
Selamat Membaca
Setelah yakin Nayla sudah tidur pulas Aditpun segera ikut tidur entah karena lelah atau karena memang sudah sangat mengantuk Aditpun dengan cepat ikut terlelap.
Sinar matahari yang menerobos masuk dan menimpa wajah Nayla membuat Nayla merasa terusik dari tidurnya.
Ia pun mengerjakan matanya beberapa kali.
"Ihh udah pagi aja,kayanya baru juga tidur sebentar"
Nayla melihat kesampingnya ternyata Adit sudah tidak ada.
Ia pun perlahan turun dari tempat tidur dan begitu kakinya menempel dengan lantai ia meringis kesakitan.
Aaaww
Nayla pun kembali duduk disisi tempat tidur sambil mengurut kakinya yang terasa sakit.
Adit yang baru saja selesai mandi langsung menghampiri Nayla sambil menggosok rambutnya yang basah dengan handuk kecil.
"Kamu dah bangun sayang, kenapa kakinya" Aditpun langsung berjongkok dihadapan Nayla.
"Sakit ya sayang.." Adit menaikan kepalanya menatap Nayla yang masih meringis kesakitan.
" Iya dikit " ucap Nayla berusaha menyembunyikan rasa sakitnya karena tak ingin Adit khawatir.
"Kamu mau kemana, sini aku bantu" Adit sudah bersiap akan menggendong Nayla namun Nayla menolak.
"Gak usah aku bisa sendiri Adit" tolak Nayla
"Tapi kan kamu sakit yang, udah gak usah protes aku bantu pokoknya" Adit langsung menggendong Nayla menuju kamar mandi.
Sementara Nayla berada didalam kamar mandi dengan setia Adit menunggu didepan pintu.
Tanpa diminta begitu pintu kamar mandi terbuka Adit langsung menggendong Nayla menuju tempat tidur.
" Kamu keluar dong Dit aku mau pakai baju" pinta Nayla.
"Ya udah ganti baju aja sayang" jawab Adit yang malah kembali merebahkan dirinya diatas kasur.
"Aku kan malu kalo ganti baju di depan kamu" tolak Nayla yang mulai kesal.
"Iya deh aku ngalah,kalau ada apa-apa panggil aku ya,aku didepan pintu" Aditpun keluar dan berdiri didepan pintu menunggu Nayla.
Tak berapa lama Nayla pun berteriak dan berkata bahwa dia sudah selesai memakai baju.
Aditpun langsung masuk dan menggendong Nayla menuju meja makan.
"Ihh Adit akukan bisa jalan sendiri biarpun pelan" protes Nayla yang kesal karena menurutnya Adit terlalu berlebihan.
"Kamu cek up nanti jam berapa sayang" tanya Adit mengalihkan pembicaraan.
"Jam 10" jawab Nayla sambil mengoles selai coklat pada rotinya.
"Sini aku aja yang buatin yang" Adit mengambil roti yang Nayla pegang lalu mengoles nya lagi dengan selai coklat.
Akhirnya Naylapun pasrah diperlakukan bagai ratu oleh Adit.
"Sayang makannya jangan kaya anak kecil sih, masa cuma makan roti aja belepotan gitu" Adit langsung mengambil selembar tissue lalu mengelap lembut bibir Nayla yang terkena noda coklat.
Jantung Nayla berdebar kencang saat tangan Adit menyentuh bibirnya.
Adit yang tau jika Nayla merasa risih sengaja berlama-lama menyentuh bibir Nayla.
"Sengaja baget sih Dit" akhirnya Naylapun menjauhkan tangan Adit dan ia pun memalingkan muka berpura-pura melihat aquarium.
Adit yang memang sudah hafal dengan kebiasaan Nayla malah sengaja pindah posisi duduknya disebelah Nayla.
"Ihh kamu kok malah pindah sih duduknya " proses Nayla sambil sedikit mendorong dada Adit
"Kalo aku duduk disini kenapa emangnya sayang" tanya Adit yang malah sengaja semakin mendekat.
"Assalamu'alaikum, wahhh adiknya yang lagi berdua'an" tiba-tiba Susi muncul didepan pintu dan tanpa disuruh ia pun langsung duduk disamping Nayla.
