
SELAMAT MEMBACA
Setelah mengalami kejadian menyeramkan tadi malam, ke esokan harinya Raka pun jatuh sakit, badannya demam tinggi dan hal itu berhasil membuat teman-temannya kebingungan.
Awalnya mereka tidak ingin menceritakan kejadian menyeramkan itu kepada Neneknya Dio tapi melihat kondisi Raka yang tidak baik-baik saja akhirnya Dio pun menceritakan kejadian itu kepada Neneknya.
Nenek Dio hanya mendengarkan cerita teman-temannya Dio lalu melihat kondisi Raka yang ternyata demam tinggi.
Nenek Dio pun segera ke pekarangan belakang rumah lalu mengambil beberapa lembar daun dadap.
"Gak apa-apa dia cuma kaget aja, mungkin dia baru kali ini liat hantu"Nenek Dio lalu menempelkan daun dadap yang sudah dibakar dan diberi minyak di dahi Raka.
Radit dan teman-temannya kini sedang bersenda gurau sambil menemani Raka yang sedang tertidur.
Sesekali Radit melihat sosok yang selalu mengikutinya sedang melihat ke arahnya.
"Dit kan di sekolah banyak cewe yang suka sama loe, emang salah satu dari mereka gak ada apa yang loe suka" tanya Dio
"Gak" Radit menjawab dengan cepet.
"Lah itu si Karin kan ngejar-ngejar loe terus, udah sih mau aja dia juga cantik kok" timpal Aldi
"Dalam pikiran gw belum ada tuh mau pacaran, semua sama gue anggap temen" jawab Radit sambil memakan sepotong ubi rebus.
"Lah kita kan belajar terus ya Dit anggap aja itu buat penyemangat" Dio dan Aldi terus saja mengompor-ngompori Radit.
Radit asik memainkan game di ponselnya tanpa mendengarkan omongan teman-temannya.
Sore hari mereka berempat sedang asik bermain bola di lapangan dekat rumah Nene Dio.
Saat sedang asik bermain ada beberapa gadis desa lewat dengan jailnya Dio pun menggoda mereka.
Radit hanya tersenyum melihat Dio dan Arka yang berniat untuk berkenalan namun di acuhkan.
"Kasian banget sih loe di cuekin" ejek Radit
"Mereka aja tuh gak bisa liat, harusnya mereka beruntung kenal sama kita" ujar Dio dengan pedenya.
"Buktinya mereka ngelirik aja gak" ucap Radit sambil tertawa.
"Puas loe ngetawain kita" Dio memajukan bibirnya kesal karena di ejek terus oleh Radit.
Sementara itu dirumah Nayla ada sedikit keributan ulah dari dua gadis beda sifat.
Rania dan Ardina yang awalnya berniat memberi kejutan untuk Mamanya dengan membuat kue sendiri berakhir dengan dapur yang sudah berantakan.
__ADS_1
Awalnya semua berjalan lancar sesuai dengan resep yang mereka baca di google.
Saat akan mengerjakan tahap akhir tiba-tiba saja ada kecoa terbang yang hingga di bahu Ardina.
Rania yang memang pada dasarnya sedikit jahil mengambil kecoa itu lalu melemparkannya ke Ardina yang sedang menghias kue.
Ardina yang memang geli sama kecoa tanpa sadar langsung membuang kue yang sedang ia hias kesembarang arah hingga tanpa sengaja mengenai Rania.
Jadilah kedua gadis itu saling lempar apa saja yang ada didekatnya, dari sisa terigu dan telur berserakan dilantai.
Nayla yang baru saja tiba dari toko begitu terkejut melihat kondisi dapurnya.
"Maaf mah, tadinya kita mau bikin kejutan buat mama" ucap Rania dengan penuh rasa bersalah.
"Kita mau buat kue ulang tahun sendiri buat Mama, kita juga kan mau kaya mama jago bikin kue" timpal Ardina.
