TERBUKANYA MATA BATIN

TERBUKANYA MATA BATIN
Bab 285


__ADS_3

Selamat Membaca


Hari berganti hari Aditpun kembali bekerja ditengah laut namun ada yang berbeda ia kina hanya sekali dalam sehari menghubungi Nayla tidak seperti sebelumnya bisa 3 kali dalam sehari ia menghubungi Nyala.


Nayla yang awalnya sedih karena perubahan sikap Adit akhirnya mulai terbiasa malah kadang ia tak mengangkat telpon dari Adit.


Ia pun mulai belajar menyetir mobil dengan Ryan karena Nayla begitu semangat ia pun dengan cepat bisa mengendarai mobilnya.


Hingga saat Aditpun kembali pulang kerumahnya.


"Sayang kamu kayanya biasa aja kalo aku pulang"tanya Adit bingung.


"Emang harus gimana?" tanya Nayla yang semakin acuh.


"Kamu dah gak cinta sama aku Nay, kamu gak kengen apa?" tanya Adit semakin penasaran.


"Coba kamu ingat-ingat Adit apa yang bikin aku gak kangen sama kamu lagi" jawab Nayla lalu melangkah pergi meninggalkan Adit yang bingung dengan perubahan sikap Nayla.


"Kenapa jadi aku sihh" gerutu Adit yang lalu kembali fokus pada ponselnya.


Nayla yang memang sudah berkomitmen pada dirinya sendiri ia akan kuat apa pun yang terjadi pada pernikahan nya dan Adit.


Nayla yang langsung pergi ke salon langsung bercerita pada Damra soal Adit.


"Bagus Nayla loe harus tunjukkan kalo loe gak lemah dan cengeng lagi kaya dulu" ucap Damra yang langsung mendapat hadiah sebuah cubitan dari Nayla.


"Kok nyubit sih loe Na" tanya Damra sambil mengelus lengannya yang sakit dicubit Nayla.


"Aku kan gak cengeng Ra" protes Nayla kesal.


"Gak cengeng tapi suka nangis doang" ejek Damra sambil tertawa.


Nayla memajukan bibirnya karena kesal.


"Nah kan itu baru juga begitu dah ngambek aja" lanjut Damra sambil terus menggoda Nayla.


Mereka pun bercanda ria hingga Nayla pun lupa dengan Adit yang semakin lama semakin menjauh darinya.


Hari itu Adit tak seperti biasanya ia hanya dirumah menunggu Nayla pulang.


Sementara itu Nayla yang memang sudah malas untuk pulang cepat sengaja pulang jam 11 malam hingga ia bisa langsung tidur.


Begitu sampai dirumah ia terkejut melihat Adit yang sedang duduk di bangku ruang tamu.


"Malem banget sayang kamu pulangnya, ni udah hampir tengah malam loh" ucap Adit begitu melihat Nayla masuk.


"Ada juga kamu yang tumben jam segini udah dirumah biasanya ka dini hari baru pulang" sindir Nayla lalu langsung naik keatas menuju kamarnya.


"Nayla kita tidur bareng ya, aku kangen kamu sayang" teriak Adit yang langsung menyusul Nayla keatas.


Nayla yang tidak tahu jika Adit mengikuti langsung masuk kedalam kamar tanpa menguncinya.


Saat Nayla keluar dari kamar mandi ia terkejut melihat Adit yang sudah duduk manis diatas kasurnya.


"Ohh kamu ngapain disini sih" ucap Nayla kesal.


"Ya mau tidur bareng kamu lah sayang" jawab Adit santai sambil menatap Nayla.


"Aku gak mau bareng kamu tidurnya, kasur aku kecil badan kamu kan gede gak muat" ujar Nayla beralasan.


"Muat sayang kalo gak mau kita bisa sambil pelukan bobonya" ucap Adit sambil tersenyum.


Akhirnya Naylapun pasrah dengan menggerutu ia merebahkan tubuh nya di samping Adit.


Aditpun tersenyum senang ia berpura-pura tak mendengar ocehan Nayla, dengan seenaknya ia melingkarkan tangannya di pinggang Nayla.


Nayla yang baru saja memejamkan matanya sedikit terkejut saat .merasa ada sesuatu yang melingakar dipinggangya.


