TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 332


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari berganti hari tanpa terasa hampir 6 bulan sudah Ryan pergi bertugas.


Awalnya tiap malam Nayla menangis karena merasa sepi tanpa ada Ryan yang biasa selalu mengganggunya.


Saat ia ngidam Empok lah orang yang selalu menuruti kemauan Nayla dan beruntungnya anak dalam kandungan Naylapun seakan mengerti ia tak ingin hal yang aneh-aneh.


Tanpa terasa sebulan lagi masa tugas Ryan berakhir.


Hati Nayla begitu bahagia karena sebentar lagi akan kembali bertemu dengan Ryan.


Perut Naylapun sudah membuncit,usia kandungannya pun sudah masuk bulan ke tujuh.


Sementara itu usia kandungan Dina sudah mendekati masa Hplnya.


Ada rasa khwatir dalam dirinya, ia takut jika Adit tahu tentang penyakitnya.


"Aku harus bertahan demi anak kita" batin Dina sambil pura-pura tertidur.


Adit merasa sedikit aneh dengan sikap Dina beberapa bulan belakangan ini.


Awalnya ia curiga ada yang disembunyikan oleh Dina,namun lama-lama ia berpikir jika semuanya hanya bawaan bayi saja dan beruntungnya semua perubahan Dina adalah baik.


Pagi itu Adit pergi pagi-pagi sekali ia berniat mengunjungi kebun mangganya di daerah parung.


Bukan tanpa alasan ia pergi ke sana, menurut penjaga kebunnya hari ini ada orang yang ingin membeli semua buah mangga miliknya, dan itu bukanlah jumlah yang sedikit oleh karena itu ia harus bertemu sendiri dengan pembelinya.


Setelah pamit pada Dina ia pun melajukan mobilnya.


Dina pun tak menyia-nyiakan kesempatan, kebetulan hari ini jadwalnya ia cek.


Jam 9 pagi Dina sudah rapi, ia pun memesan taksi online dan kebetulan ia tak perlu menunggu lama taksi yang dipesannyapun datang.


Namun saat ia hendak keluar rumah tidak sengaja kakinya menginjak air bekas cucian mobil hingga ia pun terpeleset.


Aaaawww


suara teriakan Dina yang lumayan kencang berhasil membuat sang supir taksi online keluar dari mobilnya dan alangkah terkejutnya ia saat melihat Dina sudah duduk dilantai dengan kaki yang berlumuran darah.


"Pak.....tolong bawa saya ke rumah sakit Harapan Bunda" pinta Dina yang terlihat pucat.


Tanpa pikir panjang sang supir langsung membawa Dina kerumah sakit yang ia maksud tadi.


Sementara itu Nayla dan juga Empok juga sedang menunggu di depan poli kandungan untuk memeriksakan kandungannya.


Dina yang sudah tak sadarkan diri langsung ditangani diruang UGD.

__ADS_1


"Nay...kayanya ada yang urgen deh, bakal lama kita"ucap Empok saat melihat dokter langsung keluar ruangan dengan sedikit tergesa-gesa.


"Iya pok, ada yang mau lahiran kali" jawab Nayla.


"Empok cari makanan dulu ya diluar buat ngemil, tar kamu laper lagi" Naylapun mengangguk.


Empok langsung berdiri dan berjalan keluar, namun tak lama kemudian ia kembali dengan sedikit tergesa-gesa.


Nayla yang heran melihat Empok kembali tanpa membawa apa-apa langsung bertanya.


"Kok balik lagi sih pok?"


"Iya Nay"


"Tadi Empok liat kaya si Dina deh tapi langsung dibawa ke IGD" ucap Empok


Naylapun langsung berdiri "Ayo pok kita liat" tanpa menunggu lagi ia pun langsung berjalan menuju IGD yang memang berada tak jauh dari tempatnya tadi.


Melalui kaca ia pun mencoba melihat kedalam yang nampak sedikit ramai.


"kok perasaan aku gak enak ya" batin Nayla sambil terus berusaha melihat ada apa didalam.


Kebetulan ada seorang suster yang keluar, Naylapun langsung bertanya.


Suster itu pun memberitahu jika ada seorang ibu yang akan melahirkan yang diantar oleh seorang supir taksi online yang kebetulan masih ada disana.


