TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 291


__ADS_3

๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–Selamat Membaca๐Ÿ’–๐Ÿ’–๐Ÿ’–


Setelah kejadian malam itu Nayla sedikit lebih baik pada Adit.


Yang biasanya ia menjawab jika ditanya kini ia mau ngobrol walaupun hanya sekali-sekali saja.


Begitupun Adit kini lebih sering dirumah dan selalu menjemput Nayla jika pulang dari salon.


Hari itu Adit mengajak Nayla untuk melihat ruko yang baru saja ia beli untuk dijadikan toko kue Nayla.


Nayla yang tadinya malas kita nampak senang saat Adit bilang ruko itu untuknya.


Naylapun langsung masuk dan melihat-lihat kedalam ruko.


Saat Nayla naik ke lantai dua ia melihat ada sosok anak kecil yang menatap kearahnya.


"Numpang-numpang, permisi, maaf saya gak mau ganggu" ucap Nayla.


Adit yang memang tau hanya tersenyum lalu menghampiri Nayla.


"Kenapa sayang?" tanya nya sambil merangkul pundak Nayla.


"Ihh gak usah pake merangkul gini siih" Nayla menurunkan tangan Adit yang hinggap di bahunya.


"Sayang kamu gak mau bilang terima kasih gitu" pancing Adit.


"Terima Kasih" ucap Nayla.


"Lah bukan itu sayang, ya tanda terima


kasih kamu cium aku gitu" ucap Adit.


"Enak aja, gak mau" tolak Nayla.


"Aisss pelit banget sih Sama suami" ucap Adit sambil mengedipkan sebelah matanya.


"Kamu cacingan Dit?" tanya Nayla saat. melihat mata Adit.


"Astaghfirullah kamu Nay tega banget sih bilang aku cacingan" Adit pura-pura marah pada Nayla.


Nayla hanya melengos saat mendengar ucapan Adit.


"Aku rencananya bikin etalase disana Dit, bangku sama meja nya nanti yang beda dari yang lain* ucap Nayla mengungkapkan apa yang kini menjadi ambisinya.


"Iya sayang nanti aku beliin" ucap Adit sambil mengecup kepala Nayla.


"Jangan cium-cium sih" protes Nayla.


Iya sayang maaf" ucap Adit yang lagi-lagi harus bersabar menghadapi Nayla


"Aku harus minta batuan Aa Iwan kayanya buat bersihin tuh ruko" ujar Nayla saat mereka dalam perjalanan pulang.


"Ya udah gak apa-apa sayang"jawab Adit.


"Gak usah panggil sayang sih, kita kan cuma sepupu"


jleebbb


Hati Adit terasa sakit saat Nayla bilang hanya sepupu.


Ngiiiiikkk


Adit langsung mneginjak rem saat mendengar perkataan Nayla.


Beruntung dibelakang meraka tak ada kendaraan lain.

__ADS_1


"Nay jangan bahas itu lagi sayang, aku minta maaf soal yang kemarin" ucap Adit lalu mengambil tangan Nayla, namun dengan sigap Nayla langsung menyembunyikan tangannya kebelakang.


"Jangan pegang-pegang" ucap Nayla ketus.


"Iya maaf sayang" Aditpun kembali melajukan mobilnya menuju salon.


begitu tiba di salon Nayla langsung keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam salon.


Damra yang melihat Nayla berlari sedikit herqn, ingin rasanya ia segera menyusul Nayla keatas namun saat ini ia sedang memotong rambut pelanggannya.


Begitu tiba dikamar Nayla langsung merebahkan dirinya di kasur.


Entah kenapa tadi saat Adit hendak memegang tangannya dan saat Adit mengecup kepalanya jantung Nayla berdegup sangat kencang.


"Astaga masa gw suka lagi sama dia


"Gw gak boleh suka sama Adit, jadi kalo dia nyakitin gw lagi gw gak sakit"


"Pokoknya gak boleh suka sama dia"


Nayla terus saja mengoceh sendiri hingga ia tak menyadari jika Damra sudah berdiri di sampingnya sejak tadi dan mendengarkan semua ocehannya.


"Jadi tadi loe dari mana Nay" tanya Damra.


"Lah dari kapan kamu diri disitu Ra?" tanya Nayla malu.


"Dari tadi dan gw dengar semua yang loe omongin Nay" Damra duduk disamping Nayla.


"Loe ama Adit gimana sekarang?" tanya Damra menyelidiki.


"Masih kaya kemarin Ra" jawab Nayla sambil senyum-senyum.


"Loe sehat Nay" lanjut Damra


"Iya sehat Ra, tadi aku abis liat ruko yang Adit beli buat toko kue aku Ra" ucap Nayla menjelaskan.


