TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 212


__ADS_3

Selamat Membaca


Karena kondisi anak kedua A'Iwan sedang sakit dengan sangat terpaksa A'Iwanpun pamit pulang.


Adit mengantar A'Iwan sampai terminal.


Namun sebelum pulang aa sempat berpesan pada Adit agar selalu berada dekat dengan Nayla.


Entahlah aa seperti merasakan ada hal yang tidak baik namun ia tidak tau hal apa.


Setelah bus yang aa naiki mulai meninggalkan terminal Aditpun melajukan motornya untuk pulang namun ia sempat membeli 4 bungkus kupat tahu buat dimakan bersama nanti.


Sepanjang perjalanan Adit memikirkan ucapan A'Iwan agar jangan meninggalkan Nayla.


Begitu tiba dirumah Adit langsung menyerahkan bawa'annya pada Lilis dan menanyakan keberada'an Nayla.


Adit langsung menyusul Nayla ke empang tempat Ayahnya.


Ia terus terngiang-ngiang dengan ucapan Aa tadi.


Namun rasa khawatirnya langsung sirna begitu melihat Nayla yang sedang berjongkok dipinggir empang sambil memainkan eceng gondok dengan cara menusuk-nusuk bagian yang menggelembung.


"Kamu lagi apa sayang"tanya Adit yang berhasil membuatnya terkejut dan langsung terduduk di tanah.


"Ihh ngagetin aja sihh, untung aja gak keceburr" jawab Nayla kesal.


"kenapa harus kaget juga sih, kan aku nanyanya pelan baib" ucap Adit lalu mengulurkan tangannya membantu Nayla berdiri.


"Ya tetep aja aku kaget..."


Tiba-tiba Nayla melihat seekor kodok yang sedang berada diatas daun dengan pipi yang kadang menggelembung lalu kempes.


Ia tertawa saat ingat pernah mengatai Adit kodok bangkong.


"Kamu kenapa sihh, liat jodok aja seneng" cibir Adit


"Ya iya lah, kan kamu kodoknya" jawab Nayla sambil tersenyum.


"Jangan senyum kaya gitu dong Nay"


"Dih..emang kenapa?" tanya Nayla bingung


"Senyum kamu tuh manis banget bikin aku gak kuat Nay.."gombal.Adit yang berhasil membuat wajah Nayla memerah karena malu.


"Dih malah malu-malu meong sih Nay, pulang yuk" tanpa menunggu jawaban dari Nayla Adit pun langsung menarik tangan Nayla menuju rumahnya.


Sementara itu dari balik pohon Anto nampak kesal saat Adit membawa Nayla pulang.


Ia sedikit merutuki kebodohannya yang menyia-nyiakan kesempatan untuk menbawa Nayla pergi tadi sebelum Adit datang.


Begitu sampai dirumah Nayla langsung disuguhkan kupat tahu.


Tanpa menunggu lama Nayla langsung menghabiskan satu porsi kupat tahu.


"Lilis mai deh punya badan kaya teh Nay makan banyak tapi gak gemuk" ucap Lilis sambil melihat Nayla yang sudah menghabiskan kupat tahunya.


"Aa juga bingung Lis dia tuh makannya banyak tapi gak gemuk ya, kamu minum obat cacing gak sih Nay" pertanyaan Adit membuat Nayla yang sedang minum tersendak hingga air yang sedang ia minumpun menyembur.


"Enak aja cacingan"


"Dihh aku gak bilang cacingan Gonay tapi minum obat cacing" tegas Adit

__ADS_1


"Sama aja Aaadiiitt" balas Nayla kesal


Lilis hanya tersenyum melihat perdebatan antar Nayla dan Adit.


Drettt..Drettt


ponsel Adit berbunyi, ia pun sedikit menjauh, setelah beberapa menit akhirnya ia menghampiri Nayla dan Lilis.


" Lis aa titip Nayla ya, aa mau ke tempat penampungan ikan dulu, jangan ditinggal sendirian ya Lis" pesan Adit pada adiknya


"Dihh emang aku bocah apa" Nayla bersungut kesal


Adit hanya terkekeh lalu mencium sekilas bibir Nayla dengan tak tau malunya.


"Aku jadi lalet atuh ini mah ada adegan 18+nya, si aa mah gak liat ada anak kecil" protes Lilis.


"Udah ah sana pergi aja sihh, aku ama Lilis mau nonton drakor" usir Nayla sambil mendorong Adit agar segera keluar rumah.


Setelah Adit pergi Lilis langsung mengunci pagar rumah lalu kembali masuk kedalam rumah.


Sementara itu dari ujung gang dari dalam sebuah mobil nampak seorang pria yang tersenyum lalu ia memajukan mobilnya hingga hanya berjarak beberapa meter saja dari depan pagar rumah Adit.


Matanya yang tajam nampak sedang mengawasi penghuni didalam sana.


Sementara itu didalam rumah Lilis dan Nayla sedang asik menonton drakor dari layar laptop milik Lilis.