"Ihh ngapain loe kemari pagi-pagi" tanya Nayla
"Numpang sarapan" jawab Susi dengan cueknya.
Adit hanya tersenyum mendengar perdebatan kedua sahabat itu.
"Ganggu aja sih, udah kenyangkan pulang gih sana gw kan mau pacaran dulu kangen ama laki gw" usir Nayla pada Susi.
"Dih ngusirr, gw tuh kesini mau kasih loe job, mau gak" tanya Susi dengan santainya melahap roti yang masih ada di atas meja.
"Job apa?" kini wajah Nayla sedikit serius.
" Loe mau gak bikin kue buat snak di acara gw" tanya Susi yang ikutan serius.
"10rb per kotak, kue nya Risoles, Lemper sama bolu ketan hitam plus minum" lanjut Susi dengan mulut masih mengunyah roti.
Nayla diam sesaat seperti sedang berpikir.
Lalu tak lama kemudian ia melihat kearah Adit.
Adit yang mengerti arti tatapan Nayla hanya tersenyum.
" Kok senyum aja sih yang, boleh gakk" akhirnya Naylapun bertanya
"Setuju apa sih, emang kamu tadi tanya apa sayang?" Adit malah balik bertanya berpura-pura tidak mengerti.
" Ihh boleh gak sayang aku ambil orderan perdana dari Susi" tanya Nayla dengan nada sedikit manja.
"Boleh tapi ada syaratnya sayang" jawab Adit.
__ADS_1
"Syarat apa?" tanya Nayla yang merasa curiga dengan jawaban Adit.
"Nanti aja aku kasih taunya sayang, sekarang ayo kita siap-siap kan kamu mau chek up" Adit langsung menghabiskan kopi nya lalu.
Setelah deal dan memberi uang muka Susipun langsung pamit pulang.
Mereka pun langsung berangkat ke RS untuk memeriksa kondisi Nayla.
Setibanya di RS Adit langsung ke bagian pendaftaran.
Hampir dua jam lamanya mereka berada di RS.
"Lama banget ya Dit, bosen juga" ucap Nayla yang sudah merasa bosan
"Ya harus sabar sayang kan biar sembuh" ucap Adit.
Aditpun membeli jus alpukat kesukaan Nayla di kantin rumah sakit.
Setelah selesai merekapun segera pulang.
Bruuuakkk
Tiba-tiba sebuah mobil melaju cukup kencang dan membentur samping kiri mobil mereka saat hendak keluar dari parkiran rumah sakit.
Aawww
Nayla memekik kaget saat mobil itu menghantam sisinya.
Adit uang yang terkejut tak sempat menghindar hingga mobil yang mereka tumpangi terseret beberapa meter.
Beberapa orang yang kebetulan berada tak jauh dari sana langsung membantu mengeluarkan Nayla dan Adit.
Adit yang melihat Nayla tak sadarkan diri langsung berusaha keluar dari mobil dan menarik Nayla keluar melalui pintu supir karena pintu samping tempat disisi Nayla rusak parah.
Setelah berhasil mengeluarkan Nayla dengan dibantu beberapa orang Adit langsung membawa Nayla ke rumah sakit yang memang tak jauh sementara mobilnya yang rusak dan sipenabrak ia tinggalkan begitu saja.
Sementara itu Ryan yang kebetulan sedang melintas di sana langsung menghampiri begitu melihat ada kecelakaan.
Setelah bertanya pada beberapa orang ia langsung meminta bantuan warga untuk menepikan mobil Adit dan si penabrak.
Alangkah terkejutnya Ryan begitu ia melihat plat mobil yang sudah sangat ia hafal.
Setelah menunggu beberapa saat datang beberapa orang polisi untuk menangani kecelakaan yang terjadi.
Ryan pun pamit pada rekan-rekan nya yang baru tiba dan ia langsung menuju rumah sakit untuk mencari keberadaan Nayla dan Adit.
Begitu tiba di ruang UGD Ryan langsung menghampiri Adit yang sedang duduk menunggu hasil pemeriksaan Nayla.
"Dit gimana keadaan Nayla" tanya Ryan sambil menepuk bahu adit.
Adit sedikit terkejut saat ada yang menepuk bahunya, ia pun langsung menoleh.