"Itu loh ruko yang deket rumah pink" jawab Nayla.


"Loe mau bikin toko kue apa kafe" tanya Damra lagi.


Nayla pun menjelaskan keinginan nya pada Damra.


Hari itu pelanggan yang datang tak terlalu banyak hingga Naylapun sedikit lebih santai.


Sementara itu ditempat fitnes Adit nampak terburu-buru merapihkan peralatannya.


Tak lama Kemudian sebuah mobil berhenti didepan tempat fitnesnya.


Adit yang kebetulan hendak pulang sedikit terkejut saat melihat Dina dan Dika turun dari mobil.


"Haii Dit, mau kemana kok kaya lagi buru-buru" sapa Dina


"Ehh kalian"


"Tau dari mana kalo gw disini" tanya Adit


"Rahasia dong" ucap Dina manja lalu menggandeng tangan Adit.


Nayla yang kebetulan ingin keluar tanpa sengaja melihat kemesraan Dina yang bergelayut manja pada Adit.


Sakittt begitu terasa di hati Nayla,ingin rasanya ia menangis dan melabrak Dina namun Nayla sadar semua itu bukan hanya salah Dina tapi kesalahan Adit juga.


Menyadari mereka ada disekitar wilayah yang mengetahui jika Nayla adalah istrinya Adit segera mengajak Dika dan Dina masuk kedalam tempat fitnesnya.


Nayla pun mengurungkan niatnya yang hendak mencari makanan.

__ADS_1


"Ihh tuh cewe kok tau ya Adit ada disini" tanya Damra yang tiba-tiba ada disebelah Nayla.


"Mungkin Adit ngasih tau Ra,ayo kita beli baso aja enak kayanya biar seger" Nayla pun keluar dan berpura-pura tak melihat kehadiran Dina dan Dika di ruko milik Adit.


Damra yang menyusul dibelakang Nayla sengaja berteriak agar Adit tahu jika Nayla melihat mereka.


"Gw aj yang bawa motornya Nay tar masuk got aja kalo loe yang bawa" teriak Damra.


"Iya tau" Nayla pun melemparkan kunci motor pada Damra.


Sekilas Damra melihat jika Adit menatap kearah mereka.


Belum sempat Damra menyalakan mesin motornya tiba-tiba mobil Ryan pun berhenti disamping mereka.


"Mau kemana?" tanya Ryan yang terlihat sangat tampan dengan seragam dan kaca mata hitamnya.


"Mau jajan Yan" sahut Damra.


"Ayo aku anterin"Ryan langsung membukakan pintu depan dan tanpa menunggu lagi Nayla langsung masuk kedalam mobil Ryan, lalu Damra yang duduk di jok tengah.


Ponsel Nayla berbunyi dan sebuah chat dari Adit ternyata.


"Mau ke mana Nay?"


Setelah membaca pesan dari Adit Nayla memasukan kembali ponselnya kedalam saku tanpa membalasnya.


Satu jam lebih lamanya mereka makan siang di kedai baso langganan Mereka


Begitu tiba di salon bertepatan dengan Adit dan teman-temannya hendak masuk kedalam mobil.


Dina yang kebetulan belum naik sempat berpapasan dengan Nayla.


"Haii kamu Nayla kan?" sapa Dina


"Iya kk, kk dari mana?" tanya Nayla berpura-pura.


"Aku dari tempat Adit, kamu ngapain disini?" tanya Dina ramah.


"Aku kerja di salon itu kk" jawab Nayla jujur.


"Wahh kebetulan nanti kalo aku ada waktu boleh y mampir kesalon kamu buat perawatan" ucap Dina


"Boleh kk, datang aja" jawab Nayla berpura-pura tak merasa sakit dihatinya.


Sementara itu Adit berpura-pura sibuk ngobrol dengan Dika.


Nayla yang tidak sengaja bersitatap dengan Dika merasa ada yang aneh dengan pria itu.


"Din..ayo cepat tar kita telat" panggil Dika.


Ponsel Nayla kembali berbunyi tanda ada sebuah notifikasi chat masuk.


Nayla pun mengeluarkan ponselnya dan. melihat ada chat masuk dari Adit


"Sayang aku pergi dulu ya, nanti minta dibawakan apa?" begitulah isi chat dari Adit namun lagi-lagi tak dibalas oleh Nayla.


Naylapun masuk kedalam salon dengan perasaan kesal pada Adit.


Damra dan Ryan yang mengikuti dari belakang hanya saling tatap merasa kasihan pada Nayla.


**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya hari ini.


Jangan lupa tinggalkan jejak ya buat Author dengan cara Like,VOte dan komen nya Author tunggu.


Salam Manis

__ADS_1


Amelajj/Author**


__ADS_2