TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 324


__ADS_3

Selamat Membaca


Menjelang hari pernikahannya dengan Ryan, Nayla tak diijinkan membantu apa pun semuanya sudah dipersiapkan oleh Ryan dan juga keluarganya.


Sore ini orang tua Ryan tiba di Jakarta.


Karena sedang mejalani tradisi pingitan Ryan dan juga Nayla tidak di perbolehkan bertemu bahkan lewat telpon pun tidak boleh.


Empok dan Damra selalu mengawasi Nyala.


Tia, adik Nayla satu-satunya pun sudah tiba dirumah Nayla hingga ia tak begitu merasa sepi.


Ibu tiri Nayla tidak dapat datang karena kondisinya yang sedang sakit.


Malam itu Nayla duduk sendiri dikamarnya, pikiran nya melayang saat beberapa tahun silam saat kedua orang tua nya masih ada.


Ia mengambil foto Mama dan juga Papanya dari dalam lemari, air matanya mengalir deras saat potongan-potongan kebersamaan mereka kembali melintas dalam ingatannya.


"Mama..papa andai kalian masih ada pasti kalian sangat bahagia,lihat sekarang papa dan mama sudah punya cucu 3" ucap Nayla sambil mengelus foto kedua orangtuanya yang di beri bingkai sangat indah oleh Nayla.


"Nay kangen Mah, Pah"


Tiba-tiba saja angin berhembus sedikit kencang.


Nayla mengerutkan keningnya, ia melihat sekitarnya semua tertutup rapat.


"Angin dari mana sih" ucap Nayla pelan


"Mama...Pah, apa kalian yang datang?" tanya Nayla entah pada siapa.


"Mama..itu pasti Mama kan" teriak Nayla sambil mencari sosok yang ia yakin itu Mamanya.


"Mah...Nay kangen....Mama tau kan kalau Nay mau nikah" Nayla semakin histeris saat ia tak bisa melihat sosok yang ia yakini adalah Mamanya.


Empok yang kebetulan melintas didepan kamar langsung menghentikan langkahnya saat mendengar suara bising dari dalam.


"Nay...Nayla..." Empok langsung membuka pintu dan terkejut saat melihat Nayla yang menangis sambil memeluk bantal yang biasa mamanya dulu pakai.


"Pokk..tadi ada Mama pok" Nayla langsung memeluk Empok sambil menangis.


"Sabar Nay...Istigfar ya,kan besok kita Kemakam" ujar Empok sambil mengelus punggung Nayla yang menangis sedih.


Tia yang mendengar suara sedikit bising langsung masuk kedalam kamar sambil menggendong Radit.


"Kak Nay kenapa Pok?" tanya Tia heran saat melihat Nayla menangis.


"Gak apa-apa neng Tia,cuma lagi kangen aja sama ibu" jawab Empok.


"Kak Nay..mungkin Mama sekarang lagi liat kita dan dia bahagia, Kaka tuh seharusnya bahagia bukanya sedih"ucap Tia sambil menurunkan keponakannya diatas kasur.


Radit pun langsung mengulurkan tangannya kepada Nayla meminta digendong.


Nayla yang tau jika putranya ingin di gendong langsung menghapus air matanya dan ikut duduk ditepi kasur lalu memangku Radit.


Begitu dalam gendongan Nayla Radit langsung menciumi wajah Mamanya yang basah oleh air mata.

__ADS_1


"Aihh Radit sayang Mama ya, Mama gak apa-apa Nak, Radit mau bobo ya" Naylapun langsung menidurkan Radit dan tanpa diminta Empok pun langsung membuatkan susu buat Radit.


Tia pun ikut berbaring disamping Radit sambil memainkan pipi Radit yang sedikit gembul.


"Kenapa ni anak mirip banget ama dia sih kak" celetuk Tia


"Ya anak ya Dek,masa mau mirip orang lain sih" jawab Nayla sedikit manyun.


"Untung ganteng ya kk" lanjut Tia


"Kok kamu Muji dia sih Dek" Nayla sedikit curiga dengan Tia.


"Ya kak tadinya tuh aku suka banget sama kak Adit, dia tuh perhatian dan sayang banget sama Kaka, tapi ternyata manusia itu mudah banget sih berubahnya" tutur Tia.


Hemmmm


Nayla malas menjawab jadi hanya kata itu saja yang keluar dari mulutnya.