" Ryan..tau dari mana gw disini" Adit malah balik bertanya.
Aditpun langsung menceritakan kejadian yang menimpa mereka secara detail.
"Sabar aja ya Dit semoga gak ada luka yang serius" ucap Ryan sambil mengelus punggung Adit.
Adit hanya mengangguk lemas, dalam hatinya ia sangat cemas dengan kondisi Nayla saat ini.
" Ya Allah cobaan apa lagi ini" keluh Adit sambil mengusap kasar wajahnya.
" Sabar Adit" ucap Ryan lagi.
Ponsel Ryan berdering, Ryan pun sedikit menjauh untuk menjawab panggilan telepon nya.
Beberapa saat kemudian seorang suster keluar memanggil Adit.
Adit pun masuk dan menemui dokter jaga yang menangani Nayla.
Ryan yang menunggu di luar nampak gelisah sebenarnya ia sangat khawatir dengan kondisi Nayla.
Jika dilihat dari kondisi mobilnya yang rusak parah ia yakin Nayla pasti cidera lumayan serius.
"Aku harap kamu gak ada luka yang serius Mau" batin Ryan sambil terus melihat kearah pintu.
Setelah mendapat penjelasan dari dokter Adit bisa bernafas lega karena tak ada hal yang serius yang menimpa Nayla.
Namun dokter menganjurkan agar Nayla rawat inap malam ini untuk observasi dan jika tak ada yang dirasa malam ini esok ia sudah boleh pulang.
Adit langsung menghampiri Nayla yang memang sudah siuman namun wajahnya masih nampak pucat.
cuppp
Adit mengecup kening Nayla sedikit lama.
"Sayang gimana keadaan kamu, mana yang terasa sakit sayang" tanya Adit.
"Aku gak apa-apa sayang cuma masih kaget aja" jawab Nayla sambil tersenyum.
"Tapi kamu harus rawat inap dulu sayang malam ini aja" dengan sangat hati-hati Adit memberitahu Nayla.
Diluar dugaan Nayla pun langsung menyetujuinya.
Setelah kamar rawat inap siap Nyala pun segera dipindahkan kedalam ruangan.
Ryan yang dari tadi menunggu didepan langsung mengikuti dari belakang begitu bangsal yang membawa Nayla melintas didepannya.
Ryan pun pamit pulang karena ia harus kembali ke kantornya untuk membuat laporan.
Kini tinggal Nayla dan Adit yang berada diruangan itu.
"Ditt tadi kok bisa ya mobil itu tiba-tiba muncul sih, padahal kan harusnya dia tau ya kalo ada mobil yang keluar" ucap Nayla
__ADS_1
"Aku juga gak tau sayang, udahlah jangan dipikirin udah ada Ryan yang ngurusin" ucap Adit sambil merapikan anak rambut yang berada di wajah Nayla.
"Aku laper sayang, beli makanan dong" pinta Nayla pada Adit.
"Kamu gak apa-apa kalo aku tinggal sendirian?" tanya Adit yang ragu jika harus meninggalkan Nayla sendirian.
"Gak apa-apa sayang, aku juga mau jus lagi"
"Ya udah aku tinggal dulu ya sebentar, tadi aku juga udah telpon Empok buat bawain baju" Aditpun langsung berdiri dan merapikan sedikit selimut Nayla
"Aku tinggal gak apa-apa nih bener?" Adit kembali bertanya seakan tak yakin.
"Iya gak apa-apa kok, jangan beli roti ya aku bosen"
"Lah trus mau apa sayang, nasi?" tanya Adit.
"Bukan nasi, aku mau mie ayam" pinta Nayla sambil tersenyum
"Astaga sayang mana boleh makan mie ayam di sini"
"Boleh aja Sayang asal gak ketahuan"
Akhirnya Aditpun menyetujui untuk beli mie ayam.
Sebelum Adit pergi membeli pesanan Nayla ia kembali mengecup kening Nayla sekilas.
"Ohh kamu mah dari tadi nyium terus sihh" ucap Nayla sedikit kesal.
"Cuma jidat doang sayang, Pelit amat sihh" jawab Adit sambil sedikit menjauh karena ia tau pasti akan ada bantal melayang jika istrinya sudah dalam mode kesal.
