
Setelah kejadian dua malam berturut-turut Nayla kemasukan akhirnya mereka memutuskan untuk segera pulang ketika pagi,rencana untuk kebeberapa kawah pun dibatalkan.
"Nay loe sejak kapan sih bisa liat kaya begituan"tanya Badre yang mulai penasaran
Pada dasarnya Badre dan Dogol memang menyukai hal-hal yang berbau mistis mereka tak percaya kalau mahluk gaib itu ada.
Karena tidak percaya akan hal itu pernah waktu kami mendaki di gunung merbabu disana masih banyak warga yang menaruh sesajen dibawah pohon-pohon besar kebetulan waktu itu kami memang sangat lapar begitu melihat ada makanan dibawah pohon tanpa pikir panjang lagi Dogol dan Badre memakan sesajen itu dan beruntungnya mereka tidak kenapa-napa.
"Belum lama Dre"jawabku singkat
"waktu pertama loe liat hantu gimana takut apa gak"tanyanya lagi sambil membereskan peralatan dan memasukannya kedalam keril.
"gw masih manusia normal Dre ya takutlah apa lagi yang pertama gw liat si poci"tutur Nayla sambil cemberut
ha....ha...ha
terdengar suara tawa mereka begitu lepas Adit hanya tersenyum-senyum mendengarkan ceritaku.
"kerennn loe Nay sampe hantu aja ada yang naksir ama loe" ledek Ali masih dengan senyum lebarnya
"sabar ya bung ternyata saingan loe hantu" tepuk Badre dibahu Dogol yang pada dasarnya memang mempunyai perasaan pada Nayla sejak lama.
Dogol hanya tersenyum kecut mendengar ucapan Badre.
__ADS_1
Adit menatap ke arah Dogol dan Badre sedikit bingung dengan ucapan mereka
"apa Dogol suka pada Nayla" itulah yang ada dalam pikiran Adit saat ini.
"jangan masukin ke hati Dit,mereka emang begitu kalo ngomong maklum aja Nayla kan satu-satunya cewe dikelompok kita" jelas Kudil yang melihat wajah Adit sedikit cemburu.
"udah siang nih,mau ke kawah orok dulu apa langsung pulang"tanya Badre dan serempak mereka langsung melihat kearah Nayla
"kenapa pada liatin gw sih?"tanya Nayla yang bingung ditatap oleh teman-temannya.
akhirnya Nayla mengerti keputusan ada ditangan Nayla apakah mampir kekawah orok dulu atau langsung pulang.
Karena tak ingin mengecewakan teman-temannya akhirnya Nayla memutuskan mampir dulu dikawah orok.
Setelah menuruni undakan tangga yang terbuat dari akar dan batu kapur akhirnya merekapun sampai dikawah orok.
"wah kita bisa rebus jagung ni kalo gak telor kalo ada"ucap Kudil
Setelah puas bermain-main dan berfoto akhirnya kami pun segera mencari tangga yang tadi kami pakai untuk turun kesana namun setelah berputar-putar kami tak menemukan undakan tangga tadi.
"ya...kayanya kita kena setan keder lagi ni"ucap Dogol lalu duduk disebuah batu kapur yang berukuran besar.
"kayanya sih begitu brother"sahut Ali sambil menepuk pundak Dogol dan ikut duduk disebelahnya.
__ADS_1
"ehhh kala gak salahkan disini ada mitos kalo masuk kekawah ini terus kita gak liat jalan keluar maka kita gak bisa keluar dari sini sebelum ada orang yang lewat"jelas Badre
"loe jangan asal ngomong dong Dre" Nayla sedikit takut dengan apa yang baru saja Badre ucapkan
"bagaimana jika yang diomongin ama Badre benar,terus gak ada orang yang lewat,apa mereka akan terkurung selamanya disini" pikiran Nayla mengembara kemana-mana
mereka semua terdiam nampak mereka sedang sibuk dengan pikirannya masing-masing
Saat Nayla sedang memainkan air dengan kayu ia melihat kakek-kakek yang kemarin menolongnya melintas tak jauh dari tempatnya.
"kakek...tunggu"teriak Nayla lalu berlari menghampiri sang kakek yang tak kasat mata
Adit dan yang lainnya memperhatikan tingkah Nayla dari jauh
"kakek bisa tolong saya dan teman-teman keluar dari tempat ini gak"pinta Nayla pada sang kakek yang dianggapnya dewa penolong
Sang kakek pun hanya tersenyum lalu mengangguk Nayla pun memekik kegirangan
"terima kasih kek"ucap Nayla sambil memegang tangan sang kakek
Nayla pun memanggil teman-temannya untuk mengikuti sang kakek
Tanpa menunggu lama semuanya langsung menghampiri Nayla dan alangkah terkejutnya Nayla ternyata tangga naik yang mereka cari berada tak jauh dari tempat dia berdiri sekarang disamping sebelah kirinya.
__ADS_1
Namun saat Nayla ingin mengucapkan terima kasih lagi-lagi kakek itu sudah menghilang.
Tanpa buang waktu lagi mereka segera menaiki tangga menuju kembali kawah Tangkuban Perahu.