
Hari senen pun tiba aku berharap memulai hari yang baru tanpa ada gangguan apa pun.
"hai nay...."sapa mbak titin yang duduk disampingku saat sarapan pagi dikantin
"hai juga mbak,oh ya mbak tar aku mau registrasi sidik jari dong buat yang dipintu office" jawabku dan menyampaikan keinginanku mengingat kejadian waktu masuk malam.
mbak titin hanya menganggukan kepala bertanda" iya"
"saya denger kamu kekunci ya dimatrial sama office"tanya mbak titin tanpa menoleh kearahku
"tau dari siapa mbak?" tanyaku balik.
"ha...ha udah pada tahu nay ceritanya"jawab mbak titin sambil tertawa
"wah aku jadi artis pcb dong ya"jawabku sambil tertawa garing
Dian dan erni hanya menatapku sambil tersenyum.
"ah..males deh kalo begini pasti tar banyak yang bertanya dan mau dengerin ceritaku soal kejadian itu" batinku merasa enggan jika ada yang membahas masalah kemarin.
Benar saja dugaanku pada jam istirahat coffebreak jam 10 ada beberapa temanku yang menghampiriku di rest area lalu bertanya soal yang kemarin dengan malas aku pun menceritakannya.
Hari ini aku gak lembur jadi aku pulang jam 5 seperti biasa aku pun enggan langsung pulang jadi aku putuskan untuk bermain di kontrakan temanku sambil menunggu kedua teman kontrakanku pulang.
"mbak makan malemnya kita beli bakso jumbo aja yah"ajak Dina anak kontrak yang rumahnya aku sambangi.
aku pun menganggukan kepala beetanda setuju.
setelah selesai makan bakso kami pun berjalan kaki menuju kontrakan Dina sepanjang jalan seperti biasa aku pasti memperhatikan kiri dan kanan karena aku baru pertama kali main kedaerah itu.
"kok dari tadi ada beberapa rumah yang didepannya ada kotak besar yah,kalo tempat sampah kan gak mungkin sebesar itu" pikirku
"ada apa mbak nay"tanya Dina yang ternyata dari tadi memperhatikan aku
"itu apa ya Din,kok dari tadi ada beberapa rumah yang ada kotaknya gitu" akhirnya pertanyaan itu terlontar juga .
"oh...itu kuburan mbak"jawabnya
"lah kok kuburannya didepan rumah sih"tanyaku bingung soalnya setahu aku kuburan itu adanya di area pemakaman
"kalo orang asli sini mah kalo meninggal dikuburnya di depan rumah kalo gak di belakang mbak yang penting gak jauh dari rumahnya itu juga kalo mereka punya tanah lebih ya" jelas Dina aku pun hanya menganggukan kepala tanda sudah mengerti
begitu tiba dirumah Dina kamipun langsung sholat magrib karena memang sudah azan
saat sedang mengambil wudhu di kamar mandi Dina aku merasa seperti ada yang sedang memperhatikan aku pun memperhatikan sekitarku namun aku tak menemukan apa pun.
__ADS_1
setelah sholat kami pun rebahan dan bercerita dina pun membuka pintu karena hawa terasa begitu panas
"hai...sudah pulang din"sapa seorang pria yang merupakan tetangga kontrakan yang tinggal didepan dina
"sudah dari tadi mas Adit"jawab pria itu yang ternyata bernama Adit
"emmm kamu bukannya yang waktu itu ya?"sapa adit sambil melihat kearahku
"emang pernah ketemu mas sama mbak nay?"tanya dina
"iya, kalo gak salah yang waktu itu nabrak aku dilampu merah"jelasnya
aku pun jadi teringat kejadian beberapa minggu lalu saat bertemu dengan hantu berwajah datar
"he...he oh..iya aku ingat,maaf ya waktu itu jadi jatoh gara-gara aku tabrak"jawabku malu mengingat kejadian itu
"emm asik dong mas ditabrak cewe" goda Dina pada Adit
seketika itu juga wajah adit memerah malu karena di goda oleh dina.