"Adit jangan begini" Nayla berusaha melepaskan tangan Adit dari pinggangnya namun usahanya sia-sia Adit malah semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku kangen kamu sayang" bisik Adit ditelinga Nayla.

__ADS_1


Nayla yang merasa geli hanya menahan rasa aneh yang tiba-tiba datang menyerang nya.


Tiba-tiba ia merasa ada yg beda seketika itu juga bulu-bulu halus ditubuhnya berdiri.


" ihh kok aku merinding sih " batin Nayla ia pun berpura-pura memejamkan matanya.


Adit yang memang sudah lama menginginkan Nayla tak menyia-nyiakan kesempatan itu.


Ia mencium tengkuk Nayla berharap ada respon dari istrinya itu.


Nayla yang memang pura-pura tidur berusaha menahan rasa geli di tengkuknya .


Entah kenapa seperti ada yang memaksa Nayla untuk membuka mata.


Ia pun membuka mata dan betapa terkejutny Nayla saat melihat ada dua sosok teman Adit sedang berdiri didepan pintu sambil menatap kearah Nayla.


Aaaawwww


Nayla yang terkejut dan takut langsung membalikan badannya menghadap Adit.


Karena memang ukuran tempat tidur Nayla yang kecil Adit pun terjatuh dari atas tempat tidur.


Gubbrakkk


"Nay....kamu ngapain sihh" Adit sedikit kesal saat ia harus terjatuh dari tempat tidur.


Nayla yang tidak perduli dengan Adit yang kini merintih kesakitan menutup matanya dengan bantal.


"Kamu kenapa sih sayang" tanya Adit sambil berdiri.


"Itu temen kamu suruh pergi, aku takut" pinta Nayla sambil terus menutup matanya.


Aditpun berdecak kesal sambil melihat kearah pintu.


"Ihh kalian ya ganggu aja" ucap Adit pada kedua teman ghaibnya.


Ternyata yang membuat Nayla ketakutan adalah kedua teman Adit itu menampakan dirinya dalam wujud yang berbeda.


Namun berbeda dengan apa yang dilihat Adit.


Sosok temanya itu berwajah biasa saja makanya Adit bingung kenapa Nayla begitu ketakutan.


"Sayang kamu kenapa?" tanya Adit yang mulai khawatir karena melihat tubuh Nayla bergetar ketakutan.


"Suruh pergi mereka Adit aku takut" pinta Nayla dengan nada bergetar.


"Iya sayang mereka dah pergi" Adit langsung mendekap Nayla erat sambil berusaha membuat Nayla tenang.


"Kamu bohong mereka masih ada, aku takut Dit" ucap Nayla masih dengan menutup matanya rapat.


"Udah gak ada Nay,coba buka mata kamu dulu" Adit mengelus lembut rambut Nayla.


Nayla yang merasa sudah lebih baik mulai membuka matanya sedikit demi sedikit.


setelah yakin sosok itu sudah tidak ada Nayla pun baru menyadari jika Adit sedang mendekap nya langsung mendorong dada Adit.


"Ihh sana ahh kamu kesempatan aja" protes Nayla


"Astaga sayang, kamu tuh ya nanti aku panggil lagi loh mereka" ancam Adit sambil tersenyum.


Nayla yang memang masih takut hanya diam sambil menatap kearah Adit.


"Biasanya nakut-nakutin orang" ejek Nayla sambil bersembunyi dibalik selimutnya.


"Sayang....." Adit menarik selimut yang menutupi seluruh tubuh Nayla hingga terbuka sebagian.


"Ihh apa'an sih Adit aku ngantuk" Nayla kembali menarik selimut dan menutup tubuhnya rapat.


Aditpun menarik nafas kasar, gagal lagi niat nya malam ini ingin menghabiskan malam berdua dengan Nayla.


Ia sedikit kesal dengan kedua teman ghaibnya yang sudah mengacaukan semua rencananya yang sudah hampir berhasil.

__ADS_1


Pagi pun tiba Nayla bangun saat matahari mulai naik.


Nayla sedikit bernafas lega saat melihat tak ada Adit disebelahnya.


