
\=\=\= Selamat Membaca \=\=\=
Sore itu Nayla kembali bertemu dengan Dewa walaupun sebenarnya ia sangat malas untuk berada dikeramaian.
Saat Nayla sampai ditempat biasa mereka bertemu ternyata Dewa sudah sampai disana,senyumnya mengembang begitu melihat Nayla.
"maaf telat,tadi rada males mau keluar" ucap Nayla jujur
"gak apa-apa aku juga belom lama kok"jawab Dewa sambil menggeser duduknya agar Nayla bisa duduk disampingnya.
"Ada apa sih Wa kok tumben"tanya Nayla tak sabaran
"kenapa? gak suka ya ketemu aku"tanya Dewa yang terheran melihat sikap tidak biasa dari Nayla
Entah kenapa Nayla merasa ada yang aneh saat melihat wajah Dewa tapi ia tidak tahu apa yang beda
"bukan gitu Wa,kayanya ada sesuatu yang mau kamu rahasiain ya dari aku"selidik Nayla
"gak kok,aku tuh cuma mau minta tolong kamu aja Nay trus aku kangen pengen makan mie ayam Bangka yang biasa kita makan"ucap Dewa tanpa melihat kearah Nayla yang masih melihat kearahnya
"minta tolong apa?"tanya Nayla
"emm...itu aku mau minta tolong kamu pilihin jas yang bagus buat aku pake di acara kantor,mau kan?"
"jas?"
__ADS_1
"bukannya biasanya kamu pake warepark ya,kok tumben sih"tanya Nayla mulai menyelidiki
"Nay..aku mau ada rapat sama bos masa iya pake baju gitu"
"mau gak nolongin?"
"iya udah, ayo kita cari tar keburu malem lagi"
Naylapun berdiri di ikuti Dewa merekapun segera masuk kedalam Mall
"boleh pegang tangan kamu gak,aku kangen gandengan tangan ama kamu Nay" ucap Dewa meminta ijin Naylapun menganggukan kepala.
Sebenarnya ia pun kangen saat-saat bersama Dewa,andai saja perbedaan itu tak pernah ada mungkin saat ini ia sudah mempunyai keturunan namun apa mau dikata takdir berkata lain.
"Makasih ya bagus banget pas lagi,sekarang cari dasi yang sesuai ya"ajak Dewa lalu menarik tangan Nayla menuju tempat dasi
Dengan rasa masih bingung Naylapun memilih beberapa buah dasi yang sesuai dengan jas yang ia pilih.
"udah semua ni,ayo kita makan mie ayam Nay,aku udah laper banget nih"
tanpa menunggu jawaban dari Nayla Dewa langsung menarik tangan Nayla menuju parkiran dan keluar dari Mall menuju tempat makan mie ayam Bangka langganan mereka.
Setelah memesan merekapun memilih tempat duduk yang kosong maklum tempat itu walaupun hanya warung tenda namun pembelinya sangat ramai.
Dewa menatap wajah Nayla begitu lama,entah apa yang ada dalam pikirannya namun Nayla merasa risih dengan tatapan Dewa.
__ADS_1
"kok ngeliatinnya gitu sih Wa,emang ada yang aneh ya ama muka aku"sindir Nayla
"ah...gak kok,kamu kok tambah manis sih Nay"
Dewa sedikit menggombal membuat Nayla tersipu malu.
"ihh..emang baru tau kalo aku manis" jawab Nayla diiringi senyum yang sedikit menggoda mantannya itu.
Merekapun makan dengan dengan sedikit santai,setelah selesai Nayla dan Dewa pun duduk disebuah halte yang berada tak jauh dari sana.
Nayla duduk bersandar pada salah satu tiang besi penyangga halte,tiba-tiba saja matanya begitu berat akhirnya ia pun memejamkan matanya sebentar saat itulah tiba-tiba ia melihat sekelebatan acara pernikahan,begitu ramai namun ia tidak tahu siapa yang menikah.
Ia pun langsung membuka matannya karena kaget saat Dewa menepuk pipinya
"kamu udah ngantuk Nay?"tanya Dewa
"iya.."jawab Nayla pelan,ia masih kepikiran dengan apa yang barusan ia lihat,entahlah apa itu bisa dibilang mimpi atau apa Nayla tak tahu yang pasti, yang jelas saat ini ia jadi berpikir mungkin itu Adit yang menikah dan ia harus mempersiapkan diri sebelum hal itu menjadi kenyataan
Haii para reader terima kasih masih setia di ceritaku yang receh ini.
Jangan lupa tetap dukung author dengan cara Like,Rate,Vote dan juga kritsarnya author tunggu
Salam maniss
Amellajj/author
__ADS_1