Empok pun datang membawa satu botol besar susu buat Radit, karena sudah terlalu mengantuk akhirnya baru setengah susu yang diminum namun Radit sudah tertidur pulas.


Nayla pun ikut tertidur disamping Radit, sedangkan Tia langsung keluar mencari kedua anak dan suaminya yang ternyata sedang asik bermain bersama Obet kelinci milik Nayla.


Saat Empok melintas hendak kedapur Tia memanggilnya dan menanyakan soal kejadian tadi.


Empok pun menceritakan semua dan Tia hanya tersenyum miris.


"Ternyata Kk Nay masih belum bisa ikhlas ya pok" ucap Tia.


Sementara itu Damra yang baru saja bangun tidur sedikit terkejut saat melihat ada sosok anak kecil berdiri didekat kakinya.


Sosok itu hanya menyeringai dan saat itu juga Damra tersadar jika anak kecil yang kini didepannya bukanlah manusia.


"Jangan ganggu aku, aku kan gak ganggu kamu, gak kenal juga" ucap Damra berusaha berani padahal dalam hatinya ia begitu takut.


Sosok kecil itu pun melebarkan senyumnya dan sesaat kemudian wajahnya pun berubah menyeramkan.


Aaaaaa


Tooolllooonggg


Ada hantu kecilll


Damra berteriak sekencang mungkin sambil menuruni tangga


Namun saat di undakan tangga terakhir kakinya terselip dan Damrapun terjatuh.


Suara gedebuk yang lumayan kencang berhasil membangunkan Nayla yang sedang tertidur.


Ia pun segera keluar kamar dan berjalan mencari asal suara.


"Ra ...kamu kenapa?" Nayla langsung membantu Damra berdiri dan memapahnya menuju bangku yang tak jauh dari tangga.


"Kamu lagi ngapain sih Ra kok bisa sampe jatoh gitu?" tanya Nayla sambil melihat pergelangan kaki Damra yang memerah.


Aaaawww

__ADS_1


Damra meringis saat Nayla menyentuh bagian yang memar.


Tia pun menghampiri Nayla dan Damra lalu bertanya ada apa?


Naylanpun menceritakan semuanya.


Empok datang bersama seorang tukang urut kenalannya.


Damra berteriak kencang saat kakinya mulai di urut.


Karena terkejut Raditpun menangis dan Nayla baru tersadar jika Radit tidur sendirian.


Ia pun langsung berlari masuk kedalam kamar berharap tak ada hal yang tak di inginkan terjadi.


Nayla menarik Nafas lega ternyata Radit menangis karena terkejut mendengar suara teriakan Damra yang sedang di urut.


Naylapun langsung menggendong Radit dan memberinya minum lalu membawa keluar.


Radit terus saja menangis, berbagai cara sudah ia lakukan untuk membujuk Radit agar diam namun tak berhasil.


Ia baru menyadari jika Radit menangis tapi tak mengeluarkan air mata.


"Bawa sini neng anaknya" titah tukang urut itu saat melihat Radit yang terus saja menangis.


Naylapun mendekat namun Radit malah semakin kencang menangisnya apa lagi saat tukang urut itu menggendongnya, Radit terus meronta.


Setelah 15 menit berlalu akhirnya Raditpun terdiam.


Hati Nayla tiba-tiba merasa sedih saat melihat Radit terus melihat kearahnya seakan meminta pertolongan.


"Gak apa-apa neng dah pergi yang ganggunya" ucap tukang urut itu.


"Maksudnya apa ya Bu?" tanya Nayla bingung.


"Tadi itu ada bocah kecil yang gangguin dia, kata tuh bocah dia suka sama Radit" tutur tukang urut itu yang berhasil membuat Nayla terkejut.


"Jangan-jangan kakanya Radit lagi" pikir Nayla.


Malam itu Nayla menelpon Aa dan menceritakan apa yang baru saja terjadi, karena Aa sedang sibuk akhirnya Aa berjanji akan datang besok pagi, namun Aa berjanji akan menjaganya dari jauh, Naylapun sedikit merasa tenang.


Haii dah up lagi ni.


Jangan lupa ya tetap kasih dukungan buat Author biar lebih semangat.


Caranya :


-Like


-Rate


-Komen juga ya


Salam Maniss


Amellajj/Author

__ADS_1


__ADS_2