
🌹🌹🌹Selamat Membaca🌹🌹🌹
Nayla yang baru siuman akibat obat bius merasa bingung karena sekarang ia berada didalam sebuah kamar berukuran sedang dengan tangan dan kaki yang terikat.
"Ini dimana sihh"
"Aduhh ini apa-apa'an sih pake di iket segala" gerutu Nayla sambil menggesek-gesekan tangannya berharap ikatannya lepas.
cklekk
pintu kamarpun terbuka.
Dari depan pintu muncullah wajah pria yang sangat Nayla benci.
"Anto..ngapain kamu nyulik aku, lepasin talinya" pinta Nayla dengan nada gusar.
"Kamu udah bangun sayang, jangan marah-marah gitu sayang"
"Maaf aku terpaksa iket kamu biar kamu gak kabur lagi" ucap Anto sambil duduk disamping Nayla.
"Jangan deket-deket" Nayla sedikit menggeser tubuhnya menjauh dari Anto.
"Kamu pasti laper ya, aku suapin ya makannya" ucap Anto lalu ia keluar namun tak lama kemudian ia kembali lagi dengan membawa piring berisi nasi dan lauk pauknya.
Memang Nayla sangat laper namun ia tak mau Anto menyuapinya.
"Ayo buka mulutnya Nay" titah Anto
Nayla hanya diam saja, ia bahkan memalingkan wajahnya tak mau melihat Anto.
"Ayolah Nay,aku gak mau kamu sakit sayang" ucap Anto berusaha sabar.
"Anto lepasin tangan aku, perih nihh"pinta Nayla yang merasakan perih dikedua pergelangan tangannya.
"Maaf sayang aku gak mau kaya kemarin lagi,aku gak bisa lepasin ikatan kamu" ucap Anto sambil berusaha mengelus pipi Nayla.
"Ayo buka mulutnya Nay"
"Gak mauu" tolak Nayla
Anto yang mulai habis kesabarannya langsung menarik paksa wajah Nayla dan memaksanya untuk melihat wajah Anto.
Anto mencengkram keras dagu Nayla hingga gadis itu sedikit meringis karena kuku jari Anto menggores kulitnya.
"Kalau aku bilang makan kamu harus makan Nay, jangan terus menguji kesabaranku Nay" Anto mulai tak dapat mengendalikan emosinya ia pun mulai berlaku sedikit kasar.
Karena tak ingin sesuatu terjadi akhirnya Naylapun menurut.
Dengan air mata yang mengalir ia mengunyah makanan yang ada didalam mulutnya.
"Kenapa kamu nangis Nay..maafin aku kalau aku kasar aku hanya tak ingin kamu terus melawanku" ucap Anto sedih lalu menghapus air mata yang mengalir di pipi Nayla.
Ia pun mengadukan keningnya dengan kening Nayla.
"Jangan nangis Nay...aku gak bisa liat kamu nangis"
"Aku terpaksa melakukan semua ini karena aku sayang kamu" bisik Anto pelan ditelinga Nayla.
Nayla tak menanggapi semua ucapan Anto, ia bahkan memalingkan wajahnya menjauh dari Anto.
"Kamu jahat To..."
"Jahatttt" teriak Nayla kesal kini air matanya makin deras mengalir.
Ia pun menyandarkan tubuhnya kekanan bersandar pada tembok.
__ADS_1
"Terserah Nay kamu mau bilang apa, yang jelas aku tak ingin kamu bersamanya, kamu itu milik aku Nay hanya milik aku" ucap Anto sambil berdiri dan meninggalkan Nayla yang masih menangis.
"Aditt tolongin aku Dit, aku takuttt" Nayla terus menangis hingga suaranya parau
" Aku takut...."
"Aku takut.....hu..hu Mama tolongin Nay Mah..."
Nayla terus meracau tak jelas hingga akhirnya ia pun tertidur dengan posisi duduk diatas kasur dengan kedua tangan terikat kebelang dan kedua kakinya pun terikat sangat kuat.
Adit yang merasa ada yang memanggil manggil namanya akhirnya terjaga dari tidurnya.
Pikirannya langsung tertuju pada Nayla.
Adipun mendudukan tubuhnya di atas kasur, ia menatap guling michy mouse yang selalu didekap Nayla jika tertidur.
"Kamu dimana sayang, kamu baik-baik saja kan Nay" Adit berbicara sendiri sambil mendekap erat guling kesukaan istrinya.
Adit tak tidur lagi hingga pagi menyapa.
Ia sudah bersiap-siap untuk kembali mencari Nayla.
Setelah sarapan Adit langsung melajukan mobilnya menuju rumah Dedi yang merupakan teman dekat dan orang kepercayaan Anto.
Dari Dedilah Adit tahu jika mobil yang digunakan Anto adalah mobil milik Dadang rekan bisnis Anto.
Dengan ditemani oleh Dedi merekapun menuju rumah Dadang yang lumayan jauh.
Setibanya di rumah Dadang merekapun langsung bertanya-tanya tentang Anto dan akhirya ia tahu jika Anto pernah membawa istrinya kerumah Dadang.