"Kemana dia pagi-pagi gini dah gak ada"ucap Nayla sambil turun dari tempat tidur dan berjalan keluar mencari Empok.


Saat melintas samping Nayla berhenti kerena melihat Adit sedang menelepon seseorang yang Nayla tak tahu siapa.


Ia pun bersembunyi dan manajamkan pendengarannya berusaha mendengarkan percakapan antara Adit dan seseorang diseberang sana.


Sayup-sayup Nayla mendengar Adit janjian bertemu seseorang disebuah kafe yang Nayla tak tahu dimana letaknya.


Dari pada harus terus sakit hati pada Adit Nayla pun segera meninggalkan tempat itu dan menuju dapur untuk membuat susu dingin.


Setelah membuat susu Naylapun segera bersiap-siap kesalon mencari kesibukan agar dapat melupakan rasa sakit hati nya pada Adit.


Setelah rapi Nayla langsung berangkat kesalon tanpa meminta ijin pada Adit yang masih sibuk bertelepon dengan temannya.


Adit yang mendengar suara motor Nayla menjauh berusaha mengejar namun Nayla sudah menjauh bahkan menghilang di ujung gang.


Setibanya di salon Nayla langsung meminta dibuatkan Mie oleh Damra dengan porsi dobel plus cabe dan juga telur.


"Loe gak salah Nay mau mie 2 sama telurnya juga dua?" tanya Nayla memastikan.


"Iya bener aku mau dobel pake cabe yang banyak juga buat ilangin rasa sebel" ucap Nayla meyakinkan Damra.


Damrapun segera membuatkan pesanan Nayla dan begitu matang langsung menghidangkannya didepan Nayla.


"Wahhh kayanya enak banget Ra" mata Nayla begitu berbinar begitu melihat mie yang masih mengeluarkan asap dengan porsi jumbo.


"Lah kamu gak bikin Ra?" tanya Nayla sambil masukan satu sendok mie yang masih panas itu.


"Gak ah kayanya liat loe makan aja udah bikin gw kenyang Nay" jawab Damra sambil memperhatikan Nayla yang asik makan.


Nayla makan dengan sangat lahap hingga tak butuh waktu lama untuk menghabiskan satu mangkok mie dengan porsi besar.


"Alhamdulillah kenyang" ucap Nayla sambil membersihkan mulutnya dengan tissue.


"Assalamualaikum" seorang pria tampan dengan sudah memakai baju dinas masuk, dia sedikit heran melihat wajah Nayla yang dipenuhi dengan keringat.


"Kamu abis ngapain Nay kok keringatan gitu" tanya Ryan sambil duduk di samping Damra.


"Abis makan mie pedas banget Yan" jawab Nayla.


"Nanti sore kita makan diluar yuk ada kafe baru buka, katanya sih enak makananya" ajak Ryan yang langsung disambut dengan anggukan oleh Nayla dan Damra.


"Kita mah pecinta gratisan Yan jadi gak mungkin nolak" ucap Damra sambil tertawa.


Ryan hanya tersenyum mendengar ucapan Damra.


Hari itu disalon Damra begitu banyak pelanggan hingga Nayla dan Damra tak merasa jika hari sudah mulai sore.


"Ra...Ryan jam berapa mau jemput" tanya Nayla sambil merapihkan semua peralatan salon.


"Ahh cape nya" keluh Nayla sambil menghempaskan tubuhnya di sofa ruang tunggu.


"Ayo Nay dandan dulu sebentar lagi Ryan Dateng loh" Damra mengingatkan Nayla yang masih duduk di sofa.


Benar saja sebuah mobil berhenti didepan salon.


"Tuh kan Ryan dah datang, cepet mandi sana" Damra menarik tangan Nayla dan menyuruhnya segera mandi.


Sementara Damra membuatkan kopi untuk Ryan sambil menunggu Nayla.


**Hallo semua sampai sini dulu ya up nya lanjut besok lagi semoga para Reader gak bosen y dengan Adit dan Nayla.


Jangan lupa untuk memberi dukungan buat Author dengan cara Like vote dan juga komen nya Author tunggu.


Salam Manis


Amelajj/Authorr**

__ADS_1


__ADS_2