"Ya teh gak ada cemilan, Lilis beli dulu ya sebentar" ujar Lilis


"ya udah sana, kalo ada kripik ya Lis" pesan Nayla yang langsung diangguki oleh Lilis.


"Teh jangan kemana-mana ya dirumah aja aku juga cuma sebentar kok" ucap Lilis sebelum keluar rumah.


"Ok.."jawab Nayla singkat.


Sementara itu pria didalam mobil nampak tersenyum senang saat Lilis sudah menjauh.


Tak ingin menyia-yiakan kesempatan ia pun langsung turun dari mobil dan berjalan masuk kedalam rumah Adit.


Tok...tok


Tok...tokk


Suara ketukan pintu membuat Nayla sedikit kesal karena harus terganggu saat menonton drakor kesukaannya.


Suara ketukan itu kembali terulang.


" Iya sabar dong..." ucap Nayla sedikit berteriak.


Cklekk...


Nayla membuka kunci dan sedikit menarik knop pintu


"Cari....." Nayla terkejut melihat sosok yang berdiri didepan pintu, ia pun berniat kembali menutup pintu namun pria itu dengan cepat segera membekap hidung Nayla dengan sapu tangan yang sudah diberi obat bius hingga hanya dalam itungan detik Naylapun tak sadarkan diri.


Dengan cepat anto membopong tubuh Nayla dan memasukannya kedalam mobil.


Tanpa menutup pintu dan pagar Anto langsung tancap gas pergi meninggalkan rumah Adit.


Sementara itu dari ujung gang perasaan Lilis jadi tak tenang melihat sebuah mobil yang melaju dengan kencang menjauh dari rumahnya.


Lilis terperangah kaget melihat pintu pagar dan rumahnya yang terbuka lebar dan layar laptop yang masih menyala.

__ADS_1


"Teh..teteh Nay..." Lilis berteriak memanggil nama Nayla namun tak ada jawaban.


Lilis pun keluar rumah mencari Nayla di belakang namun tetap nihil.


" Teh..Nay..dimana sihh" wajah Lilis mulai panik.


Ia takut yang ia pikirkan jadi kenyataan.


"Jangan-jangan mobil itu.." Lilis mengambil ponselnya lalu menghubungi Adit.


Dengan perasaan takut ia pun menceritakan pada Adit apa yang dilihatnya.


Tanpa menunggu lagi Adit langsung memacu motornya kembali pulang padahal urusan ikan belum selesai.


" Aya naon Neng Lilis?"sapa seorang tetangga Lilis yang kebetulan lewat.


Lilis pun menceritakan kalau kaka iparnya hilang dan kemungkinan diculik soalnya tadi ia melihat sebuah mobil yang melaju kencang dari arah rumahnya.


Dan kebetulan tetangga Lilis pun membenarkan tadi ia sempat melihat ada orang yang gendong cewe tapi orang itu tak kelihatan wajahnya karena memakai topi dan masker dan melihat mobil hitam sudah terparkir disana dari pagi.


Adit mengusap kasar wajahnya "ini pasti ulah Anto" desisnya kesal


"Kenapa dia nekad amat sih, liat aja ya To gw gak akan diam loe yang cari gara-gara ama gw" maki Adit yang langsung menyambar kunci mobil lalu melajukannya menuju rumah Anto.


Rumah itu nampak sepi karena memang rumah itu sudah laku hampir semua barang-barang sudah berpindah tempat entah kemana.


"Assalammualaikum mang pak Camatnya ada" tanya Adit yang ia tau orang itu adalah penjaga rumah itu dulu.


" Ada a di dalem" jawab Orang itu ramah lalu mengajak Adit masuk kedalam rumah.


Setelah dipersilahkan duduk orang itu pun masuk memanggil majikannya.


Tak lama kemudian keluarlah seorang pria paruh baya menghampiri Adit.


Tanpa basa basi Adit pun menceritakan perihal menghilangnya Nayla yang diculik dan adanya mobil minibus hitam yang sudah terparkir didekat rumahnya sejak pagi,belum lagi ada orang juga yang melihat seseorang yang sedang membopong seorang gadis, dan Adit mengira orang itu adalah Anto yang berhasil kabur dari tahanan.


Pak Abas ayah Anto berjanji akan membantu mencari dan menyelidiki kasus penculikan Nayla.


Tadinya Adit akan terus mencari Nayla namun karena hari sudah larut malam akhirnya pencarian hari ini diakhiri.


Dengan wajah lemas Adit dan Ayahnya kembali kerumah.


Setelah memberihkan diri dan makan malam Aditpun pamit untuk istirahat.


Didalam kamar ia menatap nanar foto Nayla.


"Sayang sabar ya, aku pasti akan menemukanmu" ucap Adit pada foto Nayla dan mengecupnya.


Lalu ia pun merebahkan diri dan tak lama kemudian Aditpun terlelap.


Haii aku up lagi


maaf ya kemaren aku gak bisa up


karena ada sesuatu di real life


Tapi tetep kasih dukungan dong buat authorr


biar semangat lagi


jangan lupa tinggalin jejak like dan komennnya ya.

__ADS_1


Salam Manis


Amellajj/authorr


__ADS_2