Setelah Adit keluar kini tinggal Nayla sendirian didalam ruangan.
Tiba-tiba saja bulu-bulu halus di tangan nya berdiri begitupun di tengkuknya.
Awalnya ia tak menghiraukan, ia berpikir mungkin Ac-nya terlalu dingin namun makin lama hawa diruangan itu semakin tak nyaman.
Dan beberapa saat kemudian ia mencium bau kemenyan.
Ia semakin yakin pasti ada sesuatu diruangan itu dan benar saja tiba-tiba meja kecil yang berada disebelahnya tiba-tiba bergeser sendiri.
Ia pun masih tak mau berpikiran macam-macam bisa jadikan meja itu bergeser karena kesenggol olehnya.
Namun belom sempet ia berpikir lagi tiba-tiba saja sesuatu melintas didepannya.
Sosok itu membelakanginya dia sedikit menjauh hingga akhirnya berhenti disalah satu sudut kamar namun masih membelakangi Nayla.
Sementara itu Nayla yang sudah terlanjur takut hanya bisa bersembunyi dibalik selimutnya.
"Pergiii ...jangan ganggu aku, aku kan juga gak ganggu kamu" ucap Nayla dari balik selimut berharap sosok itu mengerti dengan yang ia ucapkan.
" Adittt tolongg aku, ada hantu Ditt" ucap Nayla ngasal saja.
Tanpa Nayla sadari ternyata sosok itu sudah berada di samping tempat tidur nya.
Karena rasa penasaran Nayla yang begitu besar ia pun memberanikan diri untuk membuka selimutnya untuk mengintip.
Aaawwwww
Gubrakkk
"Aaahh...tooloonggg" teriak Nayla
Nayla yang terkejut Karena sosok itu berada sangat dekat dengan nya akhirnya terjatuh dari tempat tidur dan selang infus nya pun terlepas hingga darah nya pun mengalir.
Nayla berusaha berdiri dan hendak menekan bel namun lagi-lagi sial ternyata kakinya terasa sangat lemas hingga akhirnya iapun pasrah sambil terus berteriak minta tolong berharap ada yang mendengar teriakannya.
Empok yang kebetulan saat itu sedang mencari no ruangan Nayla sayup-sayup mendengar suara Nayla yang meminta tolong.
Tanpa pikir panjang lagi Empok langsung membuka pintu dan alangkah terkejutnya Empok saat melihat Nayla yang berada di lantai dengan darah yang mengalir lumayan banyak.
"Astagfirullah Al Azim Nay kenapa" Empok yang panik langsung berusaha menolong Nayla dan langsung menekan bel.
Tak lama lagi susterpun datang.
Sama halnya dengan Empok Suster itu pun terkejut melihat ada banyak darah dilantai.
Ia langsung segera membenarkan selang infus Nayla yang lepas lalu segera memanggil petugas kebersihan untuk membersihkan lantai yang kotor oleh darah Nayla.
Adit yang baru saja datang sama terkejutnya melihat ruangan Nayla yang sudah ramai dan melihat ada noda merah dilantai.
"Sayang kamu kenapa?*
" Kok banyak darah" tanya Adit panik.
Setelah selesai memasang infus baru susterpun pamit pada Adit.
"Pok ini kenapa?" tanya Adit yang penasaran
"Gak tau Empok juga Den, tadi pas Empok lagi cari ruangan ini Empok denger ada yang minta tolong pas Empok masuk Neng Nay udah dibawah sama banyak darah juga" tutur Empok menjelaskan.
Adit pun merasa menyesal karena sudah meninggalkan Nayla sendirian.
Ia menatap wajah Nayla yang pucat karena kehilangan banyak darah.
"Sayang maafin aku ya" bisik Adit ditelinga Nayla lalu ia pun kembali mengecup dahi Nayla lembut.
Hallo para Reader semua sampai sini dulu ya up nya.
Partai ini lebih panjang ya dari biasanya semoga kalian gak bosen ya.
Jangan lupa kasih **Like,Komen kalo ada yang mau kasih Vote atau Gif juga boleh loh.
Salam Manusia
__ADS_1
Amell ajj/Author**