"aku masuk dulu ya"pamit adit lalu masuk ke kontrakannya
karena hawanys terlalu panas akhirnya kami pun berbincang-bincang di teras depan posisi rumah dina memang berada dipinggir dan tak jauh dari sana ada beberapa pohon pisang entah kenapa mataku selalu ingin melihat kesana dan tiba-tiba saja aku merasa merinding
"gak ah mbak gerah,disini aja"tolak dina dia tetap ingin berada diluar
perasaanku semakin tak enak,tiba-tiba mataku melihat sesuatu bergerak-gerak diantara pohon pisang dan nampaklah sesuatu yang membuat aku semakin takut
"apa itu poci yah"batinku,walaupun aku merasa takut namun aku semakin menegaskan penglihatanku dan setelah aku yakin itu pocong dengan mata yang hitam dan melotot aku pun langsung bergeser dan berbalik badan
dengan nafas yang tersengal-sengal dan jantung yang hampir copot aku pun mencoba menenangkan diri
"jangan takut..."
"jangan takut...."
batinku menyemangati diri sendiri
"kenapa mbak nay"tanya dina yang melihat wajahku tiba-tiba pucat
"gak ...gak ada apa-apa din,cuma kaget aja itu ada kucing lewat" jawabku berbohong
"oh...kirain mbak liat apaan" ucap Dina
"gak apa-apa mbak dia cuma mau kenalan aja"terdengat suara cowo dan tak lama kemudian munculah wajah adit sambil tersenyum
__ADS_1
"kenalan?" tanyaku binggung
"heem..biasanya kalo ada orang baru dia pasti nongol mungkin say hello"ucap adit sambil bercanda
"masa sih"ucapku pelan seakan tak percaya
adit yang melihat wajahku yang bingung malah tertawa
akhirnya ia pun ikut bergabung bersama kami ,aku baru tahu ternyata Dina pun suka dengan hal yang berbau hantu ia nampak antusias mendengarkan ceritaku
Adit yang kalau dilihat biasa saja ternyata dia sama seperti a'iwan tetapi ia tak terlalu bisa mengobati orang hanya saja ia suka mengoleksi mahluk halus yang dirasa baik untuk dijadikan teman.
"ni cowo otaknya geser apa ya?masa begituan dijadiin temen,gak sekalian dijadiin pacar" ucap ku dalam hati tanpa sadar aku pun menatapnya aneh
"gw masih normal kali nay,kalo buat jadi pacar mending gw cari yang masih hidup" tiba-tiba adit berkata demikian seakan tahu apa yang baru saja aku pikirkan
aku pun memaksakan tersenyum mendengar ucapannya.
"loe mau nay jadi pacar gw?"
pertanyaan adit yang tiba-tiba membuat aku terkejut beruntung aku dapat segera mengendalikan jantungku yang kembali berdetak tidak seperti biasanya karena mendengar ucapannya.
"gak mau ah,tar saingan lagi ama yang halus"jawabku bercanda
aku pun menganggap ucapan adit hanya candaan saja sampai pada akhirnya ponselku berbunyi ada wa dari nining yang bilang kalau ia sudah dirumah.
akhirnya aku pun pamit pada dina karena takut akhirnya adit mengantar ku pulang sampai kekontrakanku.
"makasih ya udah dianterin"ucapku sambil membuka helm
"iya, gw tunggu ya jawabnya"ucapnya
"jawaban apa dit?"tanyaku bingung
"yang tadi gw bilang nay,mau gak loe jadi pacar gw" jelasnya lagi
"emang itu serius ya?"tanyaku menyakinkan lagi
"iya nay gw serius"balasnya
"gw belom bisa jawab dit"
"ya udah besok gw jemput ya di pt loe,kita omongin lagi" pintanya dan aku pun menganggukan kepala
setelah adit menjauh aku pun segera masuk dan mendapatkan senyuman dari kedua temanku
__ADS_1