Naylapun langsung menghampiri supir taksi dan bertanya.


Setelah yakin itu Dina Naylapun membayar ongkos taksi dan berterima kasih pada supir taksi itu karena sudah menolong Dina.


Naylapun segera menghubungi Adit dan memberitahukan tentang Dina.


Adit yang kebetulan sudah selesai dengan urusannya di parung langsung memacu mobilnya begitu mendapat kabar tentang Dina.


Hampir tiga jam akhirnya Adit pun tiba dirumah sakit dan langsung menemui dokter yang menangani Dina.


Entah apa yang dikatakan oleh dokter, wajah Adit langsung berubah sedih.


Ingin rasanya Nayla bertanya namun ia tahan, ia tak ingin dibilang ingin sok tahu namun jika Adit bercerita sudah pasti ia akan mendengarkannya.


Adit yang melihat Nayla duduk tak jauh darinya langsung menghampiri Nayla.


Tanpa diduga oleh Nayla Adit langsung memeluk Nayla dan menangis.


Awalnya Nayla terkejut dan ingin marah namun saat mendengar suara isak tangis Adit ia pun membiarkan Adit menangis sambil memeluknya.


"Kenapa semua ini harus aku alami Nay"

__ADS_1


"Apa ini karma yang harus aku terima karena ulahku dulu"ucap Adit pelan.


"Kamu bilang apa sih Dit" tanya Nayla masih belum tau ada apa sebenarnya.


"Dina ...kenapa dia rahasiain penyakitnya dari aku Nay" Adit berusaha menenangkan diri lalu duduk disamping Nayla.


Nayla yang masih belum bisa mengerti nampak masih terlihat bingung.


"Dina ternyata mengidap penyakit kanker usus Nay"


"Memang masih stadium 2 namun karena ia hamil itu sangat bahaya buat mereka berdua" ucap Adit dengan raut wajah sedih.


Nayla langsung menutup mulutnya dengan tangan.


"Kok kamu bisa gak tau sih Dit, emang kamu ga pernah anterin dia cek kandungan" ucap Nayla sedikit kesal karena menurut Nayla sebagai suami harusnya ia tau kondisi Dina.


"Aku anterin Nay kalo periksa kandungan, tapi kalau soal penyakitnya yang ini aku gak tau" ucap Adit dengan penuh rasa sesal karena ia baru menyadari ternyata selama ini ia tak tau apa-apa tentang Dina.


"Udahlah sekarang gak usah bahas itu dulu, gimana kondisi Dina sekarang" Nayla berusaha mengalihkan pembicaraan agar Adit tidak merasa terus menyesal.


"Sebentar lagi mau operasi Nay, anak aku harus dikeluarkan sekarang" jawab Adit sambil mengusap kasar wajahnya.


"Sabar Adit, mending kamu sholat dulu gih" Nayla langsung menyuruh Adit sholat saat terdengar suara azan.


Aditpun langsung menuju mushola kecil yang terdapat disamping gedung rumah sakit.


Empok datang membawakan beberapa buah roti untuk Nayla dan juga Radit.


"Aku males makan pok, gimana ya kondisi Dina sekarang" ucap Nayla yang entah kenapa ikut merasa sedih.


"Jangan terlalu dipikirin Nay, kasian bayi yang dalem perut kamu tuh" ucap Empok mengingatkan Nayla.


"Iya pok, tapi kasian itu..." Nayla tiba-tiba saja terlihat gemetar karena secara tidak sengaja dalam penglihatanya ia melihat Dina sedang berdiri disudut ruangan sambil menangis.


"Nay...kamu kenapa kok gemeter gini"


"Ini pasti gara-gara kamu belum makan ya" Empok terlihat sangat panik lalu ia pun mengambil roti yang tadi ia beli lalu memberikanya pada Nayla.


"Empok aku gak laper tapi itu..." Nayla menunjuk ke arah Dina berdiri.


Empok yang tidak dapat melihat yang ghoib nampak bingung karena tempat yang Nayla tunjuk tidak ada apa-apa.


Hallo semua maaf baru up lagi.


Maaf juga kalau banyak Typo.


Jangan lupa like dan juga komennya ya.

__ADS_1


Salam Manis


Amellajj/author


__ADS_2