
Selamat Membaca
Akhirnya mereka pun kembali ke kota B,Damra terlihat sedikit berbeda sepanjang perjalanan kadang ia menutup wajahnya dengan kedua tangannya seperti orang yang ketakutan.
Berbeda dengan Nayla ia merasa begitu nyaman tak ada hal aneh yang ia lihat.
"Aa gw gak mau liat itu serem banget..." tiba-tiba saja Damra berteriak ketakutan.
Nayla yang sedang tertidur sambil menggendong Raditpun terbangun karena kaget mendengar suara Damra.
"Kamu kenapa sih Ra?" tanya Nayla bingung.
"Itu mereka banyak banget Nay mana serem-serem banget" jawab Damra yang kini menutup wajahnya dengan bantal yang ada di mobil.
"Emang kamu liat apa sih?" tanya Nayla pura-pura tak mengerti.
"Aa tolongin dong Aa, aku gak mau liat lagi Aa" Damra memohon pada Aa yang sedari tadi hanya tersenyum mendengar percakapan mereka.
"Lah katanya mau liat" jawab Aa dengan santainya.
"Iya Aa aku dah liat, sekarang gak mau liat lagi aku takut Aa"rengek Damra.
Nayla hanya tersenyum mendengar ucapan Damra.
"Itu banyak banget ya Aa sepanjang jalan ada yg mukanya ancur,ada yang badannya gak utuh"
"Iihh aku gak kuat Aa,tolongin" ucap Damra memelas.
"itu udah ditutup Ra,tapi gak bisa langsung ketutup,paling juga 2 hari lagi baru bisa bener-bener seperti semula" ucap Aa menjelaskan.
"What????"
"Dua hari lagi?"
"Aa gw gak kuat Aa"
Oceh Damra putus asa saat mendengar ucapan Aa yang entah benar atau tidak.
Radit yang tadinya tertidur akhirnya ikut terbangun mendengar suara gaduh Damra yang terus saja merengek pada Aa meminta segera ditutup kembali mata batinnya.
Karena merasa lelah Ryan pun segera masuk rest area untuk beristirahat sejenak.
Nayla langsung keluar mobil sambil menggendong Radit.
Aa dan yang lainnya pun ikut menyusul namun Damra dan Empok langsung pamit menuju toilet.
Nayla memperhatikan Radit yang nampak asik bermain bersama Ryan.
"apakah keputusan aku udah tepat untuk menjadikan Ryan ayah sambung buat Radit" batin Nayla yang tiba-tiba saja kembali merasakan keraguan dihatinya.
AA yang memang memperhatikan Nayla langsung menepuk bahu Nayla.
"Mantapkan hati kamu Nay,Radit butuh sosok Ayah yang baik,Aa rasa Ryan orang yang pas buat jadi ayah Radit" ucap Aa yang seakan tau apa yang ada dalam pikiran Nayla.
Setelah berkata begitu Aa pun segera berlalu menuju masjid yang ada di rest area itu untuk melaksanakan sholat ashar.
Sementara itu didalam toilet Empok nampak tak sabar menunggu Damra yang tak kunjung juga keluar dari dalam toilet.
"Ra ..Damra udah belom sih" teriak Empok sambil mengetuk pintu kamar mandi.
Setelah beberapa kali mengetuk pintu namun tak ada jawaban Empok pun keluar mencari Ryan dan Nayla.
__ADS_1
Dengan nafas yang tersengal-sengal empok pun memberitahu Ryan soal Damra yang tak kunjung keluar dari dalam toilet.
Ryan pun langsung menuju toilet yang dimaksud Empok.
"Ra...Damra buka pintunya" teriak Ryan
Satu kali panggilan tak ada jawaban dari dalam.
Dua kali pun masih sama tak aja jawaban dari Damra.
Tanpa pikir panjang lagi Ryanpun lagsung membuka paksa pintu kamar mandi.
Begitu pintu terbuka alangkah terkejutnya Ryan dan Empok melihat Damra yang sedang berjongkok disudut ruangan kecil itu dengan pakaian yang basah dan wajah yang pucat.
"Ra kamu kenapa?" tanya Ryan khawatir.
"Pergi.... jangan ganggu aku"
"Jangan ganggu aku tolongg"ucap Damra yang tiba-tiba terisak dan ketakutan.
Ryan pun segera membawa Damra keluar dari kamar mandi menuju mobil mereka yang memang tak jauh dari sana.
"Ra ...kamu kenapa?" tanya Nayla yang langsung menghampiri Damra dan Ryan.
"Sayang kamu jangan deket-deket ya,mana Aa?" tanya Ryan
"Lagi sholat,itu Damra kenapa Yan?" tanya Nayla penasaran.