Setelah meminta tolong pada Dadang untuk mengantar Adit kerumah yang dimiliki Anto akhirnya mereka bertigapun menuju satu persatu rumah yang dimiliki Anto.
Dari sinilah Adit tau jika Anto memiliki beberapa rumah di beberapa tempat yang berbeda.
Dikedua tempat itu mereka tidak menemukan apa-apa.
Adit nampak frustasi saat pencarianya tak mendapatkan informasi apa-apa.
"Aku tau a ada satu lagi rumahnya tapi dari sini mah jauh" ujar Dadang
"Gak apa-apa Dang jauh juga, siapa tau emang istri saya dibawa kesana" wajah Adit sedikit berbinar, ia berharap Nayla bisa ditemukan disana.
Setelah dirasa cukup beristirahat akhirnya merekapun melanjutkan perjalanan menuju kampung Lewo di kabupaten Garut.
Sepanjang perjalanan Adit nampak resah pikirannya mengembara memikirkan nasib istrinya.
Pagi pun tiba Nayla yang tidak bisa tidur dengan lelap karena mamang posisinya tidak memungkinkan untuknya tidur ditambah lagi perih yang ia rasakan di pergelangan tangannya.
" Aduhh badanku sakit semua"
"Adit..."
"Mama....tolongin Nay"
Hu...hu... badan Nay sakit semua Mama...
Tenggorokan Nayla yang terasa kering membuat suara Nayla semakin serak, wajahnya nampak pucat dengan mata yang sedikit membengkak karena menangis.
Anto masuk membawa makanan untuk Nayla.
"Ayo makan dulu Nay.."
"Coba liat matamu sedikit bengkak, untuk apa sih kamu menangis, disini tuh ada aku Nay jangan takut..." Ucap Anto tanpa rasa bersalah.
Nayla menatap Anto penuh dengan kebencian.
__ADS_1
"Justru aku tuh takutnya sama kamu tau" ucap Nayla sambil menatap Anto tajam.
"Kenapa liatin aku kaya gitu sih sayang" ujar Anto sambil membenahi rambut Nayla yang berantakan.
"To..pliss bukain talinya, tangan aku sakit..." pinta Nayla sedikit meringis karena setiap kali ia menggerakan tangannya pasti terasa begitu perih.
Anto pun memutar tubuh Nayla, ia mempehatikan pergelangan tangan Nayla yang nampak membiru dengan luka lecet.
Karena marasa tak tega ia pun membuka ikatan ditangan Nayla.
Nayla menggerakan sedikit tangannya yang terasa kaku karena sehari semalam dalam posisi yang tak nyaman.
Ia pun memperhatikan kulit tangannya yang sedikit terkelupas dan membiru akibat ikatan yang terlalu kencang.
Anto mengambil kotak P3K, hatinya terasa sakit saat melihat tangan Nayla yang terluka akibat ulahnya.
"Sini'in tangan kamu Nay.."Anto mengambil tangan Nayla bermaksud untuk mengobatinya.
Nayla hanya pasrah saja saat Anto memegang tanganya, kondisinya yang lemah tidak memungkinkan untuknya buat melawan Anto.
Anto mengoleskan salep dipergelangan tangan Nayla yang terluka lalu ia pun meniupnya perlahan.
" Maafin aku ya Nay, aku tak bermaksud membuatmu terluka sepeti ini" ucapnya lembut.
Nayla tak menghiraukan perkataan Anto.
"Aku mau minum" pinta Nayla dengan suara yang hampir tak terdengar.
Tenggorokannya terasa perih dan kering.
Antopun memberinya minum, dengan sangat cepat Nayla langsung menghabiskan satu botol air ukuran 600ml.
"Boleh aku tiduran?"tanya Nayla pelan
Anto hanya tersenyum mendengar ucapan Nayla.
Wajah Nayla yang memelas justru membuatnya semakin gemas.
"Kamu boleh tidur asal makan dulu sayang" ucap Anto lalu mengecup kening Nayla.
"Ishh maen cium-cium aja sihh" Maki Nayla namun Anto hanya tersenyum mendengar makian yang keluar dari mulut Nayla.
Tanpa banyak membantah Naylapun memakan nasi yang Anto bawa setelah itu ia pun merebahkan tubuhnya yang terasa begitu ngilu dan sakit.
Ia pun memejamkan matanya tapi tidak tidur " Adit...cepat datang "
" Tolongin Aku..."
" Aku takut..Dit...hu....hu"
Dalam mata terpejam air mata Nayla mengalir ia tak tahu apa yang akan ia alami kedepannya.
Saat ini ia hanya bisa pasrah dan berdoa agar Adit cepat datang membebaskannya dari manusia jahat yang bernama Anto.
**Haiii semua maaf kemarin aku gak bisa up
Sebagai permohonan maaf dari aku hari ini aku up langsung 3 ya.
Semoga gak kecewa ya....
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat Author ya biar tambah semangat lagi upnya.
Salam Maniss
Amellajj/authorr**
__ADS_1