TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 117


__ADS_3

\=\=\= Selamat Mambaca \=\=\=


Langit masih terlihat gelap,sisa-sisa hujan masih terlihat dari dedaunan yang masih basah.


Beruntungnya saat ini Nayla masih ditemani Adit hingga ia tak harus sendirian.


Setelah melihat kondisi Mama Nayla yang belum juga ada kamajuan bahkan saat ini ia sering berbicara agak ngaco membuat hati Nayla semakin merasa sedih.


"Sayang...kita jalan-jalan yuk,kayanya tadi aku lihat disamping sini ada lapangan besar dan banyak tukang jualan"ajak Adit berusaha menghibur Nayla


"gak mau ah,aku mau sama Mama"tolak Nayla


"Sayang..dengerin aku,kita gak bisa berbuat apa-apa,kita cuma bisa berdoa semoga Allah ngasih yang terbaik buat Mama"bujuk Adit lembut


Sebenarnya Adit hanya ingin menghibur hati Nayla agar tidak selalu bersedih


Nayla masih terdiam dengan mata yang berkaca-kaca,sebenarnya ia ingin menangis namun ia tahan


"ayo dong yang kita cari makanan disana,kayanya abis ujan gini enak deh makan otak-otak trus siomay truss..."Adit tak melanjutkan kata-katanya karena Nayla membekap mulutnya dengan tangannya agar Adit tak melanjutkan kata-katanya yang menyebutkan satu per satu makanan kesukaannya.


"kamu udah cuci tangan belom tadikan abis ngorek-ngorek kuping pake tuh tangan" ucap Adit bercanda


"belom"jawab Nayla cepat

__ADS_1


"ihh jorok,pantesan pait"


"ha...haa...sukurin"Nayla akhirnya tertawa


Akhirnya merekapun keluar dari area rumah sakit dan berjalan menuju lapangan yang terdapat disamping sebelah kiri rumah sakit.


"Nay...kita makan seafood yu,kamu kan suka kepiting kayanya enak deh soalnya rame banget yang beli"ajak Adit dan Nayla pun mengiyakan.


Setelah memilih kepiting yang hendak dimasak Marekapun memilih tempat duduk tak jauh dari tempat proses memasak.


Tatapan mata Nayla nampak memperhatikan kearah Mas-mas yang sedang mengolah pesanannya.


Entah apa yang ada dalam pikiran Nayla saat ini bertepatan dengan kepiting yang dimasukan kedalam air panas yang nampak mengepul air mata Nayla mengalir.


Adit yang melihat Nayla kembali menangis menghapus air mata yang mengalir dipipi gadisnya itu ia tahu bagaimana perasaan Nayla saat ini.


"Mbak jangan sedih emang gitu cara masak kepitingnya dimasukin ke air panas dulu biar mati"ucap wanita seumuran Nayla yang bersama pasangannya yang memang dari tadi memperhatikan Nayla


"ha...apa sih Dit"Nayla tampak bingung dengan apa yang diucapkan oleh wanita itu,namun beruntungnya Adit mengerti "oh...iya mbak emang cewe saya mah gampang terharu,gak tegaan orangnya"sahut Adit sambil tersenyum membuat Nayla semakin bingung


Adit dan pasangan disampingnya tersenyum melihat Nayla yang nampak kebingungan.


Sambil menunggu pesanannya datang Nayla mengedarkan pandangannya dan berhenti saat matanya melihat sosok yang sangat dikenalnya sedang berdiri disudut tak jauh dari tempatnya duduk "Ma..ma"ucap Nyala tanpa sadar

__ADS_1


"apa Nay?"tanya Adit bingung


"Dit..itu mama Dit"ucap Nayla sambil menarik-narik tangan Adit


Adit menarik nafas dalam, ia tahu Nayla saat ini memang mungkin sedang melihat roh Mamanya sebab biasanya jika orang yang sedang koma memang rohnya tidak berada didalam raganya.


"Nay istigfar,Mama kamu kan ada disana"Adit berusaha mengingatkan Nayla


"tapi Dit.."belum sempat Nayla menyelesaikan kata-katanya sosok itu telah menghilang


"Ma...Mama,Mama kemana lagi" ucap Nayla dengan nada sedikit tinggi hingga beberapa pasang mata melihat kearahnya.


Adit berusaha menangankan Nayla "sayang ayo duduk ini pesenannya udah dateng"


"Dit aku udah gak pengen,kita balik aja yuk"


"tapi yang ini kalau dingin gak enak,ayo kita makan dulu"bujuk Adit namun Nayla tetap tak bernafsu untuk makan


Akhirnya makanan yang mereka pesanpun dibungkus dan merekapun kembali keruangan perawat.


Haii para reader terima kasih sudah mampir dikaryaku.


Jangan lupa dukung teruss authorr biar tambah semangat dengan cara tekan tanda jempol dan juga kritsarnya author tunggu

__ADS_1


salam maniss


Amellajj/author


__ADS_2