"Gak tau yang tadi pas aku buka paksa pintu kamar mandi dia udah kaya ketakutan gitu" ujar Ryan menjelaskan.
AA pun menghampiri Damra yang berada didalam mobil.
Entah apa yang Aa lakukan pada Damra tiba-tiba terdengar suara Damra yang berteriak.
"Jangan kesana sayang, aku takut malah kamu yang kena" ucap Ryan.
"Tapi .." belum sempat Nayla melanjutkan kata-katanya Ia melihat mata Ryan yang sedang menatapnya.
Entahlah ia merasa seperti terhipnotis dan langsung menuruti kata-kata Ryan.
Setelah hampir setengah jam lamanya akhirnya Damrapun tertidur dijok belakang.
Mereka pun melanjutkan perjalanan.
Sementara itu didepan rumah Nayla nampak seorang pria yang sejak tadi duduk dibangku depan pintu rumah Nayla.
Ada rasa kesal dalam dirinya kerana tiga hari berturut-turut ia menyambangi rumah Nayla namun tak juga bisa bertemu dengan wanita itu dan juga putranya.
Yah ..pria itu adala Adit.
Nampak mulutnya seperti sedang berbicara entah dengan siapa yang jelas raut wajahnya nampak begitu kesal saat ia merasa begitu rindu dengan putra dan juga mantan istrinya namun tak dapat bertemu.
"Kalian kemana sih,masa pergi lama banget gak pulang"
"Mana SMS aku gak dibales,telp juga gak diangkat,ishhh"
"Awas ya kamu Nay" Maki Adit sambil menaiki motornya, lalu meninggalkan rumah Nayla.
Tak berselang lama mobil yang Nayla tumpangipun tiba.
"Alhamdulillah sampe juga"
__ADS_1
"Semuaya nginep disini aja,aku takut kalau Damra tar malem kenapa-napa" pinta Nayla saat Aa ingin pamit pulang.
Sejenak Aa terdiam seperti sedang berpikir.
"Ya udah Aa sama Ryan tidur disini biar kamu tenang" ucap Aa sambil megelus kepala Nayla.
Akhirnya malam itu mereka pun tidur dirumah Nayla, begitu pun dengan Damra.
Nayla yang merasa khawatir dengan kondisi Damra memutuskan untuk tidur bersama Damra dikamar bawah.
Tengah malam Damra terbangun karena haus, ia pun turun dari tempat tidur lalu keluar menuju dapur.
Setelah meneguk habis satu botol kecil air dingin ia pun kembali menuju kamar, namun saat melewati ruang mencuci Damra melihat mesin cuci sedang berputar.
Tanpa rasa takut ia pun segera mematikan mesin cuci lalu berjalan keluar, namun saat ia hendak menutup pintu ruangan tiba-tiba saja mesin cuci itu kembali berputar.
"Ihh kan tadi dah gw matiin ya, kok nyala lagi sih" pikir Damra.
Ia pun kembali mematikan mesin cuci yang menyala sendiri.
Namun saat ia kembali aka menutup pintu
Bruakkkkk
tiba-tiba saja botol-botol cairan pencuci dan pewangi jatuh berserakan seperti ada yang membuangnya.
Tanpa pikir panjang lagi Damra pun langsung berlari menuju kamar dan langsung naik ketempat tidur lalu menutup semua tubuhnya dengan selimut.
Nayla yang tadinya tetidur pulas merasa terganggu dengan pergerakan Damra.
"Ihh kamu kenapa sih Ra, pelan-pelan Napa tar Radit bagun" ucap Nayla sambil menepuk-nepuk Radit agar tidak terbangun.
"Kamu kenapa sih?" tanya Nayla dengan suara setengah berbisik.
"Tadi ..tadi mesin cuci loe nyala sendiri Nay" jawab Damra dari balik selimut.
"Empok kali lagi nyuci" jawab Nayla.
"Mana ada orang nyuci tengah malem Nay, ini jam 2 malem" ucap Empok sambil membuka selimutnya.
Naylapun melihat jam yang tergantung di dinding kamar, dan benar saja sekarang jam 2 dini hari.
"Ih rusak mungkin Ra, dah tidur lagi sana dah malem juga" Naylapun kembali merebahkan tubuhnya lalu menarik selimut.
Mereka pun kembali terlelap hingga pagipun tiba.
Hallo semua maaf baru up lagi.
Jangan pernah bosen ya nunggu up-nya.
Jangan lupa tetap kasih dukungan buat Author caranya :
-Like
-Favorit
-Rate
-Komen juga ya
Kasih gif atau vote juga boleh asal ikhlas.
__ADS_1
Salam manis
Amellajj/Author