"Ya udah sekarang kalian bersihkan dapur seperti semula, kalau udah selesai temui mama di kamar, mama mau istirahat dulu" Naylapun meninggalkan dapur dan langsung masuk kedalam kamarnya.
Sementara itu dirumah Neneknya Dio Radit dan teman-temannya sedang asik bermain catur sambil memakan gorengan buatan Neneknya Dio yang terkenal enak .
Mereka bermain di teras depan, walaupun suasana malam di kampung itu terasa begitu sepi.
Radit menatap jalan didepan rumah Nenek Dio yang terlihat begitu gelap.
Ia mencoba mencari tahu namun tidak menemukan apapun.
"Kamu sedang apa Radit? tanya Dio yang melihat temannya seperti sedang memperhatikan sesuatu pada pohon asem yang tumbuh diseberang rumah neneknya.
"Gak apa-apa Dio" jawab Radit
Raka dan Aldy masih asik memainkan bidak catur sambil sesekali melihat kearah Radit.
"Jalan loe, lama banget mikirnya" ucap Raka
"Sabar kenapa"Aldy nampak memajukan bentengnya.
Namun sesat kemudian benteng yang tadi ia majukan kini berada di tempat nya semula.
"Gw bingung perasaan tadi ini benteng udah maju kok tau-tau disitu lagi sih" ucap Aldy bingung.
"Dih iya tadi juga gw liat, masa iya bisa mundur sendiri sih"
"Kenapa sih loe berdua ribut banget" tanya Dio
Raka pun menjelaskan apa yang membuat mereka heran.
__ADS_1
"Loe aja berdua yang pada mikirnya aneh, masa iya bidak catur bisa jalan sendiri" ucap Dio tidak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh kedua temannya.
Radit yang memang melihat ada mahluk yang sedang menjahili temannya hanya diam saja.
Ia tau jika mahluk yang menyerupai anak kecil itu hanya iseng dan ingin bermain bersama.
Sosok anak kecil itu melihat kearah Radit sambil tersenyum lebar hingga terlihat giginya yang runcing dan kuning serta ileran.
Sebenernya Radit sedikit geli melihat mahluk itu.
Sementara itu sosok wanita yang selalu mengikuti Radit kini telah berdiri disampingnya.
"Ish ngapain sih loe deket-deket" desis Radit pelan namun ke tiga temannya secara bersamaan melihat ke arah Radit dengan tatapan heran.
"Loe ngomong sama siapa Sih?" tanya Dio
"Bukan siapa-siapa, udah main lagi aja" jawab Radit dengan santai.
Saat mereka hendak melanjutkan bermain catur tiba-tiba saja bidak catur itu berjalan sendiri seperti ada yang memainkan.
Tanpa menunggu aba-aba lagi mereka bertiga segera berlari masuk kedalam rumah.
Radit yang melihat siapa pelakunya hanya acuh dan dengan santai nya ikut masuk kedalam rumah.
Nenek Dio yang ternyata juga ikut memperhatikan dari dalam hanya tersenyum, ia tau jika mahluk itu hanya sekedar iseng.
Sementara itu di kediaman Nayla kedua gadis itu sudah membersihkan dapur seperti semula.
"Cape banget ya"
"Iya,kapok deh berantakin rumah lagi" ucap Rania sambil menghapus keringat diwajah nya.
"Iya sama" timpal Ardina
Setelah istirahat sejenak mereka pun segera masuk kedalam kamar Mamanya.
Namun saat mereka masuk dan ternyata melihat Nayla sudah tertidur dengan lelap dengan perlahan mereka pun menutup kembali pintu kamar Mamanya dan segera masuk kedalam kamar mereka dan segera beristirahat.
Karena lelah mereka pun tertidur.
Radit yang baru tersadar jika hari ini ulang tahun Mamanya langsung mengambil ponselnya dan segera menghubungi Mama nya.
Berkali-kali ia berusaha menelpon Mamanya namun tidak di angkat.
Ia pun berpikir jika mamanya sedang marah kepadanya karena saat hari bahagianys ia malah bersama teman-temannya.
__ADS_1