adit ditelinga Nayla


Wajah Nayla langsung memerah malu,ia pun langsung mendorong Adit sedikit kencang hingga Aditpun tercebur.


"sukurinnn" teriak Nayla dari atas sambil tertawa.


Mereka pun mencoba semua wahana yang ada dari outbon,seluncuran yang tinggi sampai akhirnya mereka kelelahan.


Sambi beristirahat merekapun memesan makanan karena memang tidak boleh membawa makanan dari luar.


Nayla makan dengan sangat lahap.


"Ibu diem disini aja ya,aku mau muterin kolam arus itu sama Adit pake ban,nanti kita gantian"ucap Nayla lalu ia pun turun kekolam dimana Adit menunggu.


Nayla nampak asik duduk diatas ban besar yang dapat diduduki berdua karena terdapat dua lubang besar diatasnya.


Mereka Asik berputar mengelilingi kolam arus.


Prittt....


Pritttt....


Terdengar beberapa kali suara pluit yang ditiup oleh Lifeguard/penjaga kolam


"Ada apa ya Dit,apa ada yang tenggelem"tanya Nayla sambil menengok kebelakang


"Gak tau yang,tar kita liat kayanya suaranya dari sana"tunjuk Adit


"Saung kita ada disitu kan ya Dit?"tanya Nayla


Dengan tak sabaran Nayla pun langsung mendayung dengan tangannya sampai akhirnya ia tak percaya dengan apa yang ia lihat.


Adit tertawa melihat pemandangan didepan matanya.


Penjaga kolam sedang menegur Ibu tiri Nayla yang sedang mandi sambil keramas dikolam khusus anak yang terdapat didepan saung mereka.


"Boleh gak gw nyelem aja Dit"ucap Nayla menahan malu


"Jangan dong yang tar kalo kamu kelelep gimana" balas Adit sambil tertawa

__ADS_1


"udah tenang aku yang beresin,kamu tunggu sini aja kalo malu"


Tanpa menunggu jawaban dari Nayla Aditpun langsung menuju tempat dimana sang ibu tiri Nayla berada.


"Tapi ini air itu memang untuk mandi kan Pak,masa tidak boleh mandi disini"Protes Asnidar pada penjaga yang menegurnya


Sayup-sayup Adit mendengar pedebatan antara keduanya.


Entah apa yang Adit bicarakan pada penjaga kolam itu akhirnya Bu Asnidar pun diantar menuju kamar bilas.


Nayla yang tiba-tiba matanya melihat kupu-kupu cantik tanpa sadar mengikutinya hingga tanpa sadar ia tercebur kedalam kolam dengan kedalaman 2meter.


Nayla yang memang belum terlalu lancar berenang dengan susah payah berusaha ketepi namun ketika ia hendak mencapai bibir kolam ada sesuatu dibawah sana yang menariknya hingga kedasar kolam.


Beruntung saat itu ada seorang pria yang melintas dan melihat tangan Nayla yang melambai keatas.


Ia pun langsung menceburkan diri dan berusaha menarik Nayla ketepi.


Saat itu penjaga kolam yang lain melihat ada seorang pria yang sedang berusaha menyelamatkan orang yang kelelep ia pun dengan segera menghampiri dan memberikan pertolongan pertama.


Semetara itu Adit nampak bingung mencari keberadaan Nayla,ia terus menelusuri kolam demi kolam untuk mencari Nayla sampai pada akhirnya ia penasaran begitu melihat ada beberapa orang yang berkerumun.


"Nay...Nayla..."


Adit begitu terkejut saat melihat Nayla yang sudah tak sadarkan diri dan sedang dibantu oleh tim penyelamat.


Dengan perasaan cemas ia berdoa agar tak terjadi sesuatu pada gadis itu.


Setelah hampir 15 menit akhirnya Naylapun tersadar mulutnya mengeluarkan air begitu banyak,ia pun langsung dibawa keruang kesehatan untuk diperiksa.


Setelah kondisi Nayla stabil akhirnya Adit memutuskan untuk pulang.


Asnidar yang tidak tau kalau anak tirinya tenggelam nampak kecewa begitu Adit mengajaknya pulang.


"Kok kamu tadi bisa kelelep sih yang,bikin aku takut tau gak"Adit mulai mengintrogasi Nayla


Naylapun menceritakan semuanya.


"Kamu yakin kalau kaki kamu ada yang narik yang?"tanya Adit seakan tak percaya


"iya Dit,kok kamu gak percaya gitu sih ama aku"


Adit hanya tersenyum lalu mengacak-acak rambut Nayla sedangkan Asnidar lebih memilih tidur dari pada jadi obat nyamuk melihat kemesraan anak tiri dan calon menantunya itu.


Haii semua terima kasih buat kalian yang masih setia dengan ceritaku.


Tetap dukung author ya dengan cara :


- Like


- Vote


- Rate dan juga kritsarnya author tunggu


Salam Maniss


Amellajj/author

__ADS_1


__ADS_2